Tipe Model Bisnis: Definisi dan Jenis-jenisnya

Teknatekno.com – Saat ingin membuka usaha, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan baik-baik agar usaha kamu bisa berkelanjutan. Salah satunya adalah menentukan tipe model bisnis. Secara garis besar, tipe model bisnis akan menentukan bagaimana usaha kamu akan bekerja nantinya.

Produk atau jasa apa saja yang bisa dijalankan, besaran modal yang dibutuhkan, sampai bagaimana usaha kamu bisa mendapatkan keuntungan. Nah, buat Teknozenn yang penasaran tentang tipe model bisnis dan jenis-jenisnya, simak terus ulasannya di bawah ini.

Definisi Model Bisnis

Michael Lewis dalam The New, New Thing, seperti yang dikutip dari laman Harvard Business Review, mengungkapkan penjelasannya yang sederhana tentang model bisnis ini, yaitu “sebuah rencana tentang bagaimana kamu menghasilkan uang.

Sementara itu, Investopedia mengungkapkan hal yang sejalan dengan ini tentang model bisnis, yaitu “strategi utama sebuah perusahaan untuk menjalankan bisnis yang menguntungkan.

Ya, pada dasarnya model bisnis ini adalah tentang cara seperti apa yang akan dilakukan sebuah usaha untuk bisa menghasilkan uang. Melihat definisinya, komponen ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar kamu bisa menjalankan bisnis dengan arahan yang jelas.

Namun, meskipun tampak seperti tumpang tindih, model bisnis dan strategi bisnis adalah dua hal yang terpisah. Tipe model bisnis lebih berfokus pada bagaimana memperoleh uang dan keuntungan dari bisnis yang sedang dibina.

Sedangkan strategi tipe model bisnis adalah bagaimana kamu melakukannya dan membangunnya. Secara hierarki, model bisnis harus dikembangkan terlebih dahulu baru kemudian membangun strategi bisnis.

Menurut Nerd Wallet, model bisnis setidaknya bisa menggambarkan empat hal sebagai intinya, yaitu:

  1. Produk atau jasa apa yang akan dijual
  2. Bagaimana cara memasarkannya
  3. Berapa besar biayanya
  4. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan

Seiring dengan perkembangan zaman dan tren yang terjadi, tipe model bisnis ini juga dapat berkembang secara dinamis. Hal-hal yang sebelumnya tidak pernah diimpikan, bisa menjadi tipe model bisnis baru karena perkembangan zaman, misalnya kemajuan teknologi.

10 Tipe Model Bisnis Populer

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak sekali jenis atau tipe model bisnis yang saat ini digunakan. Jenis ini bisa merupakan modifikasi dari model sebelumnya atau bahkan benar-benar merupakan hal yang baru. Berikut ini adalah beberapa jenis model bisnis yang paling umum digunakan saat ini.

1. Dropship

Dropship adalah tipe model bisnis yang biasanya ditemui di perusahaan pembelian dan penjualan online. Pemula akan sangat diuntungkan dari model ini karena investasi awal yang kecil dan risiko yang rendah. kamu juga tidak perlu memelihara toko fisik atau gudang karena produk akan dikirim langsung dari pemasok ke pelanggan.

Keuntungan yang dihasilkan dari model bisnis ini adalah selisih harga yang dibayarkan pelanggan kepada pemasok. Keuntungan dropshipping, di sisi lain, sederhana karena taruhannya rendah dan sumber daya terbatas yang terlibat.

2. Waralaba

Untuk waktu yang lama, model waralaba telah menjadi model bisnis yang paling banyak diadopsi. Secara garis besar, bisnis waralaba ini memberikan gambaran dan cetak biru suatu perusahaan besar yang dapat dimiliki dan dikendalikan oleh pewaralaba.

Dalam perjanjian waralaba, franchisor akan membantu dalam pemasaran, operasional bisnis hingga pembiayaan awal untuk menjamin bisnis ini dapat berfungsi sesuai dengan tujuan. Sebagai gantinya, pembeli waralaba ini akan menyumbangkan proporsi tertentu dari pendapatan.

Modal yang dibutuhkan untuk bisnis ini bisa dibilang relatif karena tergantung waralaba apa yang akan dipilih. Merek-merek waralaba terkenal seperti Starbucks, Alfamart, McDonald’s dan yang lainnya membutuhkan modal yang besar untuk memulai.

Namun, kamu juga bisa memilih waralaba lainnya yang modalnya relatif lebih kecil. Apalagi saat ini sudah banyak startup makanan/minuman yang menawarkan model bisnis waralaba seperti ini.

3. Marketplace

Di sektor teknologi, marketplace menjadi salah satu model bisnis yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir ini. Dalam model ini, bisnis kamu berperan sebagai tempat bertemunya antara penjual dan pembeli secara online. Target pasarnya pun bisa berbeda-beda, mulai dari B2C, B2B, sampai C2C.

Untuk meningkatkan pengguna biasanya, marketplace ini awalnya disediakan secara gratis untuk bisa langsung jual-beli di dalamnya.

Namun, seiring berjalan waktu, bisnis marketplace bisa menerapkan beberapa strategi untuk mendapatkan profit. Misalnya, dengan membuka program premium member, memasang fitur-fitur iklan atau menerapkan komisi pada setiap transaksi yang terjadi.

4. Freemium

Nama model bisnis ini menyinggung bagaimana bisnis dapat memperoleh klien dan menghasilkan uang di masa depan. Freemium umumnya digunakan oleh para pelaku bisnis software as a service (SaaS). Dalam ilustrasi dasar ini, perusahaan perangkat lunak menciptakan produk yang tersedia bagi pelanggannya tanpa biaya.

Namun, beberapa fitur tidak tersedia untuk semua orang. Pengguna yang ingin menggunakan layanan ini harus membayar biaya keanggotaan.

Contoh perusahaan yang mengadopsi model ini adalah Spotify. Pada layanan ini, kamu dapat mendengarkan musik secara gratis, tetapi setiap lagu akan memiliki jeda komersial. Jika konsumen ingin bebas dari iklan, mereka harus membayar biaya bulanan.

5. Langganan

Model bisnis ini dapat digunakan untuk perusahaan konvensional maupun perusahaan internet karena mereka sekarang sedang berkembang.

Dalam model ini, konsumen pada dasarnya harus membayar biaya bulanan untuk dapat menggunakan layanan tersebut. Untuk menarik klien, biaya keanggotaan sering dikemas dalam berbagai cara yang menarik.

Misalnya, Netflix memberikan keanggotaan gratis untuk bulan pertama dan kemudian membebankan harga bulanan pada bulan berikutnya. Metode pembayaran juga dapat bervariasi, ada yang bulanan, ada pula yang tahunan dengan penurunan biaya setiap bulannya.

6. Razor-blade

Model bisnis ini berfokus pada strategi produk dan harga. Strategi penetapan harga dari salah satu produsen pisau cukur terkemuka memunculkan julukan “pisau cukur”. Jika kamu memperhatikan dengan seksama, Gillette membebankan biaya pisau cukur dengan harga yang lebih murah daripada pisau cukur penggantinya.

Hal ini dilakukan dengan gagasan bahwa konsumen akan terus menggunakan produk inti mereka (peralatan cukur) dan barang-barang pendukung (pisau cukur) secara konsisten. Kedua item ini harus saling melengkapi dan tidak dapat disubstitusikan dengan produk lain dalam produk untuk digunakan bersama dalam model ini.

Produk utama dijual dengan harga yang standar, tapi pengguna harus terus membeli produk pendukungnya agar produk utama tersebut bisa terus digunakan. Selain pisau cukur, produk lainnya yang bisa menggunakan model ini adalah mesin cetak dan tintanya atau sim card dengan penyedia operator seluler.

7. Bundling

Bundling atau paket menjadi model bisnis lainnya yang berdasarkan strategi produk dan harga. Dalam model ini perusahaan menjual dua atau lebih produk secara bersama-sama dalam satu unit penawaran yang sama.

Seringkali kombinasi produk ini dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga yang mereka kenakan untuk masing-masing produk.

Model ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan dan kemudahan untuk memasarkan produk atau layanan yang lebih sulit untuk dijual. Namun, efek sampingnya adalah margin keuntungan bisa lebih menyusut karena produk-produk ini dijual dengan harga yang lebih murah.

Beberapa perusahaan yang menggunakan model bisnis ini adalah Adobe Creative Suite, McDonald’s dan perusahaan makanan cepat saji lainnya.

8. One-for-one

Untuk bisnis yang bergerak di kewirausahaan sosial, tipe model bisnis ini kerap kali digunakan. Sama seperti namanya, perusahaan yang menggunakan model ini akan mendonasikan satu barang sebagai alam untuk setiap barang yang terjual.

Secara tidak langsung, model ini akan menggugah dan mendorong kesadaran sosial para pembeli untuk membeli produk atau layanan mereka. Selain itu, tipe model bisnis juga akan membuat produsen dan konsumen sama-sama terlibat dalam upaya filantropi.

Model bisnis ini bisa terlihat di Indonesia pada tahun lalu saat awal pandemi. Ada beberapa startup yang bergerak di bidang fashion yang menawarkan produk berupa masker kain untuk melindungi diri dari virus COVID 19.

Namun, mereka tak hanya menjual masker begitu saja, mereka membuat campaign sosial berupa donasi satu masker atas satu masker yang terjual untuk mereka yang membutuhkan untuk pekerjaan sehari-hari.

9. Distributor

Distribusi menjadi aktivitas utama dari bisnis yang menjalankan model ini. Mereka tidak memproduksi barang sendiri, tapi menjadi penyalur produk untuk dijual di pasaran. Para perusahaan distributor ini menjalin kerja sama dengan perusahaan manufaktur untuk mendistribusikan produk mereka.

Pasar dari model bisnis sangat luas karena bisa saja mendistribusikan barang secara B2B ataupun B2C, tergantung dari jaringan yang mereka miliki. Secara teknis, perusahaan distributor ini bisa saja memasarkan beberapa produk sekaligus atau hanya menjadi distributor untuk satu jenis/merek tertentu saja.

Salah satu bisnis distribusi besar di Indonesia adalah PT. TAM adalah distributor untuk perangkat smartphone. Beberapa pabrikan asing, seperti Xiaomi, Samsung, dan Blackberry, menggunakan TAM sebagai mitra distribusi.

Distributor ini memperoleh dalam jumlah besar dan menjual kembali produk ke pengecer dengan harga premium untuk mendapatkan keuntungan.

10. Manufaktur

Manufaktur menjadi salah satu model bisnis tradisional yang masih diminati sampai saat ini. Sederhananya, model bisnis bergerak pada usaha membuat barang mentah menjadi sebuah produk, baik produk untuk diolah kembali ataupun sebagai end product.

Perusahaan seperti Dell Computer atau Hewlett-Packard yang menjual komputer lengkap dan komponen perakitan komputer dikategorikan sebagai perusahaan manufaktur. Untuk menyerahkan barang ke tangan pelanggan, perusahaan ini dapat mendistribusikannya secara langsung atau melalui distributor.

Salah satu tantangan perusahaan manufaktur adalah harus menyediakan modal yang besar dan mendapatkan bahan baku untuk menjaga proses produksi tetap lancar dan ketersediaan barang di pasar tetap terjaga.

Model bisnis ini akan terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dan mengikuti perilaku konsumtif manusia. Tak jarang muncul tipe model bisnis yang benar-benar baru, tapi ada juga model bisnis yang merupakan modifikasi dari model yang sebelumnya.

FAQ

Berikut ini adalah tanya jawab seputar tipe model bisnis.

Sebutkan dan Jelaskan Apa Saja Komponen Model Bisnis?

Tipe model bisnis, menurut Johnson, Christensen, dan Kagerman (2008) dalam Harvard Business Review, terdiri dari empat komponen: proposisi nilai pelanggan, formula keuntungan, sumber daya utama, dan aktivitas atau proses utama.

Gojek Termasuk Model Bisnis Apa?

Konsep bisnis GoJek berada di sektor transportasi, yaitu melayani kebutuhan transportasi masyarakat secara cepat dan murah dengan menggunakan contact center Go-Jek untuk menyediakan layanan transportasi ojek yang sesuai dengan permintaan klien akan transportasi yang cepat, terjangkau, dan aman.

Apa perbedaan model bisnis dan strategi bisnis?

Secara sederhana, model bisnis membahas bagaimana perusahaan beroperasi di pasar yang kompetitif, sedangkan strategi membahas tujuan jangka panjang organisasi. Secara eksplisit, strategi menggambarkan cara dan metode untuk mencapai keadaan masa depan yang diinginkan.

Mengapa Membuat Model Bisnis Itu Penting Dalam Membangun Usaha?

Model bisnis yang dibuat saat memulai perusahaan dapat membantu menetapkan metode manufaktur, pemasaran, dan inovasi produk. Inovasi produk, menurut Indra, dilakukan sebagai hasil dari upaya pelaku usaha untuk memperbaiki, menyempurnakan, dan menumbuhkan perusahaan.

BACA JUGA:

Pengertian Lingkungan Bisnis, Ciri dan Jenisnya
10 Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Ritel Terlengkap
Apa itu Proses Bisnis? Pengertian, Fungsi dan Tahapan

Kesimpulan

Nah, itu dia penjelesan tentang tipe model bisnis yang bisa Teknatekno rangkum. Semoga setelah Teknozen memahami tentang tipe model bisnis, kamu bisa lebih matang lagi dalam mempersiapkan usaha kamu agar bisa berkembang dikemudian hari.

Related Articles

Back to top button