Peran Penting Psikologi Warna dalam Dunia Bisnis

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang pentingnya psikologi warna dalam marketing dan branding. Untuk bisa mengembangkan sebuah bisnis, kita perlu mempelajari tentang psikologi warna yang satu ini. Hakikatnya, manusia terprogram untuk memilih merek yang langsung dikenalnya.

Pentingnya Psikologi Warna

Berikut pentingnya adanya sebuah psikologi warna tersebut

1. Warna Meningkatkan Pengenalan Merek

Banyak sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa warna mampu memberikan pengenalan merek hingga 80 persen. Tak heran banyak produsen produk beralih ke psikolog warna dan ahli merek untuk menemukan cara inovatif dan menarik dalam menggunakan warna.

Dari psikologi akan warna tersebut untuk membedakan produk mereka dari produk orang lain.Seorang produsen telah mencari perlindungan atas nama mereka serta identitas warna mereka melalui merek dagang.

2. Sebagai Bentuk Visual Sebuah Produk

Psikologi dalam warna dalam pemasaran merupakan faktor penting dalam tampilan visual pengemasan produk, logo, desain situs web. Sebuah perusahaan akan menggunakan warna dalam berbagai cara sepserti melalui identitas merek, pemasaran konten dan digital, pengemasan, media sosial, dan bahkan halaman arahan dan iklan.

3. Mampu Menyorot Budaya atau Citra Merek

Orang-orang memahami dan memercayai informasi non-verbal jauh lebih cepat daripada isyarat verbal. Menggunakan warna yang tepat berarti kamu bisa mengkomunikasikan konsep-konsep abstrak seperti kepercayaan, kegembiraan, atau kejelasan lebih cepat daripada yang sebenarnya.

4. Sebagai Bentuk Perbedaan dengan Pesaing

Saat menentukan warna, analisis pesaing utama dan produk lain yang mungkin bisa sama. Dengan menggunakan psikologi jenis warna untuk sebuah merk atau branding, tentu akan menjadi pembeda dengan pesaing yang ada.

Yang perlu diingat bahwa beberapa penelitian menyarankan penting bagi merek baru untuk memilih warna yang memastikan diferensiasi dari pesaing yang sudah ada.

5. Membuat Visibilitas untuk Berbagai Produk

Jika sebuah pebisnis memiliki pengembangan bisnis yang secara signifikan dan mencetuskan sebuah produk yang selalu berinovasi, tentu membutuhkan perbedaan warna.

Pastikan jenis produk yang berbeda dari penawaran yang lain, memilih warna yang berbeda bisa memisahkan lini produk yang berbeda pula. Sebagai contoh sebuah produk makanan menggunakan warna kuning klasik untuk chip aslinya dan berbagai warna lain untuk membedakan rasa.

Jenis Warna dalam Pengembangan Bisnis

Melihat pentingnya sebuah psikologi warna dalam menjalankan bisnis ini, tentu harus dengan cara yang tepat. Hal tersebut bertujuan agar sasaran warna juga mampu memberikan manfaat yang bisa menjadi perkembangan sebuah bisnis.

Kenyataannya, warna selalu tergantung pada pengalaman pribadi untuk diterjemahkan secara universal ke perasaan tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa preferensi pribadi, pengalaman, pengasuhan, perbedaan budaya, dan konteks mengeruhkan efek yang dimiliki warna individu pada kita.

Secara praktis, klasifikasi warna terkait branding dan marketing bisa dibagi menjadi:

Merah

Merah membangkitkan respons yang penuh gairah dan mendalam. Ini adalah warna yang meningkatkan detak jantung kamu, membuat napas lebih cepat, dan umumnya dikaitkan dengan energi, kegembiraan, dan gairah.

Ini adalah salah satu warna yang menarik perhatian, yang juga bisa sebaliknya menjadi warna yang provokatif dan bersemangat.

Persepsi warna: agresif, energik, provokatif, menarik perhatian, bersemangat

Ungu

Ungu adalah warna yang moderen namun misterius. Warna ini cenderung digunakan untuk produk berkualitas tinggi atau kelas atas karena hubungannya dengan bangsawan dan juga keanggunan.

Elemen misterius ungu juga dikaitkan dengan spiritualitas, yang bisa membuat konsumen berpersepsi bahwa bisnis atau brand kamu ajaib dan juga imaginatif.

Persepsi warna: royalti, kecanggihan, nostalgia, misteri, kerohanian

Biru

Biru adalah salah satu warna paling populer untuk para brand teratas di dunia. Warna ini diperkirakan bisa membuat membuat orang merasa nyaman, karena mengingatkan mereka tentang langit dan lautan.

Biru juga dikaitkan dengan kepercayaan, keamanan, dan kepercayaan diri yang membuat kombinasi warna yang luar biasa bagi merek yang menginginkan elemen-elemen ini dalam pesan mereka.

Persepsi warna: bisa dipercaya, bisa diandalkan, aman, bertanggung jawab, percaya diri

Hijau

Hijau adalah warna yang identik dengan ketenangan, keamanan, dan kesegaran. Warna ini bisa menciptakan identitas merek yang unik untuk perusahaan kamu. Hijau cenderung dikaitkan dengan kesehatan yang di sertai oleh perasaan damai dan tenang.

Persepsi warna: Kekayaan, kesehatan, prestise, ketenangan, kedermawanan, keamanan

Kuning

Kuning adalah pilihan warna yang populer untuk bisnis atau brand yang ingin membangkitkan perasaan positif dalam identitas mereka. Keterkaitannya dengan matahari pada bayang-bayangnya yang berbeda memunculkan harapan dan optimisme.

Kuning juga menonjol di antara warna-warna lain, yang membuat identitas merek kuning menjadi kreatif dan menarik.

Persepsi warna: kepositifan, cahaya, kehangatan, motivasi, kreativitas, kebahagiaan

Oranye

Oranye adalah pilihan warna yang ideal untuk merek yang ingin memadukan optimisme dan kecerahan kuning dan gairah dan energi merah. Ini adalah warna yang kreatif dan ceria yang membangkitkan perasaan ramah dan suka bertualang.

Persepsi warna: vitalitas, menyenangkan, main-main, bersemangat, keluar

Monokrom

Warna abu, hitam, atau putih termasuk kedalam golongan warna monokrom. Secara teknis memang hitam dan putih ini tidak termasuk warna. Hitam merupakan ketiadaan warna, sedangkan putih sendiri adalah hasil kombinasi dari semua warna yang ada.

Namun, jika kamu mau menggunakannya menjadi pilihan warna, kamu masih bisa memberikan kesan tertentu terkait branding kamu. Profesionalitas, kredibilitas dan ketenangan adalah dampaknya. Perusahaan-perusahaan otomotif atau juga teknologi, biasa memanfaatkan warna monokromatik ini.

Persepsi warna: profesionalitas, kredibilitas, ketenangan

Tips Memilih Warna untuk Marketing yang Tepat

Ketika seorang pebisnis memilih warna untuk branding yang ada, reaksi konsumen terhadap kesesuaian warna jauh lebih penting daripada warna individu itu sendiri. Berikut beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan seperti halnya

1. Tunjukan Kepribadian Merek

Niat pembelian sangat dipengaruhi oleh warna karena pengaruhnya terhadap bagaimana suatu merek dirasakan. Warna memengaruhi cara pelanggan memandang kepribadian merek yang dimaksud.

Jadi ketika mempertimbangkan warna untuk pemasaran dan branding, tanyakan pada diri sendiri atau lebih baik, kumpulkan umpan balik pelanggan. Tanyakan apakah warna ini sesuai untuk apa yang akan dijual.

2. Menarik Perhatian Audiens

Salah satu pemeriksaan psikologi warna yang lebih menarik dalam kaitannya dengan gender memainkan peran yang kuat dalam menentukan kesesuaian warna. Perbedaan gender tersebut bisa memengaruhi preferensi warna individu.

Persepsi warna dan preferensi warna menunjukkan bahwa ketika datang ke nuansa, warna, dan rona, pria umumnya lebih suka warna tebal sedangkan wanita lebih suka warna yang lebih lembut.

Adanya beberapa hal tersebut menjadi sesuatu yang penting ketika hendak melakukan pengembangan bisnis terlebih dalam teknik marketing. Semakin paham akan psikologi warna, tentu bisa memberikan sebuah peluang untuk mendapatkan konsumen yang lebih banyak.

3. Gunakan Roda Warna atau Color Wheel

Roda warna adalah alat luar biasa yang bisa kamu gunakan untuk mengaplikasikan warna berbeda pada desain kamu yaitu dari hitam dan putih, hingga hijau dan blues terdalam dan tercerah. Ada dua aspek utama dari roda warna yang harus diketahui setiap pemula: cara memilih warna yang berbeda dan cara mengidentifikasi warna.

Saat memilih warna yang berbeda, warna paling terang bisa ditemukan di bagian luar roda warna. Warna-warna ini adalah yang paling bersemangat, dan bisa dianggap sebagai versi warna yang paling intens. Ke arah tengah adalah warna-warna pastel, yang lembut dan netral.

Setiap warna pada roda warna bisa diidentifikasi dengan kode hex unik. Ini adalah kode enam digit yang muncul di bawah kemudi ketika kamu memilih warna yang berbeda.

Kode hex sangat berguna jika kamu ingin menggunakan kembali warna yang sama dalam banyak desain yang merupakan keterampilan penting untuk pencitraan merek yang konsisten.

4. Jelajahi Hubungan Warna

Pernah bertanya-tanya mengapa beberapa warna saling berbenturan dan beberapa terlihat menarik? Ini sebagian besar karena cara mereka berhubungan.

Hubungan warna ditentukan oleh posisinya di roda warna. Tiga hubungan warna yang terkenal ini bisa menjadi dasar yang bagus untuk palet warna asli:

Warna Monokromatik

Palet warna monokromatik mencakup versi warna tunggal, gelap, sedang, dan terang.

Warna Analog

Warna analog terletak bersebelahan di roda warna, yang memberi mereka harmoni kontras rendah dan mulus.

Warna Komplementer

Warna komplementer terletak di sisi berlawanan dari roda warna, memungkinkan untuk kontras yang paling dramatis dari semua hubungan warna.

5. Bangkitkan Emosi dengan Warna

Ada dua jenis warna pada roda warna: warna hangat dan warna dingin. Warna-warna hangat termasuk merah, jeruk, dan kuning. Warna-warna ini sangat bagus untuk menciptakan energi dan emosi dalam desain kamu.

Warna-warna sejuk, contohnya biru, hijau, merah muda dan ungu. Warna-warna dingin dianggap lebih tenang dan menenangkan di alam.

6. Buat Palet Warna yang Efektif

Hal pertama yang perlu diketahui tentang memilih palet warna adalah tidak perlu memilih terlalu banyak warna – batasi pilihan kamu dari dua hingga empat. Pertama, pilih satu warna cerah yang akan menonjol dalam desain kamu. Dalam contoh ini, warna hijau gelap adalah yang paling menonjol.

Putih dan warna hijau terang telah dipilih sebagai warna tambahan, menciptakan palet harmonis kontras rendah. Pastikan warna yang kamu pilih relevan dengan subjek desain kamu.

7. Cocokkan Warna dengan Gambar

Untuk menciptakan harmoni visual, sesuaikan warna teks kamu dengan warna yang menonjol dari gambar latar belakang kamu. Kamu bisa menemukan warna yang tepat menggunakan alat pemilih warna.

8. Jelajahi Berbagai Skema Warna

Saat memilih palet warna kamu, ide bagus untuk menjelajahi berbagai skema warna. Misalnya, jika kamu membuat grafik media sosial untuk butik wanita, skema warna pastel bisa memberikan sentuhan feminin.

9. Gunakan Warna Secara Konsisten untuk Branding

Menggunakan warna yang sama secara berulang adalah keterampilan penting untuk branding, karena membantu menciptakan pengakuan. Lihat bagaimana Tiffany dan Co. menggunakan warna pirus ikoniknya di halaman Facebook-nya.

10. Terapkan Palet Warna ke Desain

Ketika orang mulai mendesain, tidak jarang bagi mereka untuk berpikir palet warna mereka hanya untuk latar belakang dan teks mereka. Bahkan, palet warna kamu harus diterapkan ke semua yang ada di desain kamu, termasuk teks, tempat teks, gambar, bentuk, ikon, dan banyak lagi.

Dalam desain di atas, warna oranye telah diterapkan pada bentuk transparan agar sesuai dengan buah-buahan clementine. Semua teks dan garis putus-putus juga berwarna krem ​​terang agar sesuai dengan gaya desain.

11. Buat Board Mood untuk Inspirasi

Baik kamu mencoba menemukan warna yang tepat untuk apa pun mulai dari merek baru hingga grafik media sosial, membuat papan suasana hati adalah cara yang bagus untuk menemukan inspirasi.

Kesimpulan

Dengan memahami psikologi warna juga tips dalam menggunakannya untuk bisnis, kamu bisa membangun branding dan marketing yang terencana berdasarakan penempatan warna yang tepat bagi bisnis kamu.

Pelajarilah dan lakukanlah semua tips diatas agar proses branding dan marketing bisnis kamu menjadi lebih baik dengan menggunakan psikologi warna yang optimal dan sesuai bisnis kamu.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button