Cara Melakukan Cek Tagihan Bpjs

Teknatekno.com – Cek tagihan BPJS Kesehatan sudah bisa dilakukan secara online. Cek bayar BPJS Kesehatan daring menjadi bagian dari layanan yang disediakan lembaga jaminan sosial milik pemerintah tersebut.

Dengan cek tagihan BPJS Kesehatan secara online, masyarakat bisa mengetahui besaran premi yang harus dibayarkannya setiap bulan.

Berikut Ini Cara Melakukan Cek Tagihan BPJS Kesehatan

  • Cek tagihan BPJS Kesehatan via aplikasi

Peserta bisa melakukan cek tagihan BPJS Kesehatan online dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN.

Aplikasi mobile JKN merupakan aplikasi yang dibuat BPJS Kesehatan untuk memudahkan pelayanan bagi para peserta Jaminan Kesehatan Sosial (JKN)-KIS.

Aplikasi ini berisi pelayanan yang cukup lengkap. Mulai dari informati seputar pelayanan JKN, lalu fitur untuk mengubah data peserta dan mengecek iuran setiap bulannya.

Berikut Ini Cara Melakukan Cek Tagihan BPJS Kesehatan

Untuk pengecekan di aplikasi Mobile JKN, pilih menu premi. Sistem lalu akan menampilkan jumlah tagihan premi. Informasi premi tersebut hanya untuk peserta non-penerima upah.

  • Cek tagihan BPJS Kesehatan via SMS

Cek tagihan BPJS Kesehatan via SMS bisa dilakukan apabila tidak ada jaringan internet. Caranya, ketikan NIK (spasi) NIK, lalu kirim ke layanan SMS center 08777 5500 400.

Cara lainnya, ketik NOKA (spasi) nomor kartu BPJS Kesehatan, lalu kirim ke 08777 5500 400. Sistem nantinya akan mengirimkan informasi tagihan ke ponsel.

  • Cek tagihan BPJS Kesehatan via website

Cek tagihan BPJS Kesehatan selanjutnya yakni menggunakan kalan website resmi BPJS Kesehatan. Buka laman https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/ lalu isi data diri seperti nomor kartu.

Sistem lalu akan menampilkan informasi pembayaran, termasuk denda jika ada keterlambatan pembayaran. Kendati demikian, cek bayar BPJS Kesehatan via website seringkali mengalami gangguan.

Besaran iuran BPJS Kesehatan merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam regulasi itu, ketentuan bagi peserta mandiri diatur dalam Pasal 34 Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Jumlah iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas III ditetapkan sebesar Rp 42.000 per bulan.

Namun, yang perlu diketahui, tarif itu terdiri dari dua komponen, yakni iuran BPJS Kesehatan yang dibayarkan peserta dan subsidi dari pemerintah.

Sebelum Perpres Nomor 64 Tahun 2020 mulai berlaku, peserta mandiri kelas III membayar iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 25.500 setiap bulan karena mereka menerima subsidi senilai Rp 16.500.

Dengan subsidi itu, total iuran BPJS Kesehatan per peserta tetap sebesar Rp 42.000. Mulai 1 Januari 2021, subsidi yang diberikan pemerintah berkurang menjadi Rp 7.000 per orang per bulannya.

Sehingga peserta kelas III BPJS Kesehatan harus membayar iuran BPJS Kesehatan sebesar Rp 35.000 per bulan. Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulan.

Berikut Rincian Lengkap Iuran BPJS Kesehatan Terbaru:

Peserta Mandiri Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP):

  • Kelas I: Rp 150.000
  • Kelas II: Rp 100.000
  • Kelas III: Rp 35.000

Pekerja Penerima Upah (PPU) atau karyawan:

  • Pekerja membayar iuran BPJS Kesehatan sebesar 1 persen dari total gajinya
  • Pemberi kerja/perusahaan membayar iuran 4 persen dari total gaji pekerja/karyawan
  • Batas atas/gaji maksimal yang diperhitungkan Rp 12 juta

Penerima Bantuan Iuran (PBI):

  • Iuran BPJS Kesehatan dibayarkan oleh pemerintah senilai Rp 42.000.

Selain seputar cara cek tegihan BPJS Kesehatan (cek bayar BPJS Kesehatan), informasi lainnya seputar JKN bisa dilihat dalam tautan berikut ini.

Kesimpulan:

Cek BPJS Kesehatan yang dibayar secara online merupakan bagian dari layanan yang diberikan oleh lembaga jaminan sosial milik pemerintah tersebut. Dengan mengecek tagihan BPJS Kesehatan secara online, masyarakat dapat mengetahui besarnya iuran yang harus mereka bayarkan setiap bulannya.

Besaran iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri golongan III ditetapkan sebesar Rp42.000 per bulan. Mulai 1 Januari 2021, subsidi yang diberikan pemerintah akan diturunkan menjadi Rp 7.000 per bulan. Pembayaran iuran harus dilakukan paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Informasi lain tentang JKN dapat dilihat pada tautan berikut.

Related Articles

Back to top button