Pengertian Iklan Advertorial dan Cara Membuatnya

Teknatekno.com – Bagi para pebisnis, iklan advertorial merupakan salah satu jenis iklan yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan perkembangan bisnis. Apa sih pengertian iklan advertorial yang sebenarnya?

Sebagian dari kita mungkin ada yang pernah menjumpai iklan advertorial secara tidak sengaja, namun tidak menyadarinya. Nah, buat kamu yang ingin mengembangkan bisnis kamu menggunakan iklan advertorial ini, ada baiknya pahami terlebih dahulu pengertian iklan advertorial serta tujuan, jenis dan cara membuatnya dibawah ini.

Memahami Pengertian Iklan Advertorial

 

Memahami Pengertian Iklan Advertorial

Apa itu iklan advertorial? Pengertian iklan advertorial adalah jenis iklan yang muncul di surat kabar, majalah, atau situs web dan terdiri dari penyajian informasi produk dalam bentuk artikel. Biasanya, sebuah merek akan membayar surat kabar untuk menghasilkan artikel dan akan menyertakan iklan lunak dalam cerita.

Iklan yang muncul di media, seperti majalah, surat kabar, atau website dikenal dengan istilah advertorial. Sebuah perusahaan akan memanfaatkannya untuk memberitahu calon pembeli tentang keunggulan suatu produk.

Dengan memilih media yang tepat untuk mempublikasikan advertorial, dapat digunakan untuk menargetkan sekelompok individu tertentu.

Iklan di surat kabar bisnis, misalnya, akan menarik mereka yang lebih tertarik pada ekonomi, pasar, atau produk keuangan. Tidak seperti iklan cetak konvensional di majalah, surat kabar, atau di situs web sebagai iklan spanduk, ini adalah saluran yang efektif bagi perusahaan untuk berinteraksi dengan pelanggan mereka melalui narasi.

Advertorial lebih menyeluruh daripada jenis iklan lainnya dan karenanya membantu pelanggan mempelajari lebih lanjut tentang produk. Advertorial sering ditulis oleh biro iklan atau oleh klien. Setelah itu, mereka membeli ruang iklan di situs web, surat kabar, atau majalah.

Penting untuk diperhatikan bahwa sebagian besar majalah menerbitkan istilah “iklan” dalam huruf kecil di bagian atas atau bawah iklan. Beberapa surat kabar atau publikasi akan menempatkan advertorial ini di bagian terpisah.

Seberapa Efektifkah Iklan Advertorial?

Beberapa bisnis ragu untuk menggunakan iklan advertorial karena mereka percaya bahwa upaya untuk menutupi materi advertorial yang diterbitkan dalam bentuk artikel akan membuat marah audiens target mereka.

Banyak penelitian, bagaimanapun, telah menunjukkan bahwa advertorial dapat meningkatkan perhatian pembaca pada pesan, relevansi yang dirasakan dari pesan, dan mengingat pesan, yang semuanya merupakan variabel penting dalam apakah seseorang mengambil tindakan.

Meskipun susunan kata-katanya serupa, materi yang dibuat tampak seperti bagian editorial umumnya berkinerja jauh lebih baik daripada teks yang tampak seperti iklan.

Orang-orang telah tumbuh antagonistik terhadap pendekatan periklanan konvensional seperti spanduk karena karakter iklan internet yang memaksa selama beberapa dekade terakhir, bahkan jika pesan itu sendiri tepat sasaran dan memberikan nilai aktual.

Akibatnya, memproduksi advertorial menjadi teknik yang sesuai dengan kebiasaan konsumsi konten pengguna internet saat ini, dan keberhasilan advertorial menunjukkan bahwa strategi ini juga merupakan pilihan yang jauh lebih unggul dari sudut pandang pengguna.

Selain itu, tidak seperti iklan pada umumnya, advertorial memberikan kesempatan unik untuk menyampaikan narasi dengan cara yang tidak berfokus pada penjualan. Advertorial digunakan oleh perusahaan yang yakin dengan layanan mereka karena pesan yang ingin mereka ungkapkan dapat diterima oleh klien mereka.

Tujuan dan Fungsi dari Iklan Advertorial

Tujuan dan Fungsi dari Iklan Advertorial

Iklan ini bertujuan untuk menyatukan informasi dengan pesan pemasaran produk dalam bahasa yang lebih canggih. Agar mudah dipahami oleh masyarakat umum, iklan ini harus menggunakan gaya bahasa yang jelas dan tegas.

Dalam menyusun iklan ini, pilihlah frasa yang tidak hanya menarik, tetapi juga menarik perhatian orang yang membacanya.

Selanjutnya, pastikan bahwa pesan yang disampaikan mampu menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Ini termasuk membujuk calon investor untuk berinvestasi di perusahaan yang kamu promosikan.

Jenis Iklan Advertorial

Setelah mengetahui pengertian iklan advertorial beserta tujuannya, selanjutnya kita akan membahas seputar jenis-jenis iklan advertorial. Ada dua jenis iklan advertorial, yang dibedakan menjadi empat yaitu iklan produk dan iklan jasa. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini:

1. Iklan Advertorial Produk

Iklan yang ditampilkan dalam bentuk iklan produk ini menggambarkan berbagai produk yang didorong, mulai dari merek, jenis, kualitas produk, dan keberadaan produk. Sebagai contoh, iklan tentang tas merek terkenal.

2. Iklan Advertorial Jasa

Iklan advertorial jasa menjelaskan layanan yang ingin kamu pasarkan kepada publik, sedangkan iklan advertorial produk membahas produk yang diiklankan.

Perdebatan periklanan mengarah pada kualitas layanan yang diberikan oleh perusahaan jasa dalam jenis iklan ini. Sebagai contoh, perusahaan sedot WC yang mana akan menguraikan layanan yang akan dilakukan perusahaan tersebut.

3. Iklan Advertorial Perusahaan

Untuk advertorial perusahaan, jenis iklan ini banyak membahas tentang keberadaan suatu perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun perusahaan milik negara. Pembahasan yang diberikan dalam bentuk iklan ini umumnya mengenai kegiatan perusahaan.

4. Iklan Advertorial Pemerintah

Iklan advertorial pemerintah ini menggambarkan tindakan pemerintah. Jenis iklan ini seringkali bersifat instruktif, eksplanatori, interpretatif, persuasif, argumentatif, influentatif, dan eksploratif.

Cara Membuat Iklan Advertorial

Cara Membuat Iklan Advertorial

Buat kamu yang ingin membuat iklan advertorial untuk mengembangkan bisnis kamu, kamu bisa mengikuti langkah-langkah yang ada di bawah ini:

1. Mulai dengan Persiapan

Langkah pertama dalam menyusun sebuah iklan adalah merencanakan jauh-jauh hari. Persiapan seperti apa yang dibutuhkan? Persiapan ini meliputi menggali ide atau menguji ide, memilih tema untuk ditulis, mengumpulkan data, dan membuat rencana penulisan.

2. Tulis

Setelah memutuskan ide dan tema apa yang akan ditulis, kamu dapat memulai langkah yang kedua, yaitu menulis iklan. Pastikan juga data-data yang akan digunakan sudah terkumpul agar pekerjaan kamu tidak terhenti di tengah jalan.

3. Lakukan Editing

Setelah kamu selesai memproduksi konten untuk iklan, kamu harus mengeditnya. Penyuntingan ini dilakukan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang muncul selama proses penulisan, mulai dari kesalahan ejaan hingga ketidakakuratan data.

4. Buat Judul

Jika kamu percaya bahwa judul harus dibuat terlebih dahulu, kamu salah. Judul ini sering dibuat setelah artikel diterbitkan. Hal ini biasa terjadi karena penulis sering mendapatkan ide judul saat menulis karya tersebut.

Gaya Pesan dalam Advertorial

Terdapat berbagai jenis gaya pesan dalam iklan advertorial, diantaranya yaitu:

  1. Informatif. Ini menginformasikan atau memperkenalkan produk, layanan, dan aktivitas yang tersedia. Advertorial informatif sering ditulis dengan cara yang sederhana.
  2. Argumentatif. Gaya ini digunakan untuk mendemonstrasikan sesuatu dengan menggunakan argumen dan detail analitis.
  3. Eksploratif. Gaya ini menunjukkan dan menjelaskan secara menyeluruh informasi yang disajikan kepada audiens. Biasanya membahas mengapa dan bagaimana pertanyaan.
  4. Penjelasan. Gaya ini bertujuan untuk secara eksplisit menjelaskan dan menggambarkan produk, jasa, dan aktivitas.
  5. Interpretatif. Gaya ini mencoba memahami informasi mengenai produk, layanan, dan aktivitas dengan memberikan komentar atau informasi.
  6. Persuasif. Gaya ini membujuk audiens target untuk melakukan apa yang diinginkan pemasar.
  7. Berpengaruh. Gaya ini mendorong partisipasi penonton dan memimpin pengembangan kegiatan.
  8. Memuji. Gaya ini menambah informasi yang ditawarkan, menggelitik perhatian penonton.

Tips Membuat Advertorial yang Menarik

Tips Membuat Iklan Advertorial yang Menarik

Setelah mengetahui pengertian iklan advertorial, jelas bahwa iklan yang satu ini layak untuk kamu coba. Berikut adalah beberapa tips buat kamu yang ingin membuat iklan advertorial untuk meningkatkan penjualan:

1. Gunakanlah Format Artikel yang Ringan

Tips pertama buat kamu yang ingin menghasilkan iklan advertorial adalah dengan menggunakan format artikel yang ringan. Penggunaan gaya artikel yang ringan agar produk atau layanan pembaca dapat diterima dengan baik.

Selain itu, format artikel yang ringan digunakan agar pembaca tidak disesatkan oleh tujuan dari kesepakatan yang dipromosikan. Maka dari itu, pilihlah format artikel yang ringan, tidak bertele-tele, dan tidak terlalu dalam, agar pembaca mengerti maksud dari iklan tersebut dan tidak bingung.

2. Pastikan Menggunakan Bahasa Editorial

Selain memilih format atau gaya artikel yang ringan, pastikan iklan berisi bahasa editorial. Penggunaan bahasa editorial dalam iklan itu sendiri memiliki keuntungan dalam memberikan informasi kepada pembaca serta manfaat dari produk atau layanan yang disediakan.

Lebih jauh lagi, dengan menggunakan bahasa editorial, sebuah perusahaan dapat memasarkan dirinya sendiri tanpa menyatakannya secara langsung. Akibatnya, pembaca tidak menyadari bahwa mereka sedang membaca iklan daripada artikel.

3. Hindari Menggunakan Bahasa yang Bersifat Pemasaran

Jika kamu ingin menggunakan gagasan advertorial untuk mempromosikan produk atau layanan, hindari menggunakan bahasa yang bersifat pemasaran. Contoh bahasa pemasarannya adalah “ayo tunggu apalagi, jangan lewatkan kesempatan emas yang satu ini”, “mari dapatkanlah segera produk sahara ini”, dan masih banyak lagi.

Mereka yang ingin membuat iklan dengan konsep editorial harus mampu menarik perhatian pembaca. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan judul yang memberi kesan bahwa karya tersebut memiliki banyak informasi tanpa menggunakan bahasa yang bersifat pemasaran.

Tidak hanya itu, pengaruhi pembaca dengan ide-ide kamu sehingga mereka secara tidak langsung tertarik dengan produk atau layanan yang kamu tawarkan.

4. Jangan Mengutip Pendapat dari Seorang Tokoh

Tips selanjutnya adalah jangan mengutip opini atau pendapat dari seorang tokoh jika kamu ingin menggunakan iklan dengan konsep advertorial. Karena ini mungkin membuat pembaca bosan dengan iklan dan kehilangan kepercayaan pada produk atau layanan yang dipromosikan.

Jika kamu benar-benar ingin mengutip perspektif atau pernyataan seorang tokoh, pastikan itu berasal langsung dari sumbernya. Tidak hanya itu, pastikan kutipan atau opini tersebut dibingkai secara ringkas, padat, dan sederhana agar pembaca tidak bosan. Pembaca akan tetap menghargai iklan tersebut.

5. Jangan Sembarang Memilih Media

Mereka yang ingin memasarkan produk atau jasa dengan menggunakan pendekatan advertorial harus menghindari sembarang memilih media. Karena fungsi media sangat menentukan keberhasilan atau tujuan iklan. Seperti diketahui, media sendiri memiliki kekhasan pembaca yang beragam.

Oleh karena itu, sebelum memilih media untuk memasarkan suatu produk atau jasa, pastikan terlebih dahulu kamu memahami fitur-fitur media yang akan dipilih. Agar keberhasilan atau tujuan iklan dapat terwujud, iklan tersebut harus dibaca oleh sejumlah besar individu yang tertarik dengan produk atau jasa yang disediakan.

6. Hindari Gaya Bahasa Superlatif

Selain menghindari gaya bahasa yang bersifat pemasaran, hindari penggunaan superlatif atau hiperbola dalam iklan advertorial kamu sendiri. Karena dapat membuat pembaca ragu untuk melanjutkan membaca.

Tidak hanya itu, tetapi hindari menggunakan frasa atau pernyataan yang memuji diri sendiri. Juga, hindari pernyataan yang tampaknya sangat berkuasa, seperti “jasa ini merupakan jasa terbesar di dunia” atau “produk ini merupakan sebuah produk yang termegah yang ada pada abad ini”.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar iklan advertorial, mulai dari pengertian iklan advertorial, tujuan dan fungsinya, jenis-jenis iklan advertorial, sampai dengan cara membuat iklan advertorial yang unik dan menarik.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat khususnya untuk para pebisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan jenis iklan ini.

Related Articles

Back to top button