Pengertian Sistem Ekonomi, Jenis dan Ciri-Cirinya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang sistem ekonomi, mulai dari pengertian, fungsinya, jenis-jenis sistem ekonomi, serta ciri-ciri dari sistem ekonomi yang perlu kamu pahami.

Setiap negara memiliki cara sendiri dalam menjalankan perputaran roda perekonomian. Roda perekonomian dapat berjalan dengan adanya sistem yang mengatur hal tersebut, yaitu sistem ekonomi. Lantas, apa pengertian sistem ekonomi yang sebenarnya itu? Yuk simak artikel dibawah ini.

Apa itu Sistem Ekonomi?

Pengertian sistem ekonomi adalah suatu sistem yang dipakai oleh sebuah negara, baik itu pemerintah maupun swasta, untuk mengelola semua aktivitas perekonomian di masyarakat.

Suatu sistem perekonomian harus berlandaskan prinsip tertentu guna mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara umum.

Masing-masing negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda, tergantung situasi dan kondisi pada negara tersebut. Sistem perekonomian terbaik di suatu negara belum tentu akan memberikan hasil yang sama bila diterapkan di negara lain.

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian sistem ekonomi menurut para ahli, yaitu:

1. Menurut Dumairy (1966)

Sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur dan hubungan ekonomi antara manusia dan pembentukan kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, maka dikatakan juga bahwa sistem ekonomi tidak harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pandangan mereka, pola dan filsafat hidup di mana dia beristirahat.

2. Menurut Gilarso (1992 : 486)

Sistem ekonomi adalah cara untuk mengkoordinasikan perilaku keseluruhan masyarakat (konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagaiannya) dalam kegiatan menjaankan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagaiannya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis , dan kekacauan dapat dihindari.

3. Menurut Mc. Eachren

Sistem ekonomi dapat didefinisikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang dihasilkan. Perbedaan mendasar antara sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana sistem didirikan faktor-faktor produksi.

Dalam beberapa sistem, seorang individu mungkin tidak memiliki semua faktor produksi. Sementara di sistem lain, semua faktor ini ditahan oleh pemerintah. Sebagian besar sistem ekonomi di dunia berada di antara dua ekstrem dari sistem.

4. Menurut Chester A Bemand

Sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian itu memiliki ciri dan batas tersendiri.

5. Menurut Dumatry (1996)

Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.

6. Menurut Gregory Grossman dan M. Manu

Sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.

7. Menurut M. Hatta

Sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus berdasarkan atas asas kekeluargaan.

8. Menurut L. James Havery

Menurut L.James Havery, Sistem ekonomi adalah prosedur logis serta rasional untuk dapat merancang suatu rangkaian komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, dengan maksud untuk berguna sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

Fungsi Sistem Ekonomi

Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi memiliki peranan penting bagi perekenomian suatu negara. Secara umum, berikut ini adalah beberapa fungsi economic system tersebut:

  1. Untuk memberikan dorongan terhadap kegiatan produksi di suatu negara.
  2. Untuk mengoordinasikan segala kegiatan individu dalam kaitannya dengan perekonomian.
  3. Untuk mengatur pembagian hasil produksi ke semua anggota masyarakat sehingga kegiatan ekonomi berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.
  4. Untuk menciptakan suatu mekanisme tertentu dalam kegiatan distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan baik.

Tujuan Sistem Ekonomi

Berikut ini tujuan adanya sistem ekonomi bagi perekenomian suatu negara:

  1. Meningkatkan suatu kemakmakmuran dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
  2. Meratakan suatu distribusi pendapatan di berbagai golongan.
  3. Meningkatkan sebuah pertumbuhan dan kestabilitas ekonomi.
  4. Memperluas sebuah lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran.
  5. Menentukan berbagai jenis, jumlah, dan cara atau teknik menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat.
  6. Mengalokasikan suatu Produk Nasional Bruto (PNB) untuk konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat, menggantikan stok modal, dan investasi.
  7. Mendistribusikan Pendapatan Nasional (PN) diantara para anggota masyarakat sebagai upah atau gaji, keuntungan perusahaan, bunga, dan sewa.
  8. Memelihara dan juga meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi dengan luar negeri.

Ciri-Ciri Umum Sistem Ekonomi

Berikut ini beberapa ciri umum sistem ekonomi yang perlu kamu ketahui:

  1. Aktivitas ekonominya yang dianggap sebagai kegiatan gotong-royong atau bersama-sama, dengan mengedepankan unsur kekeluargaan.
  2. Berbagai cabang produksi yang akan dinilai strategis dan berpengaruh besar terhadap hajat hidup rakyat, maka harus dikuasai atau juga dikelola oleh negara demi kemakmuran rakyatnya.
  3. Prinsip berwawasan pada lingkungan dan berkelanjutan harus diterapkan pada seluruh kegiatan ekonomi.
  4. Pemerintah yang akan melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan pihak swasta.
  5. Tujuannya yaitu agar tidak terjadi praktek kecurangan, seperti pada mafia perdagangan, monopoli yang sangat merugikan rakyat dan penipuan. Dengan demikian, akan tercipta berbagai unsur keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jenis Sistem Ekonomi, Kelebihan dan Kekurangan

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Berikut ini beberapa jenis sistem ekonomi lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya:

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang hanya mengikuti tren atau tradisi yang memang sudah ada sejak lama, mulai dari produksi barang, layanan, maupun cara kerja.

Biasanya, sistem ini banyak digunakan di daerah terpencil yang terdapat di negara berkembang, yang mana aktivitas ekonomi masyarakatnya kebanyakan adalah bertani atau aktivitas tradisional lainnya.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

Terdiri atas:

  1. Masih menggunakan alat-alat produksi yang sederhana.
  2. Sangat bergantung terhadap sumber daya alam.
  3. Transaksi jual beli identik dengan perilaku masyarakat sekitar.
  4. Sering diterapkan di masyarakat pedesaan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

Terdiri atas:

  1. Tujuan sistem ekonomi ini adalah memenuhi kebutuhan hidup, bukan mencari keuntungan. Sehingga memiliki sifat kekeluargaannya yang sangat erat. Meski sifat kekeluargaan ini biasanya hanya muncul diantara orang-orang yang sudah saling mengenal dalam waktu lama. Ciri-ciri dari kentalnya sifat kekeluargaan ini adalah adanya fenomena hutang piutang. Karena masing-masing anggota yang terlibat merasa bahwa batasan-batasan antara mereka bias sehingga fenomena utang piutang kemudian muncul.
  2. Jarang terjadi kecurangan atau saling menjegal demi keuntungan salah satu pihak. Karena memiliki sifat kekeluargaan, ancaman persaingan tidak sehat juga dapat ditekan seminimal mungkin terhadap berbagai jenis-jenis badan usaha yang ada. Persaingan tidak sehat merupakan sebuah tindakan yang dapat merugikan banyak pihak. Namun, karena kegiatan produksi di dalam sistem ekonomi tradisional sangat terbatas, persaingan tidak sehat pun dapat dihindari keberadaannya.
  3. Rendahnya tingkat kesenjangan ekonomi karena pendapatan antar individu cukup merata
    Pemerintah sekadar menjadi pengawas saja dan tidak melakukan monopoli.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Terdiri atas:

  1. Sulit diprediksinya kualitas dan kuantitas produksi sehingga akhirnya dilakukan standarisasi karena mengandalkan hasil alam.
  2. Efektivitas Kerja Rendah sebab tidak adanya struktur kerja yang jelas sehingga segala aktivitas yang dilakukan tidak terkontrol dan terevaluasi dengan baik. Tidak hanya itu, efektivitas kerja juga memiliki dampak yang cukup besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dimana jika efektifitasnya rendah maka dapat diartikan tingkat kesejahteraan masyarakat disana juga rendah, hal ini berlaku sebaliknya.
  3. Pertumbuhan ekonomi berlangsung dengan sangat lambat, sebab berbeda dengan sistem ekonomi liberal, sistem ekonomi tradisional berjalan apa adanya sehingga tidak inovatif dan cenderung tidak berkembang. Hal ini juga turut terjadi karena pola pikir masyarakat di sistem ekonomi tradisional yang umumnya sulit menerima perubahan.

Sistem Ekonomi Komando

2. Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando memiliki sistem yang terpusat, dan terdominasi. Sebagian besar sistemnya akan dikendalikan oleh pemerintah yang terlibat dalam proses produksi mulai dari peralatan hingga ke fasilitasnya.

Faktor dominasi sendiri jelas terlihat pada sumber daya berharga, karena sesuatu yang mampu menghasilkan keuntungan terbesar akan dikuasai oleh pemerintah dan sumber daya lainnya akan dikelola oleh rakyat.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Komando

Terdiri atas:

  1. Peraturan ekonomi diatur oleh pemerintah.
  2. Hampir semua jenis pekerjaan di bawah aturan pemerintah.
  3. Harga dari suatu produk juga ditentukan oleh pemerintah.

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando

Terdiri atas:

  1. Pemerintah mudah melakukan pengawasan dan pengendalian harga barang di pasar, saat terjadi masalah akan lebih mudah diatasi karena pemerintah memiliki semua data terkait perekonomian.
  2. Pemerintah dapat mengendalikan berbagai permasalahan ekonomi seperti tingginya pengangguran, kemiskinan, inflasi, dan lain-lain sebab ia berperan sebagai pengontrol. Ia juga dapat menjaga kondisi ekonomi lebih stabil karena semua dijalankan berdasarkan desainnya.
  3. Tidak terjadi kesenjangan sebab semua masyarakat memiliki kondisi ekonomi yang relatif stabil.
  4. Pemerataan pendapatan dapat tercapai dan lebih jarang mengalami krisis ekonomi Karena kesenjangan pendapatan, pengangguran, inflasi dapat ditangani dengan lebih baik, alhasil negara penganut sistem ini jarang mengalami krisis.
  5. Mudah dikontrol aktivitas ekonominya tak hanya pada produksi, tapi juga distribusi, dan konsumsi karena pemerintah paham betul tentang arus barang dan jasa.

Kekurangan Sistem Ekonomi Komando

Terdiri atas:

  1. Hak individu tidak diakui, karenanya meski seseorang memiliki kreativitas, hal ini tidak diperbolehkan. Pemerintah memonopoli perekonomian hingga kemudian pihak lain tidak diberikan kesempatan untuk ikut terlibat. Hal ini amat merugikan warga untuk meningkatkan kapasitas dirinya.
  2. Pertumbuhan ekonomi cenderung lambat, meski pemerataan pendapatan bisa dicapai, tetapi bila ditilik secara global, perkembangan ekonomi cenderung lebih lambat. Karena perekonomian hanya dipegang oleh segelintir orang, maka kemajuan tidak kunjung dicapai.
  3. Sistem pasar tergantung oleh kualitas pemerintahannya. Bila kualitas pemerintah baik, maka bagus pula kondisi perekonomian. Tetapi, bila pemerintah tidak memiliki kualitas yang cukup tinggi, maka akan berimbas pada perekonomian. Karenanya pemerintah kemudian berupaya mencari pihak yang kompeten dalam urusan ekonomi.

3. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ini juga dikenal dengan istilah dual economy karena mengkombinasikan sistem ekonomi pasar dan komando. Hasil dari sistem campuran ini bisa sangat luar biasa karena pemerintah dan pasar bekerja sama dalam mengelola sumber daya.

Meski begitu, sistem ini juga rawan mengalami masalah khususnya saat kekuatan pemerintah meningkat. Ini bisa memicu kontrol berlebih ataupun sulitnya akses dan perekonomian yang kurang fleksibel.

Sistem ekonomi campuran memiliki karakteristik berupa pembatasan oleh negara terhadap penguasaan pihak swasta pada bidang-bidang yang strategis, yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Selain itu pemerintah juga terlibat dalam mekanisme pasar melalu berbagai kebijakan ekonomi dan kebijakan moneter. Pemerintah juga mengakui hak milik perorangan dengan catatan tidak merugikan kepentingan umum.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran

Terdiri atas:

  1. Sumber daya serta barang yang sangat berpotensi di bawah aturan dan diawasi pemerintah.
  2. Pihak swasta dapat peran dalam bidang ekonomi yang seimbang.
  3. Pemerintah membuat aturan agar menciptakan persaingan ekonomi yang sehat.

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

Terdiri atas:

  1. Fluktuasi ekonomi menjadi lebih terjaga dan stabil.
  2. Hak perekonomian individu bisa diakui serta didukung oleh pemerintah.
  3. Dalam sektor ekonomi, pihak swasta dan pemerintah dapat dibedakan secara jelas.

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Terdiri atas:

  1. Jika pihak swasta lebih mendominasi, maka bisa memunculkan terjadinya suatu monopoli.
  2. Apabila pihak pemerintah yang lebih mendominasi, maka bisa menyebabkan terjadinya etatisme.

Sistem Ekonomi Sosialis

4. Sistem Ekonomi Sosialis

Pengertian sistem ekonomi sosialis adalah sistem yang masyarakatnya memiliki kesetaraan dalam kepemilikan atas faktor-faktor produksi.

Faktor produksi dalam sistem ekonomi sosialis adalah pekerja, pengusaha, modal dan sumber daya alam dimiliki oleh masyarakat tapi pengelolaannya diatur oleh negara secara penuh. Pemerintah berperan penuh dalam mengatur distribusi dan hasil produksi.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis

Terdiri atas:

  1. Setiap alat produksi di bawah pengawasan pemerintah.
  2. Produksi, konsum, hingga distribusi sudah diatur oleh pemerintah pusat.
  3. Hak milik usaha perseorangan terbatas.

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis

Terdiri atas:

  1. Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan oleh pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
  2. Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan secara merata.
  3. Pemerintah juga dapat lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu Pemerintah juga lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.

Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis

Terdiri atas:

  1. Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu. Tidak ada kebebasan untuk mempunyai sumber daya. Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.

5. Sistem Ekonomi Pasar

Ekonomi pasar terlihat lebih identik dengan pasar bebas. Dalam sistem ini, organisasi yang dijalankan oleh masyarakatlah yang menentukan bagaimana perekonomian akan berjalan, bagaimana pasokan dihasilkan hingga tuntutan apa saja yang diperlukan.

Faktanya, tidak ada satupun negara di dunia yang menerapkan sistem ini secara penuh. Keuntungan terbesar dari sistem pasar ini adalah terpisahnya pasar dan pemerintah.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pasar

Terdiri atas:

  1. Setiap transaksi ekonomi dilakukan oleh masyarakat atau pihak swasta.
  2. Modal usaha merupakan peran yang cukup penting.
  3. Tidak ada intervensi dari pemerintah.
  4. Usaha yang dibangun dikhususkan untuk mendapatkan laba.
  5. Setiap individu diberikan kebebasan dalam membeli barang apa saja.

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar

Terdiri atas:

  1. Memupuk inisiatif dan kreasi masyarakat untuk mengatur kegiatan ekonomi.
  2. Setiap individu bebas untuk memiliki sumber daya produksi.
  3. Munculnya persaingan untuk memajukan.
  4. Barang yang dihasilkan berkualitas tinggi.
  5. Efisiensi tinggi dan efektivitas karena setiap tindakan ekonomi didasarkan pada motif profit.

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar

Terdiri atas:

  1. Kesulitan distribusi pendapatan.
  2. Ada cenderung eksploitasi buruh oleh para pemilik modal.
  3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
  4. Seringkali gejolak dalam perekonomian.

Sistem Ekonomi Liberal

6. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal adalah sebuah sebuah sistem ekonomi yang di mana semua anggota masyarakat diberikan kebebasan oleh negara untuk melakukan kegiatan ekonomi. Oleh sebab itu, sistem ekonomi yang satu ini sering juga disebut dengan istilah sistem ekonomi kapitalis.

Sistem ekonomi liberal bisa dibilang sebagai sistem ekonomi yang lebih mengutamakan untuk mendapatkan keuntungan, sehingga pengusaha akan selalu berusaha untuk selalu produktif agar keuntungan tetap terjaga.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

Terdiri atas:

  1. Pihak pemerintak memiliki keterbatasan dalam mencampuri transaksi ekonomi.
  2. Harga suatu produk lebih sering ditentukan oleh pasar bebas.
  3. Mengutamakan prinsip imbal hasil.
  4. Pelaku usaha bebas menentukan usahanya.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Terdiri atas:

  1. Mudah meningkatkan atau menumbuhkan produktivitas terhadap kualitas produk yang akan diproduksi dan dijual.
  2. Pengusaha dapat meningkatkan jiwa kreativitasnya dengan cara berinovasi terhadap produk yang diproduksi.
  3. Hanya berfokus pada keuntungan diri sendiri atau kelompok saja.
  4. Keuntungan menjadi prioritas utama, sehingga dapat dijadikan sebagai motivasi dalam membangun usaha.

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Terdiri atas:

  1. Dapat menciptakan suatu monopoli usaha, sehingga terjadi kesenjangan sosial, seperti kaya dan miskin.
  2. Persaingan usaha menjadi tidak sehat atau tidak seimbang.
  3. Ketidakstabilan dalam bidang perekonomian sering menjadi tidak stabil.

7. Sistem Ekonomi Kerakyatan (Pancasila)

Sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berlandaskan demokrasi ekonomi. Dengan kata lain, semua kegiatan ekonomi di bawah kendali setiap anggota masyarakat, sehingga kemakmuran dan kesejahteraan anggota masyarakat menjadi hal yang utama. Oleh sebab itu, sistem ekonomi ini sering disebut juga dengan nama ekonomi pancasila.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kerakyatan

Terdiri atas:

  1. Tidak adanya penguasaan suatu sumber daya alam oleh pihak-pihak tertentu.
  2. Setiap sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat ada di bawah pengawasan pemerintah.
  3. Pertumbuhan ekonomi selalu mengutamakan keadilan, sehingga menciptakan persaingan yang sehat.
  4. Konsumen mendapatkan hak perlindungan.

Kelebihan Sistem Ekonomi Kerakyatan

Terdiri atas:

  1. Setiap sumber daya dan keuangan negara yang akan digunakan melalui proses musyawarah lembaga perwakilan rakyat terlebih dahulu.
  2. Perekonomian disusun dengan cara kekeluargaan.
  3. Setiap sumber daya bumi dan air dikuasai oleh negara dengan tujuan untuk memakmurkan rakyat.

Kekurangan Sistem Ekonomi Kerakyatan

Terdiri atas:

  1. Dalam perekonomian, negara menjadi lebih dominan, sehingga bisa mematikan sektor perekonomian yang berada di luar kapasitas negara.
  2. Bisa menyebabkan terjadinya monopoli pada suatu kelompok tertentu.

Sistem Ekonomi di Indonesia

Sistem Ekonomi di Indonesia

Pada tahun 1950-an, Indonesia menganut sistem ekonomi liberal hingga paham komunisme masuk ke tanah air dan ekonomi kemudian berubah lagi menjadi ekonomi sistem sosialis.

Selanjutnya masa orde lama berganti dengan pemerintahan orde baru, bentuk perekonomian diubah lagi menjadi sistem demokrasi ekonomi karena dianggap lebih sesuai dengan citra diri Indonesia.

Tak sampai disitu, ketika orde reformasi bergulir, ekonomi Indonesia berganti lagi menjadi sistem ekonomi kerakyatan atau ekonomi pancasila.

Sistem ekonomi kerakyatan masuk ke dalam jenis sistem yang campuran. Hingga saat ini Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila yang merupakan pengembangan dari sistem campuran.

Landasan sistem ekonomi Indonesia sendiri adalah Pancasila dan UUD 1945 yang berasas kekeluargaan dan gotong royong dari, oleh, dan dan untuk rakyat di bawah kepemimpinan dan pengawasan pemerintah. Negara menguasai faktor produksi yang strategis dan menyangkut kepentingan rakyat banyak.

Pemerintahnya berperan dalam mengawasi kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pihak swasta. Wujud konkret dari konsep tersebut adalah badan usaha koperasi yang berfokus pada kesejahteraan anggota.

Selain itu, adanya perbedaan peran antara badan usaha milik negara (BUMN) dan milik swasta (BUMS) yang kemudian berperan dalam memudahkan pengawasan pemerintah. Karakteristik sistem ekonomi di Indonesia, diantaranya:

  1. Aktivitas ekonomi dianggap sebagai kegiatan bersama dengan mengedepankan unsur kekeluargaan atau disebut juga gotong-royong.
  2. Cabang produksi yang dinilai strategis sekaligus dinilai berpengaruh besar kepada hajat hidup rakyat. Maka cabang tersebut harus dikuasai atau dikelola oleh negara untuk kemakmuran rakyatnya.
  3. Menerapkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan pada seluruh kegiatan ekonomi.
  4. Pemerintah melakukan pengawasan kepada setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pihak swasta. Hal tersebut bertujuan supaya tidak terjadi praktek kecurangan, contoh: mafia perdagangan, monopoli, hingga penipuan. Dengan begitu, akan tercipta unsur keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar pengertian sistem ekonomi, jenis-jenis dan ciri-cirinya, beserta kelebihan dan juga kekurangan setiap jenis sistem ekonomi di suatu negara.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk menraih suatu tujuan.

Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi.

Related Articles

Back to top button