Kualitas Produk Adalah: Pengertian, Dimensi dan Pengaruhnya

Teknatekno.com – Pada dasarnya, kualitas produk adalah salah satu faktor terpenting dalam menjalankan suatu bisnis, yang mana kualitas produk sangat menentukan tingkat kepuasan konsumen dan juga masa depan perusahaan kamu.

Selama ada pergerakan bisnis yang dinamis, setiap perusahaan akan dapat meningkatkan inovasinya dalam mengembangkan produk yang ditawarkan ke konsumen serta terus meng-update teknologi yang digunakan oleh perusahaan guna mengembangkan kualitas produk.

Nah dalam artikel ini, mari kita bahas bersama tentang kualitas produk, manfaat, serta dampaknya pada perusahaan.

Kualitas Produk Adalah

Kualitas produk adalah suatu kondisi fisik, sifat, dan fungsi produk, baik itu produk barang atau produk layanan jasa, berdasarkan tingkat mutu yang disesuaikan dengan durabilitas, reliabilitas, serta mudahnya penggunaan, kesesuaian, perbaikan serta komponen lainnya yang dibuat untuk memenuhi kepuasan dan juga kebutuhan pelanggan.

Menurut Prawirosentono, kualitas produk adalah suatu ciri khas tertentu dari produk yang mampu memenuhi ekspektasi konsumen.

Dimensi Kualitas Produk

Ada 7 dimensi dalam kualitas produk, antara lain:

1. Kinerja

Tingkat penilaian kinerja suatu produk adalah evaluasi tentang bagaimana produk itu dapat ditawarkan kepada konsumen dan ditampilkan. Komponen kinerja produk makanan, misalnya, adalah rasa dari makanan itu sendiri, dan tingkat penilaian akan berkonsentrasi pada hal ini.

2. Keandalan

Tingkat keandalan dan juga konsistensi suatu produk dalam proses pengerjaan dan produksi sangat mempengaruhi minat pelanggan. Keandalan terkait erat dengan minat konsumen dan bagaimana mendapatkan kepercayaan pelanggan.

3. Keistimewaan

Karakteristik sekunder ini hadir sebagai pelengkap dan bisa diartikan sebagai kelengkapan atas berbagai atribut produk yang tersedia pada suatu produk. Di beberapa waktu tertentu, kinerja pada suatu produk akan sesuai dengan pesaingnya, namun yang membedakan adalah fitur yang terkandung di dalamnya.

4. Kesesuaian

Karakteristik yang terkait dengan desain suatu produk akan menghasilkan kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan yang sudah ada sebelumnya.

5. Daya Tahan

Daya tahan produk adalah fitur yang sangat terkait dengan berapa lama produk bertahan. Dalam produk makanan atau minuman, biasanya akan dipahami dengan tanggal kadaluwarsa.

6. Kemampuan Melayani

Ketika datang untuk mengelola keluhan klien mengenai produk perusahaan, kapasitas perusahaan untuk melayani secara langsung terkait dengan kecepatan, kompetensi, dan kemudahan yang dapat dilakukan untuk konsumennya.

7. Estetika

Estetika mengacu pada produk, visual, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan kualitas sensorik lainnya bekerja bersama untuk menciptakan keseluruhan yang menyenangkan.

Perspektif Kualitas Produk

Perspektif atau sudut pandang kualitas produk adalah persepsi dari setiap konsumen terkait kualitas atau keunggulan suatu produk dan jasa secara keseluruhan dengan maksud yang diinginkan oleh konsumen. Tjiptono berpendapat bahwa ada lima jenis kualitas perspektif produk, yaitu:

1. Transcendental Approach

Kualitas produk dalam teknik ini bisa dirasakan dan diakui tetapi akan sulit untuk diungkapkan dan juga digunakan. Sudut pandang ini umumnya digunakan dalam seni tari, musik, seni rupa, dan teater.

Nantinya perusahaan akan bisa memasarkan produknya dengan pertanyaan yang berbeda, seperti dimana membeli yang dianggap mengenyangkan, elegan, cantik, dll.

Dengan demikian, fungsi perencanaan, manufaktur, dan juga pelayanan dalam sebuah perusahaan akan sangat sulit. untuk mendefinisikan dalam pengertian ini sebagai aspek inti dari manajemen mutu.

2. Product-Based Approach

Kualitas produk dengan menggunakan teknik ini akan mengkaji kualitas tersebut sebagai suatu karakteristik atau sifat yang dapat dikuantifikasi dan juga dapat dinilai.

Perbedaan yang ada pada segi kualitas akan mencerminkan perbedaan dalam jumlah unsur dan atribut yang terkandung pada suatu produk. Jadi, setiap produk tidak akan menjelaskan perbedaan dalam hal selera, kebutuhan, dan preferensi tiap orang karena penilaiannya sangat objektif.

3. User-based approach

Pendekatan ini dilakukan berdasarkan anggapan bahwa kualitas produk tergantung bagaimana orang lain melihatnya, dan produk yang mampu memuaskan seseorang adalah produk yang berkualitas tinggi.

Pemikiran subyektif dan juga berorientasi pada permintaan berpendapat bahwa berbagai konsumen memiliki tingkat kebutuhan dan aspirasi yang berbeda-beda, sehingga tingkat kepuasan yang dirasakan oleh setiap individu sama dengan kepuasan maksimal yang mampu dirasakan.

Kita tahu bahwa tingkat kepuasan seseorang akan berbeda-beda, sehingga pandangan tiap orang akan kualitas produk akan berbeda-beda berdasarkan sudut pandangannya. Untuk itu, suatu produk yang mampu memenuhi ke.inginan dan juga kepuasan seseorang belum tentu mampu memenuhi kepuasan orang lain.

4. Manufacturing-Based Approach

Biasanya, perspektif ini akan bersifat lebih supply-based , khususnya dalam memperhatikan berbagai praktik perekayasaan, produksi, dan juga menjelaskan kualitas sebagai persyaratannya. Dalam perusahaan jasa, perspektif ini bisa bersifat operation-driven.

Pendekatan ini juga akan lebih memperhatikan penyesuaian spesifikasi yang memang dikembangkan secara internal yang sering kali di motivasi oleh tujuan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Oleh karena itu, yang menentukan kualitas dalam hal ini adalah perusahaan, bukan konsumen.

5. Value-Based Approach

Pendekatan ini akan menganalisis kualitas dalam hal nilai dan harga dengan memeriksa trade-off antara kinerja dan harga.

Dalam skenario ini, kualitas terkadang juga dinilai secara komparatif, sehingga produk yang diproduksi oleh perusahaan dengan kualitas terbaik tidak selalu produk yang juga memiliki nilai tinggi. Namun, produk yang bernilai adalah produk yang paling tepat untuk dibeli atau digunakan oleh konsumen.

Manfaat Kualitas Produk

Keuntungan yang akan diperoleh perusahaan jika mampu membuat kualitas produk yang baik adalah:

1. Meningkatkan Pangsa Pasar

Target pemasaran akan meningkat karena semakin banyak pembeli yang percaya dengan produk kamu.

2. Meminimalisir Biaya

Kepuasan pelanggan yang baik akan meminimalisir pembuatan produk barang atau jasa, karena orientasi perusahaan ada pada jenis tipe, waktu, dan jumlah produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

3. Memberikan Dampak Internasional

Semakin banyak pelanggan yang kamu peroleh, maka produk yang kamumiliki tentunya akan semakin terkenal, baik itu secara lokal maupun internasional

4. Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Perusahaan yang mampu memproduksi produk dengan kualitas yang sangat baik tentunya akan mendapatkan reputasi yang baik di mata pelanggannya, dan hal ini tentunya akan mendongkrak citra perusahaan.

Indikator yang Mempengaruhi

Ada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi kualitas produk, yaitu:

1. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia adalah unsur terpenting yang memungkinkan adanya proses peningkatan nilai, hal tersebut tentunya didapat dari pemikiran, ide dan tenaga manusia.

2. Prosedur Kerja

Prosedur kerja atau SOP yang mengharuskan setiap orang dalam melakukan kegiatan yang sesuai dengan aturan yang sudah disepakati.

3. Mesin

Mesin adalah alat yang digunakan dalam pembuatan komoditas untuk meningkatkan nilai suatu produk.

4. Bahan Baku

Bahan baku adalah bahan utama yang dibuat sehingga akan menghasilkan suatu produk yang sebelumnya sudah ditentukan.

5. Lingkungan

Lingkungan adalah tempat atau lokasi pembuatan produk yang mampu mempengaruhi hasil dari performa proses produksi.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa kualitas produk adalah suatu kondisi fisik, sifat, dan fungsi produk, baik itu produk barang atau produk layanan jasa.

Berdasarkan tingkat mutu yang disesuaikan dengan durabilitas, reliabilitas, serta mudahnya penggunaan, kesesuaian, perbaikan serta komponen lainnya yang dibuat untuk memenuhi kepuasan dan juga kebutuhan pelanggan.

Related Articles

Back to top button