Brick and Mortar: Pengertian Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Teknatekno.com – Buat Teknozen yang bergelut di bidang e-commerce pastinya sering mendengar istilah Brick and Mortar. Tapi sebenarnya apasih Brick and Mortar itu?

Apa itu Brick and Mortar?

Brick and Mortar adalah sebuah sistem bisnis dimana terdapat lokasi fisik seperti toko ritel, dealer dan sejenisnya, yang dapat dikunjungi langsung oleh konsumen sehingga terjadi transaksi yaitu memilih, membeli dan mendapatkan barang yang diinginkan.

Sistem ini dianut oleh perusahaan-perusahaan tradisional atau jaman dulu yang belum mengenal aplikasi atau web yang berujung pada bisnis online.

Di era sekarang ini sudah sangat jarang ada perusahaan besar yang hanya menggunakan sistem ini, karena teknologi yang semakin canggih dan para konsumen ingin hal yang instan dengan menggunakan transaksi secara online.

Kelebihan Bisnis Brick and Mortar

Untuk beberapa konsumen yang menyukai berbisnis langsung, pasti menyukai sistem ini karena dapat melihat barang secara langsung dan mendapatkan pelayanan oleh si penjual.

Konsumen dapat bertanya mengenai produk yang ingin dibeli dan cara menggunakannya secara detail, sehingga konsumen dapat puas dengan produk yang mereka beli.

Biasanya generasi Baby Boomers menyukai sistem face-to-face ini karena mereka terbiasa dengan melakukan demonstrasi produk atau layanan, terutama saat membeli teknologi baru.

Kekurangan Bisnis Brick and Mortar

Karena jaman terus semakin berkembang dan majunya teknologi di dunia sistem seperti ini dianggap kuno dan tidak praktis lagi. Maka beralihlah ke bisnis online. Beberapa alasan yang dianggap sebagai kekurangan Brick and Mortar, yaitu:

Pada orang sibuk yang tidak memiliki waktu untuk membeli apa yang diinginkan sistem ini sungguh merepotkan dan membuang-buang waktu. Sama halnya dengan macetnya lalu lintas yang membuat orang malas keluar untuk membeli barang.

Sedangkan dengan metode online dengan mudah dan praktis serta tidak membuang-buang waktu. Hanya mengetik apa yang diinginkan maka barang akan datang dengan pembayaran melalui transfer ataupun cash on delivery.

Beberapa barang lebih mahal di toko dibandingkan di online store. Mengapa? Karena cost yang dikeluarkan pada toko lebih besar, mereka harus menyewa toko, menggaji karyawan yang menjaga toko, membayar listrik.

Tapi pada online store, mereka hanya perlu membayar karyawan yang meng-handle web atau dikenal sebagai admin dan biaya kuota internet.

Pada online store seperti Amazone.com , tokopedia, lazada, dan lainnya terdapat banyak tawaran produk. Tidak dengan toko, karena keterbatasan ruang yang hanya dapat menyediakan sedikit produk.

Contoh Perusahaan yang Memakai Bisnis Ini

Terdapat banyak perusahaan besar dan telah berdiri cukup lama merubah sistem mereka dari Brick and Mortar menjadi memiliki online store. Banyak juga yang menganut Click and Mortar yaitu gabungan antara kedua sistem diatas. Jadi konsumen membeli produk melalui online store dan mengambil barangnya di offline store.

Seperti contoh nyata perusahaan Staples yaitu ritel peralatan kantor yang merubah sistemnya, karena penjualannya dalam 5 tahun lebih terlalu flat dan sedikit menurun. Perusahaan sadar bahwa semakin sedikit orang berbelanja langsung ke toko, maka perusahaan mendorongnya dengan online.

Hal ini berdampak besar karena dengan online keuntungan Staples naik 10%, dan jutru pada toko fisik menurun 7%. Pada tahun 2014, Staples melakukan restrukturisasi dengan menutup toko ritel di Amerika Utara guna menghemat $500 juta/ tahun pada akhir tahun 2015.

Kesimpulan

Dengan berpengaruhnya teknologi pada sistem bisnis, maka perusahaan harus dengan sigap dan bijkasana mengambil langkah demi memajukan dan meningkatkan profit perusahaan. Jika ingin terus maju, berarti perusahaan harus siap menerima perubahan.

Coba bayangkan apa yang terjadi saat ini jika perusahaan Staples tidak mau membuka website dan menganut sisten bisnis online, pasti mereka akan terus mengalami penurunan profit dan mengemban kerugian.

Maka dari itu, jadilah entrepreneur yang pintar mengamati keadaan, bijak mengambil tindakan, dan maju bersama perubahan.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button