Pengertian Pasar, Fungsi, Ciri dan Jenisnya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan mengajak kamu untuk membahas seputar pasar, mulai dari pengertian pasar, fungsi adanya pasar, ciri-cirinya, serta jenis-jenis pasar yang perlu kamu ketahui.

Pada dasarnya, pengertian pasar adalah tempat di mana dua atau lebih pihak yang mengejar tujuan yang sama berinteraksi satu sama lain.

Dengan demikian, pasar tentunya memiliki berbagai macam fungsi seperti halnya tempat lain, seperti taman hiburan yang berfungsi sebagai hiburan, bandara berfungsi untuk melayani penerbangan umum, dan lain sebagainya.

Lantas, apa pengertian pasar yang sebenarnya itu? Apa saja fungsi-fungsinya? Serta berapa banyak jenis pasar yang perlu kita ketahui? Yuk simak artikel dibawah ini.

Memahami Pengertian Pasar

Memahami Pengertian Pasar

Definisi atau pengertian pasar secara umum adalah tempat berkumpulnya penjual dan pembeli untuk melakukan jual beli barang dan jasa. Menurut ilmu ekonomi, pasar berkaitan dengan kegiatan bukan tempatnya.

Adanya transaksi jual beli inilah yang menjadi ciri khas dari sebuah tempat agar dapat disebut pasar. Pelanggan akan datang ke pasar dengan uang untuk membayar harganya.

Pasar merupakan salah satu dari berbagai macam sistem, institusi, prosedur, dan hubungan sosial serta infrastuktur dimana terdapat usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja dengan adanya imbalan berupa uang. Kegiatan transaksi pasar ini merupakan bagian dari sistem perekonomian.

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian pasar menurut beberapa para ahli :

1. Pengertian Pasar Menurut Amstrong dan Kotler

Pasar menurut Amstrong dan Kotler adalah seperangkat pembeli aktual dan potensial dari suatu produk atau layanan. Ukuran pasar tergantung pada jumlah orang yang memiliki kebutuhan dan bersedia melakukan transaksi.

Banyak pemasar percaya bahwa pembeli dan penjual adalah pasar di mana pembeli menerima produk atau layanan yang diinginkan setelah pembayaran diterima. Dan penjual mengirimkan produk atau jasa yang dibayar oleh pembeli.

2. Pengertian Pasar Menurut Handri Ma’aruf

Pasar menurut Handri Ma’aruf adalah titik pertemuan antara penjual dan pembeli, di mana ada interaksi antara penjual dan pembeli antara penawaran dan permintaan hingga transaksi jual dan beli berlangsung.

3. Pengertian Pasar Menurut Dr. Winardi SE

Pasar menurut Dr. Winardi SE adalah tempat di mana harga idealnya sama untuk semua penjual dan pembeli pada waktu tertentu.

4. Definisi Pasar Menurut Atep Adya Barata

Pasar menurut Atep Adya Barata adalah tempat di mana kumpulan penjual dan pembeli potensial bekerja secara langsung maupun tidak langsung untuk bertukar barang dan jasa.

5. Pengertian Pasar Menurut Simamora

Pasar menurut Simamora adalah sekelompok orang yang memiliki kebutuhan dan keinginan dari produk tertentu, kemampuan dan kemauan untuk membeli produk, dan kemampuan memilih untuk membeli suatu produk.

6. Definisi Pasar Menurut William J. Stanton

Pasar menurut William J. Stanton adalah sekelompok orang yang ingin mencapai kepuasan dengan menggunakan uang untuk berbelanja dan memiliki kemauan untuk mengeluarkan uang.

Ciri-Ciri Pasar

Secara umum, siri-ciri pasar adalah sebagai berikut:

  1. Adanya penjual dan pembeli
  2. Terdapat barang atau jasa yang diperjualbelikan
  3. Adanya permintaan dan penawaran
  4. Terjadi interaksi antara penjual dan pembeli
  5. Terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli

Apa Saja Fungsi Pasar

Apa Saja Fungsi Pasar?

Secara umum, pasar mempunyai tiga fungsi utama sebagai sarana distribusi, pembentuk harga, dan tempat promosi. Berikut penjelasannya:

1. Sebagai Sarana Distribusi

Pasar merupakan sarana distribusi yang berfungsi memperlancar proses penyaluran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan dengan baik untuk menawarkan produksinya kepada seluruh konsumen yang ada.

2. Sebagai Pembentuk Harga

Pasar akan mampu menetapkan harga dari suatu barang dan jasa tertentu sesuai dengan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar. Setelah terjadi suatu kesepakatan, maka terbentuklah harga. Pasar dalam hal ini mempunyai fungsi untuk membentuk harga.

3. Sebagai Sarana Promosi

Pasar dapat menjadi tempat bagi produsen untuk memperkenalkan hasil produksi mereka dimana para produsen akan saling bersaing secara sehat dalam merebut hati konsumen, mendapatkan banyak konsumen, sekaligus memupuk keuntungan dari produk dan jasa yang ditawarkannya.

4. Fungsi Pasar Lainnya

Selain itu, pasar juga mempunyai beberapa fungsi lainnya yang berkaitan dengan:

  1. Tempat mencari keuntungan, dimana hakikat awal para penjual dalam menawarkan produk dan jasanya di pasar adalah untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
  2. Tempat membentuk suatu kreatifitas agar barang dan jasa yang dijual mempunyai ciri khas dan menarik minat konsumen.
  3. Mempererat tali silaturahmi karena terdapat interaksi antara penjual dan pembeli.
  4. Melatih daya juang dan daya saing antar para penjual dan pembeli.
  5. Sarana pembangunan sosial karena pasar mempunyai kedudukan dalam sistem perekonomian yang ada dalam suatu negara.
  6. Meningkatkan pemasukan negara melalui berbagai produk yang dijual di pasar, apalagi jika sudah mencapai pasaran internasional.
  7. Mengontrol kegiatan ekonomi karena hampir sebagian besar kegiatan ekonomi dipusatkan dan difokuskan pada satu tempat atau satu wadah yang disebut sebagai pasar.

Pembagian atau Klasifikasi Pasar

Dilihat dari klasifikasinya, pasar dibagi menjadi dua macam yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Berikut penjelasannya:

1. Pasar Tradisional

Merupakan suatu pasar yang menjadi tempat terjadinya pertemuan antara penjual dan pembeli dan terdapat suatu transaksi jual beli langsung dan umumnya muncul suatu proses tawar menawar harga.

Bangunan pasar tradisional ini biasanya berupa kios kios, los, ataupun gerai, atau bisa juga berupa dasaran terbuka yang digelar oleh penjual ataupun pengelola pasar.

Mayoritas pasar tradisional masih banyak yang menjual berbagai macam barang kebutuhan sehari hari, jasa, dan lain sebagainya.

Beberapa pasar tradisional yang masih populer di kalangan masyarakat adalah Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Klewer di Solo, dan Pasar Apung di Kalimantan. Pasar tersebut masih akan terus mencoba untuk bertahan dengan identitasnya ditengah gempuran dari banyaknya industri pasar modern.

2. Pasar Modern

Pasar modern pada prinsipnya adalah sama dengan pasar tradisional karena pada hakikatnya, keduanya adalah sama. Hanya saja, dalam pasar modern, penjual dan pembeli tidak harus bertransaksi secara langsung.

Dalam pasar modern ini, konsumen atau pembeli akan melihat langsung label harga yang telah tersedia, berada dalam sebuah bangunan dengan pelayanan yang dilakukan sendiri ataupun sebuah swalayan, namun dapat juga dilayani oleh pramuniaga jika tersedia.

Barang-barang yang dijual dalam pasar modern selain berupa bahan makanan, juga terdapat barang lainnya yang dapat bertahan lama dan mempunyai expired date. Contoh dari pasar modern adalah minimarket, supermarket, ataupun swalayan.

Jenis-Jenis Pasar

Jenis-Jenis Pasar

Pasar memiliki jenis-jenis sendiri, hal ini karena setiap pasar di daerah tertentu terdapat kebutuhan yang juga berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

1. Menurut Bentuk Kegiatan

Menurut bentuk kegiatannya, jenis pasar dibagi menjadi:

a. Pasar Nyata

Pasar nyata merupakan pasar yang menyediakan berbagai macam barang yang bisa diperjual belikan. Contoh dari pasar nyata adalah pasar swalayan dan pasar tradisional.

b. Pasar Abstrak

Pasar abstrak merupakan pasar yang kecil kemungkinan dalam hal tawar menawar. Dalam pasar abstrak penjual dan pembeli tidak bertemu langsung, melainkan melalui aplikasi atau surat dagangan. Yang dimaksud dalam pasar abstrak adalah pasar online, pasar modal, pasar valuta asing dan pasar saham.

2. Menurut Transaksi

Adapun jenis pasar menurut transaksi yaitu:

a. Pasar Tradisional

Pasar tradisional merupakan pasar yang sifatnya tradisional. Jadi dalam pasar ini penjual dan pembeli bisa bertemu langsung. Barang yang terdapat pada pasar tradisional beragam, akan tetapi barang yang sering diperjual belikan adalah bahan pokok kebutuhan sehari-hari.

Berikut ciri-ciri pasar tradisional:

  1. Dikelola oleh pemerintah setempat atau daerah
  2. Adanya sistem tawar menawar
  3. Barang-barang yang dijual beragam, serta dengan tempat yang sama
  4. Sebagian besar barang-barang serta jasa yang dijual merupakan hasil lokal

b. Pasar Modern

Pasar modern merupakan pasar yang sifatnya modern. Jadi dalam pasar modern terdapat berbagai macam barang diperjualbelikan dengan harga yang sudah pas dan dengan layanan sendiri.

Pasar modern memiliki tempat sendiri untuk berlangsungnya jual beli. Tempat pasar modern, seperti plaza, mal dan tempat-tempat lainnya. Pasar modern tidak banyak bedanya dari pasar tradisional. Tetapi pasar jenis modern ini penjual dan pembeli tidak perlu bertransaksi secara langsung, melainkan pembeli hanya melihat label harga yang tercantum dalam barang atau barcode.

3. Menurut Jenis Barang

Berikut jenis pasar menurut jenis barang:

a. Pasar Barang Konsumsi

Pasar barang konsumsi merupakan sebuah pasar yang menjual ataupun membeli berbagai macam jenis barang yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Biasanya pasar barang konsumsi menjual berbagai macam kebutuhan pokok, seperti sayuran, daging, buah-buahan. Lalu ada pasar yang khusu menjual satu bahan pokok saja, seperti pasar ikan, pasar sapi, dan masih banyak lagi.

b. Pasar Sumber Daya Produksi

Pasar sumber daya produksi merupakan pasar yang menjual atau membeli mengenai produksi. Pasar sumber daya produksi menjual, seperti tenaga kerja, mesin-mesin, alat-alat berat dan masih banyak lagi.

4. Menurut Waktu

Adapun jenis pasar menurut waktu, diantaranya:

a. Pasar Harian

Pasar harian merupakan sebuah pasar yang menjual kebutuhan pokok. Pasar harian mempertemukan penjual dan pembeli setiap hari, artinya pasar harian buka setiap hari.

b. Pasar Mingguan

Pasar mingguan merupakan sebuah pasar yang biasanya hanya buka dalam seminggu satu kali. Pasar mingguan biasanya terdapat di pedesaan. Serta pasar mingguan juga menjual berbagai macam hewan ternak yang memang hanya dibuka pada hari-hari tertentu saja.

c. Pasar Bulanan

Pasar bulanan merupakan pasar yang bukanya sebulan sekali. Pasar bulanan terdapat di daerah-daerah tertentu. Pasar bulanan terdapat pembeli yang membeli barang-barang tertentu dan dapat dijual kembali.

d. Pasar Temporer

Pasar temporer merupakan pasar yang diselenggarakan pada waktu tertentu serta tidak dapat diprediksi atau hanya tertentu saja. Pasar temporer buka apabila hanya ada perayaan tertentu saja. Contoh dari pasar temporer adalah bazar.

Menurut Keleluasaan Distribusi

5. Menurut Keleluasaan Distribusi

Jenis pasar menurut keleluasaan distribusi terbagi menjadi:

a. Pasar Daerah

Pasar daerah merupakan sebuah pasar yang dapat membeli serta menjual produk dalam satu daerah, yang dimana produk tersebut dihasilkan. Pasar daerah bisa juga dikatakan sebagai pasar daerah yang melayani permintaan dan penawaran hanya dalam satu daerah itu saja.

b. Pasar Lokal

Pasar lokal merupakan sebuah pasar yang dapat melakukan transaksi jual beli produk dalam satu kota, yang dimana tempat produk tersebut dihasilkan. Pasar lokal bisa juga diartikan sebagai pasar lokal yang melayani permintaan dan penawaran hanya dalam satu kota itu saja.

c. Pasar Nasional

Pasar nasional merupakan sebuah pasar yang dapat membeli dan menjual suatu produk di dalam satu negara dan juga tempat produk tersebut dihasilkan. Pasar nasional bisa juga diartikan sebagai pasar nasional yang melayani permintaan serta penjualan dari dalam Negeri.

d. Pasar Internasional

Pasar internasional merupakan sebuah pasar yang dapat transaksi membeli dan menjual suatu produk dari berbagai negara. Selain itu, pasar internasional dapat dikatakan lebih luas jangkauan karena pasar tersebut dapat jangkauan dari seluruh dunia. Contoh pasar Internasional seperti Pasar kopi di Santos, Brazil.

6. Menurut Jenis Dagangan

Menurut jenis dagangannya, pasar terdiri dari dari:

a. Pasar Umum

Pasar umum merupakan suatu pasar yang dapat menjual dan membeli barang-barang yang beraneka ragam. Berikut golongan jenis-jenis barang dagangan yang diperjualbelikan pada pasar umum adalah:

  1. Golongan A : seperti batu mulia, logam mulia, permata dan tekstil.
  2. Golongan B : seperti batik, konveksi, pakaian tradisional, kerajinan, barang kelontong, barang pecah belah, plastik, obat-obatan, bahan-bahan kimia, bumbu-bumbu, bahan-bahan bangunan, daging dan ikan.
  3. Golongan C : seperti beras, tepung terigu, ketan, jagung, gula pasir, teh, kopi, buah-buahan, minyak goreng, jahe, warung makan dan jajan-jajanan di pasar.
  4. Golongan D : seperti kembang, anyam-anyaman, gerabah, barang barang bekas sepatu, sandal, dan pakaian, barang-barang bekas alat-alat elektronik dan barang-barang bekas bahan bangunan.

b. Pasar Khusus

Pasar khusus adalah suatu pasar yang bisa melakukan jual beli satu jenis barang dagangan saja. Contoh dari pasar khusus, seperti pasar hewan, pasar rombengan, pasar bunga, pasar sepeda dan lainnya. Berikut penggolongan jenis barang dagangan pada pasar khusus:

  1. Golongan A : Jual beli kendaraan bermotor, ternak, sepeda.
  2. Golongan B : Menjual tanaman atau bunga hias, bahan bangunan, hasil bumi dan furniture.

c. Pasar Tempel

Pasar tempel merupakan jenis pasar umum yang secara formal tidak dikelola atau diakui oleh pemerintah daerah. Tetapi secara fungsional pasar tempel berperan sebagai pasar dengan wilayah pelayanan tertentu.

Menurut Struktur Organisasi

7. Menurut Struktur Organisasi

Ada juga jenis pasar menurut struktur organisasi, yaitu sebagai berikut:

a. Pasar Persaingan Sempurna

Jenis pasar berdasarkan struktur organisasi yang pertama adalah persaingan sempurna. Jadi pengertian pasar jenis ini memiliki banyak penjual dan pembeli, dan mereka sadar kondisi pasar itu sendiri.

Ciri-CiriKelebihanKekurangan
1. Produk barang dan jasa bersifat homogen
2. Ada banyak penjual dan banyak pembeli
3. Apapun bentuk produksi bebas masuk dan keluar pasar
4. Penjual dan pembeli memiliki informasi lengkap terhadap produk yang dijual ataupun yang akan dibeli.
5. Harga tidak boleh ditawar karena sudah ditetapkan oleh pasar
6. Pemerintah tidak ikut campur
1. Pembeli bebas memilih keinginan mereka
2. Pembeli bebas mengunjungi penjual satu dengan yang lain
3. Lebih efisien
4. Bebas memilih produk yang akan di beli
1. Terkesan begitu-begitu saja, kurang dorongan untuk berinovasi
2. Terkesan memberikan batasan kepada konsumen
3. Ongkos sosial lebih tinggi
4. Terjadi ketidakmerataan distribusi pendapatan

b. Pasar Persaingan Monopolistik

Selain persaingan sempurna, ada juga yang disebut dengan persaingan monopolistik. Saya yakin banyak yang asing dengan jenis pasar satu ini. Dikatakan sebagai pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang berisi banyak penjual berbagai jenis barang.

Contoh persaingan monopolistik sebenarnya sudah sering kamu temukan dalam keseharian loh. Misalnya, ada jasa salon, toko obat, atau toko kelontong pun termasuk dalam persaingan monopolistic.

Ciri-CiriKelebihanKekurangan
1. Terdapat banyak penjual dan banyak pembelinya
2. Barang yang ditawarkan sejenis, namun coraknya dengan yang lain berbeda-beda
3. Jumlah penjual banyak, sehingga menimbulkan ketidak mampuan menguasai pasar
4. Penjual tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga pasar
5. Penjual mudah menawarkan barang ke pasar manapun
6. Memiliki banyak peluang bersaing meskipun berbeda-beda
1. Jumlah penjual tidak sebanyak di pasar persaingan sempurna
2. Peluang inovasi lebih tinggi dibandingkan pasar sempurna
3. Konsumen relative enggan pindah ke produk satu dengan yang lain
1. Membutuhkan biaya yang mahal, karena sebelum masuk ke pasar ini harus melakukan riset terlebih dahulu
2. Persaingan lebih berat karena pesaing adalah produk-produk yang sudah memiliki citra dan nama merek besar

c. Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Sesuai dengan namanya, maka jenis pasar satu ini karena sedikit penjualnya, padahal pembelinya banyak. Di persaingan tidak sempurna, penjual ternyata dapat menentukan harga barangnya sendiri.

Tentu saja jenis dan bentuknya pun berbeda-beda. Jadi di dalam persaingan tidak sempurna itu sendiri memiliki dua bentuk pasar, yang meliputi sebagai berikut.

1. Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi akibat terjadi penawaran terhadap barang yang sudah dikuasai oleh salah satu penjual tertentu. Sehingga orang lain tidak memiliki peluang menguasai barang tersebut. Berikut adalah ciri, kelemahan dan kelebihannya.

Ciri-CiriKelebihanKekurangan
1. Hanya ada satu penjual yang berhak menentukan harga pasar
2. Penjual yang lain tidak dapat menyaingi
3. Karena aturan undang-undang dank arena proses melibatkan hak paten, maka pedagang yang lainnya pun juga tidak dapat masuk
4. Barang yang ditawarkan tidak banyak macamnya
5. Penentuan harga tidak mengikut campurkan pemerintah
1. Keuntungan yang akan diperoleh lebih tinggi
2. Produk-produk yang memiliki tingkat kemanfaatan yang tinggi, mayoritas akan dikelola oleh pemerintah
1. Pembeli tidak ada pilihan lain, jadi harus membeli produk tersebut
2. Keuntungan hanya dirasakan oleh perusahaan saja
3. Terjadinya eksploitasi pembeli
2. Pasar Oligopoli

Berbeda dengan pasar oligopoli. Pasar ini hanya ada beberapa penjual saja, dalam artian sedikit yang menjual produk tertentu dan ceruknya pun kecil. Dari segi jumlah permintaan atau pembelinya pun juga terbilang kecil.

Contoh perusahaan yang menjual mobil, sepeda motor, industri telekomunikasi dan perusahaan rokok. Dimana mereka ada tetapi jumlahnya tidak banyak, dan konsumen yang beli pun terbilang tersegmen.

Ciri-CiriKelebihanKekurangan
1. Penjualnya sedikit
2. Harga jual yang ditentukan penjual akan mempengaruhi penjualan lainnya
3. Produk yang dijual belikan terstandarisasi
4. Peluang terbuka bagi yang ingin masuk di pasar ini
5. Memiliki kekuatan marketing yang besar untuk menunjang penjualan produk
1. Corak yang ditawarkan beragam
2. Efisien dalam memanfaatkan sumber daya
3. Mendorong pengembangan inovasi dan kemutakhiran teknologi
1. Persaingan harga lebih ketat
2. Banyak persaingan dan kendala jika ingin masuk ke pasar oligopoli
3. Mengeluarkan banyak modal dan tenaga untuk memulai pasar oligopoli

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar pengertian pasar, fungsinya, ciri-ciri atau karakteristik pasar, serta jenis-jenis pasar yang perlu kamu ketahui.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian pasar adalah tempat berkumpulnya penjual dan pembeli untuk melakukan jual beli barang dan jasa. Menurut ilmu ekonomi, pasar berkaitan dengan kegiatan bukan tempatnya.

Adanya transaksi jual beli inilah yang menjadi ciri khas dari sebuah tempat agar dapat disebut pasar. Pelanggan akan datang ke pasar dengan uang untuk membayar harganya.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button