Kenaikan Tarif PPN Berdampak Pada Harga Pulsa dan Token Listrik

Teknatekno.com – Mulai hari ini Pemerintah resmi memutuskan kenaikan tarif PPN dari yang sebelumnya 10 persen menjadi 11 persen. Adapun salah satu dampak dari kenaikan tarif PPN yang langsung terasa yaitu harga pulsa telepon dan paket internet di berbagai operator.

Dampak Kenaikan Tarif PPN

Sejumlah provider sudah melakukan penyesuaian harga dengan kenaikan tarif PPN. Salah satu pemilik konter pulsa, Fatimah, mengungkapkan harga paket data kini sudah mengalami kenaikan.

Untuk harga paket data 5GB yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 45.000, akan naik menjadi Rp 46.000. Kenaikan tersebut menyesuaikan harga dari agen yang mengalami kenaikan Rp 1.000.

“Kalau kemarin harga dasarnya masih Rp 42.900, sekarang menjadi Rp 43.900,” kata Fatimah saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat 1 April 2022.

Kenaikan serupa juga terjadi pada besaran kuota yang lainnya. Harga paket internet 1 GB yang sebelumnya dijual Rp 15.000 naik menjadi Rp 16.000. Sedangkan paket internet 3 GB yang semula dijual Rp 25.000 menjadi Rp 26.000.

Harga pulsa reguler juga mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan hanya sekitar Rp 500. Misalnya harga pulsa 15.000 yang semula dijual Rp 16.000, kini menjadi Rp 16.500. Harga pulsa 25.000 semula Rp 26.000 menjadi Rp 26.500 dan begitu seterusnya.

Harga Token Listrik Juga Naik

Harga Token Listrik Juga Naik

Selain itu, harga dasar token listrik juga mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikannya berkisar Rp 300 sampai Rp 400. Harga token listrik PLN senilai Rp 20.000 yang sebelumnya Rp 20.050, naik menjadi Rp 20.350. Untuk harga token listrik Rp 50.000 yang semula Rp 50.050 kini menjadi Rp 50.350.

Sementara harga token PLN senilai Rp 200.000 yang sebelumnya Rp 200.050 menjadi Rp 200.450. Begitu juga dengan token PLN senilai Rp 500.000 yang semula Rp 500.050 menjadi Rp 500.450.

Meski begitu, Fatimah tidak akan menaikkan harga jual token listrik. Sebab dia khawatir bila dinaikkan, pelanggannya akan pindah ke konter lain yang lebih tidak menaikkan harga.

“Kemarin yang Rp 20 ribu masih Rp 20.050 tapi sekarang naik jadi Rp 20.350. Tapi jualnya masih sama Rp 22.000 aja. Kalau dinaikkan nanti pelanggan kabur,” kata dia.

Menurutnya, selama kenaikan harga masih dibawah Rp 1.000, harga jual ke pelanggan tetap sama. Namun jika kenaikan harga senilai Rp 1.000, maka harga jual pun juga akan dinaikkan. “Ya, kalau kenaikannya sampai Rp 1.000 harga jadi ikut naik,” kata dia mengakhiri.

Kesimpulan

Kenaikan tarif PPN menjadi 11 persen ini tentunya memberikan dampak bagi masyarakat. Namun, kebijakan ini sudah menjadi keputusan dari Pemerintah sebagai fondasi sistem perpajakan yang lebih adil, optimal dan berkelanjutan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya!

Related Articles

Back to top button