Cara Baca Candlestick Crypto Secara Akurat untuk Pemula

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kamu sudah tahu cara baca candlestick crypto yang akurat? Untuk menjadi trader yang sukses, Teknozen harus bisa membaca perubahan harga seperti seorang profesional. Informasi perubahan harga sering digambarkan dalam bentuk grafik.

Salah satu grafik yang sering digunakan dan dijadikan acuan trader profesional adalah candlestick. Maka dari itu, trader harus tahu cara baca candlestick crypto secara akurat demi profit.

Selain memiliki tampilan yang mudah dipahami, refleksi pergerakan harga pada candlestick sangat mendasar untuk dijadikan indikator dalam memprediksi setiap perubahan harga. Namun sebelum menerapkan cara ini, pahami dulu pola candlesticknya.

Pola-Pola Candlestick

Berdasarkan sinyalnya, terdapat dua jenis pola candlestick yaitu penerusan (continuation) dan pembelian (reversal).

Pola continuation adalah pola yang digunakan untuk memprediksi potensi harga melanjutkan trend saat ini. Sedangkan pola reversal adalah pembalikan yang memprediksi terjadinya pergeseran arah harga.

Berikut adalah beberapa pola candlestick yang harus Teknozen pahami artinya:

Hammer

Pola ini merupakan pola pembalikan naik. Pada pola ini ditandai adanya body kecil dan ekor panjang. Pola Hammer masuk ke dalam kategori formasi single yang umumnya muncul saat pada dasar downtrend.

Hanging Man

Dalam prinsip cara baca candlestick crypto maka pola Hanging Man adalah kebalikan dari pola Hammer. Pola ini akan menunjukkan pergerakan crypto yang mendekati puncak uptrend dan berbalik turun. Ketika menemukan pola ini, maka sebaiknya jangan mencoba-coba untuk membeli.

Three White Soldiers

Pola berikutnya yaitu Three White Soldiers. Yaitu pola candlestick yang menunjukkan pembalikan dari trend turun. Terdapat tiga body candlestick panjang dan berurutan pada pola ini. Sehingga akurasi dari pola ini diyakini lebih besar daripada Hammer;

Bullish Engulfing

Pola ini muncul ketika trend bearish. Bullish Engulfing terdiri dari candle bearish yang diikuti candle bullish dan menelan candle pertama. Sedangkan kebalikan dari pola ini adalah Bearish Engulfing, yang mana menunjukkan adanya potensi pembalikan dari bullish ke bearish; dan

Morning Star

Pola yang satu ini akan menunjukkan kondisi ketika harga melanjutkan untuk terus menurun namun kekuatan seller tidak mendukung outlook tersebut. Dengan begitu maka akan terjadi pembalikan ke arah atas. Pola ini terdiri dari 3 candle yaitu candle bearish, formasi netral (keraguan pasar) dan formasi bullish (konfirmasi reversal).

Cara Baca Crypto Candlestick Secara Akurat

Lebih tepatnya, setelah mempelajari pola candlestick, kamu juga harus memahami cara baca candlestick crypto. Dengan demikian Teknozen sebagai trader akan mendapatkan keuntungan yang sesuai. Berikut penjelasannya:

1. Simak Harga Buka (Open Price)

Bagian atas atau bawah tubuh candle mewakili harga terbuka, yaitu harga pertama yang diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu.

Saat harga naik, candlestick akan berwarna hijau atau putih, sedangkan ketika harga turun, makan akan berubah menjadi merah atau hitam. Pergerakan ini harus diikuti selama lima menit apakah trennya naik atau turun.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

1 2Next page
Back to top button