Profesi Data Analyst: Tugas dan Skill yang Harus Dimiliki

Teknatekno.com – Kebutuhan akan data semakin berkembang dari tahun ke tahun, begitu pula dengan profesi seorang data analyst. Profesi data analyst ini memang sangat berhubungan dengan yang namanya data.

Data merupakan segala bentuk informasi yang berupa angka, teks, gambar, dan lain sebagainya. Profesidata analyst lebih berfokus pada berbagai jenis data yang bisa diolah untuk kebutuhan tertentu.

Buat Teknozen yang tertarik dengan profesi data analyst, maka kamu perlu memperhatikan beberapa hal terkait dengan pekerjaan tersebut. Sehingga, prospek kerja yang kamu dapatkan bisa membantu kamu dalam mengembangkan potensi diri.

Mengenal Profesi Data Analyst

Data analyst adalah pekerjaan yang berhubungan dengan segala jenis data dan bertanggung jawab untuk menerjemahkan data tersebut, sehingga bisa diolah dan dijadikan laporan untuk membantu proses manajemen dan pengolahan data perusahaan.

Data analyst juga bisa dikatakan sebagai orang yang bertugas untuk menganalisis data untuk meningkatkan keuntungan, dan kredibilitas suatu perusahaan.

Gaji Profesi Data Analyst di Indonesia

Berdasarkan riset Indeed, rata-rata gaji data analyst di Indonesia adalah sekitar Rp 4,2 juta. Tapi angka ini tentunya bukan angka tetap. Jumlahnya bisa berbeda-beda di tiap wilayah dan perusahaan. Contohnya, rata-rata gaji profesi ini di Depok dan Tangerang bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 7 juta.

Selain itu, nominal gaji yang didapat tentu akan dipengaruhi oleh pengalaman juga. Dengan kata lain, gaji seorang data analyst di entry level pastinya akan berbeda dengan data analyst di tingkat senior.

Mengenal Profesi Data Analyst

Tugas dan Tanggung Jawab Data Analyst

Secara umum, berikut adalah beberapa tugas yang dihandle oleh data analyst:

1. Mengumpulkan Data

Pertama-tama data analyst perlu mengumpulkan data terlebih dulu. Baik dari sumber primer (seperti konsumen) atau sumber sekunder (seperti hasil observasi). Data yang dikumpulkan kemudian bisa disimpan di aplikasi pengolah data, contohnya seperti Excel.

Langkah ini sangat penting, karena kamu harus memastikan bahwa data yang kamu gali benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian. Selain itu, pastikan sumber datanya juga valid.

2. Menafsirkan Data

Data yang sduah dikumpulkan tentu saja tidak akan dibiarkan begitu saja. Data tersebut harus ditafsirkan dengan alat analisis. Sehingga, pola-pola tertentu bisa diidentifikasi. Nah, pola yang ditemukan data analyst bisa menjadi dasar informasi untuk bisnis.

Contoh sederhananya begini, misalkan kamu sedang mengolah data penjualan dari bulan Januari hingga Maret. Berdasarkan hasil analisis data, kamu bisa menafsirkan bahwa tingkat penjualan tertinggi di tiga bulan pertama ada di akhir Februari dan awal Maret.

3. Membuat Laporan

Setelah mendapat informasi yang diinginkan, profesi data analyst perlu memastikan bahwa informasi tersebut bisa dipahami semua pihak penting di bisnis.

Itulah mengapa data analyst perlu membuat laporan temuan yang bisa dipahami dengan mudah. Baik di tingkat manajer, hingga di level entry yang bertugas mengeksekusi kegiatan bisnis. Beberapa contoh aplikasi yang kerap digunakan data analyst untuk melakukan visualisasi data adalah Tableau dan Power BI.

4. Berkolaborasi dengan Divisi Lain

Data analyst tidak hanya berhubungan dengan pihak manajemen saja lho. Mereka juga perlu berkolaborasi dengan berbagai divisi untuk menggali data yang lebih akurat.

Contohnya, misalkan data analyst ingin menggali data terkait pengaruh kampanye marketing terhadap hasil penjualan. Tentu saja mereka harus berkolaborasi dengan divisi pemasaran.

Atau, contoh yang paling sering ditemukan adalah kolaborasi data analyst dengan manajer atau pemilik bisnis saat proses pengambilan keputusan.

Dengan melakukan kolaborasi, data analyst tidak hanya mampu menggali data yang akurat, tapi juga membantu bisnis dalam membuat keputusan berbasis data (*data-driven*)

5. Mengelola Sistem Database

Seluruh data yang didapat akan disimpan di dalam database, dan data analyst bertugas untuk menjaga sistemnya agar tidak terjadi kerusakan.

Peran ini tidak bisa diabaikan, karena seluruh data penting yang ada dalam bisnis bisa hilang tanpa bekas bila database tidak dijaga dengan baik. Apalagi jika bisnisnya mengandalkan platform online.

Cara data analyst mengelola sistem database pun bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan memperbaiki masalah terkait coding di dalam database-nya.

Skill yang Wajib di Kuasai

Skill yang Wajib di Kuasai

Berikut adalah beberapa skill yang perlu dipelajari jika kamu ingin menjadi seorang data analyst:

1. Bahasa Programming Statistik

Skill ini sangatlah penting, karena bahasa programming statistik bisa membantumu melakukan analisa data dan melakukan prediksi dengan kelompok data yang luas.

Beberapa contoh bahasa programming statistik yang paling sering digunakan adalah Python atau R. Selain karena fungsinya yang bervariasi, cara belajarnya pun tidak begitu sulit. Sebagai permulaan, kamu bisa mencari artikel, video, atau kursus yang menyediakan materi tentang bahasa pemrograman dasar.

2. Spreadsheet

Kamu pastinya sudah tahu bahwa software spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Spreadsheet bisa membantumu mengumpulkan data dan mengolahnya.

Contohnya, jika kamu sedang menganalisis data penjualan. Kamu bisa mengumpulkan datanya di Excel, lalu mengolahnya dengan menggunakan berbagai rumus yang ada di Excel.

Oleh karena itu, kamu juga wajib mempelajari tentang cara menggunakan spreadsheet. Karena spreadsheet merupakan alat pengolah data yang paling dasar.

3. Structured Query Language (SQL)

Skill ini bisa membantu data analyst dalam membangun struktur data. Selain itu, kamu juga bisa menyimpan dan mengelola data dengan memanfaatkan SQL.

SQL adalah salah satu bahasa pemrograman yang umumnya digunakan untuk mengakses, mengubah, dan mengambil data dari database. Jadi, jika kamu ingin menjadi seorang data analyst yang andal, tentu saja kamu harus menguasai SQL.

4. Visualisasi Data

Informasi yang didapat tentu tidak akan ada artinya jika sulit dipahami, kan? Itulah mengapa kamu harus belajar cara menggambarkan data. Skill ini akan sangat berguna ketika kamu membuat laporan. Khususnya saat kamu menyampaikan informasi yang kamu bisa ke manajer atau stakeholder.

Dengan mempelajari visualisasi data, kamu bisa membantu para pemangku keputusan untuk membuat kebijakan yang tepat berdasarkan informasi yang kamu peroleh.

5. Machine Learning

Saat ini, Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu topik penting di ilmu data. Sehingga, kamu perlu mempelajarinya juga agar tetap update dengan metodologi pengelolaan data masa kini.

Nah, salah satu cabang dari AI yang saat ini kerap diperbincangkan adalah machine learning. Tak heran, karena teknologi yang satu ini sudah sering digunakan untuk berbagai macam fitur. Mulai dari chatbot hingga fitur voice recognition.

Walaupun tidak semua data analyst mengaplikasikan machine learning. Tapi setidaknya machine learning bisa mengajarkan metode pengolahan data yang baru dan efisien.

6. Ilmu Bisnis

Pada dasarnya, ini bukan merupakan skill yang wajib dimiliki data analyst. Namun dengan memiliki wawasan yang luas tentang ilmu bisnis, data analyst bisa lebih mudah menggali data yang relevan terkait kebutuhan bisnis.

Pemahaman terkait ilmu bisnis bisa mempermudah komunikasi antara data analyst dengan pihak manajer saat membahas relevansi hasil analisis dengan tujuan bisnis.

Kamu bisa mempelajari ilmu bisnis secara non-formal, begitu juga dengan ilmu dan skill sebagai data analyst. Walau begitu, tak jarang data analyst memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang statistika, matematika, ilmu komputer, atau manajemen.

Akan tetapi, jangan berkecil hati jika kamu bukan berasal dari jurusan tersebut. Karena kamu masih bisa mempelajari ilmu data secara otodidak. Jika kamu selalu tekun belajar dan mempraktikkan skill, jalanmu untuk menjadi data analyst masih terbuka lebar.

Data Analyst vs Data Scientist

Walau sekilas keduanya terdengar sama, tapi dua profesi ini punya tanggung jawab yang berbeda. Perbedaannya terletak di fokus pekerjaannya.

Bila data analyst fokus pada menggali dan menafsirkan data, data scientist lebih fokus pada memanfaatkan informasi yang ada untuk mengidentifikasi peluang dan tren, atau bahkan memprediksi langkah bisnis ke depannya.

FAQ

Berikut ini adalah tanya jawab seputar profesi data analyst.

Data Analyst Kerja Dimana?

Banyak orang percaya bahwa analis data hanya diperlukan dalam bidang statistik dan teknologi. Kenyataannya, pekerjaan ini dibutuhkan di setiap organisasi.

Jika kamu memiliki pekerjaan ini, kamu dapat bekerja di bidang manajemen transportasi, keuangan, kesehatan, dan asuransi, di antara tempat-tempat lain.

Data Analyst Dari Jurusan Apa?

Jurusan Statistik Jika kamu suka menganalisis kumpulan data dan menggunakannya sebagai dasar untuk membuat pilihan, jurusan ini cocok untuk kamu.

Di jurusan ini, kamu akan belajar bagaimana mengelola, mengumpulkan, menganalisis, menyajikan, dan membuat kesimpulan berdasarkan data yang ada.

BACA JUGA:

Menjadi Data Analyst yang Profesional, Begini Caranya
Profesi Business Analyst: Tugas dan Skill yang Dibutuhkan
Pengertian Manajemen Perkantoran Menurut Para Ahli

Kesimpulan

Profesi data analyst adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk melakukan analisis dan riset data (data analytics) dengan menggunakan tools tertentu. Di dunia bisnis, data analyst melakukan riset untuk kepentingan marketing atau pengembangan produk, dimana mereka melihat aktivitas target pasar di internet.

Hai Saya schoirunn aktif menulis dan berkontribusi dalam berbagai media massa, seperti surat kabar sekolah, website, dan media sosial. Saya juga pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dan magang di salah satu media nasional, yang membuat saya semakin memahami bagaimana dunia jurnalistik bekerja. Selain menulis, saya juga senang memotret dan merekam video. Saya percaya bahwa gambar dan video dapat memberikan dampak yang kuat dalam menyampaikan sebuah cerita. Sebagai seorang jurnalis muda, saya berkomitmen untuk selalu memperbaiki keterampilan saya dalam menulis, mencari sumber, dan melakukan wawancara yang berkualitas.

You might also like