Pengertian Produksi, Fungsi, Jenis dan Contohnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas seputar produksi, mulai dari pengertian produksi secara umum maupun menurut para ahli, tujuan, fungsi, jenis, tahapan serta contohnya.

Pada dasarnya, pengertian produksi adalah suatu proses mengubah bahan baku menjadi barang jadi atau menambah nilai suatu produk (barang dan jasa) agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk lebih jelasnya lagi, mari simak artikel dibawah ini.

Memahami Pengertian Produksi

Kata produksi berasal dari bahasa inggris “production” yang berarti tindakan pembuatan atau pembuatan dari komponen atau bahan baku, atau proses pembuatannya.

Dengan demikian, pengertian produksi adalah salah satu aktivitas yang dimana sebuah objek dapat meningkatkan suatu pekerjaan guna untuk memenuhi persyaratan sehinga hasil dari produksi akan meningkat sesuai dengan keinginan komsumen.

Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran yang akan sehingga hasil dari barang dan jasa yang tersedia akan mudah di pasarkan.

Berdasarkan pemahaman produksi juga memiliki beberapa aspek untuk menciptakan barang-barang yang berkualitas untuk membangun dan dapat juga memperbaiki hasil dari barang yang di produksi.

Memahami Pengertian Produksi

Pengertian Produksi Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian produksi menurut beberapa ahli yang perlu kamu ketahui:

1. Pengertian Produksi Menurut Kahf

Menurut seorang ahli yang bernama Kahf, mengatakan bahwa pengertian produksi adalah suatu usaha yang dimiliki oleh manusia untuk memperbaiki kondisi fisik dari material.

Tapi tidak hanya itu saja, usaha tersebut juga untuk memperbaiki moralitas, dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat seperti yang sudah ditentukan didalam agama masingmasing.

2. Pengertian Produksi Menurut Siddiqi

Seorang ahli yang bernama Siddiqi, mengemukakan bahwa pengertian produksi adalah suatu kegiatan untuk menyediakan barang atau jasa dengan memperhatikan sebuah nilai keadilan serta manfaat untuk masyarakat.

Menurut pandangan beliau, selama produsen berperilaku adil dan membawa kebaikan untuk masyarakat, maka produsen sudah berperilaku islami.

3. Pengertian Produksi Menurut Sadono Sukirno

Seorang ahli yang bernama Sadono Sukirno, mengatakan bahwa produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan dan dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan dan menciptakan suatu produk, baik berupa barang atau jasa sehingga dapat dimanfaatkan oleh para konsumen.

4. Pengertian Produksi Menurut Magfuri

Menurut seorang ahli yang bernama Magfuti, produksi adalah kegiatan mengubah suatu barang agar memiliki manfaat dalam memenuhi setiap kebutuhan manusia.

Maka, produksi adalah segala bentuk kegiatan untuk menghasilkan atau menciptakan serta menambah nilai guna terhadap suatu benda yang memiliki manfaat untuk memuaskan orang lain menggunakan sarana pertukaran.

5. Pengertian Produksi Menurut Murti Sumarti dan John Soeprihanto

Murti Sumarti dan John Soeprihanto, mengatakan bahwa pengertian produksi adalah segala kegiatan dalam menghasilkan atau menciptakan serta menambah nilai guna suatu barang atau jasa, yang mana dalam melakukan kegiatan tersebut dibutuhkan beberapa faktor produksi.

Tujuan Produksi

Tujuan Produksi

Kegiatan produksi barang atau jasa yang dilakukan oleh pihak-pihak produsen memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

1. Menghasilkan Barang atau Jasa

Salah satu tujuan paling utama dari kegiatan produksi adalah menghasilkan suatu barang atau jasa. Tentu saja hal ini berangkat dari tingginya kebutuhan manusia dengan aneka produk tersebut.

Tingginya kebutuhan, telah memotivasi para produsen untuk menghasilkan barang dan jasa yang mampu memenuhi hasrat dan keinginan para konsumen.

2. Memperoleh Kuntungan

Dalam kacamata ekonomi, meraup keuntungan dari sebuah kegiatan produksi adalah sebuah hal yang lumrah dan memang menjadi salah satu tujuan utama dari kegiatan produksi pada umumnya.

Oleh sebab itu, secara umum para produsen akan memiliki sebuah pola pikir, yakni apabila sebuah kegiatan tidak dapat memberi keuntungan, maka ia tidak akan melakukannya.

3. Menggantikan Barang yang Rusak

Sebuah produk atau barang benda hasil produksi, masing-masing memiliki jangka waktu penggunaan baik itu lama maupun sebentar. Kebergunaan dari sebuah produk bisa habis secara wujud, atau pun mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dikonsumsi, atau digunakan lagi.

Oleh sebab itulah, diperlukan sebuah kegiatan produksi untuk menggantikan produk yang telah habis, atau mengalami kerusakan yang membuatnya tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

4. Menciptakan Kemakmuran Masyarakat

Salah satu tujuan dari kegiatan produksi adalah menciptakan kemakmuran. Bukan hanya kemakmuran bagi pihak produsen, melainkan juga kemakmuran bagi para konsumen sebab terpenuhinya berbagai kebutuhan baik primer, sekunder, maupun tersier.

Fungsi Produksi

Fungsi Produksi

Dari penjelasan di atas, kegiatan produksi memiliki fungsi yang sangat penting. Berikut ini merupakan fungsi-fungsi produksi:

1. Perencanaan

Perencanaan pada produksi dapat diartikan sebagai melaksanakan kegiatan produksi barang atau jasa pada waktu tertentu yang disesuaikan dengan forecast yang telah disusun.

Penyusunan forecast tersebut dilakukan dengan sistem yang terorganisir mulai dari sumber daya manusia, bahan baku, ketersediaan ruang pada gudang, alat, dan lain-lain.

Perencanaan produksi mempengaruhi besarnya keuntungan yang dicapai oleh sebuah perusahaan. Karena perencanaan yang baik dapat memperkirakan produksi yang kualitas dan kuantitasnya tepat dan menjamin keberadaan stock.

Tidak kurang dan tidak lebih terlalu banyak. Stock kurang bisa mengakibatkan konsumen beralih ke produk lain yang sejenis karena kehabisan. Sementara kelebihan stock berisiko kadaluarsa sementara barang belum terjual habis.

Bisa disimpulkan, perencanaan produksi dilakukan agar perusahaan dapat bekerja secara efektif dan efisien sehingga dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.

Karena forecast tersebut disesuaikan dengan permintaan pasar, maka diharapkan perencanaan dapat menjadikan kinerja perusahaan lebih baik. Perencanaan produksi perlu mempengaruhi beberapa faktor di bawah ini, yaitu:

  • Kualitas Produk

Kualitas produk sangat perlu untuk direncanakan dengan baik, baik dari siapa pasar yang dituju, keeksklusifannya (premium, medium, atau ekonomis), dan harganya. Karena setiap segmen pasar memiliki standar kualitas yang berbeda.

  • Biaya Produk

Biaya produksi meliputi bahan, alat, tenaga kerja, dan semua yang terlibat dalam produksi pasti memerlukan biaya. Hal ini harus dimasukkan ke dalam perencanaan produksi agar tidak rugi (biaya produksi lebih besar dari harga jual).

  • Waktu Pengembangan Produk

Di awal meluncurkan produk tidak serta merta perusahaan langsung mendapatkan untung. Terkadang perlu beberapa waktu untuk mencapai balik modal atau yang kita kenal dengan istilah break event point. Poin ini juga mengisyaratkan ketanggapan perusahaan dalam mengikuti perkembangan teknologi.

  • Biaya Pengembangan Produk

Sebuah perusahaan yang tidak melakukan inovasi produk bisa saja mengalami kebangkrutan. Hal ini sudah banyak tertulis di dalam sejarah.

Perusahaan yang dulunya menjadi raksasa merasa akan menjadi penguasa pasar selamanya sementara dia tidak melakukan inovasi. Pada akhirnya mereka dikalahkan oleh bisnis-bisnis kecil yang tidak henti melakukan inovasi.

Oleh karena itu, pengembangan produk dilakukan, di antaranya melakukan survei pasar, riset, dan pengujian. Tentunya hal ini membutuhkan biaya.

  • Kapabilitas Pengembangan

Kapabilitas pengembangan merupakan aset yang dimiliki perusahaan untuk mengembangkan produk.

2. Pengolahan

Pengolahan dalam kegiatan produksi merupakan sebuah fase di mana bahan baku diolah menjadi barang mentah, barang setengah jadi, atau barang jadi.

3. Pengendalian dan Perawatan

Pengendalian dan perawatan di sini berfungsi untuk mengevaluasi dan mengawasi jalannya produksi agar sesuai dengan perencanaan. Di dalam perusahaan, penting sekali untuk melakukan pembagian tugas antara perencana, pelaksana, dan pengawas agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar perusahaan.

4. Jasa Penunjang

Fungsi ini untuk meningkatkan cara kerja produksi. Terkadang proses produksi begitu lamban, gemuk, dan ribet. Tidak jarang ada metode yang lebih efektif dan efisien dan jasa penunjang berfungsi untuk itu.

Jenis-Jenis Produksi

Jenis-Jenis Produksi

Berikut ini beberapa jenis produksi yang perlu kamu ketahui:

1. Berdasarkan Produk yang Dihasilkan

Produksi terbagi menjadi beberapa jenis di bawah ini, yaitu:

  • Produksi Ekstraktif

Produksi ini melakukan eksplorasi sumber daya alam tanpa mengubah sifat dan bentuk apapun. Hasil ekstraksi kemudian diserahkan kepada perusahaan lain untuk diolah lebih lanjut menjadi barang baru yang memiliki nilai guna lebih tinggi.

Contoh: penambangan bahan tambang, penangkapan ikan di laut, dan pengeboran minyak bumi.

  • Produk Agraris

Produksi jenis ini mengolah alam dan memanfaatkan tanah agar dapat menghasilkan sumber daya alam yang berupa barang setengah jadi atau barang jadi. Hal ini tidak hanya mencakup pertanian saja, namun juga peternakan.

Contoh: padi, sayur-sayuran, buah-buahan, susu, telur, jagung, dan lain-lain.

  • Produksi Industri

Produksi jenis ini mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Produksi jenis ini menambah nilai guna agar dapat dimanfaatkan oleh manusia dengan pemanfaatan yang lebih baik lagi.

Contoh: pakaian, sepeda motor, mobil, pesawat terbang, pakan ternak, obat, alat kesehatan, makanan dan minuman, jilbab, mesin, alat elektronik, dan lain-lain.

  • Produksi Perdagangan

Produksi jenis ini bergerak dengan menghubungkan antara produsen dengan konsumen agar barang yang diproduksi dapat beredar luas di pasaran. Penyaluran barang dari produsen ke konsumen terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

a. Langsung dari Produsen ke Konsumen

Perdagangan yang langsung dilakukan sendiri oleh produsen. Biasanya produksi seperti ini dilakukan oleh pengusaha-pengusaha skala kecil atau perusahaan besar yang memiliki sistem marketing retail.

Contoh: pembuat pentol menjual langsung ke konsumen bakso.

b. Semi Langsung

Perdagangan ini melalui perantara. Konsumen membeli barang tidak langsung ke produsen, melainkan ke pedagang eceran. Jadi, produsen menjual barang ke pedagang eceran.

Contoh: reseller, warung, toko, minimarket, dan supermarket.

c. Tidak Langsung

Perdagangan ini dilakukan dengan urutan produsen- pedagang grosir/agen/ distributor- pedagang eceran- konsumen.

  • Produksi Jasa

Produksi jasa merupakan produksi yang menghasilkan produk bukan berupa barang, namun berupa jasa. Dalam melakukan produksi ini dibutuhkan keahlian tertentu. Hasil dari produksi jasa berwujud tidak konkret, tidak kasat mata, dan tidak bisa dipegang, namun keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya.

Contoh: jasa konseling, jasa keuangan, jasa pendidikan, transportasi, dan lain-lain.

Jenis Produksi

2. Berdasarkan Jangka Waktu dan Prosesnya

Produksi dapat dibedakan menjadi:

  • Produksi Berjangka Pendek

Merupakan produksi yang prosesnya berlangsung cepat dan dinikmati segera oleh konsumen. Jenis produksi ini merupakan jenis produksi yang pertama kali muncul di Indonesia.

Hasil dari produksi berjangka pendek mudah ditemukan dan sifatnya sangat mendasar. Sebut saja jajanan pasar, nasi pecel, dan sate adalah contoh-contoh dari produksi berjangka pendek.

a. Produksi Berjangka Panjang

Dari judulnya sudah dapat kita tebak bahwa produksi jangka panjang membutuhkan waktu yang panjang agar produk dapat dinikmati atau dimanfaatkan oleh konsumen.

Proses produksinya pun tidak sesederhana produksi jangka pendek. Budidaya ikan lele, pembangunan rumah, budidaya lobster merupakan beberapa contoh dari produksi berjangka panjang.

b. Produksi Terus-Menerus atau Berkelanjutan

Dalam prosesnya menghasilkan produk, proses dan waktu yang dibutuhkan memerlukan kelanjutan yang kontinu. Dalam proses, produksi jenis ini menggabungkan bahan lain atau alat lainnya agar hasil produksi dapat terselesaikan. Pembuatan gula, karet, mie kering, merupakan beberapa contoh dari produksi jenis ini.

c. Produksi Berselingan

Produksi ini menggunakan beberapa bahan baku yang kemudian digabungkan agar menghasilkan barang baru. Contoh: sepeda motor, pesawat terbang, mesin, dan lain-lain.

Tahapan Produksi

Tahapan Produksi

Ada beberapa tahapan yang perlu dilewati dalam melakukan produksi (terutama barang), yaitu:

  1. Konsep produk
  2. Riset
  3. Pembuatan dan pengembangan desain produk
  4. Fiksasi desain
  5. Pembuatan prototype
  6. Uji dan validasi prototype
  7. Produksi massal
  8. Perakitan
  9. Feedback dan pengujian
  10. Pengembangan produk
  11. Produk akhir

Faktor-Faktor Produksi

Produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitasnya. Faktor-faktor ini penting untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil kebijakan perusahaan. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi proses produksi:

1. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah sebuah kemampuan atau upaya manusia dalam bentuk hal-hal fisik atau spiritual yang akan digunakan untuk meningkatkan penggunaan untuk menghasilkan barang yang dapat di gunakan sebagaoii objek.

Dalam hal ini juga barang yang di hasilkan akan berkualitas sebagai mana kebutuhan dari sumber daya manusia yang akan di jadikan sebagai bidang pekerjaan yang sudah terlatih. Berdasarkan kualitasnya, SDM dapat terbagi menjadi beberapa kelompok, yakni:

a. Tenaga Kerja Terdidik

Tenaga kerja yang memiliki pendidikan formal dan resmi dalam melakukan pekerjaannya. Contoh: dokter, perawat, apoteker, arsitek, dan dosen.

b. Tenaga Kerja Terampil

Tenaga kerja yang memiliki keterampilan tertentu dalam melakukan pekerjaannya. Keterampilan yang dimiliki ini didapatkan dari seringnya berlatih dan mengasah kemampuan. Tenaga kerja terampil tidak harus melalui pendidikan formal dalam menjalankan pekerjaannya. Contoh: penjahit, chef, dan supir.

2. Sumber Daya Modal

Sumber daya modal adalah sebuah alat atau barang yang dibuat untuk digunakan sebagai alat untuk menghasilkan barang yang akan do poroduksi akan maksimal, sehingga konsumen dapat menjaga kerja sama yang diperlukan dalam bentuk uang.

3. Keahlian

Keahlian adalah sebuah faktor yan terpenting dalam proses produksi sehingga keahlian dan keterampilan akan menghasilkan barang dan jasa dengan kualitas yang sangat baik.

4. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah sebuah faktor yan dapat di gunakan oleh manusia untuk mencapai sebuah kekayaan yang akan di produksi dari hasil alam dan lingkungan dengan kekayaan dari suatu wilayah.

Contoh Kegiatan Produksi

Contoh Kegiatan Produksi

Berikut ini beberapa contoh dari kegiatan produksi:

1. Pabrik Baju Membuat Baju

Awalnya pabrik baju dibuat menggunakan barang mentah, kemudian diolah dan diproses menjadi barang setengah jadi, kemudian selanjutnya diolah kembali menjadi barang jadi, misalnya seperti baju, celana, dan lain sebagainya, lalu dipasarkan atau dijual ke seluruh daerah.

2. Membuat Televisi dan HP

Sebuah pabrik elektronik menghasilkan barang-barang eletronik, misalnya seperti televisi, handphone, dan lain sebagainya, dan barang-barang tersebut dapat digunakan didalam kehidupan sehari-hari.

3. Petani Menggiling Padi Menjadi Beras

Para petani setelah memanen ladang atau sawahnya, kemudian mereka memprosesnya dengan melakukan penggilingan agar dapat menghasilkan beras yang kita gunakan untuk makan sehari-hari.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian produksi adalah suatu proses yang mengubah bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi atau proses yang menambah nilai sebuah produk, baik berupa barang atau jasa agar bisa memenuhi beberapa kebutuhan masyarakat.

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai pengertian produksi secara umum maupun menurut para ahli beserta tujuan, fungsi, jenis, tahapan, faktor yang mempengaruhi dan juga contohnya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat ya.

Related Articles

Back to top button