Kenali Berbagai Jenis Influencer di Dunia Marketing

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas berbagai jenis influencer di dalam dunia marketing. Influencer adalah perseorangan atau sekelompok orang yang mampu mempengaruhi persepsi atau preferensi masyarakat terhadap brand yang ditandai dengan banyaknya audiens yang dimilikinya.

Berbagai Jenis Influencer

Berikut ini berbagai jenis influencer yang terbagi berdasarkan jumlah followers dan berdasarkan platform media sosial.

Jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Followers

Berikut ini jenis influencer berdasarkan jumlah followers yang dimiliki:

1. Mega Influencer

Mega influencer adalah influencer yang memiliki jumlah pengikut yang besar di platform media sosial mereka. Setidaknya pengikutnya mencapai lebih dari 1 juta followers. Kebanyakan influencer ini biasanya berasal dari selebriti, olahragawan, musisi, bintang film dan sebagainya.

Namun, brand harus mengetahui bahwa terkadang tidak mudah bekerja sama dengan mega influencer ini lantaran biasanya biaya yang dipatok cukup besar, bisa sampai Rp 16 juta untuk satu postingan. Mega influencer juga terbilang lebih selektif dalam memilih rekan bisnisnya.

2. Macro Influencer

Keberadaan macro influencer ini satu tingkat di bawah mega influencer. Biasanya mereka memiliki jumlah follower mencapai 40 ribu hingga 1 juta dalam satu media sosial.

Biasanya, influencer macro berasal dari dua tipe kalangan yakni selebriti yang belum mencapai puncak karier dan pakar daring yang telah sukses membangun followers yang signifikan.

Keberadaan macro influencer ini bisa dibilang lebih banyak jumlahnya dari mega influencer. Mereka sendiri biasanya lebih bersahabat untuk diajak kerja sama oleh brand.

Meski begitu sebelum mengajukan kerjasama, pastikan kamu menganalisa apakah followers yang mereka miliki adalah palsu atau bukan. Pasalnya, tidak jarang macro influencer menggunakan banyak follower palsu.

3. Micro Influencer

Micro influencer adalah orang biasa yang telah dikenal karena pengetahuan mereka dalam niche tertentu. Nah, biasanya followers mereka berasal audiens pada niche tersebut. Umumnya micro influencer ini memiliki jumlah pengikut antara 1.000 hingga 40 ribu pengikut.

Dengan jumlah ini biasanya micro influencer tidak merasa mereka adalah orang yang berpengaruh sampai suatu merek mengajak bekerja sama. Bahkan micro influencer ini terkadang mempromosikan merek secara gratis.

4. Nano Influencer

Tipe influencer terbaru yang mendapat pengakuan adalah influencer nano. Tipe influencer ini memiliki sedikit pengikut, tetapi mereka ahli dalam bidang yang tidak jelas atau sangat terspesialisasi.

Biasanya mereka memiliki followers kurang dari 1.000 pengikut. Tapi jangan salah, pengikut mereka adalah orang yang tertarik dengan influencer nano dan mendengarkan pendapatnya.

Lantaran sedikit pengikut inilah, nano influencer terkadang tidak dianggap penting oleh merek meski harganya murah, terkecuali merek yang memiliki kekhususan tertentu di bidang yang sama.

Sementara, bila dilihat dari jenis konten yang dihasilkan, influencer dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis seperti influencer Youtube, Instagram, Tik Tok, Facebook, Twitter atau Podcaster.

Jenis Influencer Berdasarkan Platform Media Sosial

Jika di atas adalah jenis influencer berdasarkan jumlah followers, maka di bagian ini adalah berdasarkan platform yang digunakan oleh para influencer tersebut.

1. Blogger

Jenis influencer yang satu ini sudah lebih dahulu dikenal di kalangan penulis blog atau pembaca blog secara umum. Tulisan mereka dicari berdasarkan kata kunci yang disematkan di dalam setiap posnya.

Blogger adalah seseorang yang memiliki dan/atau mengelola sebuah blog. Cukup banyak blog yang digunakan atau difokuskan untuk melakukan ulasan/review tentang suatu produk, misalnya gawai terbaru atau skincare.

Ulasan yang ditulis di sebuah blog bisa dibilang lebih lengkap dan panjang, hingga pembaca mendapatkan informasi lebih jelas daripada jika didapatkan di media sosial lain.

Jika blogger tersebut memiliki pembaca setia cukup banyak, mudah bagi blogger untuk merekomendasikan sebuah produk berdasarkan gaya tulisan dan arahan klien dan menarik minat pembaca untuk mencoba membeli dan menggunakan produk tersebut.

Jumlah pembaca sebuah blog berpengaruh terhadap keberhasilan kampanye sebuah produk hingga ke tahap pemasarannya.

2. Influencer YouTube

Lebih dikenal dengan istilah YouTuber, para influencer yang memiliki pelanggan/subscriber setia ini selalu membuat konten dalam bentuk video tentang sebuah informasi, termasuk ulasan produk.

Berbeda dengan blogger yang menulis sebuah informasi atau ulasan produk di sebuah blog, YouTuber mengulas sesuatu dalam bentuk video.

Awalnya, istilah yang disematkan kepada mereka adalah vlogger alias video blogger. Peran influencer YouTube atau YouTuber in terlihat signifikan, terutama seiring perkembangan teknologi dunia digital seperti sekarang ini.

Alasannya adalah karena lebih dari 90% pengguna internet mengenal suatu produk baru melalui video yang diunggah di platform YouTube. Dari sebuah video, para penonton bisa melihat dengan jelas bagaimana gambaran produk yang sedang diulas oleh YouTuber tersebut.

3. Influencer Instagram

Istilah yang lebih akrab atau sering didengar untuk seorang influencer Instagram adalah selebgram atau selebritas Instagram. Biasanya merujuk pada seorang publik figure yang menggunakan platform Instagram untuk merekam aneka kegiatannya, termasuk mengulas sebuah produk.

Instagram terhitung potensial untuk menyasar pasar di Indonesia karena negara kita ini menempati urutan keempat dengan jumlah 59 juta pengguna Instagram terbanyak di dunia.

Data tersebut bisa menjadi andalan para pemilik bisnis atau perusahaan untuk menggandeng para selebgram atau influencer Instagram dalam berkampanye atau mempromosikan produk.

4. Influencer TikTok

Tidak jauh berbeda dengan YouTuber dan selebgram, influencer TikTok atau biasa disebut creators memiliki fans dan followers setia yang mengikuti setiap konten terbaru muncul di beranda.

Algoritma TikTok diprogram untuk menilai video yang kamu sukai dan bagikan. Kemudian, algoritma itu mulai menghitung jam menonton, jumlah loves, termasuk ketika video tersebut dibagikan oleh para penggunanya.

Jumlah pengguna TikTok saat ini lebih dari satu miliar. Hal ini memungkinkan siapa saja bisa mengakses video yang diunggah di TikTok dan kesempatan untuk mendapatkan uang dari unggahan tersebut pun makin luas.

Para creators dengan jumlah pengikut signifikan di TikTok bisa menjadi influencer yang dapat kamu ajak kerja sama karena kesempatanmu meluaskan pangsa pasar bisa terbuka lebar.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai berbagai jenis influencer yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu berdasarkan jumlah followersnya dan satu lagi berdasarkan platform media sosial yang digunakan para influencer. Semoga bermanfaat!

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button