HP Pavilion Aero 13, Laptop dengan Spesifikasi Unggul

Teknatekno.com – Hewlett Packard (HP) resmi merilis laptop terbarunya di Indonesia, yaitu HP Pavilion Aero 13. Laptop ini memiliki bobot yang ringan yaitu kurang dari 1 kg sebagai salah satu nilai jual utama.

Menyasar Gen Z sebagai target utamanya, laptop ringkas terbaru dari HP satu ini menawarkan keunggulan yang menarik. Tak hanya sekadar stylish dan ringan, namun juga berikan kesan ramah lingkungan, berkat kombinasi material yang digunakan. Sebuah usaha HP untuk gunakan kembali material yang sudah ada.

Dengan harga sekitar Rp 13 Jutaan, lantas apa saja spesifikasi unggulannya? Yuk, simak penjelasan dari Teknatekno berikut ini.

Desain HP Pavilion Aero 13

Ditujukan untuk para Gen Z, HP Pavilion Aero 13 punya pendekatan yang menarik di bagian desainnya. Tak hanya ringan, namun juga dirancang ramah lingkungan. Laptop ini punya warna Warm Gold, secara menyeluruh mulai dari bodi luar sampai bagian dalam hingga keyboard-nya.

Bagian cover dan bingkai keyboard terbuat dari material magnesium-aluminum, sementara sisanya menggunakan gabungan material plastik daur ulang, sampai limbah yang ditemukan di laut. Warnanya pun dihasilkan dengan cat berbahan dasar air untuk mengurangi emisi.

Kombinasi material tersebut membuat bobotnya hanya 987 gram saja, jadi laptop consumer paling ringan yang pernah HP buat hingga saat ini. Bodinya pun masih terasa kokoh, dengan mekanisme hinge yang sedikit mengangkat permukaan keyboard saat layar terbuka. Meski memang belum bisa terbuka sampai 180 derajat.

Layar HP Pavilion Aero 13

Meski dimensi bodi dari laptop ini tergolong sangat kompak, namun bagian layarnya tidak kekecilan, atau bahkan lebih kecil dari laptop 14 inci pada umumnya. Pasalnya, layar 13,3 inci yang digunakan sudah gunakan rasio 16:10, alias lebih mengotak, cocok untuk produktivitas atau multitasking.

Keempat bezelnya juga tergolong tipis, termasuk bagian bawah dan atasnya. Punya resolusi full HD+, layar laptop ini bisa menyala cukup cerah untuk penggunaan luar ruangan, mencapai 400 nits ditambah permukaan anti-glare.

Dan karena sudah gunakan panel IPS, otomatis sudut pandangnya sangat lebar. Ditambah teknologi seperti HP FlickerFree. Dari lembar spesifikasi, tercatat bila laptop ini mendukung standar warna 100 persen sRGB. Memang tergolong bagus dengan keseimbangan putih yang mendekati netral.

Namun dalam beberapa skenario, bila dibandingkan dengan layar laptop lain (Swift 3 Infinity 4, misalnya), laptop ini cenderung punya kontras lebih tinggi. Sedikit mengganggu saat sedang digunakan untuk edit foto atau video.

Desain HP Pavilion Aero 13

Port dan Konektivitas

Untuk dimensinya, laptop ini memiliki port yang tergolong lengkap. Bukan yang paling lengkap, memang, namun juga banyak laptop berdimensi lebih besar yang memiliki jumlah port sama. Pada sisi bagian kanan, hanya ada port USB-A serta DC-in.

Sementara bagian bodi kiri jauh lebih ramai. Selain port HDMI 2.0, juga terdapat port USB-A, USB-C serta audio/combo jack. USB-A-nya sendiri mendukung kecepatan hingga 5Gbps, sementara USB-C nya mendukung DisplayPort 1.4 serta USB Power Delivery.

Yang sedikit mengganggu adalah bentuk port USB-A pada bodi laptop, perlu penyesuaian agar bisa colok kabel karena punya mekanisme lipat. Juga untuk keyboard-nya yang punya keypad lebih kecil. Namun jarak antar tombol cukup lebar, dengan travel key standar, sehingga bila sudah terbiasa, bakal terasa nyaman saja.

Tombol power menyatu dengan barisan function key, dan seperti biasa, perlu sedikit tekan dan tahan agar aman meski tidak sengaja tertekan. Penampang touchpad tentu bukan yang paling besar, setidaknya nyaman berkat Windows Precision Driver. Lampu backlit-nya sendiri tersedia dalam dua tingkatan pencahayaan.

Performa Pavilion Aero 13

Menjadi salah satu laptop terbaru, HP Pavilion Aero 13 gunakan chipset yang cukup spesial. Tak pakai Intel, melainkan AMD seri terbaru, alias Ryzen 5 “Cezanne” seri 5600U, 6 core 12 thread dengan fabrikasi 7nm.

Selain itu, kapasitas RAM-nya juga lega di 16GB, berjenis DDR4-3200MHz dual-channel. Memang berjenis on-board alias tak dapat di-upgrade, tapi setidaknya sudah tergolong luas di kelasnya. Sementara SSD-nya berukuran 512GB PCIe NVMe M.2.

Laptop ini bisa dibilang sangat kencang di kelasnya, mungkin berkat penggunaan chipset AMD Ryzen 5 terbaru. Meski, memang, dalam beberapa kondisi suara kipas bakal terdengar cukup sering. Dampaknya positif, kok, suhu bodi bagian atas hingga bawah terus selalu terjaga.

Buat main gim juga masih bisa, mulai dari The Sims 4 sampai Forza Horizon 4. Kartu grafis bawaan AMD nampaknya cukup capable untuk jalankan beberapa judul gim yang punya grafis berat, asalkan tidak berharap bisa atur rata kanan saja, masih sangat playable.

Fitur Lain

Di bagian atas layar, disematkan kamera HP Wide Vision 720p HD yang cukup berkualitas. Sesuai namanya, sudut pandangnya sangat lebar. Tak gembar gemborkan teknologi AI untuk panggilan video, kualitas mikrofon tergolong standar saja. Kecuali dua speakernya yang sangat lantang, didukung oleh Bang & Olufsen.

Kombinasi speaker lantang dengan layar berkualitas membuat laptop ini sangat cocok untuk jadi media nonton serial favorit. Sensor sidik jari pada laptop ini juga dapat membaca permukaan jari dengan akurat dan instan. Dan untuk konektivitas, sudah menggunakan standar Wi-Fi 6 serta Bluetooth 5.2.

Hanya saja, selama penggunaan, penangkapan sinyal pada laptop ini cenderung lebih rendah dalam laptop lainnya, di ruangan dan access point yang sama. Mungkin hanya perihal software saja, karena juga tak mengganggu kecepatan unduh dan unggah.

Baterai

Dengan bodinya yang kecil dan ringan, HP sematkan baterai berkapasitas 43WHr di dalamnya. Bukan yang terbesar, pun klaim yang diberikan juga tidak spektakuler. Disebutkan dapat memutar video sampai 10 jam 15 menit.

Kamu bisa menggunakan laptop ini untuk lebih dari sekadar memutar video sampai mendekati 11 jam. Mulai dari browsing, edit foto, akses banyak dokumen, panggilan Zoom sampai mendengarkan musik lewat Spotify.

HP sendiri masih berikan charger dengan port DC-in dalam paket penjualannya, mungkin karena port USB-C hanya satu. Proses pengisiannya diklaim bisa mencapai 50 persen dalam 30 menit. Yang pasti, untuk mengisi daya sampai penuh butuh waktu 2 jam lebih sedikit dengan adapter 65W.

Kesimpulan

Laptop HP Pavilion Aero 13 ditujukan untuk pengguna Gen Z. Menggunakan kombinasi aluminium, plastik, dan cat berbahan dasar air untuk mengurangi emisi. Beratnya 987 gram, menjadikannya laptop konsumen teringan yang pernah dibuat HP.

Laptop ini merupakan salah satu laptop tercepat di kelasnya. Kartu grafis bawaan AMD sepertinya cukup mumpuni untuk menjalankan beberapa judul game dengan grafis berat.

Related Articles

Back to top button