Pengertian Gross Margin, Fungsi, dan Contohnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Pernahkah kamu mendengar apa itu gross margin? Berikut penjelasan mulai dari pengertian gross margin, fungsi, serta contoh perhitungan gross margin yang perlu kamu ketahui.

Secara umum pengertian Gross profit margin atau margin laba kotor, juga dikenal sebagai margin kotor, adalah metrik keuangan yang menunjukkan seberapa efektif suatu perusahaan dalam mengelola operasinya.

Rasio ini adalah rasio yang menunjukkan kinerja penjualan suatu perusahaan berdasarkan efisiensi proses produksinya. Gross profit margin adalah ukuran keuangan yang berharga bagi manajer perusahaan.

Serta investor perusahaan karena ini menunjukkan efisiensi yang dapat digunakan bisnis untuk memproduksi dan menjual satu atau lebih produk sebelum biaya tambahan dikurangi.

Memahami Pengertian Gross Margin

Memahami Pengertian Gross Margin

Gross margin atau gross profit margin memiliki definisi sebagai sisa pendapatan perusahaan setelah dikurangi dengan harga pokok produksi (HPP).

Dengan kata lain, gross profit margin adalah hasil dari penjualan yang perusahaan tahan setelah seluruh biaya terbayar secara langsung terkait dengan produksi barang dan jasa yang mereka jual.

Pengertian Gross Margin Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian gross margin yang perlu kamu ketahui:

1. Pengertian Menurut Fahmi dan Kasmir

Bahwa definisi gross profit margin merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba kotor atas penjualan bersih.

Rasio ini dihitung dengan membagi laba kotor terhadap penjualan bersih. Laba kotor sendiri dihitung sebagai hasil pengurangan antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan.

Fungsi Gross Profit Margin

Fungsi Gross Profit Margin

kamu dapat melihat bahwa margin laba kotor merupakan salah satu indikator terpenting perusahaan untuk mengukur efisiensi biaya pengelolaan barang dagangan. Sederhananya, margin laba kotor ini adalah ukuran seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan dan menghasilkan laba bersih yang sehat.

Pada saat yang sama, langkah bisnis perusahaan pada masa mendatang dalam memproduksi dan menjual satu atau lebih produk perlu kamu tentukan dengan lebih baik sebelum menguranginya dengan biaya tambahan.

Sebagai salah satu gambarannya, apabila GPM perusahaan tinggi, kemungkinan kamu berada dalam posisi yang baik untuk mencapai margin laba operasi dan laba bersih yang kuat. Untuk perusahaan baru, semakin besar GPM, maka akan semakin cepat pula titik impas dan tentunya akan semakin menguntungkan bisnis.

Namun, bukan berarti bahwa margin yang tinggi itu akan selalu bernilai baik. Oleh karena itu, tak heran jika margin laba kotor menjadi standar bagi investor untuk mengidentifikasi efisiensi suatu perusahaan.

Caranya yaitu dengan melihat efektivitas efisiensi yang perusahaan capai dalam menjalankan dan mengelola bisnisnya. Berikut ini fungsi gross margin:

1. Margin dan Arus Kas

Setelah membahas mengenai pengertian dari margin laba kotor, selanjutnya kamu akan masuk pada margin dan arus kas. Perusahaan umumnya akan menanggung biaya persediaan yang signifikan untuk memproduksi setiap produk.

Ketika kamu menjual suatu stok barang dengan harga yang terbilang tinggi, maka kamu mengubah setiap unit menjadi yang yang lebih banyak dari pada yang kamu investasikan.

Pengetahuan tentang GPM dan tren penjualan dapat membantu mendorong arus kas dan meningkatkan efisiensi strategi investasi perusahaan kamu.

2. Strategi Penetapan Harga Berbasis Margin

GPM sering ditentukan oleh strategi penetapan harga. Pada umumnya penetapan harga produk berdasarkan pada harga pasar yang kompetitif. Dengan kata lain, kamu membayar harga yang sama dengan pesaing kamu sambil mendapatkan margin yang keuntungan yang sama.

Saat mencoba memasarkan produk kamu dengan cara yang meningkatkan penjualan, pengurangan margin secara tidak langsung menawarkan harga terbaik. Hal ini tentunya berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan penjualan perusahaan kamu.

Namun, hal ini juga dapat menjadi bumerang bagi perusahaan kamu apabila kompetitor mulai menurunkan harga produknya. Hal ini juga berlaku ketika semua orang mulai menurunkan margin keuntungan dengan tren penjualan yang serupa.

Oleh karena itu, kamu dapat menggunakan strategi lain dengan menetapkan harga yang lebih tinggi dari pasar untuk memaksimalkan margin. Strategi ini sering memerlukan upaya branding yang signifikan.

Contoh Perhitungan Gross Profit Margin.

Contoh Perhitungan Gross Profit Margin.

Berikut ini adalah beberapa contoh perhitungan gross margin yang perlu kamu ketahui:

1. Contoh Perhitungan Pertama yang Sederhana Untuk Mengetahui Gross Margin

Misalnya, Pt. teknatekno merupakan perusahaan yang memproduksi pakaian. Total penjualan pakaian pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 400.000.000,00 sedangkan Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah sebesar Rp. 150.000.000,00.

Dari permasalahan di atas untuk mengetahui gross profit margin Pt. teknatekno yaitu:

Menghitung laba kotor (gross profit)
Laba kotor (gross profit) = Pendapatan penjualan – Harga Pokok Penjualan

= Rp 400.000.000,00 – Rp 150.000.000,00

= Rp 250.000.000,00

Menghitung Gross Profit Margin
Gross Profit Margin = Gross : Pendapatan Penjualan

= Rp 250.000.000,00 : Rp 400.000.000,00

= 0,625

Jadi, dapat diketahui bahwa gross profit margin yang diperoleh Pt. teknatekno pada tahun 2019 adalah sebesar 0,625 atau dalam bentuk persen dapat dituliskan 62,5%.

2. Contoh Perhitungan Kedua yang Sederhana Untuk Mengetahui Gross Margin

Perusahaan teknatekno tercatat sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan tahun 2020, pendapatan total perusahaan teknatekno mencapai Rp120 miliar dengan rincian:

Penghasilan otomotif Rp107 miliar.
Jasa keuangan Rp3 miliar.
Sementara total biaya dan pengeluaran perusahaan teknatekno mencapai Rp135 miliar dengan rincian:

Biaya penjualan otomotif Rp122 miliar.
Biaya penjualan, administrasi, dan pengeluaran lain Rp10.5 miliar.
Biaya operasional, bunga, dan pengeluaran jasa keuangan lain Rp2.5 miliar.
Berapa GPM perusahaan teknatekno?

Keuntungan Kotor = Pendapatan Penjualan – Harga Pokok Penjualan

= Rp120 miliar – Rp135 miliar

= (- Rp15 miliar)

Marjin Laba Kotor = Keuntungan Kotor : Pendapatan Penjualan

= (-Rp15 miliar : Rp120 miliar)

= (-0.125%)

Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknatekno memiliki marjin laba kotor minus. Artinya, penggunaan tenaga maupun bahan baku perusahaan teknatekno belum dilakukan secara efisien.

Rendahnya marjin laba kotor menjadi indikator bahwa keadaan perusahaan teknatekno kurang baik dan dinilai belum mampu mengendalikan biaya produksi dan HPP. Pada tahap ini, perusahaan teknatekno disarankan untuk mencari dan menerapkan strategi bisnis baru agar nilai margin laba kotor meningkat.

3. Contoh Perhitungan Ketiga yang Sederhana Untuk Mengetahui Gross Margin.

Pt. rancak media adalah perusahaan yang menjual kaos kaki anak hingga dewasa. Dari hasil penjualan pada tahun 2020 tercatat bahwa total penjualan kaos kaki secara keseluruhan mencapai Rp180.000.000,00, sedangkan Harga Pokok Penjualan sebesar Rp30.000.000,00.

Berapa margin laba kotor Pt. rancak media?

Pendapatan penjualan Pt. rancak media = Rp180.000.000,00.
Harga pokok penjualan (HPP) = Rp30.000.000,00.
Keuntungan kotor = Pendapatan Penjualan – Harga Pokok Penjualan

= Rp180.000.000,00 – Rp30.000.000,00

= Rp150.000.000,00

Marjin Laba Kotor = Keuntungan Kotor : Pendapatan Penjualan

= Rp150.000.000,00 : Rp180.000.000,00

= 0.83%

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Pt. rancak media memiliki marjin laba kotor sebesar 0.83% dari sisa pendapatan setelah membayar biaya langsung yang berhubungan dengan produksi.

Sementara keuntungan kotor sebesar Rp150.000.000,00 bisa digunakan untuk membayar biaya yang berhubungan dengan aktivitas bisnis, seperti biaya operasional, utang, dividen, dan pajak.

Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa Pt. rancak media menjalankan kegiatan produksinya secara efisien. Tingginya nilai laba kotor menjadi indikator bahwa Pt. rancak media dalam keadaan baik dan sudah mampu mengendalikan biaya produksi serta HPP.

Tanya Jawab Tentang Gross Margin

Berikut ini adalah tanya jawab seputar gross margin yaitu:

1. Apa Arti Dari Gross Margin Keuntungan?

Gross margin adalah salah satu ukuran profitabilitas yang paling sering digunakan untuk menentukan seberapa menguntungkan suatu perusahaan atau kegiatan bisnis. Margin laba adalah proporsi penjualan yang diubah menjadi laba.

2. Gross Margin Yang Bagus Berapa?

Apa yang Merupakan Margin Keuntungan Gross margin yang Baik? Margin keuntungan bisnis internet dianggap sangat baik jika hasil perhitungannya lebih dari 5%. Semakin besar angka persentasenya, semakin efisien sebuah perusahaan dalam menghitung harga jual produk.

3. Kenapa Gross Margin Penting?

Secara umum, Gross margin sangat penting karena berfungsi sebagai titik awal untuk membangun laba bersih yang sehat. Ketika Anda memiliki margin laba kotor yang tinggi, Anda cenderung memiliki margin laba operasional yang tinggi dan laba bersih yang tinggi.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai, mulai dari pengertian gross margin, fungsi, serta contoh perhitungan gross margin yang perlu kamu ketahui.

Dari penjelasan diatas bisa kami simpulkan pengertian gross margin atau gross profit margin memiliki definisi sebagai sisa pendapatan perusahaan setelah dikurangi dengan harga pokok produksi (HPP). Penetapan harga produk didasarkan pada harga pasar yang kompetitif.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button