Apa itu Shareware? Definisi, Jenis, Contoh dan Kelebihannya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang apa itu shareware beserta jenis, kelebihan, kekurangan dan juga contoh-contoh shareware yang pernah atau biasa kamu gunakan. Simak penjelasan dibawah ini!

Mengenal Apa itu Shareware

Shareware hadir mulai pada tahun 1982, oleh Andrew Fluegelman dengan membuat program telekomunikasi yang disebut PC-Talk di PC IBM.

Pada tahun 1983, konsep shareware sudah menjadi mapan, seorang mantan karyawan Microsoft yang bernama Bob Wallace, membuat aplikasi pengolah kata yaitu PC-Write.

Di dalam proses pembuatan perangkat lunak inilah, beliau menciptakan istilah shareware untuk penggambaran model perangkat lunak yang didukung pengguna dan dipelopori oleh Fluegelman dan Knopf.

Jadi, apa itu shareware? Shareware adalah sebuah perangkat lunak yang didistribusikan secara gratis, namun memiliki batasan fitur dan waktu tertentu dalam penggunaannya.

Shareware termasuk perangkat lunak yang ber pemilik, jika kamu ingin menggunakan software ini tanpa batasan, maka kamu disarankan untuk membeli lisensi dari pengembang. Umumnya, perangkat lunak shareware memang memiliki masa berlaku untuk pemakaian gratis atau trial.

Misalnya, software yang memiliki masa percobaan gratis selama 30 hari, maka bisa dikatakan fitur-fitur tertentu atau akses ke aplikasi sebenarnya terbatas dan tidak berfungsi penuh. Apabila waktu trial selama 30 hari sudah habis, maka kamu tidak bisa menggunakan software tersebut, karena biasanya software akan terkunci.

Ada beberapa software shareware yang masih bisa digunakan meski masa percobaan sudah habis, tetapi akan terbatasi dengan fitur-fitur tertentu. Shareware bukanlah software yang open source, melainkan software komersial dengan hak cipta.

Jenis Shareware

Ada beberapa jenis perangkat lunak shareware, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Adware

Adware “Advertising-supported software” adalah software yang pada dasarnya akan menampilkan iklan sebagai pendapatan bagi pengembang program. Perlu diketahui, jenis shareware ini biasanya menampilkan iklan yang tidak diinginkan penggunanya.

Iklan pada software akan muncul selama proses instalasi atau saat menggunakan antarmuka software. Selain itu adware bisa mendeteksi beberapa informasi dari sistem yang kamu gunakan untuk dibagikan dengan vendor.

Sehingga jenis ini bisa menampilkan iklan sesuai dengan minat penggunanya, bisa jadi adware bertindak sebagai perangkat lunak yang berbahaya. Beberapa contohnya adalah Adblock Plus, Fireball, Appearch, DesAd, Gator, dan lain-lain.

2. Demoware

Demoware adalah shareware versi uji coba perangkat lunak yang menyediakan demo atau uji coba pada program. Ada dua jenis demoware yaitu:

Crippleware

Perangkat lunak ini merupakan jenis demoware yang menyediakan sejumlah fitur tertentu, ketika kamu tidak membeli software sepenuhnya (full version). Pada jenis software ini, terdapat batasan waktu penggunaan dengan fitur yang terbatas.

Sebagian besar contoh dari crippleware adalah software pengedit foto dan video. Rata-rata software ini akan menambahkan watermark pada gambar atau video ke akhir editing. Untuk menghapus watermark, kamu harus membeli lisensi.

Trialware

Perangkat lunak ini menyediakan semua ragam fitur dalam batas waktu. Di sini, kamu memiliki hak untuk mengetahui dan menggunakan software sepenuhnya.

Setelah masa percobaan berakhir, kamu hanya bisa menggunakan fitur tertentu (crippleware) atau bisa jadi software dinonaktifkan oleh vendor. Untuk membuka kunci atau menggunakan software lebih lanjut, maka kamu harus membeli lisensi program tersebut.

3. Donationware

Donationware adalah jenis software yang menyediakan versi fitur lengkap, dengan membayar sumbangan sesuai jumlah opsional.

Pembayaran donationware biasanya untuk organisasi nirlaba atau bisa juga untuk pengembang sebagai dukungan masa depan software yang dibangun. Pada intinya, perangkat lunak donationware digunakan untuk menghasilkan pendapatan untuk tujuan nirlaba.

4. Nagware

Nagware adalah jenis program atau aplikasi yang secara rutin akan menampilkan notifikasi kepada kamu untuk membayar software sebelum masa percobaannya berakhir.

Pada umumnya, software ini akan memunculkan peringatan di layar komputer saat memulai atau menggunakan software. Selain itu terdapat juga beberapa software yang menerapkan tanda air file dengan jelas untuk menyatakan bahwa file tersebut adalah salinan perangkat lunak yang tidak berlisensi.

Beberapa jenis namanya juga disebut begware, annoyware, atau begscreen. Beberapa contohnya seperti WinRAR, WinZip, Spotify, dan lain-lain.

5. Freemium

Freemium adalah jenis perangkat lunak yang menyediakan versi dengan fitur lengkap dari software. Tetapi, pada saat yang sama, kamu juga berhak membayar sejumlah uang untuk versi premium. Versi premium inilah yang nantinya berisi beberapa fitur lanjutan dari perangkat lunak.

Freemium akan memberikan fitur dasar kepada kamu secara gratis, tetapi terdapat fitur khusus yang bisa diberikan hanya setelah membayar lisensi software. Contohnya seperti CCleaner, Avast Free Antivirus, WPS Office, dan masih banyak lagi.

Kelebihan dan Kekurangan Shareware

Setelah memahami apa itu shareware, kamu juga perlu mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangan dari shareware ini.

Kelebihan Shareware

Adapun kelebihan shareware diantaranya:

1. Bebas Didistribusikan

Shareware bisa digunakan oleh siapa saja, bahkan bisa didistribusikan ke banyak pengguna.

2. Menyediakan Software Sesuai Kebutuhan

Dengan adanya shareware, maka kamu bisa mendapatkan peluang untuk mencoba berbagai jenis produk berdasarkan program yang diinginkan dan dibutuhkan.

3. Program yang Menjanjikan

Shareware termasuk jenis program yang tergolong berkualitas, karena ditulis oleh sejumlah besar pengembang.

4. Berlaku Gratis untuk Masa Percobaan

Shareware merupakan software yang bisa di download dan digunakan gratis dengan masa trial. Tujuannya agar kamu bisa menggunakan masa percobaan terlebih dahulu sebelum membeli program. Kamu juga tidak perlu membayar uang untuk perangkat lunak yang tidak kamu sukai.

5. Mengetahui Jenis Perangkat Lunak

Kamu bisa sepenuhnya memahami kemampuan dan kekurangan perangkat lunak.

Kekurangan Shareware

Berikut ini beberapa kekurangan software shareware:

1. Rentan Malware

Banyak sekali peretas yang melakukan penipuan kepada kamu dengan menggunakan Adware dan membuat mereka mengunduh software yang berbahaya.

2. Rentan Security

Software yang bersifat shareware biasanya rentan risiko. Hal ini ditimbulkan tidak adanya lisensi dan pembaruan di masa awal, karena itu software yang dibiarkan tidak digunakan pada sistem, akan menimbulkan risiko bagi sistem.

3. Iklan pada Software Bisa Berbahaya

Shareware termasuk jenis software yang bersponsor, dan biasanya beberapa shareware mengunduh program sekunder yang menimbulkan ancaman bagi sistem.

4. Akses Terkunci Setelah Masa Percobaan

Setelah masa percobaan berakhir, maka kamu tidak memiliki akses untuk membuka atau menggunakan software, karena butuh lisensi untuk menggunakannya.

Contoh Shareware

Ada beberapa contoh program atau aplikasi shareware yang bisa kamu pilih dan kamu gunakan, diantaranya:

1. WinZip

WinZip adalah program berbasis Windows yang memungkinkan kamu untuk mengompresi file dan membuka file terkompresi dalam format .zip.

WinZip juga memiliki dukungan bawaan untuk kompresi file dan format arsip, beberapa di antaranya meliputi (.gzip), BinHex (.hqx), cabinet (.cab), Unix kompresi dan Tape archive (.tar).

WinZip merupakan salah satu program shareware, kamu bisa secara langsung mengunduh perangkat lunak dari situs WinZip.

2. IDM atau Internet Download Manager

Internet Download Manager (IDM) merupakan salah satu perangkat lunak yang berbasis shareware. Software IDM bisa digunakan dengan masa percobaan gratis selama 30 hari.

Setelah masa percobaan habis, IDM akan terkunci dan tidak bisa digunakan untuk mengunduh file dari Internet. Kamu disarankan untuk membeli lisensi software (full version) agar IDM bisa digunakan kembali.

3. Microsoft Office

Microsoft Office adalah perangkat lunak Office dari Microsoft yang berjalan pada OS Windows atau MacOS. Aplikasi Office ini digunakan untuk mengolah data-data yang berhubungan dengan pengolahan kata, angka, presentasi, e-mail, maupun database.

Microsoft Office termasuk aplikasi yang bersifat shareware. Kamu juga bisa menggunakan Microsoft Office selama 30 hari untuk masa percobaan gratis. Setelah masa percobaan habis, kamu harus membeli lisensi agar Microsoft Office bisa digunakan kembali.

4. CyberLink PowerDVD

CyberLink PowerDVD adalah salah satu software multimedia yang bisa digunakan untuk memutar video dan audio serta menampilkan foto berkualitas tinggi. Lebih dari itu, CyberLink PowerDVD juga bisa digunakan untuk memutar file berupa VCD, DVD, Blu-ray UHD 4K dan 8K, serta mendukung headset Virtual Reality (VR).

CyberLink PowerDVD merupakan salah satu aplikasi shareware. Kamu bisa mengunduh PowerDVD sebagai versi percobaan gratis. Setelah masa percobaan selesai, maka kamu harus membeli software dan akan mendapatkan penyimpanan Cloud CyberLink untuk mengakses media di mana saja.

5. CorelDRAW

CorelDRAW merupakan salah satu software desain grafis yang termasuk shareware. CorelDRAW masuk pada kategori software editor grafis vektor yang dikembangkan oleh Corel Corporation. Software ini tersedia untuk sistem operasi Windows dan Mac.

Kamu bisa mengunduh software ini di situs resmi CorelDRAW sebagai produk versi uji coba gratis (trial) selama 30 hari. Setelah masa percobaan berakhir, kamu harus membayar biaya lisensi software untuk bisa menggunakan software sepenuhnya.

Kesimpulan

Shareware adalah perangkat lunak yang tersedia gratis, tetapi ada batas waktu tertentu untuk penggunaan. Setelah batas waktu tercapai, kamu disarankan membayar biaya lisensi untuk menggunakan software sepenuhnya (full version).

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu shareware beserta jenis, kelebihan, kekurangan dan juga contoh-contohnya yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button