Profesi Data Entry: Tugas, Jenis dan Skill yang Dibutuhkan

Teknatekno.com – Profesi data entry menjadi salah satu bidang pekerjaan yang semakin banyak diminati di Indonesia. Salah satu bidang pekerjaan yang semakin banyak diminati di Indonesia yaitu profesi data entry.

Karena, seiring berkembangnya dunia digital, pertukaran data terjadi semakin cepat serta kebutuhan perusahaan berupa seorang profesional yang mampu menginput dan merapikan data tersebut juga otomatis meningkat.

Ditambah lagi, profesi data entry yang tidak membutuhkan latar belakang pendidikan tertentu membuat siapa saja bisa berkesempatan untuk bisa berkarir di bidang ini. Namun, untuk menjadi data entry yang profesional, membutuhkan kualifikasi khusus.

Nah, kali ini Teknatekno akan membahas lebih lanjut mengenai profesi data entry, meliputi tanggung jawab pekerjaan, jenis pekerjaan, serta kualifikasi skill yang dibutuhkan.

Profesi Data Entry

Pada dasarnya, data entry adalah jenis pekerjaan klerikal yang melibatkan penggunaan berbagai proses seperti mengetik dan merekam suara lalu memasukkan datanya ke komputer. Dimana kebanyakan profesi ini bekerja di industri ritel, transportasi, keuangan, dan layanan kesehatan.

Akan tetapi, sebagian besar perusahaan sebenernya tetap membutuhkan seseorang di bidang entri data karena memiliki tugas dasar untuk menjalankan fungsi kantor sehari-hari. Jadi, bisa dikatakan bahwa data entry adalah pekerjaan memasukkan data yang diperoleh dari berbagai sumber ke sistem komputer milik perusahaan.

Dimana setiap data yang dimasukkan tersebut biasanya mendetail dan beberapa bahkan bersifat rahasia. Karena itu, profesi ini membutuhkan seseorang dengan integritas tinggi dan dapat dipercaya.

Jenis Profesi Data Entry

Terdapat dua jenis profesi data entry, yang dijelaskan sebagai berikut.

1. Remote

Di tengah era kemudahan internet, pekerjaan entri data bisa dilakukan secara remote. Dimana ia bisa memberikan beberapa keuntungan, di antaranya:

  • Dapat mengerjakan tugas di mana pun.
  • Dapat memilih jam kerja sendiri.
  • Gaji yang diterima tidaklah dihitung per jam, melainkan dihitung per proyek yang dikerjakan.
  • Memiliki kesempatan mendapatkan penghasilan karena bisa bekerja di tempat lain pula.

Selain itu, ketika bekerja remote untuk posisi ini biasanya tidak memerlukan riwayat pekerjaan sebelumnya. Jadi, meski belum memiliki pengalaman di bidang ini, kamu tetap mempunyai kesempatan untuk mencobanya. Namun, tetap harus dipastikan bahwa kamu memenuhi kualifikasi skill yang dibutuhkan.

2. In-house

Staf data entry in-house ialah mereka yang bekerja full time di sebuah perusahaan. Sama halnya dengan remote, jenis pekerjaan ini juga memiliki beberapa kelebihan, misalnya:

  • Mendapatkan lebih banyak penghasilan dari perusahaan.
  • Mendapatkan beberapa tunjangan, seperti kesehatan dan cuti.
  • Bisa memiliki keuntungan atau bonus dari performa kerja yang didasarkan pada keandalan, keakuratan, dan kecepatan kerja.

Bekerja penuh waktu di perusahaan tentunya memberi beberapa keuntungan lainnya, misalnya bisa bekerja dengan tim yang saling mendukung.

Tugas dan Tanggung Jawab Profesi Data Entry

Tugas data entry adalah meng-input data kedalam sistem. Tiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda mengenai tugas hariannya. Namun, secara umum, berikut tugas dan tanggung jawabnya:

  1. Menyiapkan dan menyortir dokumen sebelum di-input kedalam sistem.
  2. Input data kedalam sistem atau database perusahaan.
  3. Memastikan data yang di-input telah akurat.
  4. Mencari dan menyesuaikan perbedaan data yang ada dalam sistem dan kertas dokumen.
  5. Memberikan informasi kepada user terkait jika diminta dari berbagai divisi.
  6. Mengelola dokumen data dengan rapi dan teratur.
  7. Menyiapkan laporan rutin.
  8. Mengidentifikasi dan mengontrol kesalahan pada input data dan menyelesaikannya menggunakan metode tertentu.
  9. Melakukan backup data untuk mengantisipasi permasalahan pada sistem yang membahayakan data.
  10. Menguji pembaharuan database dan sistem penyimpanan data.

Skill yang Harus Dikuasai Profesi Data Entry

Ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai untuk menjadi seorang data entry. Beberapa orang menganggap hal ini cukup sulit. Padahal, kemampuan ini bisa dipelajari secara otodidak melalui berbagai macam layanan kursus gratis di internet.

1. Mengetik Cepat

Data yang ada dalam perusahaan sangatlah banyak. Setiap harinya perusahaan mewajibkan input data dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Belum lagi deadline atau tenggat waktu yang diberikan. Kecepatan yang cukup baik dalam mengetik adalah 43 kata dalam per menit (WPM). Hal itu dapat dicapai jika karyawan data entry mengetik dengan 10 jari.

2. Pengetahuan Dasar Perangkat Lunak

Untuk dapat melakukan input data dengan tepat dan akurat, diperlukan kemampuan dan pengetahuan dasar mengenai perangkat lunak atau software. Hal ini disebabkan penyimpanan data selalu berkaitan dengan, database, spreadsheet, dan software tertentu lainnya dalam pekerjaan sehari-hari.

3. Perhatian Terhadap Detail Kecil

Detail sekecil apapun sangat penting dalam memasukkan data kedalam sistem. Kesalahan kecil dalam memasukkan data dapat berakibat fatal. Kesalahan pada data akan berpengaruh kepada analisis bisnis yang kurang tepat. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan detail kecil dan memiliki ketelitian yang tinggi.

4. Fokus

Memeriksa dan memasukkan data dalam skala besar setiap hari memungkinkan seseorang terganggu tingkat fokusnya sehingga sulit konsentrasi.

Ketika hal ini terjadi, kemungkinan untuk membuat kesalahan krusial dalam memasukkan data sangat mungkin terjadi. Kenalilah faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi dan kinerja pekerjaan. Kemudian cari penyelesaian bagaimana cara mengatasi masalah tersebut sehingga kinerja jauh lebih fokus.

5. Memahami Bahasa dengan Baik

Suatu data tidak bisa sembarangan di-input. Kesalahan input data pada kolom yang tak sesuai akan menyebabkan kesalahan fatal.

Itulah sebabnya mengapa kemampuan untuk memahami bahasa juga sangat penting. Kemampuan bahasa yang baik memudahkan untuk membaca, memeriksa, validasi, menginput sesuai jenis dan klasifikasi data.

6. Menjaga Rahasia

Di era teknologi dan perkembangan internet yang menyebabkan pertukaran data setiap hari, kehilangan informasi dapat membunyikan lonceng kematian sebuah perusahaan.

Beberapa perusahaan mengalami kebocoran atau kehilangan data dan terkadang terdapat peranan orang internal. Karyawan yang tidak dapat dipercaya dan menjaga rahasia akan menyalin atau mencuri data penting dari perusahaan.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai profesi data entry. Jika kamu tertarik untuk bekerja dibidang ini, maka asah terus kemampuan kamu agar bisa mejadi data entry yang profesional nantinya.

Profesi ini juga termasuk salah satu bidang yang bisa dipelajari oleh siapa pun, dan tentunya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button