Apa itu Proyektor LCD? Definisi, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas tentang apa itu proyektor LCD beserta fungsi, jenis dan juga cara kerja pryektor LCD yang perlu kamu ketahui. Simak berikut ini!

Proyektor biasanya disebut sebagai alat bantu yang digunakan untuk menampilkan gambar ataupun video dari sumber. Oleh karena itu, proyektor seringkali digunakan sebagai alat bantu untuk presentasi.

Mengenal Apa itu Proyektor LCD

Apa itu proyektor LCD? Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, dan sebagainya.

Proyektor jenis ini merupakan jenis yang lebih modern dan merupakan teknologi yang dikembangkan dari jenis sebelumnya dengan fungsi sama yaitu Overhead Projector (OHP) karena pada OHP datanya masih berupa tulisan pada kertas bening.

Proyektor LCD biasanya digunakan untuk menampilkan gambar pada presentasi atau perkuliahan, tetapi juga bisa digunakan sebagai aplikasi home theater.

Untuk menampilkan gambar, proyektor LCD mengirim cahaya dari lampu halide logam yang diteruskan ke dalam prisma yang mana cahaya akan tersebar pada tiga panel polysilikon, yaitu komponen warna merah, hijau dan biru pada sinyal video. Proyektor LCD berisi panel cermin yang terpisah satu sama lain.

Masing-masing panel terdiri dari dua pelat cermin yang di antara keduanya terdapat liquid crystal. Ketika terdapat perintah atau instruksi, kristal akan membuka untuk membolehkan cahaya lewat atau menutup untuk mem-block cahaya tersebut membuka dan menutupnya pixel ini yang bisa membentuk gambar.

Lampu yang digunakan pada proyektor LCD adalah lampu halide logam karena menghasilkan suhu warna yang ideal dan spektrum warna yang luas. Lampu ini juga memiliki kemampuan untuk memproduksi cahaya dalam juga sangat besar dalam area kecil dengan arus proyektor sekitar 2.000-15.000 ANSI lumens.

Indonesia termasuk salah satu negara tujuan pasar proyektor LCD ini. Berbagai perusahaan proyektor LCD memasarkan produk mereka seperti Sony dan Sanyo. Produk proyektor LCD yang mereka tawarkan beragam mulai dari yang hemat energi sampai model terbaru yang lebih kecil dan ringan.

Sejarah Proyektor LCD

Proyektor LCD ditemukan di New York oleh Gene Dolgoff. Dia mulai bekerja di dalam kampus pada tahun 1968 dan mempunyai tujuan untuk memproduksi sebuah video proyektor yang dalam idenya ia akan membuat sebuah proyektor LCD yang lebih cerah dibandingkan dengan 3-CRT proyektor.

Idenya adalah menggunakan elemen yang disebut sebagai “cahaya katup” untuk mengatur jumlah cahaya yang melewati itu. Hal ini akan memungkinkan penggunaan yang lebih ampuh untuk sumber cahaya eksternal.

Setelah mencoba berbagai bahan, dia setuju dengan penggunaan kristal cair untuk mengatur cahaya pada tahun 1971. Ini membawanya sampai tahun 1984 untuk mendapatkan “addressable” dari layar kristal cair (LCD), yang ketika itulah ia membuat proyektor LCD pertama di dunia.

Setelah membangun itu, dia melihat banyak masalah yang harus dikoreksi termasuk cahaya utama yang hilang dan piksel yang sangat terlihat. Dia kemudian menggunakan metode baru untuk menciptakan efisiensi yang tinggi untuk menghilangkan tampilan pada piksel.

Dengan hak paten di seluruh dunia ia memulai di Projectavision Inc pada tahun 1988, perusahaan proyektor LCD pertama di dunia. Dia melisensi teknologi untuk perusahaan lain seperti Panasonic dan Samsung.

Teknologi dan perusahaan ini memulai industri proyeksi digital. Pada tahun 1989 ia dianugerahi kontrak Darpa pertama ($ 1 juta) untuk mengusulkan bahwa standar HDTV AS harus menggunakan pengolahan digital dan proyeksi.

Sebagai anggota National Association of Manufacturers Fotografi (NAPM) Standar Sub-komite, IT7-3, ia bersama dengan Leon Shapiro, co-mengembangkan standar ANSI seluruh dunia untuk pengukuran kecerahan, kontras, dan resolusi proyektor elektronik.

Awalnya LCD digunakan dengan sistem ada pada overhead proyektor. Tapi, LCD sistem tidak memiliki sumber cahaya sendiri. Mereka memulainya dengan teknologi yang digunakan dalam beberapa ukuran dari belakang proyeksi konsol televisi.

Yang mana LCD ini menggunakan sistem proyeksi di televisi set besar adalah untuk memungkinkan kualitas gambar yang lebih baik sebagai sanggahan satu televisi 60 inci walaupun saat ini sebagai saingan utama dari proyektor LCD adalah LG 100 inch LCD TV.

Pada tahun 2004 dan 2005, proyektor LCD telah kembali datang dengan fitur yang lebih lengkap karena penambahan yang dinamis dan warna yang dianggap kontras yang telah meningkat hingga tingkat DLP.

Sekarang ini manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan LCD khususnya proyektor LCD hanya tersisa perusahaan gambar Jepang yaitu Epson dan Sony. Epson memiliki sendiri teknologinya dan membuat merk “3LCD”.

Untuk memasarkan teknologi proyektor “3LCD”, Epson mengatur perkongsian yang disebut “Grup 3LCD” pada tahun 2005 dengan manufaktur proyektor lainnya memegang lisensi dari teknologi 3LCD yang digunakan dalam model proyektor mereka.

Fungsi Proyektor

Adapun fungsi dari proyektor adalah untuk menampilan gambar, video atapun data yang berasal dari komputer di sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti Infocus atau bisa juga pada dinding.

Jika dibandingkan dengan media lain seperti plasma atau lcd display, maka proyektor mempunyai banyak kelebihan misalnya, bisa membuat tampilan yang sangat besar, bisa dibawa dengan mudah dan juga fleksibilitas yang tinggi.

Apabila memiliki rencana membeli sebuah lcd proyektor dan akan sering membawanya kemanapun, maka pilihlah proyektor yang beratnya ringan sehingga lebih praktir dan tidak menjadi beban. Selain fungsi diatas, ada beberapa fungsi lain dari proyektor, diantaranya:

1. Alat Presentasi

Proyektor bisa membuat suatu presentasi menjadi lebih hidup, karena dengan tampilan visual atau tulisan tersebut bisa memberikan presentasi yang lebih dinamis dan atraktif.

2. Media Informasi

Bisa menampilkan tampilan dengan layar lebar, maka proyektor lebih efektif untuk menjadi media informasi.

3. Pemutar Video

Bisa menikmati bioskop di dalam rumah. Hal ini dikarenakan proses tampilan yang terjadi di bioskop bisa kita tampilkan di rumah dengan memanfaatkan proyeksi.

4. Permukaan Layar Proyeksi

Karena menggunakan lampu halide logam kecil dan kemampuannya untuk bisa memproyeksikan gambar pada setiap permukaan datar, proyektor LCD cenderung memiliki ukuran kecil dan lebih mudah dibawa-bawa daripada jenis proyektor lain.

Untuk mendapatkan tampilan gambar yang bagus, permukaan atau surface yang biasa digunakan permukaan warna putih, abu-abu, atau hitam. Penerimaan warna dalam pemroyeksian gambar tergantung permukaan proyeksi dan kualitas proyektor.

Warna yang paling sering digunakan dan dipilih sebagai permukaan proyeksi adalah warna putih karena dianggap warna paling netral dan lebih natural sehingga biasa digunakan pada lingkungan sekolah dan bisnis untuk presentasi.

Bagaimanapun, gelap atau terangnya hasil proyeksi suatu gambar tergantung seberapa gelap layar tersebut. Karena itu, beberapa presentator lebih memilih menggunakan layar abu-abu yang mana lebih membentuk warna yang lebih kontras.

Background yang lebih gelap bisa mengalihkan sifat warna dari yang seharusnya. Persoalan warna terkadang bisa diatur melalui pengaturan proyektor, tetapi mungkin tidak seakurat pada background putih.

Cara Kerja Proyektor LCD

Proyektor LCD bekerja berdasarkan prinsip pembiasan cahaya yang dihasilkan oleh panel-panel LCD. Panel ini dibuat terpisah berdasarkan warna-warna dasar, merah, hijau dan biru (R-G-B) sehingga terdapat tiga panel LCD dalam sebuah proyektor.

Warna gambar yang dikeluarkan oleh proyektor merupakan hasil pembiasan dari panel-panel LCDtersebut yang telah disatukan oleh sebuah prisma khusus.

Gambar yang telah disatukan tersebut kemudian dilewatkan melalui lensa dan dijatuhkan pada layar sehingga bisa dilihat sebagai gambar utuh.

Gambar yang dihasilkan proyektor LCD memiliki kedalaman warna yang baik karena warna yang dihasilkan olah panel LCD langsung dibiaskan lensa ke layar. Selain itu gambar pada proyektor LCD juga lebih tajam dibandingkan dengan hasil gambar proyektor DLP.

Kelebihan lain dari LCD adalah penggunaan cahaya yang lebih efisien sehingga bisa memproduksi “ansi lumens” yang lebih tinggi dibandingkan proyektor dengan teknologi DLP.

Sedangkan kelemahan teknologi LCD adalah besar piksel yang terlihat jelas di gambar ini yang menyebabkan teknologi LCD kurang cocok untuk memutar film karena akan terasa seperti melihat film dari balik mata yang terhalang selaput katarak.

Jenis-Jenis Proyektor

Setelah mengetahui apa itu proyektor LCD beserta fungsi dan cara kerjanya, selanjutnya kita akan membahas beberapa jenis proyektor yang tersedia di pasaran. Adapun jenis-jenis atau macam-macam proyektor, yaitu:

1. Proyektor LCD

Proyektor jenis ini adalah proyektor yang lebih modern dan adalah suatu teknologi yang sudah mendapatkan pengembangan dari jenis sebelumnya dengan fungsi yang sama yaitu Overhead Projektor (OHP) karena pada OHP datanya masih berupa tulisan pada kertas bening.

2. Proyektor Digital

Proyektor digital ini dipakai untuk mengkonversi data berupa gambar dengan langsung dari komputer ke suatu layar melewati sistem lensa.

Proyektor digital memiliki peranan penting dalam pembentukan sistem home theater. Empat teknologi yang digunakan pada proyektor digital adalah, Intensitas tinggi CRT, LCD proyektor LCD memakai gerbang cahaya, Texas Instruments teknologi DLP.

3. Proyektor CRT

Proyektor CRT atau sering disebut juga dengan Katoda Ray Tube yang menggunakan proyektor kuno tabung gambar yang telah dipakai pada TV konvensional selama beberapa dekadde. Dengan jenis proyektor ini, tiga CRT, plus lensa pembesar, digunakan untuk menampilkan suatu gambar ke layar.

Pada CRT digunakan untuk memproyeksikan warna utama yaitu, merah, biru dan hijau. Adanya tiga tabung yang berbeda warna dalam proyektor CRT, menjadikan proyektor jenis ini lebih besar dan lebih berat.

4. Proyektor LCOS

Teknologi pada jenis proyektor ini menggunakan kelebihan dua teknologi yang telah hadir sebelumnya, yaitu LCD dan DLP.

Teknologi LCOS lebih cepat diproduksi dan ringan daripada LCD. Resolusi yang didapatkan juga lebih baik daripada LCD. Bahkan resolusi teknologi ini diperkirakan bisa mencapai QXVGA, yaitu 2048×1536 pixel.

5. Proyektor DLP (Digital Light Processing)

Pada jenis proyektor ini, suatu gambar dibuat oleh kaca kecil mikroskopis yang tersusun didalam suatu matrix di atas chip semikonduktor, dikenal dengan Digital Micromirror Device. Jumlah kaca sama dengan resolusi gambar yang diproyeksikan yaitu: 800×600, 1024×768 dan 1280×720 matric adalah berupa ukuran DMD yang umum.

Di DLP, cahaya lebih dahulu akan mengenai sebuah Color Filter yang berbentuk roda. Kemudian warna yang didapatkan akan mengenai Digita Micromirror Devices (DMD), dari DMD ini selanjutnya cahaya akan diproyeksikan dengan cara dipantulkan ke layar.

Kesimpulan

Demikian penjelasan dari Teknatekno mengenai apa itu proyektor LCD beserta fungsinya, cara kerja proyektor serta jenis-jenis proyektor yang tersedia di pasaran. Semoga bermanfaat!

Related Articles

Back to top button