Apa itu Zip Drive? Definisi, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kamu pasti pernah dengar apa itu Zip Drive. Yups, Zip Drive pada zamannya sangat banyak digunakan sebagai storage dibandingkan dengan floppy disk.

Banyak orang berpikir bahwa Zip Drive memiliki kapasitas yang jauh lebih besar daripada floppy disk, maka banyak orang lebih memilih untuk menggunakan Zip Drive

Agar kamu lebih paham lagi apa itu Zip Drive, yuk simak penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu Zip Drive, sejarah Zip Drive, fungsi dan jenis Zip Drive serta cara kerjanya dibawah ini.

Mengenal Apa itu Zip Drive

Apa itu Zip Drive? Zip Drive (Zip Disk) merupakan media penyimpanan dalam bentuk drive atau disk yang berukuran menengah. Zip Drive di keluarkan oleh lomega pada akhir 1994. Ukuran Zip Drive yaitu 1,47 inch.

Zip Drive juga merupakan media penyimpanan yang menggantikan floppy disk untuk kebutuhan kapasitas penyimpanna yang lebih besar.

Zip Drive bisa di hapus dan bisa menyimpan dalam kapasitas yang tinggi yaitu 100 MB data tetapi kemudian ditingkatkan menjadi 250 MB dan kemudian menjadi 750 MB. Namun Zip Drive tidak bisa menulis dan membaca seperti floppy disk.

Sejarah Zip Drive

Meskipun banyak pengguna komputer mengadopsi Zip Drive ketika pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994, itu tidak cukup untuk menggantikan floppy disk 3,5 inci.

Sebaliknya, cakram serbaguna digital (DVD), cakram padat (CD) yang bisa ditulis ulang, dan flash drive menjadi lebih umum dan hampir menggantikan floppy disk yang digunakan.

Perangkat penyimpanan ini telah terbukti praktis dan mampu menyimpan volume data yang sangat besar. Karena alasan ini, Zip Drive tidak pernah menjadi perangkat penyimpanan data yang populer.

Zip drive awal bersaing langsung dengan drive SuperDisk atau LS-120, yang berisi 20 persen lebih banyak data dan juga bisa membaca floppy disk konvensional 312″ 1,44 MB.

Tetapi memiliki kecepatan transmisi data yang lebih rendah karena kecepatan putaran yang lebih rendah. Dengan diperkenalkannya era USB , persaingan antara kedua perusahaan berakhir.

Penjualan Zip mulai menurun antara tahun 1999 dan 2003. Karena DVD RW dan CD-R menjadi lebih terjangkau, ini sebagian besar terjadi. Selain itu, flash drive USB dengan kapasitas yang jauh lebih tinggi diperkenalkan melalui Universal Serial Bus (USB).

Bahkan dikatakan, sebagian pengguna komputer masih memilih Zip Drive karena kokoh, terpercaya, dan mampu mengirimkan data dengan cepat.

Meskipun Zip Drive lebih tebal dari floppy disk 3,5, umumnya ukurannya identik. Oleh karena itu, slot drive cukup besar untuk menampung floppy disk di dalamnya. Memasukkan disket ke dalam drive secara tidak benar bisa membahayakan drive dan juga disk yang disambungkannya.

Karena alasan ini, drive memiliki rongga retroreflektif untuk membantu mengidentifikasi drive disk sebagai media yang tepat. Jika drive tidak mendeteksi media sebagai jenis yang tepat, tidak akan ada disk yang terlibat.

Fungsi Zip Drive

Fungsi Zip Drive yaitu membaca dari atau menulis ke media penyimpanan lainnya. Fungsi baca setiap Zip Drive mundur-kompatibel dengan teknologi yang lebih tua.

Jenis Zip Drive

Zip Drive tersedia dalam beberapa antarmuka (interface), diantaranya:

  • USB 1.1
  • USB 2.0
  • IEEE 1284 (Parallel Port) dengan koneksi Printer.
  • IEEE 1394 Firewire
  • SCSI (external dan versi Plus terbatas untuk ID 5 and 6)
  • ATAPI (USB Zip 250 mempunyai koneksi ATAPI eksternal yang jarang digunakan.)
  • IDE True ATA (ATA internal model awal, kebanyakan dijual untuk OEM.)

Paralel port pada Zip Drive eksternal sebenarnya adalah drive SCSI yang terpadu dengan paralel-ke-SCSI controller, maksudnya ialah pelaksanaan SCSI bus secara benar tetapi tanpa penyangga sirkuit listrik yang diperlukan untuk menghubungkan perangkat eksternal lainnya.

Zip 100 drive model awal menggunakan AIC 7110 SCSI controller dan kemudian paralel drive (Zip Plus dan Zip 250) yang dikenal sebagai Iomega Matchmaker.

Pada awalnya eksternal SCSI berbasis Zip Drive sering dikemas termasuk adapter SCSI yang dikenal sebagai Zip Zoom. Zip Zoom sebenarnya adalah ISA Adaptec SCSI host controller. Selain itu, awalnya ada juga PCMCIA-ke-SCSI adapter untuk kompatibilitas laptop yang dijual secara terpisah, juga aslinya dari Adaptec.

Macam Versi Zip Drive

Zip Drive terbagi menjadi beberapa versi, yaitu:

Eksternal Drive

Adapun versi eksternal yaitu:

  • Parallel port
  • SCS (Small Computer System Interface) adalah sebuah antar muka yang menawarkan kapasitas lebih besar dengan kecepatan pemindahan data yang lebih tinggi.
  • Plus

Internal Drive

Sedangkan versi internalnya, yaitu:

  • SCSI
  • IDE (Integrated Drive Electronics).
    Teknologi ini logika controller diintegrasikan dengan harddisk. Sistem ini banyak digunakan karena disk dihubungkan ke sistem dengan slot ekspansi yang konvensional dengan biaya yang cukup murah. Dengan teknologi ini pula memungkinkan adanya metode perekaman khusus dengan laju perpindahan tinggi.
  • ATAPI

Cara Kerja Zip Drive

Zip Drive mampu melakukan proses 50X/50X/50X (baca/tulis/tulis ulang) dengan standarisasi kecepatan yang mirip dengan CD-ROM di mana 1X sama dengan 150KB per detik.

Untuk disk Zip ukuran 250MB dan 750MB proses baca, tulis, dan format berlangsung sangat baik, tetapi tidak untuk disk Zip ukuran 100MB. Pada Zip 100MB hanya proses pembacaan yang bisa dilakukan, proses lainnya tidak bisa dilakukan.

Pada pengujian yang dilakukan dengan disk 250Mb, pemindahan data 200MB dilakukan kurang dari 4 menit. Kinerja optimal hanya cocok bila memakai disk 750MB. Jika koneksi drive menggunakan port USB 1.1, kecepatan transfer datanya hanya mencapai 1MB per detik.

Selain mampu membaca disk 750MB, drive Iomega mampu membaca disk 100MB dan 250MB. Iomega menghadirkan pula produk ini dalam model internal ATAPI dan eksternal berkoneksi FireWire.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu Zip Drive beserta fungsi dan juga cara kerjanya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan Teknozen tentang Zip Drive.

Related Articles

Back to top button