Apa itu Franchise: Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Kerugiannya

Teknatekno.com – Ada beberapa cara untuk berwirausaha. Salah satunya adalah dengan menjalankan skema bisnis franchise atau waralaba. Apa itu franchise? Secara umum, franchise adalah salah satu skema bisnis yang semakin populer di Indonesia.

Saat ini, mengelola bisnis waralaba sangat ideal bagi seseorang yang ingin belajar bagaimana menjalankan bisnis. Alasannya, menjalankan waralaba tidak perlu dimulai dari awal. Karena franchisor sudah melakukannya. Nah untuk lebih detailnya kamu bisa simak artikel dibawah ini.

Apa itu Franchise

Pengertian franchise adalah sistem atau metode bisnis, yang kini mulai marak diterapkan di Indonesia. Sistem waralaba ini dimulai di Amerika, dan seiring berkembangnya dunia bisnis, akhirnya masuk ke Indonesia.

Menurut buku ‘Top 10 Million Franchise Corporation’ oleh Dewangga Sugiarto, definisi franchise adalah ide pemasaran yang digunakan untuk mengembangkan bisnis dengan cepat. Dalam bahasa Indonesia, waralaba sering disebut dengan istilah franchise.

Pemberi waralaba dan penerima waralaba adalah dua pemangku kepentingan utama yang terlibat dalam membangun bisnis waralaba. Pemilik waralaba akan tetap menjadi pemilik waralaba. Pemberi waralaba adalah pemberi waralaba, dan penerima waralaba adalah penerima waralaba.

Apa sebenarnya franchise itu? Asosiasi waralaba indonesia (AFI) mendefinisikan waralaba sebagai metode penyediaan produk atau layanan kepada pengguna akhir.

Dimana pemilik merek memberikan seseorang atau perusahaan hak untuk melakukan bisnis dengan merek, nama, sistem prosedur, dan metode yang ditentukan sebelumnya untuk jangka waktu tertentu dan di wilayah tertentu. Secara sederhana dijelaskan, waralaba adalah pengalihan kesuksesan bisnis kepada pihak lain.

Apa itu Pengertian Franchise

Pengertian Franchise Menurut Para Ahli

Bebebrapa ahli mengungkapkan pendapatnya tentang pengertian franchise, diantaranya sebagai berikut:

1. Prof. H. Soerjono Soekanto

Menurut Prof. H. Soerjono Soekanto, seorang ahli hukum terkemuka di Indonesia, franchise adalah suatu bentuk perjanjian kerjasama antara dua pihak, yaitu pemilik usaha atau merek (franchisor) dan pihak yang menggunakan hak tersebut (franchisee).

Dalam perjanjian ini, franchisee memiliki hak untuk menggunakan merek, sistem, dan dukungan dari franchisor dengan membayar biaya atau royalti tertentu.

2. Prof. Philip Kotler

Menurut Prof. Philip Kotler, seorang pakar pemasaran terkenal, franchise adalah cara untuk memperluas bisnis dengan menggunakan modal orang lain. Franchisor memberikan kepada franchisee hak untuk menjalankan bisnis dengan merek dan sistem yang sudah terbukti, sementara franchisee membayar biaya awal dan royalti sebagai bentuk balas jasa.

3. Dra. Hj. Hendarjatun

Menurut Dra. Hj. Hendarjatun, seorang ahli bisnis dan manajemen di Indonesia, franchise adalah sebuah perjanjian bisnis yang memberikan hak kepada pihak tertentu untuk menjalankan usaha dengan menggunakan merek, produk, dan sistem yang dimiliki oleh pihak lain. Dalam hal ini, franchisor memberikan bimbingan dan dukungan kepada franchisee.

4. Dr. Joko Sarwono

Dr. Joko Sarwono, seorang ekonomi dan penulis buku tentang bisnis franchise di Indonesia, mendefinisikan franchise sebagai sistem bisnis di mana seorang pengusaha (franchisee) memperoleh hak untuk menjual produk atau jasa dari pemilik merek (franchisor) dalam suatu wilayah tertentu. Franchisee harus mengikuti standar operasional yang ditetapkan oleh franchisor.

5. Peraturan Perundang-Undangan Indonesia

Di Indonesia, franchise juga diatur oleh peraturan perundang-undangan, terutama dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Menurut undang-undang ini, franchise adalah bentuk kerjasama usaha di mana pihak yang memiliki merek, produk, atau sistem usaha memberikan izin kepada pihak lain untuk menjalankan usaha dengan menggunakan hak tersebut.

6. A. Syafrudin (2003)

Menurut A. Syafrudin, franchise adalah suatu bentuk kerjasama antara pemilik merek (franchisor) dengan pihak yang ingin bergabung (franchisee) dengan membayar royalti dan biaya awal tertentu untuk menggunakan merek dan sistem bisnis yang telah ada.

7. John Stanworth dan David Purdy (1980)

Menurut John Stanworth dan David Purdy, franchise adalah suatu sistem distribusi dan pemasaran dimana pemilik merek memberikan hak kepada individu atau perusahaan lain (franchisee) untuk menjalankan bisnis dengan menggunakan merek tersebut sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

8. Richard L. Adams (2006)

Menurut Richard L. Adams, franchise adalah bentuk bisnis di mana seorang individu atau perusahaan (franchisee) membayar kepada pemilik merek (franchisor) untuk menggunakan merek dagang, produk, dan sistem operasional yang sudah teruji.

9. Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2006)

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, franchise adalah bentuk lisensi dimana pemilik merek memberikan izin kepada pihak lain (franchisee) untuk menjual produk atau layanan dengan menggunakan merek tersebut, dengan persyaratan tertentu.

Para ahli sepakat bahwa franchise adalah bentuk kerjasama bisnis di mana pemilik merek memberikan hak kepada pihak lain untuk menggunakan merek dagang dan sistem operasional mereka dengan imbalan biaya tertentu. Hal ini mencakup hak untuk menjalankan bisnis dengan pedoman yang telah ditentukan oleh franchisor.

Apa Saja Jenis-Jenis Franchise

Di Indonesia, franchisee sering dikaitkan dengan bisnis makanan. Namun, sebenarnya waralaba memiliki banyak jenis yang berbeda sesuai dengan industrinya. Berikut ini jenis-jenis franchise yang harus kamu ketahui:

Jenis-Jenis Franchise

1. Job Franchise

Jenis waralaba yang pertama yakni Job franchise yang memiliki tingkat investasi rendah yang dapat dioperasikan sendiri atau dengan staf minimal kurang dari lima. Franchise harus membayar biaya legalitas waralaba dan biaya minimal awal, seperti peralatan, bahan dasar, dan terkadang kendaraan.

Banyak industri besar yang menyediakan layanan waralaba jenis ini, seperti:

    • Tempat service dan aksesoris handphone
    • Layanan kebersihan juga tersedia.
    • Layanan untuk anak-anak.
    • Perusahaan perjalanan.
    • Travel agency.

2. Product Franchise

Ini adalah waralaba berbasis produk di mana pemilik waralaba menjual barang-barang perusahaan induk serta barang atau jasa terkait tertentu. Perusahaan induk mengizinkan pewaralaba untuk menggunakan merek dagangnya, tetapi biasanya tidak memberi pewaralaba seluruh sistem untuk menjalankan bisnisnya.

Contoh industri yang menggunakan jenis waralaba ini adalah:

    • Peralatan suku cadang mobil (PT MobilKu DotCom Sejahtera, OmBoost Sparepart, Doni Sparepart).
    • Peralatan besar (Dozers).
    • Komputer (Samsung, Lenovo).
    • Sepeda.

Dalam beberapa kasus, perusahaan induk tidak hanya melisensikan waralabanya untuk distribusi saja, terkadang mereka juga termasuk bagian dari proses manufaktur. Salah satu contoh umum yang menggunakan jenis ini yaitu fanta.

3. Business Format Franchise

Karena ini adalah jenis waralaba yang paling umum, banyak orang yang akrab dengan sistem waralaba.

Waralaba format bisnis ini diberikan lisensi untuk beroperasi di bawah merek perusahaan induk dan menerima semua proses yang terbukti berhasil untuk mengoperasikan dan memasarkan barang atau jasa mereka.

Ini menunjukkan bahwa perusahaan induk bersedia untuk berbagi informasi tentang prosedur, pelatihan, dan bagian lain dari bisnis yang berkontribusi pada kelangsungan bisnis jangka panjangnya. Salah satu industri yang menggunakan jenis ini diantaranya:

    • Makanan cepat saji (A&W, Solaria, Yoshinoya, Domino’s Pizza).
    • Fitness (Gin Gym Fitness).
    • Ritel (Hari-hari, Alfamidi).
    • Restoran (Sugar & Spice, La Brasserie Restaurant).

4. Investment Franchise

Ini adalah bisnis skala besar yang membutuhkan modal awal yang jauh lebih besar daripada jenis waralaba lainnya.

Franchisee atau penerima waralaba berfungsi sebagai investor utama, penyuplai dana sekaligus sebagai tim manajemen. Kadang-kadang, franchise akan mengelola bisnis itu sendiri. Salah satu contoh industri dari investment franchise seperti:

    • Hotel (The Sultan Hotel & Residence, Reddoorz, All Seasons Thamrin).
    • Restoran besar (Lemongrass Resto, Grand Garden Resto & Cafe).

5. Conversion Franchise

Terakhir, ada Waralaba Konversi, yang merupakan satu-satunya waralaba hibrida. Waralaba semacam ini menggunakan strategi membangun sistem waralaba di lokasi waralaba.

Bekerja dengan bisnis saat ini untuk mengubah proses bisnis mereka menjadi unit waralaba. Penerima waralaba diizinkan untuk menggunakan merek dagang bisnis induk, metode pemasaran, pelatihan, dan sumber daya lainnya.

Struktur waralaba ini sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan perkembangan penjualan yang pesat. Franchise tidak diharuskan untuk membangun bisnis dari awal; sebaliknya, mereka dapat menggunakan merek dagang dan barang mereka untuk mempromosikan langsung kepada pelanggan.

Contoh jenis waralaba ini populer di kalangan industri berikut:

    • Toko bunga.
    • HVAC.
    • Professional service companies.
    • Real estate broker.

Keuntungan Franchise

Keuntungan Franchise

Bagi kamu yang masih mempertimbangkan bisnis ini, berikut adalah gambaran apa saja keuntungan jika memilih bisnis franchise.

1. Tidak Perlu Sibuk Memikirkan Branding Secara Besar-Besaran

Karena bisnis ini sudah terbukti berhasil dan mendapatkan banyak manfaat dan bisa jadi sudah terkenal, maka kamu tidak perlu lagi memikirkan branding dari nol.

Struktur waralaba ini sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan perkembangan penjualan yang pesat. Franchisee tidak diharuskan untuk membangun bisnis dari awal; sebaliknya, mereka dapat menggunakan merek dagang dan barang mereka untuk mempromosikan langsung kepada pelanggan.

Di sini, kamu sudah diuntungkan masalah basis massa. Apalagi, jika brand yang kamu ajak kerjasama sudah memiliki massa yang besar. Lebih menguntungkan, bukan?

2. Tak Perlu Memikirkan Produk dan Strategi

Kamu tidak perlu khawatir dengan produk dan sistem atau strategi operasional. Karena sudah diputuskan oleh franchisor.

Ketika kamu menyetujui perjanjian kerjasama, kamu hanya perlu menjalankan briefing yang diberikan oleh franchisor. Untuk memulai bisnis ini, kamu hanya perlu menyediakan dana dan bisnis.

3. Belajar Bisnis Oleh Mentor Profesional

Oleh karena kamu telah bekerjasama dengan franchisor, maka secara langsung kamu akan dibimbing langsung oleh franchisor tersebut. Artinya, kamu akan banyak belajar tentang bisnis kepada mereka. Dan, tentu saja mereka adalah seorang pebisnis profesional yang telah berpengalaman.

Kerugian Franchise

Meski dalam keuntungan terlihat menjanjikan, tapi bisnis franchise ini juga memiliki beberapa kerugian. Antara lain:

1. Tidak Selamanya Untung

Ke mana pun kamu melihat, bisnis berputar di sekitar pasar. Tidak ada yang tahu apakah kamu akan mendapat untung atau rugi di bulan depan. Apakah kamu siap untuk mengambil risiko ini sebagai seorang pebisnis?

2. Bergantung Tren Pasar

Tren pasar sering menjebak perusahaan waralaba. Ya, terutama mengingat tren perubahan perilaku konsumen yang cepat saat ini. Misalnya, bisnis minuman boba yang saat ini sedang berkembang pesat, mungkin tidak akan menjadi tren positif dalam 2-3 tahun ke depan.

3. Tergantung Pada Franchisor

Karena kamu hanya menggunakan merek orang lain, bisnis kamu akan tergantung pada reputasi pemiliknya. Jika pemilik waralaba memiliki peristiwa tak terduga, baik bisnis atau pribadi, pasar kamu mungkin menderita. Dan, jika pemilik waralaba bangkrut, bisnis kamu akan mati.

4. Ada Pemotongan Keuntungan

Perjanjian kolaborasi waralaba mengharuskan penerima waralaba untuk membayar pemilik merek dagang royalti atas pendapatan yang dikumpulkan. Artinya, keuntungan kamu tidak sepenuhnya milik kamu.

Tips Sukses Bisnis Franchise

Tips Sukses Bisnis Franchise

Ternyata, tidak semua franchisee bisa menjalankan bisnis franchise-nya dengan lancar. Supaya bisnis kamu tetap berjalan lancar, kamu harus tahu beberapa tips sukses berbisnis berikut ini:

1. Pilih Industri Bisnis yang Sesuai

Untuk memulai, pilihlah waralaba di bidang bisnis yang telah kamu kuasai agar kamu dapat terus mengelola bisnis kamu dengan sukses. Dengan begitu, kamu dapat memahami dan memahami cara menarik perhatian pelanggan.

2. Lokasi Bisnis yang Strategis

Lokasi bisnis yang strategis juga penting untuk kelangsungan bisnis kamu dalam jangka panjang. Pertimbangkan untuk membuka bisnis di lokasi yang tenang daripada di jalan raya yang ramai. Bagaimana orang tahu di mana lokasi bisnis kamu?

3. Ikuti Sistem yang Berlaku

Terakhir, untuk memastikan bisnis waralaba kamu berfungsi dengan baik, patuhi sistem yang sesuai atau yang dikembangkan oleh perusahaan induk. Hal ini memungkinkan kamu untuk menjalankan bisnis kamu dengan lancar.

Kesalahan Franchise

Membuka bisnis atau menggunakan sistem waralaba tampaknya merupakan bisnis yang sederhana, dan pendekatan ini sangat diminati. Tapi tidak ada yang kamu capai tanpa bahaya.

Seperti halnya bisnis waralaba, kamu harus berhati-hati sebagai pebisnis baru. Berikut adalah beberapa kesalahan waralaba yang harus dihindari.

1. Kurangnya Dukungan Dana Operasional

Perusahaan waralaba sering kekurangan dukungan keuangan yang substansial. Mayoritas uang yang dimiliki diperoleh dari dana investor, selebihnya berasal dari franchisee. Kesalahan yang paling umum adalah tidak ada cadangan khusus uang tunai yang dimiliki.

2. Konsep Warlaba yang Rumit

Bisnis yang baik, tentu saja, membutuhkan ide yang bagus. Sebelum outlet waralaba disediakan, pemilihan waralaba harus diuji. Sayangnya, bisnis tertentu sering mempromosikan gagasan dan proses yang belum terbukti efektif.

3. Keputusan Membuka Cabang

Jangan membuka cabang baru jika kamu tidak siap untuk pertumbuhan waralaba. Meskipun jumlah cabang yang dikelola oleh waralaba biasanya digunakan untuk mengukur kinerjanya, hal ini tidak terjadi. Jika kamu ingin membuka cabang baru, kamu harus siap dengan dana operasional yang meningkat.

4. Meminjam Uang Tanpa Perhitungan

Meminjam uang tanpa pertimbangan yang matang hanya dapat meningkatkan bahaya bisnis kamu. Jika dibandingkan dengan memulai bisnis dari nol, sistem waralaba tentu cukup sederhana. Namun, untuk menghindari kerugian, kamu juga harus mempertimbangkan status bisnis waralaba.

5. Tidak Ada SOP

Tanpa SOP, bisnis waralaba hanya akan memperbesar kemungkinan kesalahan di salah satu cabang. Selain itu, bisnis waralaba yang tidak memiliki SOP akan berdampak buruk bagi semua cabang.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu franchise hingga kesalahan dalam franchise. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan.

Apa itu franchise? adalah sistem atau metode bisnis, yang kini mulai marak diterapkan di Indonesia. ide pemasaran yang digunakan untuk mengembangkan bisnis dengan cepat.

Hai Saya schoirunn aktif menulis dan berkontribusi dalam berbagai media massa, seperti surat kabar sekolah, website, dan media sosial. Saya juga pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dan magang di salah satu media nasional, yang membuat saya semakin memahami bagaimana dunia jurnalistik bekerja. Selain menulis, saya juga senang memotret dan merekam video. Saya percaya bahwa gambar dan video dapat memberikan dampak yang kuat dalam menyampaikan sebuah cerita. Sebagai seorang jurnalis muda, saya berkomitmen untuk selalu memperbaiki keterampilan saya dalam menulis, mencari sumber, dan melakukan wawancara yang berkualitas.

You might also like