Cara Kerja Shock Absorber pada Mobil dan Jenisnya

Teknatekno.com – Cara kerja shock absorber yang merupakan bagian dari sistem suspensi mobil adalah untuk meredam guncangan yang berlebihan saat sistem suspensi bekerja. Dengan kata lain, bagaimana cara kerja shock absorber? Berikut penjelasannya.

Komponen Shock Absorber

Tidak jarang mendengar orang membandingkan pengoperasian kompresor mobil dengan peredam kejut. Mirip dengan cara kerja kompresor, sangat bergantung pada cairan terkompresi.

Gerakan bolak-balik piston diproses oleh peredam kejut, yang menerapkan atau melepaskan tekanan pada cairan. Dengan cara itu, osilasi (guncangan pada bodi mobil karena gaya luar) dapat dikurangi. Peredam kejut terdiri dari bagian-bagian berikut agar dapat bekerja:

  • Tabung shock: berfungsi untuk mewadahi piston dan fluida.
  • Piston: berfungsi untuk mengatur volume di dalam tabung shock agar fluida dapat terkompresi.
  • Batang piston: berfungsi untuk menghubungkan piston dengan poros roda. Dengan begitu, gerakan piston akan selalu sesuai dengan poros roda.
  • Katup piston: berfungsi untuk menyekat ruang di antara bagian atas dan bawah piston.
  • Fluida: berfungsi untuk meredam guncangan dari bodi mobil. Sering disebut dengan oli shock karena merupakan cairan hidrolik.
🔥TRENDING:  GIIAS 2021 Dibuka Mulai Jumat 12 November 2021

Bagaimana Cara Kerja Shock Absorber?

Setelah mengenal komponen-komponen penting, berikut cara kerja shock absorber dalam dua langkah:

1. Langkah Kompresi (Saat Fluida Ditekan)

Saat bodi mobil menerima guncangan di jalan, roda akan bergerak untuk menekan peredam kejut. Akibat tekanan ini, panjang peredam kejut menyusut, memungkinkan piston naik.

Tindakan ini berarti ruang di bagian atas piston menyempit sedangkan bagian bawah piston melebar. Akibatnya, cairan di ruang atas piston terkompresi hingga keluar.

Katup piston yang tertekan kemudian akan membuka hanya satu saluran. Karena piston terbatas, aliran fluida dari ruang atas piston ke ruang bawahnya akan lebih lambat. Akibatnya, gerakan piston ke atas juga melambat. Nah, slow motion inilah yang kemudian meredam guncangan suspensi mobil.

2. Langkah Ekspansi

Setelah langkah kompresi selesai, shock absorber akan menghadapi situasi yang disebut gaya balik pegas. Alhasil, panjang shock absorber akan kembali normal. Piston di shock absorber akan bergerak ke bawah.

🔥TRENDING:  Cara Mengatasi Suara Laptop yang Hilang

Cairan di ruang bawah piston mengalir ke ruang atas piston. Gerakan piston akan diperlambat oleh gerakan fluida dari bawah ke atas, seperti yang terjadi pada saat langkah kompresi. Alhasil, bodi mobil tidak akan terlalu terpengaruh goncangan.

Untuk menjaga agar oli tidak masuk ke mesin, ring piston memiliki tugas yang harus dilakukan. Sehingga komponen tersebut juga harus dibersihkan dan diuji setiap saat.

Pencarian Populer

Absorber Livina - Shock Absorber Nissan Serena C26 - Shock Absorber Grand Livina - Shock Absorber Fr - Shock Absorber Avanza - Harga Shock Kayaba Di Shop And Drive - Harga Shock Absorber Xenia - Harga Shock Absorber Innova- Harga Shock Absorber Ikybi - Harga Shock Absorber Di Shop And Drive - Harga Shock Absorber Avanza - Harga Shock Absorber - Harga Absorber - Shock Absorber Terios -

1 2Next page
Back to top button