Apa itu Topologi Bus? Karakteristik dan Cara Kerjanya

Teknatekno.com – Apa itu topologi bus? Mungkin sebagian orang ada yang belum tahu, ini juga merupakan sesuatu yang kurang familiar. Sehingga kebanyakan akan menjawab tidak tahu jika ditanya mengenai hal yang satu ini. Oleh karena itu, mencari informasi mengenai topologi bus tentu tidak ada salahnya.

Selain untuk menambah pengetahuan, tentunya juga bisa memberikan pencerahan apa itu topologi bus, keuntungan dan kerugian topologi bus, serta bagaimana cara proses pengaplikasiannya. Nah, untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak artikel di bawah ini.

Apa itu Topologi Bus

Apa itu Topologi Bus

Sebagai masyarakat yang kurang memahami dunia IT dan jaringan, memang sulit untuk mengetahui pengertiannya. Topologi bus adalah salah satu metode untuk menghubungkan dua atau lebih komputer secara serial.

Jaringan ini umumnya dipasang dengan menggunakan kabel utama yang bisa saling terhubung satu sama lain. Sehingga perpindahan dan transfer data menjadi lebih mudah diakses dan lebih lugas.

Dalam topologi bus, setiap komputer terhubung dengan server sehingga dapat berbagi informasi dengan komputer lainnya. Oleh karena itu, topologi bus merupakan sistem yang membutuhkan satu jalur utama yang kemudian akan dibagi-bagi sesuai dengan jumlah percabangan perangkat yang ada.

Bila digambarkan, maka akan mirip dengan denah tempat duduk umum pada transportasi bus. Begitu juga dengan sistem ini umumnya menggunakan metode sederhana untuk menghubungkan jaringan dan perangkat yang terkait.

Tentu saja, perusahaan besar yang membutuhkan konektivitas tinggi dan kinerja optimal akan membutuhkan hal ini.

Maka tidak heran jika topologi bus menjadi salah satu sistem yang banyak digunakan oleh para pekerja jaringan di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Tentu saja, kebutuhan akan sharing data hingga optimalisasi jaringan antar pengguna menjadi tujuan utama yang biasanya ingin dikejar oleh sebuah perusahaan ketika melakukan hal ini.

Cara Kerja Topologi Bus

Cara Kerja Topologi Bus

Mungkin tidak mudah untuk memahami cara kerja topologi bus jika kamu hanya melihat penjelasan di atas.

Definisi topologi ini sangat mudah, tetapi cara kerjanya tidak sesederhana yang dimaksudkan.

Tetap saja, dalam membagi jaringan dan berbagi informasi dari server ke komputer atau antar komputer, detail spesifik harus dipahami. Sehingga untuk pemasangan topologi bus diperlukan pemahaman tentang cara kerjanya.

Secara spesifik, topologi ini membantu komputer untuk terhubung ke server menggunakan kabel utama. Prinsipnya adalah, pertukaran informasi dan data akan menggunakan jalur utama.

Sehingga selama proses berlangsung sebisa mungkin kabel utama tidak terbebani oleh aktivitas jaringan lain, atau harus cukup leluasa untuk digunakan sebagai lalu lintas data.

Dengan demikian, nantinya data yang diakses akan dibagi melalui koneksi bus antar ujung-ujung kabel yang terdapat dalam jaringan komputer.

Untuk pemasangan topologi bus, diperlukan langkah dan teknik yang tepat untuk menghindari kemungkinan terjadinya tabrakan data. Maka, biasanya akan digunakan protokol CSMA atau carrier sense multiple access dan CD atau collision detective.

Dengan protokol-protokol tersebut, potensi data yang bertabrakan dapat diidentifikasi secara optimal dan dihindari sedini mungkin.

Selain itu, setiap koneksi bus nantinya dapat bekerja layaknya penghubung melalui sistem topologi bus. Sehingga biasanya pada bagian ujung akan membutuhkan komponen berupa terminating resistor.

Berkat adanya terminator, maka proses pembacaan informasi bahwa jaringan yang telah terhubung dengan terminator dapat terbantu, dan kemudian dilanjutkan pada jaringan terdepan yang telah dihubungkan.

Karakteristik Topologi Bus

Karakteristik Topologi Bus

Topologi bus terutama digunakan untuk membuat jaringan berskala kecil dan tidak memerlukan pengaturan yang rumit.

Ada beberapa karakteristik topologi bus yang bisa dijadikan patokan, misalnya seperti penggunaan konektor dan terminator bnc atau t, penggunaan kabel koaksial, dan bentuk yang mirip dengan ruangan pada bus kota. berikut ini beberapa contohnya:

  1. Terdapat satu kabel utama sebagai backbone yang terhubung ke setiap komputer.
  2. Setiap komputer tidak terhubung ke komputer lain secara langsung, tetapi melalui satu kabel sebagai transmisi yang menghubungkan beberapa komputer.
  3. Memiliki komponen terminator di ujung kabel jaringan yang berperan untuk menghentikan sinyal agar tidak berbalik arah.
  4. Sulit untuk melacak sumber masalah jika ada gangguan.
  5. Ketika kabel backbone putus seluruh jaringan akan lumpuh.
  6. Tidak perlu peralatan aktif untuk dapat menghubungkan komputer.
  7. Tidak ada dukungan teknologi lagi.

Itulah beberapa karakteristik jaringan topologi bus yang dapat membedakannya dengan topologi jaringan lain dengan sistem yang relatif lebih kompleks.

Macam-Macam Topologi Bus

Macam-Macam Topologi Bus

Ada dua macam topologi bus yang biasa digunakan untuk mengatur jaringan komputer di rumah atau gedung perkantoran yang tidak terlalu besar. Keduanya adalah topologi bus linier dan topologi bus terdistribusi.

Apa saja perbedaan antara keduanya? Berikut ini adalah penjelasan mengenai topologi linear bus dan distributed bus:

1. Bus Linear

Topologi linear bus memiliki ciri khas yang unik yang dapat dilihat dari penggunaan satu sistem kabel (backbone) untuk menghubungkan semua komputer dengan dua titik di setiap ujung kabel.

Merupakan sebuah jalur, topologi linear bus hanya memiliki satu jalan yang digunakan semua orang.

Jadi, jika suatu saat kabel jaringan rusak, semua komputer tidak akan bisa saling terhubung. Salah satu kelemahan topologi bus adalah kamu perlu tahu.

2. Bus Terdistribusi

Sementara itu, jenis topologi distributed bus dicirikan dengan menggunakan cabang-cabang yang dibuat dari jalur kabel utama, di mana setiap unit memiliki titik ujungnya sendiri-sendiri.

Bisa dibilang sistem distributed bus menggabungkan beberapa jaringan linear bus menjadi satu jaringan yang lebih luas yang disebut distributed bus.

Sistem distributed bus lebih cocok digunakan untuk menghubungkan komputer antar ruangan yang masih dalam satu gedung. Jadi, jalur utama bisa lebih mudah didistribusikan ke ruangan-ruangan yang berisi karyawan antar divisi.

Keuntungan Topologi Bus

Keuntungan Topologi Bus

Melakukan sistem koneksi antar komputer dengan topologi bus ini dapat memberikan banyak keuntungan. Sehingga tidak heran jika berbagai pihak memilih koneksi dengan sistem topologi bus.

Dalam sebuah instansi atau perusahaan besar, koneksi jaringan akan membutuhkan hal ini. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan topologi bus, terutama untuk perusahaan atau instansi berskala besar dan pekerjaan jaringan lainnya.

1. Lebih Optimal

Sebuah skema topologi akan menghasilkan jaringan yang bekerja lebih optimal. Tidak hanya dapat menghubungkan satu atau dua komputer saja, namun topologi bus merupakan salah satu sistem yang juga dapat menghubungkan beberapa komputer dengan mudah.

Tentu saja hal ini menguntungkan bisnis atau perusahaan yang membutuhkan banyak perangkat untuk mengakses satu informasi terpusat secara bersamaan.

2. Skema Sederhana

Berkat topologi bus, skema jaringan akan terbentuk lebih sederhana. Para pekerja teknologi jaringan tidak akan kesulitan menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya.

Skema ini mempermudah pemahaman sistem koneksi yang harus dilakukan untuk meminimalisir kesalahan koneksi. Bahkan bagi pekerja jaringan pemula sekalipun, konsep yang ditawarkan tidak sulit untuk diterapkan.

3. Lebih Efisien dan Ekonomis

Dilihat dari skemanya, topologi bus merupakan salah satu sistem yang jauh lebih efisien dan ekonomis dari segi biaya. Karena topologi tersebut terbukti hemat biaya dan hemat tenaga dalam pemasangannya.

Penyambungan konektor dan kabel ke setiap jaringan komputer juga cenderung cepat. Selain itu, persyaratan konektivitasnya pun minim dan tidak berbelit-belit. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika topologi bus menjadi salah satu sistem yang paling banyak digunakan perusahaan besar.

4. Mudah Dikembangkan

Keuntungan lainnya adalah sistem ini mudah dikembangkan oleh pekerja jaringan. Konsep desainnya yang sederhana juga tidak mengganggu perangkat yang terhubung.

Jika kamu membutuhkan perangkat tambahan di masa depan, cukup ubah skema dan tambahkan koneksi jaringan ke perangkat yang ingin kamu tambahkan.

5. Gangguan Minimal dengan Perangkat Lain

Dalam prakteknya, setiap jaringan komputer tentu saja beresiko mengalami kerusakan. Namun dengan menggunakan topologi bus, kerusakan pada satu komputer tidak akan berpengaruh pada perangkat lainnya. Jadi jelas bahwa sistem ini relatif aman untuk diterapkan.

Misalnya, jika terjadi kerusakan pada perangkat komputer A, tidak akan menyebabkan kerusakan pada perangkat komputer B yang saling terhubung.

Kerugian Topologi Bus

Meskipun memiliki banyak kelebihan yang menarik seperti yang tertera di atas, topologi bus tidak serta merta menjadi salah satu sistem yang selalu memberikan hasil terbaik. Berikut ini adalah kerugian topologi bus yang perlu kamu ketahui:

1. Melemahnya Jaringan

Salah satu kelemahan topologi bus adalah potensi pelemahan jaringan, terutama jika banyak perangkat yang ditambahkan untuk memperluas jaringan baru.

Dan jika ada kesalahan, tidak akan mudah untuk dideteksi. Tentu saja hal ini perlu diwaspadai sejak awal sebelum memutuskan jumlah perangkat yang akan dihubungkan.

2. Sulit Menemukan Sumber Masalah

Topologi ini menyulitkan pengguna atau pekerja jaringan untuk mencari informasi mengenai lokasi error. Jika ada kerusakan atau masalah saat akses, tidak mudah untuk mengetahui tempat situasi secara detail.

3. Kerusakan pada Lokasi Jaringan Pusat

Kelemahan lain dapat terjadi jika ada kerusakan pada lokasi jaringan pusat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jaringan terdepan harus terbebas dari aktivitas lain dan sebisa mungkin tidak mengalami masalah. Sekali jaringan terdepan mengalami kerusakan, otomatis semua jaringan yang terhubung ke masing-masing komputer akan mengalami masalah.

4. Membutuhkan Perangkat Tambahan

Karena potensi melemahnya jaringan yang sering terjadi ketika menggunakan banyak perangkat sekaligus, biasanya dibutuhkan perangkat tambahan. Dengan demikian, kualitas jaringan dapat terjaga. Perangkat pendukung yang dimaksud di sini adalah repeater.

Cara Memasang Topologi Bus Secara Optimal

Cara Memasang Topologi Bus Secara Optimal

Namun, melihat kelemahan dan potensi kerusakan yang ada, ada baiknya memahami tips-tips penting dalam memasang topologi bus secara lengkap. Berikut ini adalah beberapa tips krusial dalam memasang topologi bus yang perlu kamu ketahui:

1. Pilih Teknologi yang Tepat

Dalam mendukung terciptanya jaringan yang baik, diperlukan teknologi yang tepat. Demikian halnya jika kamu ingin menerapkan topologi bus pada web di dalam perusahaan.

Sebaiknya gunakan teknologi yang sesuai untuk mendukung sistem yang lebih baik dan optimal. Sehingga kedepannya tidak ada masalah dan gangguan yang dapat menghambat proses lalu lintas jaringan primer.

2. Sediakan Semua Komponen yang Diperlukan

Sebelum mulai memasang jaringan, mempersiapkan semua komponen adalah hal yang harus dilakukan. Identifikasi fitur-fitur apa saja yang akan dibutuhkan dalam penerapan topologi ini. Usahakan untuk menggunakan komponen selengkap mungkin dengan kualitas terbaik. Sehingga, setelah proses instalasi jaringan berhasil dilakukan, tidak ada kendala yang menyulitkan.

3. Perhatikan Potensi Resiko yang Terjadi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika topologi jenis ini masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Hal inilah yang harus dipahami semaksimal mungkin sejak awal, sehingga kamu bisa mencegah risiko sedini mungkin. Misalnya, dengan menggunakan sistem dan material kabel dengan kualitas terbaik. Alhasil, risiko yang diprediksi bisa dihindari semaksimal mungkin saat jaringan diakses atau dijalankan.

4. Optimalkan Dengan Sistem yang Tepat

Setiap sistem tentu saja memiliki strategi pendukung lainnya yang dapat mengoptimalkan kerja pada jaringan. Oleh karena itu, kamu harus melakukan identifikasi untuk mengetahui sistem pendukung mana yang paling baik dan mampu memaksimalkan hasil dari koneksi jaringan topologi bus ini.

5. Hindari Kelebihan Data pada Sistem

Akan sangat membantu jika kamu tidak memaksakan untuk menggunakan konektivitas yang minim untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Misalnya, kamu menggunakan spesifikasi kabel yang tidak tepat atau menyebabkan akses jaringan yang berlebihan alias overload.

Sebisa mungkin, hal semacam ini harus dihindari untuk menjaga sistem lebih baik dan fungsi sistem bisa berfungsi dalam waktu yang lama.

Tanya Jawab Topologi Bus

Berikut ini adalah tanya jawab seputar topologi bus, yaitu:

1. Apa Kesulitan Dari Topologi Bus?

Tantangan yang biasanya dialami adalah risiko tabrakan data karena mekanisme jaringan yang cukup mendasar dan jika satu node gagal, maka akan mengganggu kinerja dan lalu lintas seluruh jaringan.

2. Apakah Topologi Bus Menggunakan Switch?

Dalam penggunaannya, arsitektur jaringan bus tidak membutuhkan hardware atau perangkat keras yang aktif, seperti hub dan switch. Jaringan yang berbasis topologi bus hanya membutuhkan konektor untuk dapat menghubungkan kabel satu dengan yang lainnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa apa itu topologi bus yaitu strategi koneksi yang harus dipertimbangkan untuk menghubungkan jaringan secara optimal.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar apa itu topologi bus, cara kerja, karakteristik, macam-macam, keuntungan dan kerugian, hingga cara memasang topologi bus. Semoga bermanfaat ya!

Related Articles

Back to top button