Cara Kerja Shock Absorber pada Mobil dan Jenisnya

Teknatekno.com – Cara kerja shock absorber yang merupakan bagian dari sistem suspensi mobil adalah untuk meredam guncangan yang berlebihan saat sistem suspensi bekerja. Dengan kata lain, bagaimana cara kerja shock absorber? Berikut penjelasannya.

Komponen Shock Absorber

Komponen Shock Absorber

Tidak jarang mendengar orang membandingkan pengoperasian kompresor mobil dengan peredam kejut. Mirip dengan cara kerja kompresor, sangat bergantung pada cairan terkompresi.

Gerakan bolak-balik piston diproses oleh peredam kejut, yang menerapkan atau melepaskan tekanan pada cairan. Dengan cara itu, osilasi (guncangan pada bodi mobil karena gaya luar) dapat dikurangi. Peredam kejut terdiri dari bagian-bagian berikut agar dapat bekerja:

  • Tabung shock: berfungsi untuk mewadahi piston dan fluida.
  • Piston: berfungsi untuk mengatur volume di dalam tabung shock agar fluida dapat terkompresi.
  • Batang piston: berfungsi untuk menghubungkan piston dengan poros roda. Dengan begitu, gerakan piston akan selalu sesuai dengan poros roda.
  • Katup piston: berfungsi untuk menyekat ruang di antara bagian atas dan bawah piston.
  • Fluida: berfungsi untuk meredam guncangan dari bodi mobil. Sering disebut dengan oli shock karena merupakan cairan hidrolik.

Bagaimana Cara Kerja Shock Absorber?

Setelah mengenal komponen-komponen penting, berikut cara kerja shock absorber dalam dua langkah:

1. Langkah Kompresi (Saat Fluida Ditekan)

Saat bodi mobil menerima guncangan di jalan, roda akan bergerak untuk menekan peredam kejut. Akibat tekanan ini, panjang peredam kejut menyusut, memungkinkan piston naik.

Tindakan ini berarti ruang di bagian atas piston menyempit sedangkan bagian bawah piston melebar. Akibatnya, cairan di ruang atas piston terkompresi hingga keluar.

Katup piston yang tertekan kemudian akan membuka hanya satu saluran. Karena piston terbatas, aliran fluida dari ruang atas piston ke ruang bawahnya akan lebih lambat. Akibatnya, gerakan piston ke atas juga melambat. Nah, slow motion inilah yang kemudian meredam guncangan suspensi mobil.

2. Langkah Ekspansi

Setelah langkah kompresi selesai, shock absorber akan menghadapi situasi yang disebut gaya balik pegas. Alhasil, panjang shock absorber akan kembali normal. Piston di shock absorber akan bergerak ke bawah.

Cairan di ruang bawah piston mengalir ke ruang atas piston. Gerakan piston akan diperlambat oleh gerakan fluida dari bawah ke atas, seperti yang terjadi pada saat langkah kompresi. Alhasil, bodi mobil tidak akan terlalu terpengaruh goncangan.

Untuk menjaga agar oli tidak masuk ke mesin, ring piston memiliki tugas yang harus dilakukan. Sehingga komponen tersebut juga harus dibersihkan dan diuji setiap saat.

Jenis Shock Absorber

Ada dua jenis shock breaker yang sering digunakan pada kendaraan bermotor, yaitu:

1. Dual Action Shock Absorber

Kendaraan roda empat sering menggunakan shock absorber jenis ini. Cara kerjanya sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya.

Disebut “dual action” karena shock absorber jenis ini memiliki dua aksi, yaitu kompresi dan ekspansi. Komponen ini terus menyerap guncangan yang diserap oleh bodi mobil di setiap event tersebut.

2. Single Action Shock Absorber

Selanjutnya ada tipe single action. Tipe ini hanya memiliki satu saluran piston, berbeda dengan dua aksi ganda. Tindakan tunggal, di sisi lain, memiliki saluran tambahan, yang dikenal sebagai saluran orifice. Baik saluran piston maupun saluran orifice akan terbuka ketika fluida didorong.

Namun, saluran piston akan tersumbat saat memasuki langkah ekspansi, hanya menyisakan saluran orifice. Akibatnya, gerakan naik turun piston berkurang.

Untuk kendaraan yang lebih berat seperti truk, sistem suspensi dengan desain shock absorber jenis ini akan memberikan pengendaraan yang “lunak” tanpa banyak goyangan. Secara garis besar cara kerja shock absorber adalah dengan memanfaatkan tekanan fluida dari gerak naik turun piston.

FAQ Seputar Cara Kerja Shock Absorber

FAQ

Berikut pertanyaan seputar cara kerja shock absorber.

  • Apa Fungsi dari Shock Absorber?

Fungsi shock absorber adalah mengurangi timbulnya getaran saat kendaraan melaju di permukaan jalan yang tidak rata.

  • Mengapa Setiap Kendaraan Memiliki Shock Absorber?

Karena tujuan penambahan shock absorber adalah untuk menyerap getaran, guncangan, dan osilasi dari permukaan jalan, sehingga meningkatkan kenyamanan dan stabilitas berkendara.

  • Di Dalam Shock Absorber Berisi Gas Gas Jenis Apa yang Digunakan?

Gas yang digunakan adalah nitrogen yang disimpan pada temperatur atau suhu rendah 10-15 kg/cm3 atau suhu tinggi 20-30 kg/cm3.

  • Apa Fungsi dari Oli Shock Absorber?

Oli shock absorber memiliki beberapa kegunaan atau fungsi. Saat berkendara di jalan yang tidak rata atau berlubang, fungsi yang paling umum adalah mengayunkan suspensi kendaraan.

Kondisi ini disebabkan adanya bantuan pegas atau kumparan yang berbentuk koil yang dapat memperkecil efek benturan. Saat kendaraan melaju atau berhenti, bagian ini selalu beroperasi.

BACA JUGA:

Mengenal Cara Kerja Shock Breaker pada Mobil
Cara Kerja Kopling Pada Mobil Transmisi Manual
Situs Jual Beli Mobil Online Terpercaya

Kesimpulan

Shock absorber terdiri dari komponen berikut untuk bekerja: tabung, piston, batang piston, katup piston, dan fluida. Mirip dengan cara kerja kompresor, itu bergantung pada cairan terkompresi. Saat bodi mobil menerima guncangan di jalan, roda akan bergerak untuk menekan shock absorber.

Gerakan lambat ini meredam guncangan suspensi mobil. Shock absorber bekerja dengan memanfaatkan tekanan fluida dari gerakan naik turun piston.

Gerak piston akan diperlambat oleh gerakan fluida dari bawah ke atas. Alhasil, bodi mobil tidak akan terlalu terpengaruh goncangan. Shock absorber mobil biasanya jatuh ke dalam salah satu dari dua jenis: hidrolik dan pneumatik.

Related Articles

Back to top button