Pengertian Assembler, Manfaat dan Contohnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Pernahkah kamu mendengar istilah apa itu assembler? Berikut penjelasan mulai dari pengertian assembler, manfaat, cara kerja serta contoh assembler yang perlu kamu ketahui.

Secara umum pengertian assembler adalah satu bahasa pemrograman tingkat rendah yang dirancang untuk jenis prosesor tertentu.

Dapat memproduksinya dengan kode sumber dari bahasa pemrograman tingkat tinggi (seperti C / C ++). Tapi kita juga bisa menulis program dalam bahasa ini sendiri. Pada gilirannya, kita dapat mengubah kode assembler menjadi kode mesin dengan bantuan assembler.

Memahami Pengertian Assembler

Memahami Pengertian Assembler

Pengertian assembler adalah program yang mengubah bahasa perakitan menjadi kode mesin. Dibutuhkan perintah dan operasi dasar dari kode perakitan dan mengubahnya menjadi kode biner yang dapat dikenali oleh jenis prosesor tertentu.

Fungsi Majler mirip dengan kompiler karena mereka menghasilkan kode yang dapat dieksekusi. Assembler, di sisi lain, tidak terlalu rumit karena mereka hanya menerjemahkan kode tingkat rendah (bahasa rakitan) ke kode mesin.

Karena setiap bahasa perakitan dirancang untuk prosesor tertentu, merakit program dilakukan dengan menggunakan pemetaan satu-ke-satu sederhana dari kode perakitan ke kode mesin. Kompiler, di sisi lain, harus menerjemahkan kode sumber tingkat tinggi generik ke dalam kode mesin khusus untuk prosesor tertentu.

Sebagian besar program ditulis dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi dan dikonversi langsung ke kode mesin dengan bantuan kompiler.

Namun, dalam beberapa kasus, kode perakitan dapat digunakan untuk menyesuaikan fungsi dan memastikan mereka melakukan dengan cara tertentu. Akibatnya, IDE sering menggabungkan assembler untuk menulis program dalam bahasa tingkat tinggi dan rendah.

Manfaat Bahasa Assembler

Bahasa assembler yang merupakan bahasa pemrograman tingkat rendah yang umumnya dijadikan sebagai dasar dalam mempelajari bahasa pemrograman tinggi maupun dalamnya teknologi komputer itu sendiri.

Akibatnya, meskipun bahasa pemrograman modern lebih banyak digunakan, banyak orang masih mempelajari bahasa assembler sebagai dasar, terutama jika mereka ingin masuk ke ranah teknologi.

Bahkan dengan memahami Bahasa assembler , seseorang akan lebih tahu bagaimana data dalam memori. Selain itu, mempelajari Bahasa assembler akan memberikan banyak manfaat, termasuk:

  1. Membuat seseorang menjadi lebih paham cara OS, prosesor dan BIOS saling bekerjasama
  2. Seseorang dapat lebih mengetahui proses instruksi data dan cara prosesor menjalankan instruksi
  3. Sederhanakan tugas perangkat keras yang sulit
  4. Mengurangi kebutuhan memori
  5. Menurunkan waktu eksekusi yang dibutuhkan.
  6. Dapatkan pemahaman yang lebih jauh tentang apa yang terjadi di dalam komputer.

Cara Kerja Assembler

Cara Kerja Assembler

Berikut ini adalah beberapa cara kerja assembler yang perlu kamu ketahui:

Komputer dilengkapi dengan seperangkat instruksi dasar khusus yang sesuai dengan operasi dasar yang dapat dilakukan komputer. Misalnya, pernyataan “Load” menyebabkan prosesor memindahkan serangkaian bit dari lokasi di memori prosesor ke repositori khusus yang disebut register.

  1. Pemrogram dapat menggunakan salah satu dari instruksi assembler ini untuk membuat program.
  2. Urutan pernyataan assembler ini, yang dikenal sebagai kode sumber atau program sumber, kemudian ditentukan dalam program assembler saat kita memulai program.
  3. Program assembler menghasilkan aliran bit atau pola yang tepat untuk setiap instruksi program dalam program sumber (serangkaian nol dan satu dengan panjang tertentu).
  4. Dalam kaitannya dengan program sumber input, output program assembler disebut sebagai kode objek atau program objek. Urutan program objek dari nol dan satu juga dikenal sebagai kode mesin.
  5.  Kami kemudian dapat menjalankan program objek kapan pun kami mau.

Bahasa Assembler

Bahasa dibagi menjadi tiga kelompok berikut:

  1. Instruksi mesin.
  2. Instruksi untuk assembler.
  3. Instruksi makro.

Perbedaan Bahasa Tingkat Rendah dan Tinggi

Perbedaan Bahasa Tingkat Rendah dan Tinggi

Bahasa pemrograman ada dua macam yaitu bahasa pemrograman tingkat rendah dan bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Bahasa pemrograman tingkat rendah dan tinggi umumnya memiliki beberapa perbedaan berdasarkan aspek tertentu, seperti:

1. Kecepatan

Mengembangkan program menggunakan bahasa pemrograman tingkat rendah seringkali lebih cepat daripada membuat program dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Ingatlah bahwa sebelum menjalankan program, komputer harus terlebih dahulu menerjemahkan bahasa tingkat tinggi ke dalam bahasa manusia.

2. Konsumsi Memori

Berdasarkan konsumsi memorinya, bahasa pemrograman tingkat rendah umumnya membutuhkan konsumsi memori yang lebih sedikit sehingga lebih efisien.

Sedangkan bahasa pemrograman tingkat tinggi seringkali menggunakan lebih banyak memori. Ingatlah bahwa banyak bahasa pemrograman tingkat tinggi beroperasi pada domain runtime khusus.

3. Keramahan Penggunaan

Dalam hal keramahan penggunaan, bahasa pemrograman tingkat tinggi cenderung lebih unggul dibandingkan dengan bahasa pemrograman tingkat rendah.

Mengingat, bahasa pemrograman tingkat tinggi lebih mudah dipahami penggunaannya oleh para programmer karena pernyataannya dalam bahasa inggris. Sedangkan bahasa pemrograman tingkat rendah bisa dikatakan lebih sulit untuk dipelajari.

4. Portabilitas

Berdasarkan portabilitas atau kemampuan bahasa berbagai komputer. Bahasa pemrograman tingkat tinggi, sekali lagi, mengungguli bahasa pemrograman tingkat rendah.

Ingat bahwa bahasa pemrograman tingkat tinggi menggunakan satu kode yang dapat digunakan pada beberapa perangkat. Akibatnya, mentransfer program dari satu komputer ke komputer lain akan menjadi sederhana.

Sedangkan bahasa pemrograman tingkat rendah memiliki instruksi yang independen khusus untuk mesin tertentu, sedangkan di komputer lain mungkin tidak dapat berjalan.

5. Hubungan Bahasa dengan Perangkat Keras

Hubungan antara bahasa pemrograman dan perangkat keras komputer, sering dikenal sebagai abstraksi, bervariasi tergantung pada tingkat bahasa pemrograman.

Bahasa pemrograman tingkat rendah umumnya memiliki abstraksi yang minimal sehingga dapat berhubungan secara lancar dengan memori dan registry. Sebaliknya, bahasa pemrograman tingkat tinggi memiliki absraksi yang maksimal atau paling tinggi.

Contoh Bahasa Assembler

Berikut ini merupakan salah satu contoh bahasa pemrograman untuk mencetak huruf “A” dan menampilkan ke layar menggunakan Bahasa assembler.

Hal pertama yang dilakukan untuk mencetak dan menampilkan huruf “A” adalah dengan mengetikkan perintah atau script berikut ini di notepad:

  • ; Program untuk mencetak huruf A ke layar
  • ; By email
  • .Model small
  • .Code org 100h
  • Mulai
  • Mov ah,02
  • Mov dl,65
  • Int 21h
  • Int 20 h
  • End mulai

Jika sudah, kemudian notepad yang berisikan perintah atau script tersebut harus disimpan dengan a.asm. Adapun maksud dari masing masing komponen dalam perintah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. .Mode Small

.Mode small ini merupakan keterangan yang fungsinya sebagai mode dari program. Adapun contoh lainnya dapat berupa:

  • Small
  • Tiny
  • Dan lainnya

2. .Code Org 100 H

Maksud dari keterangan .code org 100 h adalah suatu keterangan yang menentukan alamat offset terhadap program yang akan digunakan.

Jika program yang akan digunakan adalah com maka umumnya akan selalu diawali dengan keterangan offset 100 h.

3. Mulai

Keterangan mulai merupakan penanda sebuah label. Artinya, setiap menggunakan program Bahasa assembler maka harus diawali dengan label tertentu. Adapun nanti, dengan menggunakan perintah jump atau (jmp), ini akan digunakan juga sebagai lompatan program.

4. Mov ah,02

Mov ah,02 merupakan keterangan yang menunjukkan bahwa register ah menggunakan servis 2. Atau dapat dikatakan bahwa ini identik dengan ah=2. mov ah,02 ini dapat disebut juga sebagai layanan untuk mencetak karakter tertentu.

5.Mov dl,65

Keterangan mov dl,65 artinya register dl diisi menggunakan karakter ascii 65 maupun karakter “A”.

6. Int 21h

Int merupakan singkatan dari interupsi sedangkan 21 adalah nomor. Jadi int 21h adalah interupsi nomor 21. Adapun pengerjaannya akan berdasar pada nilai layanan yang diberikan.

7. Int 20h

Int 20h adalah interupsi 20 yang fungsinya agar kontrol dapat dikembalikan ke DOS.

8. End Mulai

Keterangan “end mulai” pada perintah yang diketikan pada notepad memiliki arti sebagai penanda akhir dari program

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai assembler , mulai dari pengertian assembler, manfaat, cara kerja serta contoh assembler yang perlu kamu ketahui.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian assembler adalah program yang mengubah bahasa perakitan menjadi kode mesin. Dibutuhkan perintah dan operasi dasar dari kode perakitan dan mengubahnya menjadi kode biner yang dapat dikenali oleh jenis prosesor tertentu.

Assembler mirip dengan compiler karena mereka menghasilkan kode yang dapat dieksekusi, tetapi tidak terlalu rumit. Mereka dapat ditulis dalam bahasa tingkat tinggi dan rendah.

Related Articles

Back to top button