Apa itu Hacker? Pengertian, Jenis dan Cara Menghindarinya

Teknatekno.com – Sebagian dari Teknozen pasti sudah sering mendengar apa itu hacker. Serangan dari hacker merupakan sesuatu yang paling ditakuti dan dihindari bagi setiap pemilik website. Karena kerugian yang ditimbulkan dari serangan hacker tidaklah sedikit.

Misalnya jika kamu mempunyai onlineshop, lalu onlineshop kamu ternyata diserang oleh hacker, bisa saja hacker mencuri data pribadi pelanggan, data nomor rekening, dan data penting lainnya. Inilah yang perlu kita waspadai.

Berikut ini akan Teknatekno jelaskan mengenai apa itu hacker, mulai dari pengertiannya, jenis-jenis hacker dan serangannya, serta cara menghindari agar tidak diserang hacker. Simak penjelasannya dibawah ini.

Mengenal Apa itu Hacker

Mengenal Apa itu Hacker

Hacker atau peretas adalah seseorang yang dapat menggunakan kemampuan pemrograman yang memenuhi syarat untuk menembus sistem keamanan komputer atau jaringan komputer. Tujuannya juga bervariasi, mulai dari menguji sistem keamanan hingga melakukan kejahatan.

Aktivitas peretas yang menyebabkan kerusakan pada orang-orang tertentu adalah ilegal. Misalnya, mencuri informasi pribadi dari situs web ritel online untuk dijual. Lebih parah lagi, peretas mungkin mengancam dan meminta uang tebusan untuk memulihkan situs web ke kondisi sebelumnya.

Sementara itu, ada hacker yang dimanfaatkan dalam proses pengadilan. Misalnya, mengevaluasi sistem keamanan data perusahaan tertentu. Serangan hacker yang akan dijelaskan pada artikel ini adalah serangan yang merugikan pemilik website.

Memang, peretas sering menargetkan situs web pemerintah, bank, lembaga keuangan, dan perusahaan penting lainnya. Tapi, jangan salah! Menurut penelitian 2019, 43 persen serangan siber menargetkan situs web perusahaan kecil.

Artinya, semua pemilik perusahaan internet harus waspada terhadap serangan hacker. Tentu saja, tujuannya adalah untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin.

Apa Saja Jenis-Jenis Hacker?

Ternyata, ada banyak jenis peretas yang berbeda di dunia ini, masing-masing dengan tujuannya sendiri, seperti:

1. Black Hat Hacker

Black Hat Hacker adalah jenis hacker yang paling terkenal, dan mereka harus dihindari dengan segala cara. Black Hat Hacker adalah peretas yang terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum. Mulai dari meretas sistem, mencuri data, menyebarkan malware, memata-matai, dan berbagai aktivitas lainnya.

2. White Hat Hacker

White Hat Hacker adalah jenis hacker yang memanfaatkan keahlian peretasannya untuk menilai kerentanan sistem. Sehingga keamanannya dapat ditingkatkan sekali lagi dan aman dari serangan hacker di masa depan.

3. Blue Hat Hacker

Jenis ini hampir mirip dengan White Hat Hacker. Perbedaannya yaitu, Blue Hat Hacker adalah jenis hacker pihak ketiga yang bekerja dengan bisnis untuk mengidentifikasi kerentanan dalam sistem mereka.

4. Grey Hat Hacker

Grey Hat Hacker adalah jenis hacker yang sering melakukan tindakan asusila tanpa melanggar hukum. Misalnya, dengan sengaja meretas sistem dan mengharapkannya untuk diperbaiki hanya jika diberi kompensasi.

5. Red Hat Hacker

Dikenal juga dengan sebutan Hacktivism. Red Hat Hacker adalah jenis hacker yang mengeksekusi peretasan untuk mengekspresikan pesan. Baik yang bersifat intelektual, politik, sosial, maupun keagamaan. Anonim dan Wikileaks adalah dua Peretas Merah yang terkenal.

6. Script Kiddies

Script Kiddies adalah jenis hacker yang hanya dapat melakukan tindakannya menggunakan skrip yang ditulis oleh orang lain. Dalam prakteknya, Script Kiddies sering diremehkan oleh para hacker. Namun, tindakan mereka terus merugikan orang lain.

Apa Saja Jenis Serangan Hacker yang Perlu Diwaspadai

Apa Saja Jenis Serangan Hacker yang Perlu Diwaspadai?

Berikut ini adalah jenis-jenis serangan hacker yang sering dilakukan oleh para hacker:

1. Denial of Service (DoS)

Serangan Denial of Service (DoS) adalah serangan pada server website kamu. Jika situs web kamu menjadi sasaran serangan ini, pengunjung situs web kamu tidak akan dapat mengaksesnya. Ini karena serangan ini akan membanjiri lalu lintas di server situs web kamu, menyebabkannya kelebihan beban.

Ini sering merupakan serangan pertama. Saat situs web kamu down, peretas akan memulai serangan baru. Serangan pembajakan sesi atau serangan session hijacking adalah salah satu yang paling umum.

2. Man in The Middle (MiTM)

Dari namanya, serangan MiTM memungkinkan peretas untuk menghalangi koneksi antara situs web kamu dan server. Peretas dapat memperoleh semua informasi dari transit data antara situs web dan server. Session hijacking adalah salah satu jenis serangan ini.

Session hijacking adalah tindakan membajak situs web kamu agar peretas dapat masuk ke server kamu. Saat situs web kamu runtuh, peretas mungkin mengambil alih dan mengubah alamat IP komputer kamu menjadi alamat IP peretas.

Akibatnya, peretas dapat memperoleh akses ke server kamu. Terlebih lagi, peretas ini memiliki kemampuan untuk mencuri data kamu.

3. Malware

Serangan malware adalah jenis serangan yang menyusup ke sistem aplikasi atau situs web melalui file, aplikasi, atau situs web yang kamu buka. Asumsikan kamu mengklik tautan tertentu. Ada program lain yang diinstal secara otomatis. Peretas memasukkan malware ke dalam program.

Jika serangan malware ini mendapatkan akses ke mesin kamu, data sensitif kamu dapat dipulihkan atau disalahgunakan. Ransomware, Trojan, Spyware, dan Virus Makro adalah beberapa jenis serangan malware yang paling umum.

4. Drive-by Attack

Drive-by Attack sebenarnya masih berkaitan dengan serangan malware. Serangan ini adalah mekanisme yang sering digunakan untuk melakukan serangan malware.

Peretas akan mencari situs web berbahaya untuk menyuntikkan skrip berbahaya ke dalam kode HTTP atau PHP dari halaman mana pun. Skrip mungkin menyertakan malware yang ditempatkan di PC pengguna.

Drive-by Attack ini tidak hanya menargetkan situs web dengan keamanan yang buruk, tetapi juga menyerang sistem operasi atau browser. Biasanya, peretas akan mengeksploitasi kelemahan sistem yang disebabkan oleh sistem keamanan yang kedaluwarsa.

5. Cross-site Scripting (XSS)

Serangan ini menggunakan website dengan tingkat keamanan yang rendah untuk mendapatkan data pengunjung. Peretas kemudian menyuntikkan kode Javascript berbahaya ke situs web.

Ketika pengguna mengakses situs web, informasi seperti nama pengguna, kata sandi, dan informasi pribadi lainnya dikirim ke peretas. Akibatnya, peretas dapat mengeksploitasi informasi pribadi pengunjung. Serangan Cross-site Scripting (XSS) ini tidak hanya mempengaruhi pemilik situs web tetapi juga pengunjung situs web.

6. SQL Injection

SQL Injection merupakan serangan serangan yang umum digunakan oleh para hacker. Serangan semacam ini menyerang server basis data untuk mengumpulkan nama pengguna dan kata sandi, mengubah basis data, dan memasukkan materi berbahaya.

Serangan ini beroperasi dengan mengeksploitasi celah keamanan dan memasukkan instruksi SQL ke dalam server database. SQL adalah bahasa komputer yang digunakan untuk membangun dan mengelola database. Jika serangan ini efektif, database di situs web kamu dapat dirusak, dimanipulasi, dan dieksploitasi.

7. Phishing

Phishing adalah pencurian data oleh hacker dengan menipu targetnya. Akibatnya, tanpa sadar korban memberikan data tersebut dengan sukarela. Data yang dicuri meliputi data pribadi, data akun, dan data keuangan.

8. Credential Reuse

Apakah kamu menggunakan login dan kata sandi yang sama untuk hal yang berbeda? Jika itu masalahnya, saatnya untuk mengatur ulang semua kata sandi kamu. Karena peretas dapat menggunakan kata sandi yang sama.

Credential Reuse terjadi ketika peretas mencoba mengakses akun kamu yang lain setelah mendapatkan satu login dan kata sandi. Akibatnya, satu kata sandi dapat digunakan untuk mengakses semua akun kamu.

Cara Menghindari Serangan Hacker

Cara Menghindari Serangan Hacker

Setelah mempelajari apa itu hacker dan jenis-jenis serangan hacker, kamu mungkin ingin mengamankan situs web kamu dari mereka, bukan? Mungkin kamu percaya bahwa melindungi situs web adalah tugas yang sulit. Karena kamu harus terlebih dahulu memahami coding dan konsep teknologi lainnya.

Sebenarnya, ada berbagai cara untuk mengamankan situs web tanpa memerlukan pengetahuan teknis atau dukungan profesional. Berikut adalah langkah-langkah pengamanan yang bisa digunakan untuk menghindari serangan hacker:

1. Install Security Plugin

Memasang plugin keamanan adalah pendekatan paling sederhana untuk mengamankan situs web kamu dari serangan hacker jika dibuat menggunakan CMS. Untuk mempertahankan situs web kamu dari serangan peretas, kamu tidak perlu memahami kosakata atau kode teknis.

Setiap CMS sering menyediakan pilihan plugin keamanan. Berikut adalah beberapa alternatif plugin keamanan WordPress:

  • iThemes Security
  • Wordfence Security
  • SecuPress Free
  • Shield Security
  • Akismet

Jika kamu menggunakan CMS Magento, kamu dapat menggunakan pengaturan plugin keamanan yang tercantum di bawah ini:

  • Amasty
  • Watching Pro
  • MageFence

Sementara untuk Joomla, kamu bisa menggunakan plugin security berikut ini:

  • JhackGuard
  • JomDefender
  • RSFirewall

Setiap plugin pada daftar di atas memiliki manfaat tersendiri. Namun, setiap plugin memiliki perlindungan keamanan dasar. Misalnya, keamanan login, deteksi virus, pengujian kekuatan kata sandi, pemblokiran IP, dan firewall.

Plugin datang dalam versi gratis dan berbayar. Akibatnya, kamu dapat memilih plugin yang paling sesuai dengan anggaran kamu.

2. Gunakan HTTPS

Apa perbedaan antara HTTP dan HTTPS? Ternyata pencantuman huruf ‘S’ memutuskan apakah sebuah situs web cukup aman untuk berbisnis.

Jika website kamu masih HTTP, data kamu akan sangat terbuka untuk dieksploitasi. Transaksi yang dilakukan di situs web juga rentan disadap dan dicuri. Oleh karena itu, memutakhirkan situs web kamu ke HTTPS sangat penting.

Untuk mengubah website kamu menjadi HTTPS, kamu perlu memasang Sertifikat SSL (Secure Socket Layer). Sistem inilah yang akan melindungi pertukaran data yang terjadi di situs web kamu.

Sertifikat SSL, selain melindungi data situs web, dapat meningkatkan peringkat situs web di mesin telusur Google. Situs web bersertifikat SSL lebih disukai oleh Google.

Google bahkan “melarang” orang untuk menelusuri situs web yang tidak memiliki sertifikat SSL. Akibatnya, sertifikat SSL merupakan pencegah yang efektif bagi peretas. Perlu juga dicatat bahwa ada SSL premium dan SSL gratis.

Tips Menghindari Serangan Hacker

3. Selalu Perbaharui Platform dan Software

Menggunakan CMS dengan beragam plugin memiliki beberapa manfaat. Namun, jika kamu gagal memperbarui platform dan plugin kamu, situs web kamu mungkin terbuka untuk serangan hacker.

Mengapa? Hal ini karena banyak platform dan plugin bersifat open source, memungkinkan hacker mengakses kode sumber dengan mudah. Akibatnya, mereka dapat dengan mudah mengidentifikasi kelemahan situs web kamu.

Oleh karena itu, pastikan CMS, plugin, atau skrip yang kamu instal selalu terbarui. Baik kamu menggunakan WordPress, kamu dapat melihat apakah ada plugin yang perlu diperbarui. Cukup pilih opsi Pembaruan di dasbor kamu untuk melakukannya.

4. Buat Password yang Kuat

Langkah ini mungkin tampak mudah, tetapi sangat penting. Jika kamu membuat kata sandi yang mudah ditebak, kamu mengundang peretas untuk mendapatkan akses ke situs web kamu.

Oleh karena itu, hindari penggunaan sandi umum seperti ‘123456’. Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau nama pribadi. Jika kamu menggunakan kombinasi huruf, angka, dan karakter yang tidak menentu.

Jika kamu menggunakan WordPress, kamu dapat mengubah kata sandi kamu dengan masuk ke menu Pengguna dan kemudian Profil kamu. Kemudian cari dan tekan tombol Generate Password.

Kamu akan diberikan password baru secara otomatis. Jika kamu tidak menyukainya, kamu dapat memodifikasinya. Namun, buat kata sandi yang lebih kuat dari campuran huruf, angka dan karakter.

5. Backup Otomatis Website

Jika situs web kamu akhirnya diserang oleh peretas, langkah ini mungkin berguna. Paling tidak, mempertahankan cadangan memungkinkan kamu memulihkan situs web dengan lebih sederhana.

Jadi, mulailah membuat cadangan data kamu, baik secara manual maupun otomatis. WordPress juga menawarkan plugin cadangan untuk membantu kamu mencadangkan data kamu.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu hacker, mulai dari pengertian hacker, jenis-jenis hacker, macam-macam serangan hacker yang perlu diwaspadai, sampai dengan cara menghindari serangan hacker yang bisa kamu lakukan.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa hacker adalah seseorang yang dapat menggunakan kemampuan pemrograman yang memenuhi syarat untuk menembus sistem keamanan komputer atau jaringan komputer. Tujuannya juga bervariasi, mulai dari menguji sistem keamanan hingga melakukan kejahatan.

Related Articles

Back to top button