Apa itu Panic Selling? Kenali Jenisnya dalam Trading

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kamu tau apa itu panic selling? Panic selling merupakan kondisi di mana para trader atau investor menjual asetnya karena takut akan krisis keuangan dan ekonomi yang sedang terjadi.

Ketika hal ini terjadi, artinya akan banyak pasangan mata uang maupun saham yang dijual. Biasanya para trader yang terjebak dalam posisi panic selling karena mendengar atau membaca informasi yang membuat mereka mengambil keputusan untuk menjual asetnya.

Mengenal Apa itu Panic Selling

Menurut Wikipedia, panic selling atau penjualan panik adalah penjualan skala besar dari investasi yang menyebabkan penurunan tajam dalam harga. Secara khusus, seorang investor ingin keluar dari investasi dengan sedikit memperhatikan harga yang diperoleh.

Aktivitas penjualan bermasalah karena investor menjual sebagai reaksi terhadap emosi dan ketakutan, daripada mengevaluasi fundamental.

Sebagian besar bursa efek utama menggunakan pembatasan perdagangan untuk mengurangi penjualan panik, memberikan periode pendinginan bagi orang-orang untuk mencerna informasi terkait dengan penjualan dan mengembalikan tingkat normal ke pasar.

Penyebab Panic Selling

Penyebab umum dari penjualan panik, diantaranya karena poin-poin dibawah ini:

  • Spekulasi tinggi di pasar (misalnya Kerusakan Perumahan Dubai pada 2009)
  • Ketidakstabilan ekonomi (misalnya Krisis Keuangan 2008)
  • Permasalahan politik

Mengenal Apa itu Panic Selling

Jenis atau Kategori Panic Selling

Setelah mengetahui apa itu panic selling atau penjualan panik, selanjutnya kita akan membahas tentang beberapa kategori penjualan panik. Berikut ini adalah jenis atau kategori penjualan panik yang perlu kamu ketahui:

1. Phoney Panics

Phoney panics adalah kondisi di mana para trader terlalu mudah menerima informasi dari suatu sumber tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Hal ini biasanya terjadi kepada trader yang hanya ikut-ikutan saja dalam bertrading atau para trader pemula yang belum memahami kondisi pasar saat itu.

2. Self Induced

Kategori jenis ini biasanya disebabkan oleh trader sendiri. Hal ini karena mereka akan panik ketika melihat trader lainnya menjual mata uang dan akhirnya mengikuti langkah yang dilakukan trader lain. Self induced biasanya dilakukan oleh trader yang takut akan kerugian karena tetap memegang mata uang yang dimilikinya.

3. Contagious Panic

Hampir mirip dengan self induced, namun kategori jenis ini terjadi apabila kamu tertular dari kepanikan yang sedang terjadi. Seperti ketika kamu melihat trader lain menjual secara besar-besaran, maka kamu akan ikut-ikutan menjualnya secara besar juga.

4. Real Panics

Seperti namanya, real panics biasanya terjadi karena disebabkan dari keadaan yang memang benar-benar sedang terjadi.

Seperti ketika sedang terjadi krisis ekonomi, pastinya membuat kepanikan para trader dan investor untuk menjual aset miliknya. Hal ini terjadi karena adanya informasi yang akurat dan mengharuskan trader menjual mata uang.

Kesimpulan

Panic selling adalah penjualan investasi dalam skala besar yang menyebabkan penurunan harga yang tajam. Secara khusus, seorang investor ingin keluar dari investasi dengan sedikit memperhatikan harga yang diperoleh.

Penyebab umum dari penjualan panik termasuk spekulasi yang tinggi dan ketidakstabilan ekonomi. Sebagian besar bursa saham utama menggunakan pembatasan perdagangan untuk mengurangi penjualan panik.

Jika kamu baru terjun ke dalam trading, pastikan untuk mempelajarinya lebih dalam dan jangan hanya ikut-ikutan saja. Lebih penting lagi bagi kamu untuk mempelajari cara mencegah penjualan panik itu sendiri.

Pencarian Populer

Apa Itu Panic Selling - Panic Selling Adalah - Panic Selling Artinya - Panic Selling Yaitu - Pengertian Panic Selling - Pengertian Penjualan Panic- Penjualan Panik Adalah -

Related Articles

Back to top button