Pengertian Biaya Operasional, Komponen dan Cara Menghitungnya

Teknatekno.com – Bagi Teknozen yang bekerja disuatu perusahaan atau bahkan memiliki suatu usaha, pasti kamu sudah tidak asing dengan biaya operasional. Namun, tahukah kamu pengertian dari biaya operasional tersebut?

Secara umum, pengertian biaya operasional atau operating cost adalah adalah biaya-biaya penting yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung berjalannya berbagai operasi. Mengoperasikan operasi bisnis untuk peralatan, komponen, peralatan, bahan baku, dan fasilitas perusahaan lainnya adalah contohnya.

Biaya operasional adalah biaya yang tidak berhenti dan akan terus ada selama perusahaan bertahan. Karena perusahaan harus membayar biaya operasional tersebut agar staf operasionalnya tetap dapat menjalankan tugas dan hidup serta fungsinya.

Pada artikel kali ini, Teknatekno akan membahas tentang pengertian biaya operasional, komponen-komponennya, dan cara menghitung biaya operasional yang tepat, serta perbedaan antara biaya operasional dan biaya non operasional yang perlu kamu ketahui. Simak dibawah ini.

Memahami Pengertian Biaya Operasional

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, pengertian biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menjalankan berbagai operasi perusahaan seperti penjualan, biaya administrasi, dan sebagainya. Biaya operasional tidak termasuk pengeluaran seperti harga pokok penjualan dan penyusutan aset.

Memahami Pengertian Biaya Operasional

Pengertian Biaya Operasional Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian menurut para ahli:

1. Wikipedia

Dilansir dari laman resmi Wikipedia, biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara konstan untuk mengoperasikan produksi, perusahaan, atau sistem. Biaya ini terkait langsung dengan pengeluaran modal, biaya pengembangan perusahaan, atau pasokan komponen yang tidak dapat digunakan dalam produk atau sistem.

Menurut definisi ini, biaya operasional adalah biaya yang tidak termasuk pajak penghasilan, depresiasi, atau biaya bunga pinjaman.

2. Nafarin

Menurut Nafarin, biaya operasional adalah biaya menjalankan perusahaan selain biaya barang yang dipasok. Biaya perusahaan ini akan mencakup biaya penjualan, biaya administrasi, dan biaya umum.

3. Jusuf

Menurut Jusuf, biaya operasional adalah setiap biaya yang tidak terkait langsung dengan barang-barang perusahaan tetapi berkaitan dengan operasional operasional perusahaan sehari-hari.

Komponen Biaya Operasional

Seperti yang telah kita ketahui bersama, biaya operasional merupakan komponen kunci yang harus dimasukkan dalam perhitungan pendapatan dan telah menjadi komponen yang signifikan dalam menganalisis posisi keuangan suatu perusahaan.

Sederhananya, semakin rendah biaya operasional perusahaan, semakin menguntungkan perusahaan tersebut. Setiap perusahaan, bagaimanapun, memiliki kategorisasi dan perhitungan biaya operasionalnya sendiri, yang tidak dapat dibandingkan.

biaya operasi dan pendapatan hanya dapat dibandingkan untuk perusahaan dalam industri yang sama. Namun secara umum, biaya operasional dibagi menjadi dua kategori, yaitu biaya tetap dan biaya variabel.

1. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tidak akan berubah walaupun penjualan dan output meningkat. Biaya ini harus dikeluarkan tanpa memperhatikan keadaan perusahaan saat ini. Gaji karyawan, sewa gudang, biaya asuransi, dan pemeliharaan peralatan industri adalah contoh biaya tetap.

2. Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang lebih bergantung pada operasi manufaktur perusahaan. Jika output perusahaan naik, biaya ini juga bisa naik. Biaya, di sisi lain, mungkin turun jika output perusahaan turun. Biaya bahan baku atau biaya transportasi merupakan contoh biaya variabel.

3. Biaya Bunga

Biaya bunga adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai akibat dari bunga hutang yang harus dibayar setiap bulan. Bunga kartu kredit atau saldo terutang adalah contoh dasar dari biaya bunga.

Namun, sebagian orang masih percaya bahwa biaya bunga adalah biaya tetap karena bunga yang harus dibayar sama atau tetap sama dari bulan ke bulan.

4. Biaya Penyusutan

Biaya penyusutan adalah nilai yang berkurang atau hilang dari bulan ke bulan sebagai akibat dari pemakaian atau penggunaan. Contoh sederhananya yaitu kendaraan, mesin produksi, dan peralatan kantor.

Contoh Operating Cost

Berikut ini contoh biaya operasional dari perusahaan-perusahaan di industri percetakan:

  • Contoh Biaya Tetap

  1. Tunjangan Hari Raya
  2. Biaya Fotokopi
  3. Biaya Air Mineral
  4. Biaya Bahan Bakar
  5. Biaya Gaji Kantor
  6. Biaya Konsumsi
  7. Biaya Pulsa
  8. Biaya PDAM
  9. Biaya Pemeliharaan Kendaraan
  • Contoh Biaya Variabel

  1. Biaya Listrik
  2. Biaya Lembur
  3. Biaya Pengiriman
  4. Biaya Penyelesaian
  5. Biaya Lainnya
  6. Biaya Pembelian Plastik
  7. Biaya Cetak Buku

Perlu diketahui bahwa biaya operasional tiap perusahaan bisa saja berbeda. Alhasil, spesifikasi di atas hanyalah contoh penggunaannya, di mana semua golongan ditentukan oleh kebutuhan masing-masing perusahaan.

Pengertian Biaya Non Operasional

Pengertian Biaya Non-Operasional

Biaya non operasional berbeda dengan biaya operasional. Biaya non operasional adalah biaya yang dikeluarkan untuk barang-barang selain operasi perusahaan tetapi tetap dibayar oleh perusahaan.

Walaupun biaya non operasional ini tidak ada hubungannya dengan operasi utama perusahaan, biaya tersebut harus dikeluarkan oleh perusahaan agar dapat terus mendukung kegiatan perusahaan.

Biaya non operasional meliputi biaya kerugian penjualan, biaya kontribusi, biaya administrasi bank, biaya pajak penghasilan, kerugian bencana alam, dan kerugian mata uang asing.

Komponen Biaya Non-Operasional

Biaya non operasional adalah biaya yang tidak dapat diabaikan oleh perusahaan sebagai biaya yang tidak signifikan. Meskipun nilainya cenderung kecil, karena biaya ini terdiri dari banyak biaya komponen, maka jumlahnya akan cukup penting bagi perusahaan, misalnya biaya transfer antar bank.

Setiap perusahaan harus dapat menyimpan catatan yang akurat tentang biaya administrasi bank dan rekening bank. Terdapat tiga komponen biaya non operasional, yaitu:

1. Biaya Bunga Pinjaman

Biaya bunga pinjaman adalah biaya yang dibayarkan kepada pihak ketiga sebagai imbalan atas layanan pinjaman perusahaan. Biaya bunga pinjaman termasuk biaya non operasional karena tidak dibayarkan secara berkala.

2. Biaya Sewa Peminjaman Barang atau Harta

Biaya sewa adalah biaya yang harus dibayarkan perusahaan kepada pihak ketiga sebagai imbalan atas jasa peminjaman produk, baik berupa properti maupun komoditas. Karena tidak harus disediakan setiap saat, maka biaya tersebut dikategorikan sebagai biaya non operasional.

3. Biaya Kerugian atas Penjualan Harta

Biaya kerugian adalah biaya yang harus ditanggung perusahaan karena penjualan aset selain komoditas yang menjadi tujuan utama usahanya, seperti perabot kantor yang sudah tidak terpakai lagi, akan mengakibatkan selisih harga perolehan barang tersebut.

Selisih tersebut dikategorikan sebagai biaya kerugian atas penjualan aset yang harus ditanggung oleh perusahaan. Ini sama dengan biaya lain yang berpotensi merugikan, seperti perbedaan mata uang asing, bencana alam, kerugian, dan sebagainya.

Cara Menghitung Biaya Operasional

Perbedaan Biaya Operasional dan Biaya Non-Operasional

Kebanyakan akuntan awam akan kesulitan menentukan biaya operasional dan non operasional. Biasanya, penilaian biaya operasional dan non-operasional sangat berbeda di antara perusahaan.

Hal-hal yang tergolong biaya operasional di perusahaan A dapat diklasifikasikan sebagai biaya non-operasional di perusahaan B, dan sebaliknya.

Maka dari itu, sebagian besar perusahaan besar biasanya akan memisahkan biaya operasional dari biaya non operasional. Meski hal ini belum tentu menjadi fokus utama perusahaan, namun biaya operasional tetap akan dikeluarkan dalam operasional operasional dengan biaya tetap.

Berbeda dengan biaya non operasional. Biaya non operasional merupakan biaya yang lebih bersifat fleksibel. Sehingga, tidak ada kriteria tertentu untuk membedakan antara biaya operasional dan non-operasional. Kamu harus terlebih dahulu memahami makna dasar dari biaya operasional dan non operasional.

Selain itu, seorang akuntan profesional juga harus mampu menyusun catatan keuangan yang disesuaikan dengan operasional perusahaan sehingga jelas mana biaya yang termasuk dalam biaya operasional dan mana yang tidak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap akuntan untuk membedakan antara biaya operasional dan non-operasional. Akan lebih mudah bagi manajemen untuk mengoordinasikan arus masuk dan arus keluar dan memanfaatkan sumber daya untuk operasi perusahaan dengan cara ini.

Selanjutnya, pengelompokan biaya tersebut akan dapat dimanfaatkan sebagai acuan bagi para pendiri organisasi dalam menentukan pilihan atau rencana perusahaan ke depan. Akibatnya, sangat penting bagi perusahaan atau organisasi untuk memahami gagasan biaya operasional.

Cara Menghitung Operating Cost

Selain mengetahui pengertian biaya operasional, jenis, komponen dan contohnya, kamu juga harus tahu bagaimana menghitung biaya operasional di dalam perusahaan. ecara umum, manajemen perusahaan menggunakan rumus Biaya Operasi untuk menghitung sebagai berikut:

Biaya Operasional = Biaya Produksi + Pengeluaran Operasional

Data untuk perhitungan tersebut dapat berasal dari biaya produksi yang disajikan pada laporan laba rugi perusahaan. Kamu bisa juga menyebutnya sebagai biaya penjualan.

Setelah itu, kamu bisa mengetahui pengeluaran operasional perusahaan secara keseluruhan, yang termasuk dalam bagian laporan laba rugi. Kemudian, pada periode perhitungan, tambahkan seluruh pengeluaran operasional.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai pengertian biaya operasional, komponen-komponennya, cara menghitungnya serta perbedaan antara biaya operasional dengan biaya non operasional yang perlu kamu ketahui.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menjalankan berbagai operasi perusahaan seperti penjualan, biaya administrasi, dan sebagainya.

Biaya operasional berbeda dengan biaya non operasional. Biasanya, penilaian biaya operasional dan non-operasional sangat berbeda di antara perusahaan.

Maka dari itu, setiap akuntan sangat penting untuk bisa membedakan antara biaya operasional dan non-operasional. Karena akan memudahkan manajemen untuk mengoordinasikan arus masuk dan arus keluar serta memanfaatkan sumber daya untuk operasi perusahaan dengan cara ini.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button