Apa itu Time Frame Dalam Trading

Teknatekno.com – Apa itu time frame? Ada ribuan kemungkinan time frame dalam trading, dimulai dengan M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1, dan M1. Memilih time frame untuk berdagang adalah masalah umum bagi pedagang baru.

Time Frame Trading

Apa itu Time Frame?

Time frame dalam perdagangan mengacu pada porsi periode waktu yang digunakan oleh seorang pedagang untuk melakukan perdagangan. Fragmen rentang waktu ini bervariasi, dari beberapa menit hingga beberapa hari, minggu, atau bulan.

Jenis TimeFrame

Perdagangan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai timeframe, yang paling umum adalah sebagai berikut:

  • M1 (Minute, atau 1 menit)
  • M5 (5 menit)
  • M15 (15 menit)
  • M30 (30 menit)
  • H1 (Hourly, atau 1 jam)
  • H4 (4 jam)
  • D1 (Daily atau 1 hari)
  • W1 (Weekly, atau 1 minggu)
  • M1 (Monthly, atau 1 bulan)

Contohnya M1, artinya grafik harga ditampilkan setiap periode 1 menit. Jadi 1 candle dalam time frame M1 menunjukkan pergerakan harga dalam waktu 1 menit.

Selain timeframe standar di atas, beberapa software online trading juga bisa menyediakan time frame kustom, yang bisa kita tentukan sendiri.

Konsekuensi Pemilihan Time Frame

Beberapa aspek perdagangan dipengaruhi oleh time frame yang Anda pilih:

  • Durasi trading, yaitu berapa lama suatu trading dilakukan. Sebagai contoh jika kita menggunakan timeframe H1, berarti setidaknya trading diharapkan berlangsung selama 1 jam sampai beberapa jam, bahkan bisa puluhan jam. Semakin panjang timeframe yang dipilih berarti semakin panjang pula durasi trading yang terjadi. Memilih timeframe sebenarnya kita memilih mau trading berapa lama.
  • Frekuensi trading, yaitu berapa banyak seorang trader melakukan trading. Bila trader memilih timeframe pendek, tentu saja akan lebih sering keluar masuk pasar
  • Waktu, yaitu berapa banyak waktu yang perlu disediakan untuk trading. Trader yang ingin santai, sebaiknya memilih time frame yang lebih panjang
  • Potensi kerugian, yaitu berapa banyak modal di akun trading bisa turun. Trader yang menggunakan time frame lebih panjang akan mengalami floating loss yang lebih besar daripada menggunakan timeframe yang lebih pendek. Hal ini dapat dimaklumi karena potensi profitnya juga cenderung lebih besar.

Time Frame yang Paling Menguntungkan

Secara teori, time frame apa pun mungkin menguntungkan. Peluang perdagangan mungkin muncul dalam timeframe apa pun.

Perdagangan yang menguntungkan dapat dilakukan pada timeframe apa pun jika dilakukan dengan benar dan dengan dedikasi. Kita bisa memilih timeframe yang ingin kita kerjakan di dalamnya.

Time Frame yang Harus di Pilih

Seorang pedagang harus memilih time frame yang sesuai dengan gaya perdagangan khusus mereka. Gaya trading seorang pedagang harus ditetapkan sebelum memilih timeframe.

Memilih timeframe yang sesuai dengan gaya perdagangan Anda akan meningkatkan peluang kinerja perdagangan yang sukses, karena ada kecocokan. Berikut adalah timeframe yang sesuai untuk setiap gaya trading:

  • Scalping: Time frame yang disarankan adalah M1-M5
  • Day Trading: Time frame yang disarankan adalah M15 sampai H1
  • Swing Trading: Time frame yang disarankan adalah H4 sampai D1
  • Position Trading: Time frame yang disarankan adalah D1 sampai W1

Untuk amannya, yang terbaik adalah tetap dengan timeframe yang telah disebutkan. Harap sesuaikan sesuai dengan selera dan permintaan perdagangan Anda.

1 2Next page

Related Articles

Back to top button