Pengertian Komunikasi Data, Jenis, Komponen dan Fungsinya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang komunikasi data, mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, serta jenis-jenis dan komponen komunikasi data dalam dunia teknologi.

Ada beberapa faktor yang terkait dengan berlangsungnya proses komunikasi data, antara lain sistem pengiriman dan penerimaan data, ciri atau karakteristik, dan komponennya.

Namun, ada tiga hal yang dijadikan sebagai faktor yang paling penting yaitu komponen, standar, serta karakteristik untuk melihat terjadinya proses komunikasi tersebut.

Nah, sebelum mengetahui berbagai aspek tersebut secara rinci, kamu perlu mengetahui pengertian komunikasi data terlebih dahulu.

Memahami Pengertian Komunikasi Data

Memahami Pengertian Komunikasi Data

Secara umum, pengertian komunikasi data adalah sebuah proses pengiriman dan penerimaan data atau informasi dari dua atau lebih perangkat (contoh device seperti: komputer atau laptop atau printer dan alat komunikasi lainnya).

Komunikasi berasal dari bahasa inggris “Communication“, secara emitologi berasal dari bahasa latin yaitu “Communis” yang memiliki arti yaitu “berbagi” atau “menjadi milik bersama”.

Komunikasi mengacu pada proses mengembangkan saling pengertian dan menghasilkan serta menggunakan informasi untuk berinteraksi satu sama lain. Komunikasi adalah pertukaran data antara dua perangkat melalui media transmisi tertentu, contohnya kabel.

Untuk data yang menggunakan komputer pengiriman data menggunakan sistem transmisi elektronik biasanya disebut dengan istilah komunikasi data. Data adalah informasi yang disajikan oleh isyarat angkat biner yaitu 0 dan 1.

Data berasal dari kata ‘datum’ yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisa. Data merupakan sesuatu yang masih belum mempunyai arti bagi penerimanya dan memerlukan suatu pengolahan untuk menjadi informasi.

Data bisa berwujud suatu kedaan, gambar, huruf, angka, bahasa, simbol matematika dan simbol lainnya yang bisa digunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.

Jika ditarik kesimpulan, pengertian komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data secara elektronik dari dua atau lebih alat yang terhubung kedalam sebuah jaringan (network) melalui suatu media.

Fungsi dan Tujuan

Ada beberapa fungsi dan tujuan komunikasi data yang tentunya bisa membantu aktivitas manusia, beberapa diantaranya adalah:

  1. Lebih efisien untuk mengirimkan data dengan jumlah yang besar tanpa adanya kesalahan dan juga lebih ekonomis.
  2. Memungkinkan penggunaan sistem komputer serta peralatan pendukungnya dari jauh atau remote computer use.
  3. Mendukung manajemen pada masalah kontrol sebab memungkinkan pemakaian sistem komputer bisa terpusat atau tersebar.
  4. Memungkinkan seseorang dan juga bisnis punya lokasi geografi berlainan tetap bisa saling berkomunikasi.
  5. Kemungkinan pengelolaan data dan pengaturan data yang ada pada berbagai sistem komputer bisa terjadi.
  6. Untuk memperoleh data secara langsung dari sumbernya atau bisa memperoleh data basis ketika data tersebut sedang dibuat atau secara online.
  7. Untuk mengurangi waktu pengolahan data atau dengan kata lain lebih hemat waktu.
  8. Untuk mempercepat penyebaran informasi.

Jenis-Jenis Komunikasi Data

Jenis-Jenis Komunikasi Data

Terdapat dua jenis komunikasi data, diantaranya yaitu:

1. Melalui Infrastruktur Terestrial

Jenis komunikasi data ini dilakukan dengan menggunakan media kabel atau nirkabel sebagai saran akses sehingga hal ini membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membangun infrastrukturnya.

Beberapa contoh komunikasi data dengan infrastruktur terestrial adalah Sambungan Data Langsung (SDL), VPN Multi Service, Frame Relay dan Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).

2. Melalui Satelit

Jenis komunikasi data ini dilakukkan dengan menggunakan satelit sebagai media akses dan jenis komunikasi data ini memiliki ruang cakup yang lebih luas.

Komunikasi data dengan menggunakan satelit ini dapat menjangkau wilayah yang tidak memungkinkan dibangun infrastruktur terstrial. Namun jenis komunikasi data ini membutuhkan proses waktu yang lama untuk mempersiapkan infrastrukturnya.

Bentuk-Bentuk Komunikasi Data

Berikut ini beberapa bentuk komunikasi data yang perlu kamu ketahui:

1. Offline Communication System

Merupakan sebuah sistem pengiriman data melalui fasilitas telekomunikasi dari satu lokasi menuju pusat pengolah data namun data yang dikirim tidak langsung di proses ke CPU.

Ada beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam komunikasi offline, diantaranya yaitu:

  1. Terminal : I/O yang dipakai untuk mengirim dan menerima data jarak jauh yang menggunakan fasilitas telekomunikasi. Banyak macam jenis terminal ini misalnya: paper tape, disk drive dll.
  2. Jalur Komunikasi : Sebuah fasilitas telekomunikasi yang sering dipakai, contohnya: telepon, telegraf dll.
  3. Modem : Merupakan suatu alat yang mengubah data dari sistem kode digital kedalam kode analog atau sebaliknya.

2. Online Communication System

Pada sistem ini, data yang dikirimkan lewat terminal komputer dapat langsung diproses oleh komputer pada saat kita membutuhkannya.

Sistem komunikasi online ini bisa berupa:

  1. Realtime System : Suatu sistem pengolahan data yang membutuhkan tingkat transaksi dengan kecepatan yang sangat tinggi.
  2. Batch Processing : Suatu teknik pengolahan data dengan cara menumpuk data tsb lebih dulu lalu diatur pengelompokkan datanya dalam suatu kelompok yang dinamakan batch.
  3. Time Sharing System : Teknik pemakaian atau penggunaan online sistem oleh beberapa user.
  4. Distributed Data Processing System : Suatu sistem komputer interaktif yang terpancar secara geografis dan dihubungkan lewat jalur telekomunikasi, setiap komputer juga mampu memproses data secara mandiri dan memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan komputer yang lain dalam suatu sistem.

Komponen Komunikasi Data

Komponen Komunikasi Data

Berikut ini lima komponen dasar yang perlu kamu ketahui berkaitan dengan sistem komunikasi data:

1. Sumber Data

Komponen pertama yakni sumber data, yakni tempat utama dimana kumpulan data sekaligus informasi dapat dimunculkan kemudian dikirimkan. Sumber juga bisa diartikan sebagai sumber asal dari suatu perangkat yang berfungsi untuk menginput data serta mengirimkannya ke tujuan penerima data.

Perangkat sebagai sumber memiliki bentuk yang sangat beragam, antara lain seperti kumpulan teks yang terdiri dari tulisan, gambar, maupun video. Semua data sekaligus informasi tersebut tersistem dalam satu kesatuan kemudian masuk pada sistem komputer.

Selain komputer, ada beberapa perangkat yang dijadikan sebagai sumber, antara lain seperti fax, telepon, PC, telegan, dan sebagainya. Setiap sumber ini nantinya dapat menghasilkan suatu gelompang elektromagnetik untuk mengirimkan data.

2. Transmitter

Elemen penting selanjutnya yakni transmitter yang fungsinya untuk memproses beragam informasi data sebelum dikirimkan lewat media tertentu. Bentuk asli data sebenarnya berupa kode biner yang hanya diketahui para ahli saja.

Untuk mengolah data tersebut agar menjadi sebuah file teks memerlukan media yang disebut transmitter. Transmitter ini membangkitkan kumpulan data terlebih dahulu kemudian mengolah dan memprosesnya sedemikian rupa.

Setelah data tersebut diolah menjadi kategori teks tertentu maka akan diubah dan dikirimkan melalui perangkat lain dengan bentuk sinyal analog. Kemudian dikirimkan dan disalurkan kepada perangkat sebagai penerima data.

Salah satu contoh dari transmitter seperti modem, yang fungsinya mengirimkan digital bit stream dari satu perangkat ke perangkat lain. Proses penyaluran tersebut dikirimkan lewat sinyal analog dari jaringan telepon.

3. Media Pengiriman atau Sistem Transmisi

Selain transmitter, ada juga yang disebut sebagai sistem transmisi yakni media yang fungsinya membawa sinyal dari sumber transmitter menuju penerima. Tugas sistem transmisi secara khusus yakni mengirimkan data sekaligus informasi ke sumber penerima.

Bentuk dari sistem transmisi seperti sebuah jalur yang sangat beragam, ada yang tunggal dan ada juga yang cukup kompleks.

Jalur tunggal hanya perlu melewati satu jaringan, sedangkan lewat jalur kompleks memerlukan beberapa rangkaian sistem tertentu. Ada beberapa contoh sistem transmisi, yakni copper media, wireless media, dan optical media.

4. Penerima

Komponen penting selanjutnya adalah perangkat yang dimiliki oleh penerima data atau informasi. Perangkat tersebut berfungsi untuk menerima sinyal yang telah dikirimkan oleh sistem transmisi.

Proses penerimaan tidak dilakukan secara langsung karena melalui tahap seperti saat proses transmitter sedang bekerja, contohnya yakni workstation.

5. Pengirim dan Tujuan

Penerima sebenarnya tidak dapat menerima data tersebut secara langsung karena data masih perlu diubah ke bentuk sediakala. Data terlebih dahulu diproses ulang sama seperti pada kinerja transmitter.

Setelah data dapat dikembalikan bentuk awalnya seperti sebelum dikirimkan pada tahap awal, barulah data utuh bisa diterima dalam bentuk teks.

Karakteristik Dasar Sistem Komunikasi Data

Efektivitas dari sistem komunikasi data akan tergantung dari empat karakteristik yang mendasar yaitu pengiriman, akurasi, ketepatan waktu dan jitter.

1. Pengiriman

Sistem nantinya harus memberikan data ke tujuannya yang selanjutnya data harus diterima perangkat yang dimaksud atau pemakai dan hanya oleh perangkat atau pemakai.

2. Akurasi

Sistem nantinya harus memberikan data yang akurat dan data yang sudah diubah dalam transmisi akan meninggalkan sumber. Sedangkan untuk data yang tidak dikoreksi tidak bisa dipakai.

3. Ketepatan Waktu atau Tepat Waktu

Sistem harus mengirimkan data di waktu yang tepat, jika terlambat dikirim, maka data tidak akan bisa digunakan. Pada kasus video dan juga audio, pengiriman waktu yang tepat berarti memberikan data seperti yang diproduksi atau seperti aslinya dimana dalam urutan yang sama saat dibuat serta tanpa penundaan yang signifikan atau biasa disebut dengan peniriman transmisi real time.

4. Jitter

Mengacu pada variasi waktu kedatangan paket yakni keterlambatan yang tidak merata pada pengiriman paket audio atau video.

Contohnya paket video yang dikirimkan setiap 3D ms, jika dari beberapa paket datang dengan delay 3D ms dan yang lain dengan delay 4D ms, maka akan menghasilkan kualitas yang tidak merata pada video tersebut.

Data Communication Standard

Data Communication Standard

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.

Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras.

Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang.

Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak variasi di dalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:

  1. Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
  2. Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
  3. Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  4. Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  5. Bagaimana format pesan yang digunakan.
  6. Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  7. Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya
  8. Mengakhiri suatu koneksi.

Media Transmisi Komunikasi Data

Terdapat tiga jenis transmisi dalam komunikasi data. Ketiga jenis transmisi tersebut diantaranya:

1. Simplex

Simplex adalah atau sering disebut dengan komunikasi satu arah yaitu salah satu jenis daripada transmisi, yang dimana hanya terdaoat satu transmitter dan satu Receiver, yaitu hanya terdapat satu pengirim dan juga satu penerima.

Jika yang satu sebagai pengirim, maka yang satunya lagi hanya menjadi penerima saja, tanpa adanya timbal baliknya. Data ditransmisikan hanya kesatu arah saja, satu station sebagai transmitter dan lainnya sebagai receiver. Seperti contohnya: siaran radio atau siaran TV, dll.

2. Half Duplex

Half Duplex adalah salah suatu jenis transmisi dimana kedua stationnya sudah dapat mentransmisikan data baik menjadi transmitter maupun menjadi receiver. Tetapi transmisi ini hanya dapat menstransmisikan secara bergantian, yaitu saat station A menjadi transmitter maka station B menjadi receiver begitupun juga sebalikknya.

Dapat juga dikatakan seperti ini, dalam transmisi Half Duplex hanya bisa mentransmisikan satu station pada saat bersamaan. Data ditransmisikan kedua arah secara bergantian, waktu yang dibutuhkan mengganti arah transfer data. Misal contohnya: SMS, chatting, walkie talkie dll.

3. Full Duplex

Full Duplex adalah suatu jenis transmisi dimana kedua station sudah dapat ditransmisikan secara bersamaan. Dimana station A bisa menjadi transmitter dan receiver pada saat yang bersamaan. Data dapat ditrnsmisikan kedua arah secara bersamaan. Seperti contohnya: telepon genggam, telepon, dll.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai pengertian komunikasi data beserta jenis-jenisnya, komponennya, dan juga tujuan serta fungsi dari komunikasi data yang perlu kamu pahami.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa pengertian komunikasi data merupakan pertukaran data antara dua perangkat atau lebih melalui suatu media transmisi seperti kabel.

Agar komunikasi data bisa terjadi, perangkat harus saling berkomunikasi atau saling terhubung menjadi sebuah bagian dari sistem komunikasi, perangkat tersebut terdiri kombinasi hardware dan software.

Related Articles

Back to top button