Perbedaan Saham, Forex dan Crypto

Teknatekno.com – Apa perbedaan antara saham, forex dan crypto? Meski ketiganya merupakan jenis investasi yang sama, namun perbedaan yang signifikan di antara keduanya perlu diperhatikan. Mari kita bedah perbedaannya!

Definisi, jenis perdagangan, keamanan, interkoneksi antar wilayah atau negara, pergerakan harga, biaya transaksi, dan modal awal semuanya berperan dalam memisahkan saham, forex, dan cryptocurrency.

Perlu diingat, kamu tetap butuh perbandingan antara tiga jenis investasi ini. Tujuannya agar kamu tidak merasa terbebani untuk menghasilkan keuntungan atau uang. Untuk menghindari penggunaan uang panas, investor, pedagang, dan penasihat investor sering merujuk pada penggunaan “uang dingin”.

Perbandingan Saham, Forex dan Cryptocurrency

Berikut perbedaan antara investasi saham, forex dan crypto:

1. Definisi

Berikut adalah perbedaan utama antara saham, forex, dan Crypto dalam hal definisi.

Saham

Dikutip dari situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online, saham merupakan bukti kepemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan hak atas dividen dan lain-lain sesuai dengan besarnya modal disetor.

Forex

Masih dikutip dari KBBI Online, forex (Forex) atau valuta asing (Forex) adalah mata uang asing yang digunakan dalam perdagangan internasional.

Crypto

Meringkas definisi dari situs Katadata.co.id, mata uang Crypto (crypto) atau cryptocurrency adalah mata uang virtual yang dijamin oleh Cryptografi dan digunakan untuk transaksi antara satu orang dengan orang lain secara online (online) (online).

2. Jenis perdagangan

Saham, forex, dan Crypto memiliki jenis perdagangan yang berbeda. Apa jenis mereka jatuh di bawah? Investasi, perdagangan, dan arbitrase adalah semua bentuk perdagangan. Mari kita lihat di bawah ini.

Saham

Ada dua jenis utama perdagangan saham: investasi dan perdagangan. Untuk investasi, kamu bisa melakukan investasi jangka pendek (5 tahun) atau jangka panjang (di atas 5 tahun).

Kamu perlu waktu untuk menganalisis pasar dan memutuskan kapan dan pada harga berapa untuk membeli saham saat kamu berdagang atau membeli dan menjualnya.

Forex

Hanya ada satu jenis perdagangan di pasar forex, dan itu adalah perdagangan. Karena pertukaran mata uang asing. Dirangkum dari berbagai sumber, jual beli ini terjadi karena adanya kebutuhan seperti perjalanan ke luar negeri, pembayaran utang, perdagangan internasional, ekspor-impor, dan sejenisnya.

Crypto

Crypto terdiri dari tiga jenis perdagangan, yaitu investasi, perdagangan, dan arbitrase. Beberapa orang menjadikan Crypto sebagai investasi jangka pendek, meskipun perubahan harga berlangsung cepat.

Sementara itu, kebanyakan orang memperdagangkan crypto untuk mendapat untung. Sedangkan arbitrase adalah pertukaran satu aset Crypto dari platform pertukaran ke platform pertukaran lainnya.

3. Keamanan

Berinvestasi dalam ekuitas, valuta asing, dan cryptocurrency semuanya sama-sama aman dalam hal teknologi yang mendasarinya. Bagaimanapun, tingkat keamanan bervariasi dan disertai dengan bahayanya sendiri.

Saham

Keamanan saham tergantung pada keamanan. Dengan kata lain, kepercayaan dari perusahaan sekuritas yang berfungsi sebagai perantara antara investor dan bursa menentukan apakah suatu investasi aman atau tidak.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa legalitas resmi surat berharga. kamu bisa mengeceknya di https://www.idx.co.id/investor/usaha-sekuritas-di-kota-kamu/.

Selain itu, cek juga rekam jejak perusahaan sekuritas di media. Misalnya, keamanan menemukan sebuah kasus, muncul penghargaan, dan analisisnya sering ditampilkan di media, dll.

Forex dan Crypto

Forex dan crypto juga aman, tetapi bagaimana kamu melihat seberapa amannya mereka? Sama seperti saham, forex, dan crypto memiliki broker dan bursa mereka sendiri. Di Indonesia, ada 61 perusahaan pialang Forex resmi yang terdaftar di BAPPEBTI. Sementara itu, ada 13 pedagang dan 229 aset Crypto yang terdaftar di BAPPEPBTI.

Penting untuk melihat legalitas platform Crypto dan broker forex (dalam hal ini, broker komoditas berjangka). Dimulai dari BAPPEPBTI, Bursa Berjangka Indonesia (BBJ), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Dana Perlindungan Efek Indonesia (SIPF), dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).

Kamu juga dapat melacak rekam jejak broker forex dan platform crypto, mulai dari kasus, penghargaan, dan sejenisnya.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

1 2Next page
Back to top button