Apa itu Proofreader? Definisi, Tugas dan Skill yang Dibutuhkan

Teknatekno.com – Dengan memahami apa itu proofreader, kamu akan terbantu dalam memahami proses penerbitan sebuah naskah. Karena seorang proofreader berperan penting dalam hal tersebut.

Proofreader bekerja dalam sebuah perusahaan penerbit media cetak. Meskipun sebagian proofreader juga ada yang bekerja di perusahaan digital untuk mengecek naskah yang dipublikasikan secara online.

Proofreader tidak hanya bekerja di perusahaan saja, namun ada juga proofreader freelance yang menawarkan jasa proofreading untuk setiap naskah yang dikerjakannya.

Nah, kali ini Teknatekno akan membantu kamu memahami tentang apa itu proofreader, mulai dari pengertian proofreader, tugas proofreader, serta skill apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi proofreader.

Mengenal Apa itu Proofreader

Proofreader adalah salah satu profesi yang sangat dibutuhkan dalam penerbitan naskah. Proofreader memiliki tanggung jawab untuk mengedit sekaligus mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ada di dalam naskah sebelum diterbitkan.

Tugas Proofreader

Karena proofreader adalah salah satu profesi yang penting, pastilah tugas yang dikerjakan tidak sembarangan. Kamu akan lebih paham tentang profesi ini jika sudah tahu apa saja tugas yang mereka miliki. Berikut akan dijelaskan satu per satu tugas proofreader.

1. Mengoreksi Naskah

Tugas utama seorang proofreader adalah mengoreksi naskah. Baik itu tata bahasa, ejaan, tanda baca, salah ketik, hingga struktur kalimat.

2. Mengedit dan Menulis

Selesai mengoreksi naskah, tugas proofreader selanjutnya adalah mengedit naskah tersebut. Apabila terdapat kesalahan seperti tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan salah ketik, proofreader bertanggung jawab untuk membenarkan kesalahan tersebut.

3. Memastikan Kenyamanan Pembaca

Selain tugas-tugas di atas, proofreader juga bertanggung jawab untuk memastikan pembaca nanti merasa nyaman saat membaca naskah tersebut. Oleh karena itu, proofreader juga bertugas untuk memeriksa logika tulisan agar mudah dipahami oleh pembaca.

Skill yang Dibutuhkan Proofreader

Setelah mempelajari apa itu proofreader dan tugas proofreader, tentunya kamu paham jika ada beberapa kemampuan atau skill yang harus dikuasai jika ingin menjadi proofreader. Jika kamu tertarik berprofesi dibidang ini, berikut beberapa kemampuan yang harus kamu miliki:

1. Multitasking

Seperti yang telah kamu ketahui bahwa tugas seorang proofreader cukup kompleks dan tidak sedikit. Seorang proofreader bertanggung jawab untuk memeriksa ejaan, tata bahasa, tanda baca, dan konsistensi bahasa, sekaligus memastikan kenyamanan pembaca.

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, seorang proofreader biasanya diberikan tenggat waktu yang tidak lama. Oleh karena itu, seorang proofreader harus memiliki kemampuan multitasking agar bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu.

2. Mengedit

Meskipun naskah yang diterima proofreader adalah naskah yang sudah diperiksa oleh editor, skill mengedit tetap dibutuhkan oleh seorang proofreader. Hal ini untuk menghindari kesalahan yang terlewat oleh editor.

3. Menulis

Jika seorang proofreader bisa menulis, maka ia akan bisa memberikan hasil koreksi lebih sempurna. Sebab, salah satu tugasnya adalah menemukan kesalahan sebuah tulisan kemudian memberikan saran untuk memperbaiki tulisan tersebut.

4. Membaca Cepat

Ingat, tugas proofreader adalah menemukan kesalahan. Dalam menemukan kesalahan tersebut, mereka diharuskan untuk membaca naskah dari awal hingga akhir. Oleh karena itu seorang proofreader sebaiknya memiliki kemampuan membaca cepat agar bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

5. Menggunakan Aplikasi dan Komputer

Seorang proofreader harus memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer, terutama software pengolah kata seperti Google Docs dan Microsoft Word.

Karena, naskah yang diperiksa biasanya masih dalam bentuk softfile. Salah satu kelebihan melakukan proofreading dengan komputer adalah kamu akan lebih mudah untuk memperbaiki naskahmu.

6. Memperhatikan Detail

Mampu memperhatikan hal dengan detail atau teliti adalah skill yang wajib dimiliki oleh seorang proofreader. Sebab, tugas utama seorang proofreader adalah menemukan dan memperbaiki kesalahan meskipun sangat kecil, seperti kurang tanda titik (.) atau koma (,).

Editor vs Proofreader

Ada perbedaan antara editor dan proofreader yang harus kamu ketahui. Pekerjaan dari seorang editor berfokus pada memeriksa aspek kebahasaan. Apakah di dalam naskah tersebut terdapat kesalahan ejaan, tata bahasa, dan tanda baca. Selain itu, editor juga akan memeriksa kebenaran fakta di dalam naskah.

Sedangkan seorang proofreader dibutuhkan perusahaan penerbitan karena melakukan hal yang lebih kompleks. Selain memeriksa ulang ejaan, tata bahasa, dan tanda baca, seorang proofreader juga bertanggung jawab untuk memeriksa konsistensi bahasa dan alur berpikir sebuah tulisan agar mudah dipahami oleh pembaca.

Kesimpulan

Jadi, dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa, urutan proses suatu naskah bisa diterbitkan adalah dimulai dari penulis mengirim naskah ke editor, editor melakukan pekerjaannya, editor mengirim naskah ke proofreader, proofreader melakukan tugasnya, dan diakhiri dengan pencetakan naskah.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu proofreader, mulai dari pengertiannya, tugas dan tanggung jawabnya, serta skill yang dibutuhkan daan harus dimiliki seorang proofreader. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya!

Related Articles

Back to top button