Nomor Pokok Wajib Pajak Fungsi Jenis dan Syaratnya

Teknatekno.com – Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) merupakan salah satu tanda pengenal penting bagi orang yang berpenghasilan, apalagi jika penghasilannya melebihi rata-rata umumnya orang.

Di Indonesia seseorang yang memiliki kewajiban pajak disebut sebagai wajib pajak dan diberi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Simak pembahasan selengkapnya terkait NPWP berikut ini.

Apa Itu NPWP

Apa itu NPWP?

Dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP berfungsi sebagai sarana untuk menetapkan identitas seseorang. NPWP diatur dalam UU No. 16 Tahun 2009, khususnya Pasal 1 angka 6.

Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-60/PJ/2013 menyebutkan bahwa setiap wajib pajak hanya memiliki satu NPWP. Kode wajib pajak adalah 9 digit pertama NPWP, diikuti dengan 3 digit kode administrasi kantor wajib pajak terdaftar dan 3 digit terakhir NPWP adalah kode status wajib pajak (pusat atau cabang).

Fungsi NPWP bagi Wajib Pajak

Selain sebagai kebutuhan, ternyata ada berbagai kegunaan NPWP yang mungkin bisa memperlancar aktivitas Anda sehari-hari, yaitu:

Menghindari Denda

Pertama, fungsi NPWP adalah untuk melindungi Anda dari denda karena tidak membayar pajak. Dengan memiliki NPWP, Anda akan rutin membayar pajak, sehingga tidak terlambat dan didenda.

Mempermudah Permohonan Kredit

Kedua, fungsi NPWP adalah sebagai salah satu syarat pengajuan kredit ke bank atau lembaga keuangan. Akibatnya, bank memiliki akses ke informasi tentang sejarah kewajiban pajak yang dibuat oleh masing-masing kliennya.

Jika Anda sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), prosedur pengajuan kredit akan lebih lancar. Hampir semua operasional kredit memerlukan persyaratan NPWP, mulai dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Kendaraan Bermotor, Kartu Kredit, dan sejenisnya.

Membuat Izin Usaha

Dengan demikian, fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak adalah memberikan bantuan kepada pelaku usaha di bidang Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Di Indonesia, setiap bisnis wajib membayar pajak. Akibatnya, prosedur hukum akan terhambat jika diketahui bahwa suatu usaha tidak memiliki NPWP.

Membuat Rekening Bank

Selanjutnya, fungsi NPWP adalah untuk membuat rekening bank, sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan BI.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/27/PBI/2012 pasal 14 ayat 1 huruf a, disebutkan bahwa calon nasabah yang berpotensi menjadi penerima manfaat wajib menyerahkan NPWP sebagai bentuk pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme oleh bank umum. .

Syarat Pencairan Dana Negara

Terakhir, fungsi NPWP adalah untuk memudahkan Anda dalam mencairkan dana proyek negara. Peserta dalam inisiatif pemerintah seperti lelang, misalnya, diharuskan memiliki NPWP.

Persyaratan ini juga diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak yang mewajibkan peserta lelang/pelelang untuk memiliki NPWP. Pemerintah melakukan ini dalam upaya untuk meningkatkan jumlah orang yang membayar wajib pajak.

1 2Next page

Related Articles

Back to top button