Apa itu Malware? Definisi, Jenis dan Cara Mengatasinya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kamu tau apa itu malware? Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk berbagai tujuan jahat seperti merusak atau mengeksploitasi perangkat, layanan, sistem, atau jaringan. Sampai saat ini, malware masih menjadi salah satu cyber crime berbahaya yang membawa banyak kerugian.

Ketika kamu menjalankan bisnis di era digital menggunakan berbagai platform online, kamu harus selalu waspada dengan beragam ancaman cyber crime yang bisa muncul secara tiba-tiba.

Peretas selalu mencari kelemahan pada sistem yang kamu gunakan untuk bisa mengeksploitasi akses atau mencuri data sensitif di dalamnya. Salah satu ancaman tersebut bernama serangan malware.

Nah, kali ini Teknatekno akan membahas apa itu malware, mulai dari pengertian, jenis, cara kerja, serta cara menghilangkannya. Simak dibawah ini!

Mengenal Apa itu Malware

Malware atau disebut dengan Malicious Software adalah perangkat lunak yang dibuat dengan sengaja untuk tujuan memasuki dan meretas sistem komputer, server, atau jaringan tanpa diketahui oleh pemilik perangkat tersebut.

Tidak mudah untuk membuat sistem perangkat seperti itu, biasanya membutuhkan tenaga profesional dalam bidang IT dan mempunyai pengalaman di bidang cyber security, serta ilmu terkait peretasan (hacking).

Malware biasanya sangat mudah disisipkan melalui jaringan internet atau telah tertanam pada beberapa situs yang memang digunakan untuk tujuan kejahatan dan ilegal.

Lebih berbahayanya lagi, malware juga mampu untuk mencuri data pengguna (user) dari perangkat yang sedang digunakan. Kemudian, malware juga bisa menjadi backdoor (pintu belakang) untuk masuknya seorang hacker atau cracker melalui halaman situs.

Jenis-Jenis Malware

Setelah kita mengenal apa itu malware, selanjutnya kita juga perlu mengenal beberapa jenis atau tipe dari perangkat lunak berbahaya tersebut. Sehingga, kedepannya kamu bisa lebih berhati-hati dalam melakukan berbagai aktivitas dalam menggunakan jaringan internet.

1. Virus

Jenis pertama adalah virus, dimana termasuk dalam perangkat lunak berbahaya yang melekat pada sebuah dokumen atau file pada perangkat komputer. Virus dirancang untuk mengganggu proses kerja sistem operasi dan menyebabkan berbagai permasalahan seperti hilangnya data atau informasi user saat mengakses dokumen.

Ciri-ciri dari virus tersebut biasanya akan bekerja secara aktif jika pengguna telah membuka dokumen atau file yang sudah terinfeksi sebelumnya.

2. Trojan

Trojan adalah jenis malware yang biasanya melakukan penyamaran sebagai aplikasi yang tidak berbahaya, sehingga mampu mengelabui pengguna dengan lebih mudah. Namun, setelah pengguna mengunduh software tersebut, maka secara cepat trojan akan menyebar dan mulai mencuri berbagai informasi sensitif pengguna.

3. Adware

Adware merupakan tipe perangkat lunak yang biasanya akan menampilkan iklan atau pop up ketika user melakukan tindakan (action) tertentu. Pada kasus ini, tidak semua adware sangat berbahaya, namun mampu merusak sistem keamanan perangkat dengan mengirim malware yang sering disebut dengan spyware.

4. Spyware

Spyware dirancang khusus untuk memasuki sebuah perangkat, mengumpulkan data, serta mengirimkannya kepada pihak ketiga (third party) tanpa adanya persetujuan dari pengguna.

Secara eksplisit, spyware ditanamkan pada perangkat tanpa sepengetahuan dari user. Sehingga, spyware juga sangat mampu untuk mencatat berbagai aktivitas dari informasi pribadi yang ditampilkan, seperti kata sandi, history, nomor kartu kredit, dan lain sebagainya.

5. Worm

Worm merupakan salah satu jenis malware yang mampu untuk menggandakan dirinya sendiri, kemudian secara mandiri bisa menyebarkan kepada perangkat lainnya. Pada umumnya, worm bisa masuk melalui koneksi jaringan internet atau dari file yang berhasil diunduh.

6. Ransomware

Ransomware pada dasarnya digunakan untuk tujuan cybercriminal dan sangat mengancam dari proses meminta uang tebusan kepada pengguna perangkat tersebut. Ransomware sendiri termasuk ke dalam skema penghasil uang secara kriminal yang bisa dipasang melalui tautan email, website, serta short message.

7. Botnet

Jenis terakhir adalah botnet, dimana termasuk ke dalam jaringan komputer yang dibajak untuk tujuan penipuan, serta serangan siber secara masif. Istilah dari botnet sendiri berasal dari “robot” dan “network”, serta termasuk dalam tahapan infiltrasi pada skema multi-layer.

Cara Kerja Malware di Website dan Komputer

Bagaimana proses malware bisa masuk dan berada di dalam perangkat atau website tanpa diketahui oleh penggunanya? Berikut ini cara kerja dari malware:

1. Website

Terdapat tiga aspek yang bisa mempengaruhi aktivitas perangkat lunak ilegal ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Plugins

Plugin pada umumnya digunakan untuk membantu dalam proses pembuatan website melalui bantuan CMS (Content Management System). Tak jarang juga, fitur dari plugin sangat membantu berbagai user dalam membuat situs sendiri tanpa harus menguasai secara spesifik berhubungan dengan bahasa pemrograman.

Yang perlu diperhatikan disini adalah penggunaan plugin versi bajakan, sehingga sangat mudah untuk disusupi program berbahaya dan mengancam risiko terjadinya anomali atau gangguan dalam proses pengelolaan situs tersebut.

  • Tema

Tema juga bisa menjadi salah satu wadah untuk berkembangnya suatu malware. Tawaran tema bajakan memang sangat menggiurkan, namun kita pastikan untuk tetap memilih dan memilah dengan tepat.

Untuk mendapatkan kualitas tema yang terjamin tingkat keamanannya, maka kamu perlu untuk menggunakan program paket pembelian tema versi premium agar lebih mudah untuk meningkatkan produktivitas kerja.

  • Desktop Device

Ketika kamu sedang menginstall sebuah aplikasi (software) baru di perangkat komputer, laptop, tablet, atau smartphone, pastikan untuk selalu mengecek terlebih dahulu dalam mengeksekusi kode programnya.

Bisa jadi, aplikasi yang akan diinstall tersebut juga mengandung malware yang bisa mengancam keamanan data dan informasi dalam perangkat kamu.

Kemungkinan terburuk yang terjadi, malware tersebut mampu menembus melalui backdoor untuk memberikan hak akses kepada pengembang malware supaya mampu mengakses dari jarak yang jauh.

2. PC atau Smartphone

Selanjutnya, malware juga bisa menyerang kesehatan perangkat komputer kamu melalui aktivitas dalam internet. Jika kamu pengguna aktif internet, maka sudah barang tentu sering untuk menelusuri berbagai situs peramban tanpa kamu sadari tidak semua web bisa menjamin keamanan dan bebas dari gangguan virus.

Yang paling sering dijumpai tentunya adalah tampilan iklan atau pop up pada beberapa situs, sehingga terkadang hal tersebut juga menjadi salah satu kunci untuk malware bisa masuk pada perangkat kamu.

Oleh karena itu, kamu perlu mengaudit secara berkala agar tidak terjadi pencurian data atau peretasan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Cara Mengatasi Malware

Berikut ini beberapa tips agar kamu terbebas dari software berbahaya:

1. Menggunakan Wordfence pada WordPress

Pertama, jika kamu pengguna aktif dari layanan WordPress, maka kamu juga perlu untuk mengelola dan memperhatikan keamanan pada data situs secara real-time. Salah satu solusi efektif untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan Wordfence.

Wordfence adalah plugin yang tersedia di dalam WordPress untuk membantu user dalam menghilangkan malware lebih efektif dan mudah. Selain itu, kami juga merekomendasikan untuk mencoba beberapa plugin lain seperti iThemes, All in One WP, dan lain sebagainya.

2. Menjalankan Safe Mode

Kedua, kamu juga bisa menjalankan metode safe mode dimana sistem operasi Windows bisa mengaktifkan komputer dengan melakukan perbaikan terhadap kerusakan pada perangkat sistem.

Cara untuk masuk pada safe mode adalah dengan me-restart komputer atau laptop kamu. Berikutnya, tekan tombol F8 pada keyboard kamu dan tunggu hingga muncul opsi safe mode pada monitor. Langkah selanjutnya akan muncul pilihan jenis safe mode dan tentukan sesuai kebutuhan kamu.

3. Mengaktifkan Windows Defender

Opsi ketiga, kamu juga bisa mengaktifkan layanan windows defender untuk perlindungan awal dari adanya program ilegal atau berbahaya yang bisa mengancam proses dan kinerja perangkat kamu.

Selain menggunakan windows defender, kamu juga perlu memastikan untuk mengaktifkan windows firewall supaya sistem mampu men-tracking lebih awal dan mampu mendiagnosis dengan tepat.

4. Menggunakan Software Anti-Malware

Tips terakhir, kamu juga bisa memanfaatkan fitur dan fungsionalitas dari beberapa aplikasi yang tersedia secara free dan mendukung open source. Berikut ini terdapat beberapa referensi software anti-malware yang mampu mencegah dan mematikan aktivitas malware pada perangkat kamu.

  • Malwarebytes
  • AdwCleaner
  • SUPERAntiSpyware
  • Reason Core Security
  • ComboFix
  • BitDefender
  • Norman Malware Cleaner.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu Malware beserta jenis dan cara mengatasinya. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa Malware merupakan salah satu jenis perangkat lunak ilegal yang bisa mengancam setiap pengguna internet serta perangkat kamu.

Maka dari itu, langkah mudah dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengaktifkan perlindungan secara terus-menerus, baik menggunakan software pendukung ataupun perangkat lunak pada operating system.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button