Apa itu Decentralized Application (DApps) dan Contohnya

Teknatekno.com – Ketika kita mempelajari lebih dalam mengenai dunia kripto, kita pasti sering menemukan istilah apa itu decentralized application (DApps). DApps ini adalah fitur unggulan yang dimiliki oleh blockchain Ethereum.

Lalu apa itu Decentralized Application? Mengapa DApps menjadi salah satu fitur unggulan yang dimiliki oleh blockchain? Yuk simak penjelasan dibawah ini!

Mengenal Decentralized Application (DApps)

Decentralized Application (DApps) adalah aplikasi atau program digital yang menyediakan layanan serupa seperti aplikasi pada umumnya.

Yang membedakan adalah, DApps menggunakan teknologi blockchain untuk memberikan kendali lebih banyak pada pengguna atas data mereka tanpa adanya perantara terpusat. Hal ini disebabkan karena aplikasi ini menggunakan blockchain atau jaringan komputer dengan sistem P2P.

Dalam konteks aset kripto, DApps berjalan di jaringan blockchain, bersifat open source, terdesentralisasi dan bebas dari kendali dan campur tangan otoritas tunggal.

Apa Saja Jenis Decentralized Application (DApp)?

Setelah mengetahui apa itu Decentralized Application, selanjutnya kita akan membahas beberapa jenis dari DApss ini. Banyak sekali jenis-jenis DApps yang bisa kita temui pada blockchain. Berikut ini adalah berbagai jenis decentralized application yang dikategorikan seperti di bawah ini.

1. Berdasarkan Penggunaan Blockchain

Aplikasi yang dibangun di atas blockchain mereka sendiri. Ethereum adalah contoh paling terkenal pada jenis DApps ini. Jenis ini adalah decentralized application yang menggunakan blockchain lain, tetapi menggunakan token mereka sendiri. Contoh DApp semacam itu adalah Augur, yang dibangun di atas blockchain Ethereum.

DApp yang dibuat dengan menggunakan token dari sumber lain. Contohnya yaitu SAFE Network, yang menggunakan aplikasi Omni Protocol untuk mengeluarkan tokennya.

Mengenal Apa itu Decentralized Application (DApp)

2. Berdasarkan Tujuan

Ada tiga DApp berdasarkan tujuan, diantaranya:

Aplikasi Keuangan

DApp jenis ini memberikan alat atau layanan kepada pengguna untuk mengelola keuangan mereka, baik mata uang fiat maupun aset kripto. Sehingga aplikasi ini dapat membantu pengguna dalam mengelola tabungan, surat wasiat, dll.

Aplikasi Keuangan Parsial

Aplikasi terdesentralisasi ini melibatkan layanan yang menggunakan uang atau reward, tapi itu bukan tujuan utama diciptakannya aplikasi tersebut. Contohnya adalah sistem bonus dan poin dalam program loyalitas, serta aplikasi perjudian.

Aplikasi Non-keuangan

Pada jenis ini, decentralized application tidak melibatkan penggunaan uang sama sekali. Biasanya, aplikasi terdesentralisasi jenis ini dapat berupa layanan yang dapat digunakan untuk identifikasi pribadi, melakukan polling dan pemungutan suara, penyimpanan file terdesentralisasi dan banyak lagi.

3. Berdasarkan Tingkat Keamanan Data

Terdapat dua jenis DApp berdasarkan tingkat keamanan data dan privasi pengguna.

DApp yang Bersifat Anonim

Setiap peserta jaringan DApp, terlebih pada DApp yang menggunakan blockchain Ethereum, pada dasarnya bersifat anonim.

DApp Berbasis Reputasi

Pada DApps jenis ini, operator node akan melacak seluruh node untuk dapat menjaga keamanan dan kepercayaan pengguna.

Cara Kerja DApp

Ethereum adalah blockchain pertama yang memiliki DApp. Biasanya, decentralized application memiliki kode backend, yaitu smart contract, yang berjalan menggunakan jaringan terdesentralisasi seperti blockchain Ethereum untuk penyimpanan data dan smart contract untuk membuat aplikasi.

Smart contract adalah istilah yang digunakan oleh blockchain Ethereum untuk kontrak yang berjalan otomatis ketika persyaratan dan perjanjian antara pembeli dengan penjual terpenuhi. Smart-contract ditulis secara langsung ke dalam baris kode dan dikembangkan oleh developer.

Kode smart-contract bersifat open source dan bisa dimanfaatkan untuk membuat project-project lainnya dalam blockchain, salah satunya seperti membuat aplikasi terdesentralisasi. Fitur yang dimiliki oleh smart contract membuat transaksi dapat dilacak dan tidak dapat diubah.

Selain smart contract, DApp juga sudah memiliki aplikasi front-end untuk memudahkan developer untuk membangun interaksi pengguna.

Untuk dapat menjalankan decentralized application melalui browser web, pengguna harus menginstal browser extension untuk dapat memudahkan browser dalam berinteraksi dengan blockchain dan mengelola identitas pengguna.

Namun saat ini, decentralized applications tidak hanya dimiliki oleh blockchain Ethereum saja. Sudah banyak blockchain lainnya yang juga memiliki DApp ini seperti EOS, Tron, dan lain sebagainya.

Contoh DApps

Ketika berbicara tentang platform DApps atau platform smart contract terbaik, itu bisa mengacu pasa kasus penggunaan yang luas. Namun yang pasti decentralized apps atau DApps adalah cara terbaru dalam membangun dan mengoperasikan aplikasi, ini juga dianggap radikal karena membawa perubahan ke arah lain.

Smart contract menjadi “jantung” dari DApps, yang akan membantu mengoneksikan ke blockchain. Berikut ini adalah beberapa contoh DApps terbaik:

  • Ethereum
  • Solana
  • Binance Smart Chain (BSC)
  • Polygon (MATIC)
  • Polkadot

FAQ

Berikut pertanyaan seputar apa itu Decentralized Application.

Apa Perbedaan Antara Aplikasi Biasa dan Aplikasi Desentralisasi?

Secara keseluruhan, DApps bekerja seperti aplikasi biasa, atau dikenal dengan Apps, seperti yang sering ditemukan di internet. Perbedaan utamanya adalah struktur terdesentralisasi, yang membuat DApps lebih transparan dalam penyimpanan data dan menghilangkan kontrol satu pihak.

Apakah Bitcoin Termasuk Decentralized Application?

Ya, itu bisa. Bitcoin didistribusikan karena buku besar publiknya yang diberi cap waktu, blockchain, berada di banyak komputer. Ini juga terdesentralisasi karena jika satu node gagal, jaringan masih dapat beroperasi.

BACA JUGA:

Keunggulan Decentralized Application (DApps) Bagi Pengguna
SKALE Network (SKL) Cryptocurrency: Keunikan dan Harganya
Terra Virtua Kolect (TVK), Aset Crypto yang Jadi Marketplace Trading NFT

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan dari Teknatekno seputar apa itu Decentralized Application. Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa Decentralized Application (DApp) adalah aplikasi atau program digital yang menyediakan layanan serupa seperti aplikasi pada umumnya.

DApps menggunakan teknologi blockchain untuk memberi pengguna lebih banyak kontrol atas data mereka tanpa perantara terpusat. Hal ini dikarenakan aplikasi ini menggunakan blockchain atau jaringan komputer dengan sistem P2P.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button