Pengertian Rasio Aktivitas, Manfaat, Jenis dan Rumus Perhitungannya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Tahukah kamu pengertian dari rasio aktivitas? Seiring pertumbuhan perusahaan, transaksi keuangan yang dilakukannya harus dianalisis secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai rumus.

Nah, salah satu alat yang digunakan untuk menganalisis efektivitas kinerja perusahaan pada setiap periode akuntansi adalah rasio keuangan.

Rasio keuangan merupakan salah satu alat dalam ilmu manajemen keuangan perusahaan untuk menilai seberapa sukses kinerja perusahaan dalam setiap periode akuntansi. Rasio keuangan dapat dipecah menjadi empat jenis atau kategori berbeda. Yaitu, rasio aktivitas, likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas.

Nah, kali ini Teknatekno akan membahas seputar rasio aktivitas, mulai dari pengertian rasio aktivitas, jenis-jenisnya, sampai dengan cara menghitung rasio aktivitas yang perlu kamu ketahui.

Pengertian Rasio Aktivitas Menurut Para Ahli

Apa itu Rasio Aktivitas?

Pengertian rasio aktivitas adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sepenuhnya semua sumber daya dan aset yang tersedia.

Rasio aktivitas merupakan suatu bentuk rasio yang membuat perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada seluruh aset yang dimiliki sehingga fungsi akuntansi keuangan dapat beroperasi secara efektif.

Pengertian Rasio Aktivitas Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian rasio aktivitas menurut beberapa ahli:

Sartono (2014)

Rasio aktivitas adalah kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya secara maksimal dengan cara membandingkan penjualan dengan total aset.

Khikmawati dan Agustina (2015)

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola semua aset yang dimiliki perusahaan sehingga bisa memberikan aliran kas masuk bagi perusahaan.

Tujuan Activity Ratio

Tujuan Activity Ratio

Tujuan suatu perusahaan menggunakan rasio aktivitas, diantaranya:

  1. Untuk menghitung lamanya perusahaan menerima piutang dari kreditur selama satu periode.
  2. Untuk menghitung hari rata-rata penagihan utang (day of receivable).
  3. Untuk menghitung jumlah hari rata-rata persediaan gudang disimpan.
  4. Untuk mengukur jumlah modal kerja yang berpindah tangan dalam waktu tertentu.
  5. Untuk mengukur perputaran aktiva tetap dalam satu waktu.
  6. Untuk mengukur aset perusahaan dalam penjualan.

Manfaat Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas memiliki berbagai manfaat antara lain:

  1. Membantu dalam menguraikan status keuangan perusahaan.
  2. Menyederhanakan nomor akuntansi perusahaan.
  3. Bertindak sebagai ukuran untuk menilai efisiensi operasi.
  4. Memberikan ide yang adil tentang bisnis dan berguna saat meramalkan dan menganggarkan aktivitas.
  5. Bertindak sebagai hal yang sebanding dan membantu dalam melacak kinerja perusahaan dan bisnisnya.
  6. Menyoroti aset atau area bisnis yang kuat.
  7. Menyoroti setiap titik lemah bisnis.
  8. Berguna dalam melakukan analisis laporan keuangan perusahaan mana pun.
  9. Penting bagi para pemangku kepentingan, karena secara singkat memberikan gambaran tentang kerja bisnis dan prospek masa depannya.

Jenis Rasio Aktivitas dan Rumus Cara Menghitungnya

Rasio aktivitas ini terbagi menjadi beberapa jenis yang perlu kamu ketahui. Setiap jenis rasio aktivitas juga memiliki rumus untuk menghitungnya. Cara menghitung rasio aktivitas relatif mudah. Kamu cukup membagi akun di laporan laba rugi dengan akun neraca. Jenis dan rumus rasio aktivitas dijelaskan secara rinci di bawah ini.

Jenis Rasio Aktivitas dan Rumus Cara Menghitungnya

1. Rasio Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover Ratio)

Rasio perputaran total aset gunanya untuk menghitung aktivitas aset dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan melalui asetnya. Rumus rasio aktivitas ini adalah penjualan bersih (HPP) dibagi dengan total aset rata-rata.

Rumus Rasio Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover Ratio)
Penjualan atau : Total Aset

Bisa disimpulkan bahwa nilai rasio yang tinggi menunjukkan aktivitas perusahaan yang semakin baik. Hal ini karena perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak penjualan dengan beberapa tingkat aset tertentu, begitu juga sebaliknya.

2. Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover Ratio)

Rasio Perputaran Aset Tetap adalah rasio yang menunjukkan cara suatu perusahaan memanfaatkan aset tetapnya. Rasio ini bisa dikatakan rasio untuk mengukur efisiensi dan produktivitas aset tetap dalam menghasilkan pendapatan.

Rumus Perputaran Aktiva Tetap Fixed Asset Turnover Ratio)
Penjualan : Rata-rata Aset Tetap

Angka rasio yang tinggi menunjukkan suatu perusahaan memanfaatkan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan dengan tepat, begitu juga sebaliknya.

Perusahaan akan beroperasi di luar kapasitasnya bila nilai rasio yang dihasilkan terlalu tinggi. Maka dari itu, untuk mendukung penjualan, perusahaan perlu berinvestasi aset modal, seperti pabrik, properti, serta peralatan.

3. Rasio Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle Ratio)

Rasio Siklus Konversi Kas adalah jumlah hari yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Istilah lain dari rasio ini adalah net operating cycle ratio.

Rumus Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle Ratio)
Periode Konversi Persediaan + Periode Konversi Piutang – Periode Konversi Hutang

Perhitungan siklus konversi kas, terbagi menjadi tiga, meliputi:

  • Mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mendapatkan bahan, memproduksi dan menjual produk jadi.
  • Mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengumpulkan kas.
  • Mengukur waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar hutang kepada kreditornya.

4. Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover Ratio)

Rasio ini untuk mengukur jumlah uang tunai yang dibutuhkan untuk menghasilkan penjualan tertentu. Modal kerja yang tinggi, menghasilkan modal kerja yang menguntungkan perusahaan. Dapat diartikan bahwa penjualan yang didapat perusahaan harus mencukupi modal kerja yang tersedia.

Rumus Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover Ratio)
Penjualan : Modal Rata-rata Kerja

5. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

Jenis rasio aktivitas ini untuk mengukur seberapa baik suatu perusahaan dalam mengelola persediaan yang dapat dilihat dari kesuksesannya mengkonversi penjualan dalam satu tahun.

Rasio perputaran persediaan menunjukkan seberapa cepat suatu perusahaan menghabiskan persediaan barangnya per periode.

Untuk menghitungnya kira memerlukan dua akun, yaitu harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold atau COGS) dan persediaan. Kamu dapat menemukan kedua akun tersebut di laporan laba rugi dan neraca. Selanjutnya, bagilah COGS dengan rata-rata persediaan dalam dua tahun terakhir.

Rumus Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)
Harga Pokok Penjualan (COGS) : Rata-rata Persediaan

Manajemen persediaan yang efektif bisa dilihat dari nilai rasio yang tinggi. Hal ini menunjukkan perusahaan cepat dalam mengkonversi persediaan produknya menjadi penjualan.

Beda halnya dengan nilai rasio yang rendah akan menunjukkan perusahaan tidak dapat menjual barangnya dengan cepat. Akibatnya, beban perusahaan meningkat karena persediaan menumpuk di gudang untuk waktu yang lama.

6. Rasio Perputaran Piutang (Accounts Receivable Ratio)

Nilai dari Rasio Perputaran Piutang menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam mengelola penjualan secara kredit dan seberapa mudah perusahaan dalam memulihkan kredit dari pelanggan dalam periode pembayaran tertentu.

Rumus Rasio Perputaran Piutang (Accounts Receivable Ratio)
Pendapatan : Rata-rata Piutang

Hasil nilai rasio yang tinggi menunjukkan kebijakan kredit dan penagihan di posisi yang baik, begitu juga sebaliknya.

7. Rasio Perputaran Utang (Accounts Payable Turnover Ratio)

Rasio Perputaran Utang untuk melihat berapa kali perusahaan membayar kreditor dalam satu tahun.

Rumus Rasio Perputaran Utang (Accounts Receivable Ratio)
Perputaran Utang = Pembelian : Rata-Rata Utang

Nilai rasio yang tinggi, perusahaan mengeluarkan uang lebih cepat. Hal ini dapat dikarenakan seperti berikut ini:

  • Agar perusahaan membayar lebih cepat, perusahaan meminta diskon demi mendapatkan keringanan fasilitas.
  • Ketatnya persyaratan kredit dari kreditur.
  • Nilai rasio yang rendah dapat diartikan bahwa perusahaan akan lebih lama membayar kreditor. Alasannya bisa dikarenakan perusahaan menggunakan uangnya untuk keperluan lain sebelum melakukan pembayaran ke kreditur.

8. Days Payable Outstanding (DPO)

Penggunaan Days Payable Outstanding (DPO) untuk melihat berapa hari (rata-rata) perusahaan dapat membayar kreditornya.

Rumus Days Payable Outstanding (DPO)
365 : Perputaran utang usaha

Hasil dari perhitungan DPO yang rendah dapat diartikan bahwa perusahaan cepat membayar krediturnya, begitu juga sebaliknya.

9. Days Of Sales Outstanding (DSO)

Jenis rasio aktiva satu ini untuk mengukur berapa hari (rata-rata) perusahaan mengumpulkan pembayaran dari pelanggan.

Rumus Days of Sales Outstanding (DSO)
365 : Perputaran Piutang

Nilai rasio DSO yang rendah akan menunjukkan pengumpulan uang yang cepat dari pelanggan. Misalnya, hasil rasio DSO sebesar 60. Maka, perusahaan membutuhkan waktu 60 hari untuk menagih pembayaran dari para pelanggannya.

Kesimpulan

Rasio aktivitas adalah suatu bentuk rasio yang membuat perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada seluruh aset yang dimiliki sehingga fungsi akuntansi keuangan dapat beroperasi secara efektif.

Rasio ini memiliki berbagai manfaat, termasuk membantu dalam menguraikan status keuangan perusahaan, menyederhanakan nomor akuntansi perusahaan, memberikan gambaran yang adil tentang bisnis dan berguna saat memperkirakan dan menganggarkan kegiatan.

Pencarian Populer

Contoh Rasio Aktivitas - Jenis Rasio Aktivitas - Jurnal Rasio Aktivitas - Makalah Rasio Aktivitas - Pertanyaan Untuk Rasio Aktivitas - Rasio Aktivitas Menurut Para Ahli- Rumus Rasio Aktivitas -

Related Articles

Back to top button