Tugas Seorang Web Designer yang Perlu Kamu Ketahui

Teknatekno.com – Tugas utama seorang web designer yaitu merancang layout secara visual kemudian menyalurkan setiap ide-ide kreatifnya pada setiap elemen baik pemilihan warna, font, gambar dan lain sebagainya untuk suatu web yang akan di rancang.

Maka dari itu seorang web designer dituntut harus memiliki kreatifitas serta cerdas secara teknis, sebab kreativitas dan kecerdasan merekalah yang akan digunakan untuk mendesain suatu web nantinya.

Dua hal tersebut sangatlah berguna ketika membuat sebuah web. Bukan hanya mudah dalam proses pengaksesan namun juga bisa menarik perhatian para pengunjung.

Tugas Seorang Web Designer

Dalam mendesain suatu halaman web, seorang web designer juga dituntut harus memiliki nilai estetika yang bagus. Mereka harus pandai memadukan berbagai macam warna sesuai dengan tujuan laman webite yang akan dibuat.

Misalkan mereka akan membuat laman web untuk anak-anak, maka mereka harus menyesuaikan warna, font serta gambar yang mencerminkan dunia anak-anak. Disamping itu, desain struktur dan layout yang dibuat web designer tidak boleh rumit dan tentunya mudah diakses oleh pengunjung anak-anak.

Untuk lebih jelasnya lagi, berikut tugas-tugas yang harus dikerjakan seorang web designer:

1. Merancang Konsep untuk Layout

Tahap pertama yang dilakukan oleh web designer yaitu membuat suatu rancangan layout untuk website. Rancangan layout tersebut nantinya akan memiliki bentuk bermacam-macam.

Ada web designer yang merancang wireframe dengan cara mencoret-coret diatas kertas terlebih dahulu, ada yang hanya dengan membayangkannya saja sudah mampu untuk merealisasikannya menggunakan aplikasi edit Photoshop, dan ada juga yang langsung membuatnya di browser.

2. Merancang Layout dalam Bentuk Visual

Setelah mendapatkan gambaran rancangan yang akan dibuat, proses selanjutnya adalah merealisasikan rancangan tersebut. Seperti yang sudah disinggung pada proses sebelumnya, merealisasikan bentuk visual dari rancangan salah satunya dapat menggunakan aplikasi edit seperti Photoshop, Firework, ataupun Gimp.

Pada tahap ini seorang web designer dapat memberikan ide-ide kreatifnya terkait setiap elemen yang akan ditambahkan pada website, seperti pemberian font, warna, gambar dan lain sebagainya.

Seorang web designer tidak hanya memberikan ide kreatif secara asal berdasarkan estetikanya saja, namun dalam pemilihan setiap elemen tentunya mereka harus memiliki penjelasan yang terperinci dalam rancangannya.

3. Konversi Layout Visual ke HTML dan CSS

Proses selanjutnya yaitu untuk mengkonversi layout visual dalam bentuk HTML dan CSS sehingga nantinya dapat dijalankan dengan baik di mesin pencarian browser. Karena desain visual saja tidak cukup, maka dari itu rancangan yang telah dibuat harus dapat berfungsi dan bisa berjalan dengan baik.

Proses ini dikenal juga dengan sebutan slicing, karena hampir semua desain web dibuat menggunakan Photoshop. Web designer nantinya akan memotong-motong rancangan desain visual menjadi suatu potongan gambar-gambar.

Hal ini untuk mengantisipasi kapasitas gambar yang akan digunakan tidak terlalu besar pada website yang akan dibuat, disamping itu fungsi lain pemotongan gambar agar web designer dapat menentukan bagian yang nantinya dapat dibuat dinamis juga statis.

4. Membuat Susunan Markup (HTML)

Selanjutnya adalah proses untuk mengatur tata letak suatu elemen yang telah dimasukkan ke dalam web sesuai dengan rancangan visual yang telah jadi sebelumnya. Pada proses ini web designer membutuhkan kemampuan mengetahui bahasa markup, berupa HTML (Hypertext Markup Language).

Seorang Web Designer harus mengerti tentang HTML, sebab desain yang mereka buat pada akhirnya akan terbuka pada layar monitor menggunakan web pencarian browser, sehingga mereka memiliki tanggung jawab agar desain tersebut nantinya bisa ditampilkan dengan baik pada platform tersebut.

Seiring berkembangnya zaman, mesin pencarian juga semakin bertambah sehingga seorang web designer juga harus memperhatikan kompatibilitas tampilan desain mereka diberbagai mesin pencarian pilihan para pengunjung.

Markup HTML hanya memberikan penampilan yang standar bagi sebuah web, sehingga web designer memerlukan CSS (Cascading Stylesheet) untuk menambah estetika tampilan bahasa markup tersebut.

Melalui CSS inilah web designer dapat mengatur elemen-elemen yang diperlukannya seperti layout, kolom, warna, font dan lain sebagainya. Proses ini sendiri memiliki tujuan akhir untuk membuat tampilan pada browser dengan format HTML dan CSS akan sama dengan desain visual dari Photoshop.

5. Memberi Efek yang Perlu di Tambahkan

Contoh efek yang perlu ditambahkan pada tampilan website yaitu seperti waktu delay sebuah slide show, tentunya para pengguna akan merasa tidak nyaman dengan waktu jeda yang lama pada tampilan pergantian slide.

Selain itu ada juga istilah seperti fluid layout yang meruoakan versi mobile dari tampilan web yang dibuat. Beberapa hal kecil ini sangat penting untuk diperhatikan oleh web designer demi kenyamanan para pengguna saat website sedang dijalankan.

6. Mengecek Kode sudah Benar (Validation)

Proses validasi ini menuntut para web designer untuk memperhatikan kualitas kode yang dimasukkan. Kode bahasa HTML yang telah dimasukkan setidaknya harus divakidasi terlebih dahulu menggunakan tools semacam W3 validator, sehingga kedepannya penampilan web terhindar dari masalah gagal menampilkan desain tampilan.

7. Revisi atau Update (Version control/GIT)

Suatu website yang dibuat tentunya tidak selalu akan berakhir dengan sempurna atau terhindar dari suatu kesalahan. Ketika permasalahan tersebut datang maka tugas seorang web designer adalah membetulkan kembali desain tampilan web tersebut.

Ada salah satu langkah mudah dalam bentuk collaboration antara web programmer dan web designer dimana mereka akan membentu suatu tim yang menggunakan software semacam Git, sehingga beberapa perubahan yang dilakukan oleh web designer nantinya akan di push menggunakan software tersebut.

Fungsinya sendiri ketika terjadi kesalan yang memerlukan proses pengulangan nantinya tidak akan sulit mengelolanya kembali. Oleh karena itu seorang web designer juga perlu mengetahui cara pengoperasion software tersebut.

Saat desain tampilan web telah berubah menjadi sebuah template HTML dan CSS dengan lengkap beserta efek tambahan yang digunakan seperti dropdown menu dan slideshow.

Maka tahap selanjutnya akan dilanjutkan oleh web developer untuk diubah menjadi website dinamis yang tadinya hanya berupa beberapa halaman HTML menjadi website yang memiliki skala besar.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai tugas-tugas seorang web designer. Web designer harus memiliki kreativitas dan kecerdasan. Karena dua hal ini sangatlah berguna ketika membuat sebuah web. Selain mudah diakses, diharapkan juga bisa menarik perhatian para pengunjung. Semoga bermanfaat!

Related Articles

Back to top button