Pengertian Dividen, Jenis dan Cara Menghitung

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Pernahkah kamu mendengar apa itu dividen? Berikut penjelasan mulai dari pengertian dividen, teori, jenis-jenis serta cara menghitung dividen yang perlu kamu ketahui.

Secara umum pengertian dividen adalah salah satu bentuk keuntungan investasi. Mereka dibayarkan dari pendapatan perusahaan langsung kepada pemegang saham.

Yang dapat mencairkannya atau menginvestasikannya kembali. Biasanya, dividen sering dikenakan pajak kepada pemegang saham yang menerimanya.

Memahami Pengertian Dividen

Memahami Pengertian Dividen

Pengertian dividen secara umum bisa dimengerti proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimilikinya.

Kebijakan dividen harus memperhatikan setiap keuntungan ataupun kerugian yang diperoleh perusahaan dalam satu periode operasional usaha.

Biasanya, kebijakan dividen yang diambil oleh direksi untuk para para pemegang saham akan disimpulkan dan diumumkan dalam suatu rapat pemegang saham. Selain dari pengertian umum dividen, ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan pengertian dividen, yaitu :

  • Dalam segala bentuk, dividen harus dilakukan dengan pembagian laba secara langsung atau tidak langsung.
  • Dividen bisa dimanfaatkan untuk pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor.
  • Dividen meliputi juga pembagian atau pemberian saham bonus dan saham yang berasal dari kapitalisasi agio saham.
  • Dividen adalah pembagian laba dalam bentuk saham.
  • Dividen harus melalui pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran.
  • Dividen termasuk pula jumlah yang melebihi total setoran saham yang diterima atau diperoleh pemegang saham.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai dividen, yakni sebagai berikut:

1. Pengertian Menurut Rusdin

Menurut pendapat dari rusdin, dividen merupakan bab keuntungan yang dibagian kepada pemegang saham.

2. Pengertian Menurut Stice et al

Menurut pendapat dari Stice et al, dividen merupakan distribusi kepada pemegang saham suatu perusahaan secara proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham.

3. Pengertian Menurut Reeve dkk

Menurut pendapat dari Reeve dkk, dividen merupakan pedoman kas yang dibayarkan kepada para pemegang saham.

4. Pengertian Menurut Tangkilisan dan Hessel

Menurut pendapat dari tangkilisan dan hessel, dividen merupakan bab dari keuntungan higienis yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri, equity).

5. Pengertian Menurut Skousen et al

Menurut pendapat dari skousen et al, dividen merupakan pendistribusian keuntungan secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Teori Dividen

Teori Dividen

Berikut ini adalah beberapa teori dividen yang perlu kamu ketahui:

1. Teori Dividen Tidak Relevan

Menurut modiglani dan miller, nilai pada sebuah perusahaan tidak ditentukan dari besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.

Dengan kata lain, kapasitas sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari asetnya merupakan elemen penentu nilainya.

2. Teori The Bird in The Hand

Menurut linter dan gordon, ketika dividend payout menjadi rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan menjadi meningkat. Hal ini disebabkan oleh para investor lebih memilih dividen ketimbang capital gains.

3. Teori Perbedaan Pajak

Teori kebijakan dividen menurut litzenberger dan ramaswamy, yaitu pajak yang diberlakukan terhadap dividen dan capital gains.

Namun, para investor akan jauh lebih menyukai capital gains karena pemegang saham dapat menunda pembayaran pajak.

4. Teori Signaling Hypothesis

Ada sebuah bukti empiris yang menyebutkan bahwa jika ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan sebuah kenaikan harga saham.

Begitu juga dengan sebaliknya ini akan menjadi alasan lain mengapa para investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.

5. Teori Clientele Effect

Menurut teori ini, para pemegang saham mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap kebijakan dividen sebuah perusahaan.

Dividend payout ratio yang tinggi jauh lebih disukai oleh para investor yang butuh penghasilan saat ini. Sedangkan para investor yang tidak begitu butuh uang saat ini jauh lebih memilih jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.

Jenis-Jenis Dividen

Jenis-Jenis Dividen

Setelah memahami pengertian dari dividen, berikut ini adalah beberapa jenis dividen yang perlu kamu ketahui, di antaranya yaitu:

1. Dividen Tunai

Dividen tunai adalah dividen yang dibagikan oleh sebuah perusahaan kepada para pemegang sahamnya dalam bentuk uang tunai atau cash. Dividen jenis ini bisa dikatakan merupakan pembagian dividen yang paling sering dilakukan.

Para pemegang saham juga sangat menyukai pembagian dengan jenis dividen tunai, hal itu dikarenakan pemegang saham akan mendapat keuntungan berupa uang tunai.

Periode pembagian dividen tunai bisa dilakukan dari dua hingga empat kali per tahun, pembagian tersebut bergantung dari periodenya. Sebagai catatan, pembayaran dividen ini akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait.

2. Dividen Properti

Dividen properti atau dividen barang merupakan dividen yang didistribusikan menjadi dalam bentuk aset. Dividen ini menjadi jenis dividen yang cukup jarang dilakukan, biasanya dikarenakan proses pembagiannya yang relatif tidak mudah.

Perusahaan juga umumnya melakukan pembagian dividen dengan cara ini disebabkan karena tidak ada uang tunai. Hal itu bisa jadi karena uang tunai dari sebuah perusahaan sedang digunakan dalam investasi saham perusahaan lain atau untuk keperluan persediaan.

Apabila uang tunai yang keluar lebih dalam jumlah yang cukup banyak, dikhawatirkan akan menjadikan harga jual investasi atau persediaan turun sehingga dapat merugikan perusahaan atau para pemegang saham.

Akibatnya, pembagian dividen dari perusahaan kepada para investor atau pemegang sahamnya kemudian coba dilakukan ke dalam pembagian bentuk aset.

3. Dividen Likuidasi

Pada dasarnya, dividen likuidasi adalah dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham yang berupa sebagian laba dan sebagian pengembalian modal.

Perusahaan yang akan memberikan dividen likuidasi umumnya merupakan perusahaan yang memiliki rencana untuk menghentikan perusahaanya seperti joint venture atau perusahaan sedang mengalami kebangkrutan.

Ketika perusahaan mengalami kebangkrutan dan masih memiliki sisa kekayaan, maka sisa kekayaan tersebut akan dibagikan kepada pemilik saham.

Sebagai catatan, pembayaran dividen ini akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait.

4. Dividen Janji Hutang

Dividen janji hutang atau biasa disebut dividen skrip adalah dividen yang dibagikan dari perusahaan kepada pemegang saham berupa surat janji hutang.

Dalam jenis dividen ini, perusahaan berjanji kepada pemegang sahamnya bahwa ia akan membayar dividen pada waktu tertentu.

Pembagian dividen ini juga biasanya karena perusahaan sedang tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk membayar dividen para pemegang saham. Maka dari itu, surat janji hutang atau skrip dibuat sebagai jaminan pelunasan dividen kepada para pemilik saham.

Prosedur Pembayaran Dividen

Prosedur Pembayaran Dividen

Pengumuman emiten dan dividen yang akan dibayarkan pada pemegang saham disebut dengan tanggal pengumuman dividen. Menurut Sinuraya (1999), rincian tanggal yang diperhatikan dalam pembayaran dividen, antara lain:

1. Tanggal Pengumuman

Tanggal pengumuman merupakan tanggal yang secara resmi diumumkan oleh emiten ihwal bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan.

Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Isi pengumuman tersebut memberikan hal-hal yang dianggap penting menyerupai tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, besarnya dividen kas per lembar.

2. Tanggal Pencatatan

Tanggal pencatatan merupakan tanggal dimana perusahaan melaksanakan pencatatan nama para pemegang saham. Pemegang saham yang terdaftar diberikan hak sedangkan pemegang saham yang tidak terdaftar tidak diberikan hak untuk mendapat dividen.

3. Tanggal Cum-Dividend

Tanggal cum-dividend merupakan tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih menempel hak untuk mendapat dividen baik dividen tunai maupun dividen saham.

4. Tanggal Ex-dividend

Tanggal ex-dividend merupakan tanggal dimana perdagangan saham sudah tidak menempel lagi hak untuk mendapat dividen. Jika apabila investor membeli saham pada tanggal ini atau sesudahnya, maka investor tersebut tidak sanggup mendaftarkan namanya untuk mendapat dividen.

5. Tanggal Pembayaran

Tanggal pembayaran atau payment date merupakan sebuah tanggal yang mana pada pembayaran dividen terhadap suatu perusahaan kepada para pemegang saham yang sudah mempunyai hak atas dividen.

Jadi di tanggal tersebut, para investor ini telah dapat mengambil dividen yang sesuai dengan bentuk dividen yang sudah diumumkan oleh sebuah emiten apakah dividen tunai atau dividen saham.

Cara Menghitung Dividen

Perusahaan CV. teknatekno mempunyai 1.000.000 lembar saham. Perusahaan ini berhasil menghasilkan laba bersih sebesar Rp 500.000.000,-. Kebijakan pembagian dividen atau biasa disebut Devidend Payout Ratio adalah 40% dari laba bersih yang dihasilkan perusahaan.

Dengan menggunakan data tersebut maka cara menghitung dividen pada perusahaan CV. teknatekno yaitu, sebagai berikut:

Dividen = Laba bersih x Devidend Payout Ratio
= Rp 500.000.000 x 40%
= Rp 200.000.000
Dividen/saham beredar = Rp 200.000.000/1.000.000 lembar saham
= Rp 200 per lembar saham

Tanya Jawab Tentang Dividen

Berikut ini adalah tanya jawab seputar dividen yaitu:

1. Bagaimana Cara Kerja Dividen?

Jika capital gain diperoleh melalui pertumbuhan nilai saham yang terus bergerak, maka investor akan mendapatkan keuntungan ketika saham tersebut dijual.

Sementara itu, dividen adalah transfer pendapatan yang dilakukan oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya ketika perusahaan tersebut memperoleh keuntungan.

2. Dividen akan masuk kemana?

Dividen dalam bentuk tunai akan langsung disetorkan ke rekening dana nasabah, sedangkan dividen dalam bentuk saham akan langsung disetorkan ke portofolio perusahaan sekuritas.

3. Berapa Persen Dividen Yang Baik?

Jika persentase hasil dividen suatu perusahaan lebih dari 5%, maka dianggap memiliki persentase hasil dividen yang optimal.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai dividen, mulai dari pengertian dividen, teori, jenis-jenis serta cara menghitung dividen yang perlu kamu ketahui.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan pengertian dividen secara umum bisa dimengerti proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimilikinya.

Related Articles

Back to top button