Fakta Gokil Perusahaan Merger Gojek dan Tokopedia

Teknatekno.com – Dua raksasa internet Indonesia ini merger Gojek dan Tokopedia dan meluncurkan perusahaan GoTo Group. Industri jasa transportasi online dan e-commerce akan jauh lebih menarik dengan hadirnya GoTo.

Perusahaan gabungan memiliki paket lengkap. Menggabungkan transportasi, logistik, e-commerce, dan layanan keuangan. Kabar baiknya, setelah merger, GoTo siap untuk dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini menyiratkan bahwa GoTo akan menjadi perusahaan publik dan Anda dapat membeli sahamnya.

Pasti sudah tidak sabar kan? Sebelum memborong saham GoTo, yuk simak dulu informasi menarik seputar GoTo berikut ini agar kamu bisa lebih tenang, seperti dirangkum Cermati.com dari berbagai sumber.

Gojek dan Tokopedia Bukan Gecko, tapi GoTo

Asal tahu saja, sebelum nama GoTo terungkap, banyak nama yang melayang untuk perusahaan baru Gojek dan Tokopedia. Sebut saja Gecko, Tokojek, GoPed, GoGoPedia.

Namun pada akhirnya, GoTo terpilih sebagai merek kemitraan untuk dua perusahaan terbesar. Dikutip dari akun Instagram Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya, GoTo berasal dari akronim Gojek dan Tokopedia.

Selain itu, GoTo juga berasal dari istilah Gotong Royong yang merupakan semangat di balik penggabungan anak usaha dua negara tersebut dengan slogan Go Far, Go Together.

Gojek dan Tokopedia Bukan Gecko, tapi GoTo

Nilai Valuasi Mencapai Rp 243 Triliun

Sebelum digabungkan, Gojek dan Tokopedia sudah memiliki valuasi yang bagus. Gojek yang bernaung di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa memiliki titel decacorn dengan nilai valuasi USD 10 miliar.

Sedangkan valuasi Tokopedia sebagai unicorn adalah USD 7 miliar. Jika digabungkan, nilai valuasinya melebihi USD 17 miliar atau sekitar Rp. 243,1 triliun (asumsi kurs tengah BI adalah Rp 14.300 per USD) (asumsi kurs tengah BI adalah Rp 14.300 per USD).

Jika dibandingkan dengan emiten yang memiliki kapitalisasi pasar tertinggi di Indonesia, nilai valuasi GoTo hampir sama dengan PT Astra International Tbk, yakni sebesar Rp 244 triliun pada akhir tahun lalu.

Kekuatan ini telah membantu GoTo menjadi raksasa teknologi dengan valuasi tertinggi di Asia Tenggara. Dan startup valuasi terbesar ke-12 di dunia.

Gojek dan Tokopedia Didukung oleh 20 Investor Besar

Di balik penggabungannya, ada dukungan 20 investor besar lokal dan internasional. Investor tersebut antara lain Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, dan Northstar. Ada Tambahan investor Dari Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, Softbank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa, dan Warburg Pincus.

Andre Soelistyo dan Patrick Cao memimpin duet GoTo

GoTo merupakan holding company yang menguasai tiga bisnis, yakni Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial (Gopay) (Gopay).

Berikut adalah para pemimpin GoTo:

  • Andre Soelistyo – CEO Grup GoTo
  • Patrick Cao — Presiden GoTo.

Sementara William Tanuwijaya tetap menjadi CEO Tokopedia dan CEO Gojek yang diketuai Kevin Aluwi. Andre Soelistyo juga akan menjabat sebagai CEO GoTo Financial.

Gojek dan Tokopedia Menawarkan IPO Pada Tahun 2021

GoTo akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum akhir tahun 2021. Idenya, GoTo akan melepas 1 persen sahamnya, seperti dikutip kontan.co.id.

Tidak hanya di dalam negeri, GoTo juga memiliki cita-cita untuk menawarkan saham di luar negeri. Tujuannya agar ada dual listing seperti Telkom, di Singapura atau Amerika Serikat.

Tidak Ada Aplikasi GoTo Khusus

Meski ada organisasi baru yang menguasai GoTo, bukan berarti akan ditawarkan aplikasi unik seperti kedua platform tersebut. GoTo menyediakan strategi bisnis yang mengintegrasikan e-commerce, pengiriman barang, pengiriman makanan, transportasi, dan layanan keuangan.

Jadi kalau mau beli makan online, ojek atau ojek online tetap ada di aplikasi Gojek. Sedangkan pembelian melalui internet dapat dilakukan di Tokopedia.

Namun, pengemudi Gojek dapat mengirimkan atau mengirimkan pesanan dari mitra merchant Tokopedia. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan gaji yang lebih besar.

Memiliki 100 Juta Pengguna Aktif

GoTo memiliki lebih dari 2 juta mitra pengemudi dan 11 juta mitra pedagang. Sementara itu, terdapat 100 juta pengguna aktif bulanan yang merupakan perpaduan antara Gojek dan Tokopedia dan menyumbang 2 persen dari PDB Indonesia.

Kesimpulan:

GoTo berasal dari akronim Gojek dan Tokopedia. Juga berasal dari istilah Gotong Royong yang menjadi semangat di balik penggabungan anak usaha kedua negara dengan slogan Go Far Go Together.

Nilai valuasi gabungan perusahaan tersebut melebihi USD 17 miliar atau sekitar Rp 243,1 triliun (dengan asumsi kurs rata-rata BI adalah Rp 14.300 per USD).

GoTo merupakan holding company yang menguasai tiga bisnis, yakni Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial (Gopay). Ada tambahan investor dari Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, Softbank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa, dan Warburg Pincus.

GoTo akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum akhir tahun 2021. GoTo juga memiliki aspirasi untuk menawarkan saham di luar negeri.

Related Articles

Back to top button