Pengertian Masalah Ekonomi Klasik dan Modern

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang masalah ekonomi, mulai dari pengertian masalah ekonomi, jenis-jenis masalah ekonomi, sampai dengan faktor penyebab terjadinya permasalahan ekonomi.

Secara sederhana, masalah ekonomi adalah masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari hari baik masalah dalam jual beli, tawar menawar atau pun ekspor dan impor.

Sebenarnya, inti dari masalah ekonomi yaitu terbatasnya sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia yang bermacam-macam dan tidak terkendali. Adanya kebutuhan yang semakin rumit dalam masyarakat menimbulkan ketergantungan sosial yang kian tinggi.

Nah, ternyata masalah ekonomi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu masalah ekonomi klasik dan masalah ekonomi modern. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak artikel dibawah ini.

Pengertian Masalah Ekonomi

Masalah ekonomi adalah masalah yang timbul saat keinginan dan kebutuhan bertemu dengan sumber daya yang terbatas. Masalah ini sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Inti dari masalah ekonomi yaitu terbatasnya sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia yang bermacam-macam dan tidak terkendali.

Adanya kebutuhan yang semakin rumit dalam masyarakat menimbulkan ketergantungan sosial yang kian tinggi. Akhirnya, akan berakibat muncul dampak negatif perubahan sosial yang lama-lama berubah jadi fenomena sosial yang buruk.

Pengertian Masalah Ekonomi

Klasifikasi dan Jenis Masalah Ekonomi

Masalah ekonomi terbagi menjadi dua bagian, yaitu masalah ekonomi klasik dan masalah ekonomi modern. Beriku penjelasannya:

Pengertian Masalah Ekonomi Klasik

Pada tahun 1870 berkembang teori ekonomi klasik yang dipelopori oleh Adam Smith. Para penganut teori tersebut mengemukakan bahwa permasalahan ekonomi merupakan satu kesatuan proses yang terdiri dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut penjelasannya:

a. Masalah Distribusi

Distribusi adalah tahapan awal dalam proses pemasaran produk. Distribusi sebagai proses marketing yang penting untuk semua jenis industri. Distribusi dapat memberikan nilai tambah bagi produk melalui berbagai fungsi seperti utilitas, tempat, waktu dan hak kepemilikan produk.

b. Masalah distribusi

Masalah distribusi diantaranya sebagai penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. Sehingga proses pemasaran akan semakin mudah.

Beberapa faktor yang mempengaruhi saluran distribusi adalah pasar, barang, perusahaan, dan kebiasaan pembeli. Distribusi sendiri dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu Distribusi langsung dan Distribusi tidak langsung.

c. Masalah Produksi

Produksi adalah suatu proses menghasilkan barang atau jasa yang bertujuan memenuhi kebutuhan konsumen. Meski demikian tentu saja tidak semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi, sebab kebutuhan manusia dapat dipenuhi hanya jika ia mengkonsumsi barang atau jasa sesuai kebutuhannya.

Sementara Proses produksi barang dan jasa memerlukan sumber-sumber daya lain, mulai dari sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), sumber daya modal hingga keterampilan pengusaha.

Selain itu setelah barang dan jasa sampai kepada konsumen, permasalahan berikutnya tentu saja apakah barang tersebut akan dikonsumsi atau malah terbuang sia-sia karena harganya yang tidak terjangkau. Ini juga menjadi permasalahan lain yang harus bisa dijawab oleh produsen selaku pembuat produk.

d. Masalah Konsumsi

Konsumsi adalah Kegiatan menggunakan, menghabiskan atau memanfaatkan barang yang dihasilkan oleh produsen. Ada dua faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi, diantaranya Pendapatan (karena semakin besar pendapatan yang diterima maka akan semakin besar pula daya belinya).

Di sisi lain, sebagai konsumen, kita harus bisa meningkatkan pendapatan supaya dapat menjangkau produk yang kita inginkan. Selain itu harga barang dan jasa, Adat Istiadat dan Kebiasaan Konsumen, hingga Barang pengganti atau yang juga dikenal barang subtitusi ini juga akan mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat.

Klasifikasi dan Jenis Masalah Ekonomi

Pengertian Masalah Ekonomi Modern

Masalah ekonomi modern adalah suatu permasahalahan ekonomi yang berfokus pada what, how, dan for whom. Berikut penjelasan lengkapnya:

a. Apa Saja yang Akan Diproduksi? (What)

Masyarakat harus memutuskan apa saja barang dan jasa yang diproduksi agar dapat memenuhi kebutuhan tepat sasaran. Produksi barang dan jasa harus selektif dengan skala prioritas yang akurat karena terbentur jumlah sumber daya yang terbatas. Adapun dasar pertimbangan barang dan jasa yang diproduksi adalah:

  1. Alokasi sumber daya (alam, manusia, dan modal) yang paling efisien, tujuannya menghemat pemanfaatan sumber daya. Misalnya, penghematan migas, listrik, dan air, serta penggunaan sumber daya alternatif.
  2. Skala prioritas kebutuhan pasar, masyarakat akan membedakan kebutuhan mana yang mendesak untuk dipenuhi, kurang mendesak, dan kebutuhan yang tidak mendesak sehingga harus ditunda. Misalnya, prioritas meningkatkan produksi sembako setiap Hari Raya Lebaran dan akhir tahun guna menghindari peningkatan harga yang terlalu tinggi atau munculnya ketimpangan.
  3. Daya beli masyarakat, barang dan jasa yang beredar harus memiliki harga yang terjangkau oleh sebanyak mungkin warga. Hal ini bertujuan agar konsumsi barang dan jasa tepat sasaran.

b. Bagaimana Cara Produksinya? (How)

Seleksi dan skala prioritas produksi ditindaklanjuti dengan menentukan strategi yang tepat dalam proses produksi agar tetap efektif dan efisien.

Strategi ini kemudian diwujudkan dalam proses produksi yang dilandasi oleh perencanaan dan pengelolaan yang matang. Terdapat beberapa dasar pertimbangan bagaimana seorang produsen melakukan tindakan produksi diantaranya:

Pilihan Kombinasi Sumber Daya yang digunakan yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Misalnya, produksi listrik di Pulau Jawa lebih tepat dengan PLTA karena banyaknya sungai di kawasan tersebut.

Pilihan Teknologi sebab memungkinkan produsen untuk menentukan apakah perusahaan akan bergerak dalam kondisi padat karya atau padat modal. Misalnya, pabrik sepatu yang lebih membutuhkan kerja manual, pantas didirikan di wilayah padat penduduk untuk menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja.

Efisiensi Biaya Produksi, efisiensi biaya produksi dilakukan agar dengan biaya tertentu dapat diperoleh laba maksimum. Misalnya, suatu percetakan menentukan biaya produksi berdasarkan perkiraan penjualan yang ditargetkan. Dengan cara tersebut maka bisa diperkirakan laba maksimum yang akan diperoleh.

c. Untuk Siapa Barang Diproduksi? (For Whom)

Efektivitas produksi didasarkan pada pengetahuan siapa yang membutuhkan barang dan jasa hasil produksi bahkan sebelum kegiatan produksi dilakukan. Produsen akan menggunakan berbagai dasar pertimbangan seperti:

  • Menilai daya beli dan minat konsumen
  • Mengetahui segmentasi pasar agar barang dan jasa yang diproduksi jelas ditujukan untuk konsumen sesuai kondisi ekonomi dan sosialnya
  • Menentukan alur distribusi dari produsen ke konsumen agar barang dan jasa benar-benar sampai ke tangan konsumen yang membutuhkan pada saat yang tepat.

Faktor yang Mempengaruhi Permasalahan Ekonomi

Faktor yang Mempengaruhi Permasalahan Ekonomi

Dalam permasalahan ekonomi, manusia dihadapkan dengan tuntunan memenuhi kebutuhan hidup baik dari segi pangan, sandang hingga papan. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Masalah ekonomi sendiri di antaranya :

1. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan segala hal yang berasal dari alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup seluruh manusia.

Berdasarkan pembentukannya sumber daya alam terbagi menjadi sumber daya yang dapat diperbaharui (jumlahnya tidak terbatas) dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (jumlahnya terbatas dan dapat habis).

Sumber daya alam dan kaitannya terhadap masalah ekonomi berhubungan erat dengan tersedia tidaknya bahan baku karena tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, dan semakin menyempitnya lahan sumber daya alam yang diperoleh.

2. Sumber Daya Manusia

Faktor Sumber Daya Manusia (SDM) meliputi ketersediaan tenaga kerja ahli dan profesional. SDM sebagai elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen sumber daya yang lain seperti modal, teknologi, karena manusialah yang berperan mengendalikan faktor lainnya.

Pengertian Sumber Daya Manusia (SDM) sendiri terbagi lagi menjadi dua yaitu:

  • Sumber Daya Manusia (SDM) Makro atau jumlah penduduk berusia produktif di sebuah wilayah
  • Sumber Daya Manusia (SDM) Mikro yaitu individu yang bekerja pada sebuah institusi atau perusahaan.

Peningkatan kompetensi SDM dapat diwujudkan melalui sejumlah program pendidikan dan pelatihan yang berfokus kepada Pengembangan kepemimpinan, dan kompetensi sesuai dengan minat dan bidang kerja yang ia tekuni.

3. Modal Kerja

Proses produksi tentunya membutuhkan modal kerja agar produksinya dapat selesai dengan baik, serta memenuhi permintaan konsumen. Meski terkadang modal kerja sangat sulit diperoleh, terutama di masa pandemic seperti sekarang.

Sebab dampak covid bukan hanya berpengaruh pada perseorangan tapi juga pada sektor perbankan sebagai pemberi modal kerja turut mengalami kelumpuhan.

Modal kerja sebagai jumlah dari aktiva lancar. Waktu tersedianya modal kerja akan tergantung pada macam dan tingkat likuiditas dari unsur-unsur aktiva lancar misalnya kas, surat-surat berharga,piutang dan persediaan.

4. Proses Distribusi

Walaupun terbilang sederhana dan merupakan masalah ekonomi klasik. Proses distribusi cukup berpengaruh dalam masalah ekonomi, terutama pada barang-barang pokok yang dihasilkan guna memenuhi kebutuhan distribusi yang merata.

Distribusi sebagai kegiatan atau tindakan memindahkan produk dari pihak supplier kepada konsumen dalam bentuk rantai pasokan (supply chain). Distribusi menjadi salah satu kunci keuntungan bagi perusahaan karena secara langsung akan mempengaruhi biaya produk dan kebutuhan konsumen.

Adanya aktivitas distribusi yang tepat akan sangat berguna untuk mencapai profit perusahaan. Misalnya, perusahaan bisa lebih menekan biaya modal serta menciptakan permintaan dari konsumen yang tinggi terhadap produk tersebut.

Dengan adanya perkembangan teknologi digital di era 4.0 saat ini, proses ditribusi juga akan berubah dan beradaptasi menyesuaikan dengan perkembangan.

5. Tingkat Konsumsi

Perbedaan gaya hidup tentunya berbanding lurus dengan berapa banyak tingkat konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Adanya beberapa faktor yang menyebabkan tingkat konsumsi konsumen terus menurun, hal inilah yang akan menimbulkan masalah ekonomi jika terus menerus terjadi.

Penyebab tersebut diantaranya terbatasnya lapangan pekerjaan. Efek dari terbatasnya lapangan pekerjaan adalah tingginya angka pengangguran yang pada akhirnya mengurangi tingkat kemakmuran.

Semakin turunnya kesejahteraan masyarakat karena menganggur tentunya akan menurunkan keinginan seseorang dalam membeli barang. Selain itu kenaikan harga juga akan berpengaruh besar pada perekonomian.

Penyebab lainnya tentu saja atau proses naiknya harga secara terus menerus. Inflasi sebagai suatu proses turunnya nilai mata uang secara berkesinambungan.

Hal ini dapat terjadi karena meningkatnya jumlah kebutuhan namun stok terbatas, biaya produksi atau jasa mengalami kenaikan, atau jumlah uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi.

Contoh Masalah Ekonomi di Indonesia

Contoh Masalah Ekonomi di Indonesia

Permasalahan ekonomi dan kesejahteraan sosial masih menjadi perbincangan utama di Indonesia. Berikut ini 10 permasalahan ekonomi di Indonesia yang harus diperhatikan oleh Pemerintah:

  1. Pentingnya memperbaiki kuantitas dan kualitas pertumbuhan ekonomi.
  2. Daya beli stagnan di tengah inflasi yang cenderung rendah.
  3. Kalah dalam bersaing.
  4. Dilema pertumbuhan ekonomi vs impor.
  5. Deindustrialisasi terjadi lebih cepat.
  6. Logistik menghambat berkembangnya perdagangan.
  7. Euforia dan ketidaksiapan rakyat Indonesia dengan revolusi 4.0.
  8. Kinerja pajak rendah dan rasio utang yang meningkat.
  9. Dana desa yang bermasalah.
  10. Inkonsistensi kebijakan subsidi energi.

Kesimpulan

Pengertian masalah ekonomi adalah masalah yang timbul saat keinginan dan kebutuhan bertemu dengan sumber daya yang terbatas. Masalah ini sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya, inti dari masalah ekonomi yaitu terbatasnya sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia yang bermacam-macam dan tidak terkendali. Adanya kebutuhan yang semakin rumit dalam masyarakat menimbulkan ketergantungan sosial yang kian tinggi.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button