Pengertian Perizinan Usaha, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini kami akan membahas tentang pengertian perizinan usaha serta manfaat dan jenis-jenisnya. Selain modal dan pelaku usaha, suatu perusahaan juga membutuhkan beberapa dokumen penting atau surat izin agar bisa terdaftar sebagai badan usaha yang sah.

Sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Setelah pelaku usaha memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan, maka dikeluarkan persetujuan untuk memulai dan menjalankan usaha yang dituangkan dalam bentuk surat atau keputusan.

Memahami Apa Itu Pengertian Perizinan Usaha

Memahami Pengertian Perizinan Usaha

Pengertian perizinan usaha adalah memberikan legitimasi kepada seseorang, pelaku usaha, atau kegiatan. Tertentu, baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha. Karena syarat utama untuk dapat mendirikan usaha adalah mendapatkan pengakuan dari regulator atau pemerintah.

Hal ini disebabkan karena badan usaha yang bersangkutan perlu dipastikan, baik itu badan usaha PT atau CV atau orang, sah dan dapat menjalankan usaha secara sah berdasarkan izin-izin yang diberikan oleh pihak yang berwenang kepada para pelaku usaha.

Pentingnya Memiliki Perizinan Usaha

Mengapa izin usaha diperlukan? Banyak pemilik bisnis percaya itu tidak penting. Pemilik usaha kecil dan menengah-kecil sering membuat asumsi ini.

Penyebab utamanya adalah kendala birokrasi untuk mengurus izin usahanya. Maraknya pungutan liar dari oknum pemerintah daerah serta biaya yang mahal.

Kenyataannya, korprasi dan organisasi lain akan menganggap bisnis kamu sah di mata hukum jika kamu memiliki izin usaha. Tentu saja, kepercayaan pemilik usaha akan lebih ditingkatkan dengan memiliki izin usaha.

Ketika kredibilitas usaha kamu juga sudah terpercaya, maka masyarakat tidak akan ragu untuk memilih produk barang ataupun jasa kamu.

Manfaat Mengurus Perizinan Usaha

Setelah memahami pengertian perizinan usaha, ternyata banyak manfaat yang diperoleh jika perusahaan memiliki perizinan usaha. Beberapa manfaat diantaranya yaitu:

1. Kepastian Hukum

Perusahaan akan mendapat jaminan dari badan hukum jika terjadi sesuatu yang merugikan perusahaan dengan memiliki izin usaha. Baik dari segi bisnis maupun hukum.

Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki lisensi yang diperlukan, maka secara hukum diizinkan untuk menuntut atau membela apa yang menjadi haknya secara hukum di perusahaan atas ketidaksepakatan dengan pihak lain.

2. Kredibilitas Perusahaan Meningkat

Hal lain yang juga salah satu manfaat jika mengurus izin usaha adalah meningkatnya kredibilitas perusahaan. Dengan kata lain, jika perusahaan membutuhkan dana sebagai tambahan pengembangan usaha.

Fakta bahwa perusahaan sudah memiliki izin yang lengkap akan menjadi faktor pendukung untuk mempertimbangkan layak tidaknya suatu perusahaan untuk dapat melikuidasi pinjaman yang diberikan.

3. Dapat Mengikuti Lelang atau Tender Dalam Proyek

Jika perusahaan menawarkan jasa konstruksi atau sejenisnya. Kemampuan mengikuti pelelangan atau tender akan dibantu oleh izin usaha. Pasalnya, salah satu syarat utamanya adalah perusahaan harus memiliki izin terkait, seperti NIB, SIUJK, NPWP, dan laporan keuangan tiga tahun berturut-turut, untuk memenuhi syarat tender.

Jenis-Jenis Izin Usaha yang Ada di Indonesia

Jenis-Jenis Perizinan Usaha yang Ada di Indonesia

Ada banyak jenis perizinan usaha yang ada di Indonesia, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Izin Usaha Industri (SIUI), dan Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK).

Tiap izin usaha memiliki fungsi yang berbeda-beda dan beberapa diantaranya diperuntukkan untuk perusahaan dengan bidang usaha tertentu sesuai dengan ketentuannya. Berikut penjelasannya:

A. Perizinan Usaha Umum

Berikut ini adalah perizinan usaha secara umum:

1. Nomor Induk Berusaha (NIB)

NIB memiliki tujuan yang serupa dengan nomor KTP bagi penduduk Indonesia. Perbedaannya adalah bahwa NIB perusahaan bertindak sebagai nomor uniknya. NIB berfungsi sebagai TDP (Tanda Daftar Perusahaan), API (Import Identification Number), dan nomor akses pabean untuk importir dan eksportir.

2. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)

Surat Keterangan Domisili Perusahaan juga diperlukan untuk melengkapi catatan legalitas perusahaan. Dokumen ini berfungsi sebagai sertifikat tempat tinggal badan usaha yang berjalan. Setelah badan usaha tersebut menerima akta pendiriannya, kelengkapannya dapat diurus dan diserahkan.

Sama halnya dengan Izin Tempat Usaha, SKDP juga memiliki jangka waktu. Perpanjangan SKDP untuk kantor virtual adalah setahun sekali, tetapi perusahaan gedung perkantoran bersama biasanya membutuhkan SKDP setiap lima tahun.

3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Salah satu kebutuhan penting bagi sebuah bisnis yang ingin menyelesaikan administrasi administrasi untuk badan hukum adalah Nomor Pokok Wajib Pajak.

Setelah menerima NPWP, bisnis kamu akan terdaftar secara resmi di sistem perpajakan Indonesia, memungkinkan kamu untuk sepenuhnya menggunakan hak dan kewajiban perpajakan kamu.

Kamu hanya perlu mengurus dokumen NPWP dengan mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah tempat usaha kamu berada.

4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari pemerintah untuk melakukan usaha. komoditas dan jasa yang diperdagangkan. Selain itu, pemilik usaha yang saat ini memiliki SIUP dapat mengikuti berbagai tender dan lelang pemerintah dan swasta.

5. Izin Usaha Dagang (UD)

Surat Izin UD (Usaha Dagang) adalah surat yang diberikan kepada perseorangan untuk melaksanakan usaha dagang.

Surat Izin Usaha Dagang ini berbeda dengan PT, yang kepemilikannya hanya dikelola oleh perseorangan saja. Meskipun begitu, kamu tetap membutuhkan Surat Izin Usaha Dagang ini sebagai bukti legalitas usaha kamu.

6. Surat Izin Prinsip

Pemerintah Daerah (Pemda) menerbitkan Izin Prinsip ini kepada perorangan atau badan usaha yang ingin membuka usaha di bidang usaha tertentu.

7. HO (Surat Izin Gangguan)

Surat Izin Gangguan, atau biasa yang disebut dengan HO (Hinder Ordonantie) adalah surat keterangan yang menyatakan tidak adanya warga sekitar yang merasa keberatan dan terganggu atas lokasi usaha yang dijalankan oleh suatu kegiatan usaha di suatu tempat.

Surat ini diterbitkan oleh Dinas Perizinan Domisili Usaha di Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota.

Contoh Perizinan Khusus Sesuai dengan Bidang Usaha Perusahaan

B. Perizinan Usaha Khusus

Berikut ini adalah perizinan usaha secara khusus:

1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Semua orang yang akan mendirikan bangunan tentu membutuhkan surat izin mendirikan bangunan (IMB). Tidak terkecuali pengusaha, IMB merupakan izin pertama yang diperlukan untuk membangun suatu bangunan untuk kegiatan perusahaan.

Tanpa izin ini, baik tanah dan bangunan luar yang digunakan untuk bisnis perusahaan adalah ilegal.

2. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)

Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK) disediakan untuk digunakan oleh bisnis konstruksi dalam menjalankan bisnisnya, dan biasanya merupakan prasyarat bagi perusahaan konstruksi untuk mengikuti tender pemerintah.

3. Surat Izin Usaha Industri (SIUI)

Surat Izin Usaha Industri diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 41/M-IND/PER/6/2008 Mengenai Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Usaha Industri. SIUI sendiri diterbitkan untuk kepentingan perusahaan industri tertentu. Biasanya perusahaan yang mengolah bahan mentah, setengah jadi hingga bahan jadi.

Mengurus Izin Usaha dengan Online Single Submission

Semenjak diberlakukannya peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2018 mengenai online single submission (OSS) yang mengatur mengenai segala perizinan usaha mulai dari NIB, SIUP dan perizinan operasional lainnya.

Hal ini juga memberikan angin segar kepada para pengusaha yang akan mendirikan perusahaan CV, PT maupun perseorangan.

Kesimpulan

Perngetian perizinan usaha memberikan legitimasi kepada seseorang, pelaku usaha, atau kegiatan. Syarat utama untuk dapat mendirikan suatu usaha adalah mendapatkan pengakuan dari regulator atau pemerintah.

Ada banyak keuntungan jika perusahaan memiliki izin usaha antara lain kepastian hukum dan peningkatan kredibilitas.

Perizinan meliputi NIB, SIUJK, NPWP, dan laporan keuangan selama tiga tahun berturut-turut. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pencarian Populer

Contoh Dokumen Legal - Contoh Legalitas Perusahaan - Contoh Surat Legalitas - Legalitas Perusahaan - Legalitas Perusahaan Pdf-

Related Articles

Back to top button