Apa itu Fantom (FTM)? Aset Kripto Baru yang Lagi Naik Daun

Teknatekno.com – Yuk kita kenalan lebih dalam tentang aset kripto Fantom? Fantom (FTM) jadi salah satu aset kripto dengan performa menarik dalam sepekan.

Dikutip dari CoinGecko, FTM naik naik 116,5 persen selama tujuh hari terakhir dan 576 persen dalam satu bulan. Selain itu, FTM juga mencetak rekor baru dengan nilai 1,8 dolar AS pada Sepetember 2021 lalu.

Fantom merupakan salah satu cryptocurrency dengan ekosistem DeFi yang mulai populer di kalangan komunitas kripto. Lalu, apa itu Fantom? Mengapa ia memiliki ekosistem DeFi yang begitu besar? Yuk simak penjelasan lebih detail tentang kripto Fantom (FTM) dibawah ini.

Mengenal Fantom (FTM)

Fantom adalah platform smart contract berbasis Directed Acrylic Graph (DAG) yang memfasilitasi ekosistem finansial terdesentralisasi. Platform open-source Fantom disebut dengan Fantom OPERA.

Platform ini memiliki kompatibilitas dengan mesin EVM (Ethereum Virtual Machine) milik Ethereum. Hal ini mempermudah semua pengembang aplikasi Ethereum untuk dapat memindahkan jaringannya ke Fantom hanya dalam beberapa langkah.

Fantom menggunakan teknologi Directed Acyclic Graph (DAG) yang memungkinkan proses transaksi selesai dalam 1-2 detik. Kecepatan transaksi ini terutama sangat berguna bagi puluhan aplikasi DeFi yang setiap detik berinteraksi dalam Fantom OPERA.

Aset kripto bawaan Fantom adalah FTM yang berperan sebagai biaya transaksi dan staking. Saat ini, Fantom memiliki kapitalisasi pasar senilai $9 milyar dolar dengan harga $3 dolar per 1 FTM (Januari 2022).

Angka ini menempatkan Fantom sebagai aset kripto terbesar ke-27 di dunia. Selain itu, token FTM memiliki suplai maksimum sebanyak 3,1 milyar FTM.

Mengenal Fantom (FTM)

Sejarah Fantom (FTM)

Fantom dimulai dari sebuah ide pada 2018 di antara Dr. Ahn Byung Ik (seorang computer scientist dari Korea Selatan), Matthew Hur, dan beberapa temannya yang lain di Digital Currency Holdings, Australia.

Dr Ahn Byung Ik dan beberapa rekannya menganggap bahwa blockchain memiliki banyak keterbatasan terutama dalam skalabilitas, biaya transaksi mahal, dan konfirmasi transaksi yang lambat.

Sejak awal, Fantom tidak menggunakan teknologi blockchain seperti Bitcoin. Sebagai gantinya, Fantom memanfaatkan direct acyclic graph (DAG) yang memiliki struktur data berbeda dengan blockchain namun dengan prinsip operasional yang sama.

Sistem DAG ini dianggap menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh blockchain konvensional. Dr. Ahn Byung Ik dan yang lainnya lalu mendirikan organisasi non-profit Fantom Foundation yang menangani perkembangan Fantom. Lalu, Fantom mengadakan ICO pada Juni 2018 yang berhasil menarik banyak investor.

Pada Desember 2019, Fantom berhasil meluncurkan platform utamanya yaitu Fantom OPERA yang memiliki kapabilitas smart-contract. Saat ini, organisasi ini dipimpin oleh CEO Michael Kong dengan Andre Cronje sebagai arsitek sektor DeFi yang berfokus kepada pengembangan ekosistem DeFi Fantom.

Cara Kerja Fantom (FTM)

Bagaimana Fantom bekerja? Simak penjelasan berikut ini.

1. Directed Acyclic Graph (DAG)

Fantom menggunakan sistem Directed Acyclic Graph (DAG) yang menggantikan teknologi jaringan blockchain. DAG merupakan sistem pembukuan digital terdesentralisasi yang mirip seperti blockchain.

Apabila blockchain mengorganisasi data dalam bentuk rantai lurus, DAG bekerja seperti folder pada komputer yang kemudian memiliki sub-foldernya masing-masing.

Setiap struktur data dalam sistem DAG memiliki kronologi waktu yang berisi data transaksi sebelumnya, transaksi yang terjadi berdekatan, dan stempel waktu.

DAG tidak mengumpulkan serangkaian data transaksi ke dalam sebuah blok. Namun, data transaksi yang terjadi dalam waktu berdekatan terhubung satu sama lain dan langsung diverifikasi tanpa menunggu konfirmasi dari banyak node (komputer validator) pada jaringan.

Maka dari itu, sistem DAG memungkinkan transaksi bisa langsung dikonfirmasi dan diverifikasi dalam 1-2 detik tanpa harus menunggu terciptanya blok yang perlu disusun seperti dalam jaringan Bitcoin.

Meskipun berbeda, kedua sistem ini memiliki prinsip yang sama yaitu jaringannya hanya bergerak satu arah. Semua data yang sudah dimasukkan ke dalam kedua sistem ini tidak bisa diubah, diganti, atau pun dihilangkan.

2. Lachesis

Selain menggunakan sistem DAG, Fantom menggunakan algoritma konsensusnya sendiri yang disebut Lachesis. Lachesis adalah sebuah algoritma konsensus khusus untuk jaringan DAG yang dimodifikasi dari mekanisme proof-of-stake (PoS). Ia merupakan sebuah mekanisme konsensus yang diciptakan oleh Fantom.

Fantom menggunakan Lachesis sebagai metode verifikasi untuk memastikan jaringannya aman, terdesentralisasi, dan juga dapat memproses transaksi dengan cepat dan murah.

Salah satu detail teknis penting mengenai Lachesis adalah ia memanfaatkan teknologi asynchronous Byzantine Fault Tolerance (aBFT).

Mekanisme aBFT memastikan jaringan tetap bisa mencapai konsensus meskipun beberapa validator (node) di dalam jaringan memiliki niat jahat atau berperilaku aneh seperti menunda verifikasi transaksi.

Selama konsensus bisa dicapai melalui beberapa validator yang melakukan verifikasi tepat, algoritma aBFT akan membiarkan dan mengisolasi validator buruk agar ia tidak dapat mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Dengan cara ini, jaringan Fantom lebih kuat melawan serangan seperti DDos (Denial-of-service attack).

Dalam algoritma Lachesis, setiap validator memiliki struktur DAG-nya masing-masing yang merunutkan kronologi data (yang berisi transaksi) dan validator hanya perlu mengikuti struktur DAG yang diberikan kepadanya.

Maka dari itu, setiap validator dapat mencapai konsensus secara independen. Karakteristik independensi dari setiap validator juga membuat Lachesis masuk kepada kategori mekanisme leaderless proof-of-stake.

Semua validator dapat memverifikasi transaksi tanpa harus saling menyocokkan data satu sama lain karena algoritma Lachesis memastikan setiap validator diberikan serangakaian transaksi yang berbeda.

Kombinasi sistem jaringan DAG dan algoritme konsensus Lachesis membuat Fantom dapat memproses dan memverifikasi transaksi dalam waktu yang cepat. Fantom menyebutkan bahwa seluruh proses transaksi hanya terjadi dalam 1-2 detik, berbeda dengan Bitcoin yang memerlukan beberapa menit.

Cara Kerja Fantom

Yang Bisa Dilakukan Dengan Fantom

Apa saja yang bisa kamu lakukan dengan Fantom (FTM)? Berikut penjelasannya:

Staking FTM

Skema staking Fantom merupakan salah satu yang paling unik di antara platform yang lain. Pada dasarnya, terdapat beberapa tipe staking yang Fantom berikan kepada penggunanya yaitu staking tanpa mengunci, staking dengan durasi waktu, dan liquid staking.

  1. Metode staking paling konvensional pada Fantom memberikan pilihan untuk mendepositkan FTM tanpa menguncinya sehingga kamu dapat menyimpan dan mengambilnya kapanpun. Metode staking dasar ini memiliki bunga sebesar 4 persen.
  2. Kedua, tipe staking yang mengunci aset FTM milikmu dalam jangka waktu yang ditentukan mulai dari 1 bulan hingga 1 tahun. Semakin lama kamu mengunci aset FTM-mu, semakin besar pula bunga yang kamu dapat, hingga 12 persen.
  3. Terakhir, liquid staking mengunci aset FTM milikmu dan membiarkanmu mengubahnya menjadi sFTM yang bisa kamu gunakan pada semua aplikasi DApps Fantom. Jadi, pada saat yang bersamaan, kamu bisa mendapatkan imbalan staking yang kamu lakukan dan juga menggunakan sFTM untuk menggunakan aplikasi Fantom lainnya. Jika kamu memilih untuk menggunakan sFTM pada aplikasi DeFi, kamu bisa mendapatkan keuntungan ganda.

Menggunakan Ekosistem DeFi Fantom

Fantom merupakan salah satu aset kripto dengan sektor DeFi yang memiliki pertumbuhan paling cepat. Hal ini bisa dilihat dari angka total value locked (TVL) Fantom yang mencapai $12,23 milyar dolar, menempatkannya sebagai aset kripto peringkat ke-3 di dunia berdasarkan TVL per 24 Januari 2022.

Selain itu, kompatibilitas Fantom dengan EVM Ethereum juga membantu pengembang aplikasi untuk menambahkan jaringan Fantom. Aplikasi DeFi besar seperti Curve dan YFI sudah memiliki kompatibilitas dengan Fantom yang membantu mengalirkan dana dari Ethereum kepada Fantom.

Aplikasi DeFi yang dibangun di atas Fantom memiliki nama unik yang bertema hantu seperti Tomb Finance, Grim Finance, dan juga Spirit Swap. Kebanyakan aplikasi DeFi pada Fantom bisa memberikanmu keuntungan besar jika kamu menjadi liquidity provider atau penyedia likuiditas.

Berikut daftar beberapa aplikasi DeFi Fantom yang bisa kamu gunakan:

1. Tomb Finance

$TOMB merupakan stablecoin yang terpatok kepada harga FTM sehingga 1 TOMB = 1 FTM. Tomb Finance bertujuan menjadi penyedia likuiditas bagi ekosistem Fantom untuk memberikan insentif pengguna agar tidak menjual FTM miliknya.

Kamu bisa menggunakan Tomb untuk menjadi penyedia likuiditas $FTM-$TOMB dengan bunga APY sebesar 120 persen tanpa adanya impermanent loss.

2. Spirit Swap

Spirit Swap merupakan pertukaran terdesentralisasi untuk token di dalam ekosistem Fantom. Spiritswap memiliki token $SPIRIT yang bisa kamu stake di aplikasi DeFi seperti Liquid Driver untuk mendapatkan bunga mulai dari 50 persen.

3. Liquid Driver

Liquid Driver ($LQDR) merupakan liquidity mining yang bekerja mirip dengan aplikasi seperti Yearn namun beroperasi khusus di dalam ekosistem Fantom. Kamu bisa menjadi penyedia likuiditas di Liquid Driver dan mendapatkan bunga mulai dari 80 persen hingga 150 persen.

4. Spooky Swap

Spooky Swap beroperasi mirip seperti Spirit Swap di mana ia menawarkan pertukaran terdesentralisasi dan membiarkanmu menjadi penyedia likuiditas. Persentase bunga yang ditawarkan Spook Swap mulai dari 30 sampai 80 persen.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Tekantekno seputar Fantom (FTM), aset kripto baru yang sedang populer dan naik daun akhir-akhir ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu ya!

Related Articles

Back to top button