Apa itu Komunikasi Digital? Pengertian, Etika dan Konsep Dasarnya

Teknatekno.com – Tahukah kamu apa itu komunikasi digital? Secara harafiah, komunikasi berasal dari bahasa Latin communis, yang berarti “berkomunikasi”. Komunikasi menyiratkan ide, makna, atau pesan yang sama.

Sedangkan Digital berasal dari kata Yunani Digitus, yang berarti “jari jemari”. Jemari berjumlah 10 dan nilainya terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0 (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan bilangan biner ini sebagai databasenya.

Mengenal Apa itu Komunikasi Digital

Jadi, apa itu komunikasi digital? Komunikasi digital adalah salah satu jenis komunikasi yang berkembang pesat di saat subjek etika komunikasi digital sering diperdebatkan.

Gaya komunikasi ini memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui media digital, yang jelas lebih efektif. Komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai media tanpa harus bertatap muka dengan orang lain (bukan komunikasi verbal).

Sayangnya, karena sifatnya, banyak individu yang tidak memperhatikan apa yang harus ditangani saat mengadopsi penggunaan komunikasi digital ini.

Mengenal Apa itu Komunikasi Digital

Apa Saja Konsep Dasar Komunikasi Digital?

Konsep dasar dari komunikasi digital adalah konsep penting dalam komunikasi digital. Diantaranya adalah konsep tentang internet dan komponen lainnya.

Konsep komunikasi digital ini akan terus berkembang mengikuti perkembangan penemuan alat-alat berbasis teknologi. Berikut ini sepuluh konsep dasar komunikasi digital yang perlu kamu ketahui:

1. Dunia Maya

Ungkapan “dunia maya” awalnya muncul dalam buku William Gibson “Neoromancer.” Dalam cerita ini, dunia maya disebut sebagai jaringan informasi besar oleh penggunanya, yang dikenal sebagai console cowboys.

Dunia maya adalah realitas yang terhubung secara global yang bersifat multidimensi, artifisial, tidak berwujud, dan tidak mencerminkan barang-barang fisik (virtual). Dalam bentuknya yang modern, dunia maya mengacu pada situs web, media sosial, forum diskusi, game online, dan sebagainya.

2. Realitas Maya (Virtual Reality)

Realitas virtual, sering dikenal sebagai VR (Virtual Reality), mengacu pada stimulus yang diterima pengguna komputer saat menggunakannya. Misalnya, bermain game balap mobil menggunakan sarung tangan, earbud, dan google yang terhubung ke komputer.

Stimulus dalam game akan berubah sebagai respons terhadap gerakan pengguna. Akibatnya, kita mendapat kesan bahwa kita sedang ‘bergerak’ melalui ruang tiga dimensi. Bersaing di arena balap melawan mobil lain.

3. Komunitas Maya

Komunitas maya adalah sekelompok pengguna komunikasi digital yang menciptakan komunitas di dunia maya dan muncul (berinteraksi satu sama lain) lebih banyak di dunia maya daripada di dunia nyata.

Saat ini, kita sering menemukan grup semacam ini di platform media sosial seperti Facebook atau aplikasi perpesanan seperti WhatsApp, Line, atau Telegram.

Menurut buku Howard Rheingold The Virtual Communuty, komunitas virtual memberikan berbagai keuntungan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial, meskipun faktanya tidak nyata secara fisik.

4. Chat Rooms, MUD, dan Bot

Ruang obrolan atau yang sering dikenal dengan chat room adalah fitur online yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi langsung dengan pengguna lain, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal.

MUD, yang merupakan singkatan dari Multi User Domain, adalah gim interaktif multipemain yang memungkinkan pengguna mengambil peran fantastis dan menjelajahinya bersama pemain lain.

Beberapa MUD memiliki bot, yaitu program komputer yang berinteraksi dengan pemain. Chatterbot, perangkat lunak dengan kemampuan obrolan yang luas, adalah salah satu jenis interaksi bot.

Seringkali sulit bagi pemain untuk membedakan apakah mereka berkomunikasi dengan pengguna lain (manusia) atau dengan program komputer. Chatterbots sekarang tersedia tidak hanya di game online, tetapi juga di situs web, pasar, dan aplikasi perpesanan.

5. Interaktivitas

Dalam komunikasi digital, interaktivitas memiliki dua arti, yaitu interaksi antara pengguna komputer dengan pengguna lain (antar orang); dan interaksi antara pengguna komputer dan mesin (manusia dan komputer).

Menurut William, Rice, dan Rogers (1998), interaktivitas adalah tindakan di mana semua pemain memiliki kendali atas peran dalam wacana dan bahkan mungkin bertukar peran dalam proses komunikasi.

Pengguna komputer dapat terlibat dengan program komputer, tetapi mereka juga dapat terhubung dengan pengguna lain (orang lain) melalui ruang obrolan, email, dan cara lain.

Konsep Dasar Komunikasi Digital

6. Hiperteks (Hypertext)

Hyperteks, atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan hypertext, adalah frasa yang digunakan untuk menggambarkan tulisan (teks) yang mengacu pada dokumen lain atau menghubungkan ke materi lain. Tautan hypertext adalah sejenis hypertext. Hypertext membantu pengguna komputer dalam navigasi informasi mereka.

7. Multimedia

Multimedia adalah sistem komunikasi digital yang menggabungkan teks, gambar, suara, video, dan animasi. YouTube, misalnya, punya contoh materi multimedia. Namun, banyak situs web sekarang menyertakan beragam materi multimedia dalam fiturnya karena informasi ini lebih menghibur daripada hanya teks atau suara.

8. E-Business dan E-Comerce

E-business adalah jenis kegiatan ekonomi yang melibatkan penggunaan internet sebagai sarana komunikasi dan pertukaran barang dan jasa. Sementara itu, E-Commerce adalah bagian dari e-business.

E-commerce berkaitan dengan distribusi, pembelian, penjualan, atau promosi produk dan layanan melalui media digital. Mekanisme ‘pasar bebas’ dan ‘pasar terbuka’ bekerja dalam e-bisnis.

E-commerce merupakan potensi yang sangat besar bagi para pelaku bisnis karena memungkinkan pemasaran produk dapat dilakukan dengan jangkauan yang lebih luas, terutama ke pasar luar negeri, dengan cepat dan dengan biaya yang lebih rendah.

9. Enkripsi dan Dekripsi

Enkripsi berasal dari istilah Yunani kryptos, yang berarti tersembunyi atau rahasia. Enkripsi adalah teknik penyandian data yang memastikan bahwa data atau informasi yang dikirimkan melalui komputer tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.

Penerima hanya dapat membaca data atau informasi jika telah didekripsi. Hal ini diperlukan untuk menjamin keamanan data yang diberikan dan diterima oleh pengguna komunikasi digital.

10. Digital Signature

Tanda tangan digital (digital signature)adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan keamanan jaringan. Tanda tangan digital memenuhi kriteria otentikasi dan non-penolakan dari keamanan jaringan.

Ini beroperasi dengan menggunakan dua kunci, yaitu kunci publik dan pribadi. Kunci publik digunakan untuk mengenkripsi data, sedangkan kunci privat digunakan untuk mendeskripsikan data.

Jika data telah diubah oleh pihak ketiga, data tersebut tidak dapat lagi dijelaskan menggunakan kunci pribadi asli. Hasilnya, data yang diperoleh akan terjamin keabsahannya (Authenticity).

Selain itu, keamanan pengiriman data dapat terjaga. Karena jika data yang diberikan dapat dibuka dengan kunci privat penerima, pengirim terbukti sebagai pemegang kunci privat yang sama (non-repudiation).

Etika Dalam Komunikasi Digital

Etika Dalam Komunikasi Digital

Etika termasuk aspek yang sering diabaikan dalam skenario ini. Etika termasuk ke dalam elemen-elemen komunikasi yang penting. Ini akan menjadi masalah jika kita tidak menerapkan etika saat berkomunikasi.

Begitu pula dalam komunikasi digital. Perselisihan mungkin muncul hanya karena seseorang lupa tentang etika situasi. Oleh karena itu, etika dalam komunikasi digital berikut ini harus diperhatikan:

1. Selalu Ingat “Tulisan” Adalah Perwakilan Dari Kita

Ketika berbicara tentang komunikasi digital, menulis adalah semacam representasi. Sebenarnya, setiap hal digital yang kita komunikasikan, bukan hanya tulisan, mungkin mewakili kita.

Jangan berasumsi bahwa materi tidak akan dilihat atau diamati oleh orang lain, yang memungkinkan kita untuk secara bebas mengedukasi orang lain tentang hal-hal digital tertentu.

2. Yang Diajak Berkomunikasi Adalah Manusia

Selain fakta bahwa barang yang disediakan mewakili kita, orang yang berkomunikasi dengan kita adalah manusia. Tentu saja, manusia memiliki perasaan dan kemampuan untuk berasumsi.

Alhasil, jangan pernah berasumsi bahwa apa yang kita lakukan melalui proses komunikasi digital tidak akan berpengaruh apa-apa.

3. Mengendalikan Emosi

Etika komunikasi digital berikut adalah tentang mengendalikan emosi kita. Hindari mudah terpicu oleh hal-hal yang membuat kamu marah. Ketika kita berpartisipasi dalam komunikasi digital, memberikan jawaban yang antusias adalah contoh perilaku yang tidak etis.

Mungkin kita akan percaya bahwa masalah yang dihadapi tidak serta merta menghadang kita. Namun, banyak hal yang sangat mungkin terjadi saat ini, oleh karena itu penting bagi kita untuk juga memperhatikan komunikasi yang kuat di sini.

4. Menggunakan Kesantunan

Cara paling aman untuk menerapkan etika dalam komunikasi digital adalah bersikap baik. Cara kita berbicara atau berkomunikasi akan mencerminkan etiket kita.

Jelas, ini adalah poin yang valid. Selain tidak menimbulkan kesulitan, ini juga dapat membantu meningkatkan hubungan dengan orang lain.

Etika Dalam Berkomunikasi

5. Menggunakan Tulisan dan Bahasa yang Jelas

Menggunakan tulisan atau bahasa dalam proses komunikasi digital juga merupakan praktik yang buruk. Kembali ke poin sebelumnya, materi digital apa pun yang kita kirimkan akan menggambarkan siapa diri kita sebenarnya. Tentu saja, ini akan berdampak signifikan pada bagaimana orang lain melihat kita.

6. Menghargai Privasi Orang Lain

Pertimbangan penting lainnya adalah bagaimana kita dapat menghargai privasi orang lain. Jelas salah untuk membagikan materi sensitif yang merupakan rahasia orang lain.

Selalu minta izin sebelum meneruskan informasi yang diberikan oleh orang lain, karena ini adalah bagian dari etika komunikasi interpersonal.

7. Menyadari Posisi Kita

Menyadari posisi kita adalah keterampilan penting untuk menggunakan etika komunikasi digital. Jika kita tidak memperhatikan hal ini, kita berisiko mengabaikan banyak masalah etika.

Anggap saja kita terbiasa melontarkan hal-hal bodoh di media sosial, padahal kita juga dikait-kaitkan dengan atasan. Tentu saja, media sosial mungkin memiliki pengaruh buruk.

8. Tidak Memancing Perselisihan

Terakhir, ingatlah untuk tidak memancing atau memicu perselisihan. Berbagi informasi dengan maksud untuk bermain melawan satu sama lain atau membingungkan lingkungan bukanlah ide yang cerdas. Ketika kita melakukan ini, kita memiliki beban moral yang signifikan.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu komunikasi digital, konsep dasarnya, sampai dengan etika dalam komunikasi digital yang perlu diperhatikan saat kamu berselancar didunia maya.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa komunikasi digital adalah salah satu jenis komunikasi yang berkembang pesat di saat subjek etika komunikasi digital sering diperdebatkan.

Gaya komunikasi ini memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui media digital, yang jelas lebih efektif. Komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai media tanpa harus bertatap muka dengan orang lain (bukan komunikasi verbal).

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button