Apa itu Freelancer? Definisi, Contoh dan Skill yang Dibutuhkan

Teknatekno.com – Saat ini banyak orang yang lebih memilih bekerja tanpa harus terikat dengan jam kantor dan waktu kerja harian. Salah satu caranya yaitu dengan menjadi seorang freelancer. Apa itu freelancer? Apa saja keuntungan yang didapat dari bekerja sebagai freelancer?

Nah, supaya kamu tidak tambah penasaran dengan salah satu profesi ini, Teknatekno akan membahas seputar apa itu freelancer serta hal-hal yang perlu diketahui untuk menjadi seorang freelancer. Langsung saja, simak artiel berikut.

Mengenal Apa itu Freelancer

Freelancer atau yang biasa disebut dengan tenaga lepas adalah pekerjaan yang tidak terikat kontrak jangka panjang namun tetap memiliki ikatan kerja yang kuat terhadap perusahaan.

Kontrak yang diberikan terhadap freelancer ini biasanya hanya berisi project, design, waktu pengerjaan, dan juga biaya yang dikenakan. Biaya yang dikenakan terhadap freelancer ini pun akan bervariasi tergantung dari kesulitan proyek dan juga jam terbang.

Perbedaan Freelancer dengan Pekerja Biasa

Umum nya karyawan biasa atau yang biasa disebut dengan pekerja full-time akan bekerja pada hari senin sampai jumat dengan jam kerja yang berkisar antara 7-8 jam sehari.

Karyawan biasa umumnya memiliki gaji tetap perbulan nya dan diwajibkan bekerja pada tempat yang sudah ditentukan seperti kantor, ruko, atau pun pabrik. Berbeda dengan freelance yang lebih mengutamakan fleksibilitas baik dari jam kerja, lokasi, ataupun pekerjaan yang dilakukan.

Skill yang Harus Dimiliki Freelancer

Setelah memahami apa itu freelancer, selanjutnya kita akan bahas kemampuan yang harus dimiliki freelancer. Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang freelancer, maka sebelum kamu memulai untuk mencari pekerjaan freelance, pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan serta memiliki beberapa skill dasar seperti:

1. Memiliki Skill atau Keahlian Tertentu

Skill dalam bidang tertentu merupakan dasar untuk bisa menjadi seorang freelancer. Keahlian ini lah yang akan menjadi daya tarik dan juga daya jual terhadap client. Semakin tinggi skill seorang freelancer maka semakin tinggi daya jual nya jika hendak melakukan kerjasama dengan klien dalam sebuah proyek

2. Cepat Beradaptasi

Menjadi seorang freelancer dituntut agar dapat beradaptasi dengan cepat. Karena dalam proyek yang diberikan dituntut untuk bekerja dengan cepat dan tepat dibawah tekanan.

Proyek yang ditangani juga akan bervariasi tergantung industrinya, karena itulah para pelaku freelancer dituntut cepat beradaptasi agar proyek dapat berjalan dengan lancar

3. Komitmen dan Profesionalitas Kerja

Seorang freelancer harus dapat menentukan sendiri waktu untuk mengerjakan proyek. pastikan proyek yang berjalan tidak mengganggu proyek atau aktivitas lainnya sehingga dapat selesai tepat waktu.

Cara Kerja Freelance

Ada beberapa perusahaan atau client yang lebih memilih untuk mempekerjakan pekerja lepas di bandingkan merekrut karyawan. biasanya mereka membuka lowongan baik itu via media sosial ataupun situs-situs semacam projects..co.id, sribulancer, fastwork ataupun fiverr.

Untuk menggunakan website-website tersebut kita bisa mendaftar sebagai client atau freelancer. nantinya client akan membuat job dengan mengisi judul, kategori pekerjaan, deskripsi pekerjaan dan juga gaji yang ditawarkan.

Setelah itu para freelancer akan melamar pada job tersebut dengan melampirkan portopolio mereka dsb. Client tinggal memilih siapa yang akan direkrut. Setelah client mendapatkan freelancer yang cocok, biasanya akan terjadi nego berupa detail pekerjaan, bidding harga dll.

Pihak website berperan sebagai pihak ketiga yang menjembatani client dan freelancer. Client akan membayarkan sejumlah uang yang disimpan dan baru akan dibayarkan pada freelancer setelah pekerjaan selesai dengan potongan tertentu.

Dengan cara seperti itu, semua pihak diuntungkan dan kecil kemungkinan terjadinya kasus penipuan ataupun kasu fee proyek kerjaan yang tidak dibayarkan.

Contoh Pekerjaan Freelancer

Sebenarnya, contoh pekerjaan freelance sangat banyak. Berikut ini beberapa contoh bidang yang biasa digeluti atau dikerjakan oleh tenaga freelance:

  • Content Writer
  • Ghostwriter
  • Desain (logo, website, produk, dll)
  • Konsultan Bisnis
  • Proofreader
  • Barista
  • Fotografer
  • Data Entry & Data Mining
  • Jasa Penerjemahan
  • Jasa Digital Marketing
  • Pemandu Wisata
  • Guru Les Privat, dll.

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan menjadi freelancer:

Kelebihan Freelancer

Beberapa kelebihannya, yaitu:

1. Tidak Terikat Jam Kerja

Pekerjaan freelance dinilai bukan dari kehadiran absensi kantor, namun dari hasilnya. Faktor ini membuat pekerjaan freelance sangat cocok bagi orang yang memiliki kendala waktu namun tetap dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

2. Bebas Lokasi Bekerja

Menjadi freelance juga memiliki keuntungan tidak diwajibkan hadir di kantor. Faktor ini membuat pekerjaan freelance cocok untuk mereka yang ingin menghindari macetnya jalanan, ataupun untuk mereka yang ingin melakukan pekerjaan remote antar kota ataupun negara.

3. Pendapatan

Hasil gaji yang didapat oleh seorang pekerja freelancer bersifat fluktuatif atau tidak fix. Pendapatan yang dihasilkan akan tergantung dari jumlah proyek yang dikerjakan. Ini membuat freelancer dapat mengatur apakah ingin mendapatkan pendapatan lebih atau tidak setiap bulanya.

4. Prospektif

Banyak perusahaan yang saat ini membutuhkan freelancer, ini terbukti dengan banyaknya situs penyedia jasa freelance yang muncul saat ini. Jadi bisa dikatakan bahwa kesempatan untuk menjadi seorang freelancer sangat tinggi.

Kekurangan Freelancer

Sedangkan kekurangannya yaitu

1. Fasilitas Pendukung

Karena tidak memiliki perusahaan tetap, maka seorang freelancer biasanya tidak memiliki asuransi, atau fasilitas kantor lainya.

2. Hilangnya Inspirasi

Dengan banyak proyek dari berbagai industri, bukan tidak mungkin seorang freelancer akan kehilangan inspirasi di pekerjaanya. Ini akan lebih sering terjadi untuk mereka yang di industri kreatif seperti content writer, atau web developer.

3. Sulit bersosialisasi

Karena tidak memiliki perusahaan yang tetap dan tidak diwajibkan pergi ke kantor, biasanya freelancer akan kesulitan bersosialisasi dan sulit untuk memiliki teman.

Status sosial, bagi sebagian orang khususnya generasi diatas tahun 80-an, jabatan dan pekerjaan yang settle di satu perusahaan merupakan keharusan. Ini sering menimbulkan kesalahpahaman bahwa freelancer adalah seorang pengangguran.

Kesimpulan

Orang yang melakukan pekerjaan freelance (tenaga lepas) disebut dengan freelancer (pekerja lepas). Mereka dbekerja dimanapun dan kapanpun baik itu di rumah, cafe atau tempat lain tanpa harus datang ke kantor, berpakaian formal, datang jam 7 pulang jam 4 dll. Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu freelancer. Semoga bermanfaat!

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button