Profesi Digital Marketer: Skill yang Wajib Dimiliki

Teknatekno.com – Untuk Teknozen yang tertarik dengan profesi digital marketer, kali ini Teknatekno akan membahas beberapa skill yang harus dimiliki oleh seorang digital marketer. Bisnis online semakin menjanjikan, dan strategi promosi terbaik adalah kunci keberhasilannya.

Itulah mengapa profesi digital marketer saat ini semakin dibutuhkan di beberapa perusahaan. Mengingat pemasaran digital jauh lebih murah dan unggul daripada bentuk pemasaran tradisional. Itulah sebabnya profesi digital marketer masih memiliki potensi tinggi di masa depan.

Profesi Digital Marketer

Digital marketer adalah seseorang yang bertanggung jawab melakukan pemasaran online menggunakan berbagai platform. Umumnya, channel digital yang dimanfaatkan, diantaranya:

  • Website dan blog
  • Media sosial
  • Mesin pencarian
  • Email
  • Iklan pay-per-click

Ketika menjadi seorang digital marketer expert, job desk digital marketing yang harus dilakukan tidak berhenti pada strategi pemasaran saja. Kamu juga harus bisa membangun koneksi yang solid dengan target audiens.

Sama pentingnya, digital marketer juga harus terampil dalam menggunakan berbagai aplikasi untuk pemasaran digital, seperti Google Analytics.

Berbagai tugas digital marketing bisa diselesaikan dengan cepat dan efisien dengan bantuan tools analytics. Pada akhirnya, strategi pemasaran bisa dijalankan dengan lebih efektif.

Skill yang Wajib Dimiliki Profesi Digital Marketer

Untuk menjadi seorang digital marketer, setidaknya ada sembilan skill yang harus kamu pelajari. Tidak perlu menguasai semuanya sekaligus, mulailah dengan skill yang paling sederhana terlebih dahulu:

1. Content Marketing

Skill digital marketer pertama yang harus dikuasai adalah kemampuan dalam membuat berbagai jenis konten. Hal ini penting karena content marketing adalah strategi pemasaran digital yang cukup efektif dan paling banyak digunakan.

Nantinya, kamu akan membuat dan mendistribusikan konten, seperti artikel blog, postingan media sosial, dan ebook secara rutin.

Seorang digital marketer perlu tahu cara membuat konten yang sesuai dengan kebutuhan target audiens. Tanpa konten yang relevan, kecil kemungkinan target audiens untuk tertarik dengan promosi yang kamu lakukan.

Kalau konsumen sudah tertarik, pastikan konten kamu mampu mendorong target audiens untuk menjadi konsumen. Jika tidak, upaya content marketing jadi sia-sia. Yang tidak kalah penting, tugas digital marketing ini perlu dilakukan secara konsisten agar mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

2. SEO dan SEM

Website adalah kanal terbaik untuk melakukan tugas digital marketing. Nah, seorang digital marketer expert harus mampu membuat website menjadi yang teratas di pencarian Google dengan keahlian SEO dan SEM.

Alasannya, SEO (search engine optimization) dan SEM (search engine marketing) adalah dua skill digital marketer yang penting untuk mendapatkan traffic atau jumlah pengunjung website.

Semakin banyak pengunjung yang relevan dengan website kamu, semakin mudah untuk merayu mereka agar membeli produk atau layanan yang kamu tawarkan. SEO dan SEM memiliki fokus yang berbeda.

SEO menggunakan teknik tertentu agar website berada di hasil pencarian karena sesuai kebutuhan pembaca. Salah satunya, menggunakan content marketing untuk membuat artikel menarik.

Sedangkan SEM menggunakan iklan berbayar untuk bisa mengenalkan website secara instan ke audiens. Karena itu, keterampilan riset keyword dan Google Ads adalah skill digital marketer yang penting ketika menggunakan SEM.

3. Social Media Marketing

Social media marketing adalah upaya pemasaran melalui media sosial, apapun platformnya. Digital marketer nantinya perlu melakukan riset audiens untuk menentukan platform yang paling tepat agar hasilnya lebih efektif.

Pekerjaan digital marketing ini mengharuskan kamu mempelajari semua fitur di platform yang digunakan. Baik itu fitur gratis seperti direct message dan postingan, atau berbayar seperti Facebook Ads.

Job desk digital marketing meliputi media sosial. Karena media sosial memperluas jangkauan pemasaran kamu. Jadi, bisa menjadi salah satu sarana efektif untuk mengarahkan traffic ke website. Selain itu, media sosial memudahkan kamu berhubungan dengan target audiens agar bisa membangun engagement dan kredibilitas.

4. Email Marketing

Potensi promosi lewat media sosial cukup besar, tapi pemasaran lewat email tidak kalah efektif. Kenyataannya, balik modal dari email marketing bisa sampai 4200%. Artinya, kalau kamu promosi dengan biaya Rp100.000, kamu bisa memperoleh pendapatan dari penjualan hingga Rp4.200.000.

Itulah kenapa email marketing adalah skill digital marketer yang sangat pentingnya. Kamu perlu menarik audiens agar mau menginfokan email mereka. Bisa melalui blog atau website.

Setelah itu, kamu bisa mulai mengirimkan email ke mereka. Informasinya bisa sesuai kategorinya. Misalnya, email promosi khusus untuk calon konsumen, kesempatan upgrade gratis untuk pengguna lama, dan lainnya.

Karena data audiens sudah dimiliki, kamu bisa mengirim pesan lebih personal menggunakan nama sapaan mereka. Apalagi, pekerjaan digital marketing tersebut akan lebih mudah berkat adanya tools seperti Mailchimp dan OptinMonster.

5. Copywriting

Seorang digital marketer expert wajib punya skill copywriting, yaitu menjual produk lewat tulisan. Tulisan itulah yang akan membujuk audiens untuk menerima tawaran produk atau layanan kamu.

Agar lebih efektif, kamu harus memahami produk yang ingin dipasarkan dan kebutuhan target audiens. Itulah kunci menjelaskan produk menggunakan copywriting. Ada banyak formula copywriting untuk meyakinkan audiens. Salah satunya adalah AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).

Dengan AIDA, tulisan kamu akan dimulai dengan membahas kebutuhan audiens. Setelah itu, kamu menunjukkan manfaat produk sesuai kebutuhan mereka. Di akhir, kamu bisa mengajak mereka menggunakan produk kamu. Formula AIDA cocok untuk postingan media sosial, konten blog, landing page, dan email.

6. Analytics dan Analisis Data

Salah satu keunggulan digital marketing adalah kemudahan untuk menganalisis data hasil pemasaran. Itulah kenapa digital marketer wajib punya skill analisis data.

Jadi, bisa meningkatkan kinerja pemasaran dengan lebih tepat sasaran. Tidak perlu khawatir, saat ini sudah banyak tools analytics dan analisis data yang bisa digunakan. Contohnya, Google Analytics.

Dengan Google Analytics, banyak jenis data yang bisa ditampilkan, termasuk jumlah pengunjung website, asalnya, dan halaman apa saja yang dikunjungi. Menariknya, Google Analytics tidak terbatas untuk website saja, tapi bisa juga untuk campaign iklan media sosial dan lainnya.

7. Conversion Rate Optimization

Tantangan seorang digital marketer seperti pengunjung website banyak tapi sedikit yang membeli produk bisa diatasi dengan skill conversion rate optimization.

Conversion rate adalah prosentase banyaknya produk terjual dibanding jumlah pengunjung. Jadi, kalau dari 1000 pengunjung yang datang, hanya 20 produk terjual, maka conversion rate-nya adalah 2 persen.

Dengan conversion rate, kamu bisa tahu efektif atau tidaknya penjualan kamu. Terutama, kalau dibandingkan dengan kompetitor.

8. Marketing Automation

Menjalankan upaya pemasaran pasti melelahkan. Oleh karena itu, sebagai digital marketer, kamu harus terampil menggunakan tools marketing automation.

Tools tersebut mempermudah job desk digital marketing dengan mengotomatisasi proses yang harus kamu lakukan berulang kali. Misalnya, tools email marketing bisa kamu atur untuk mengirimkan email selamat datang kepada pengunjung website yang baru saja membuat akun.

Tools marketing automation ada banyak, baik yang gratis maupun berbayar. Mailchimp, HubSpot, dan Buffer adalah beberapa contohnya. Untuk mempelajari cara menggunakannya, kamu bisa mengikuti panduan-panduan yang disediakan oleh penyedia tools tersebut.

9. Project Management

Tugas digital marketing membutuhkan skill project management yang baik. Sebab, tugas-tugas kamu melibatkan banyak pihak. Contohnya, untuk menjalankan content marketing di blog, setidaknya kamu butuh copywriter, editor konten, dan desainer.

Tanpa kemampuan untuk mengelola tim dan proyek, kolaborasi bisa kurang berjalan baik dan upaya content marketing bisa terganggu. Untuk menghindari hal tersebut kamu perlu mempelajari tips manajemen proyek dan memanfaatkan tool seperti Trello atau Todoist.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar profesi digital marketer serta skill-skill yang harus kamu pelajari. Digital marketer adalah profesi yang menjanjikan. Jika ingin melakukan pekerjaan itu, kamu harus punya skill-skill digital marketer di atas.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button