Tether (USDT) Cryptocurrency: Pengertian dan Fungsinya

Teknatekno.com – United States Dollar Tether (USDT) adalah sebuah aset kripto yang mengklaim nilai per asetnya senilai dengan US$ 1. Sehingga, pergerakan naik turunnya mengikuti kurs dolar, berbeda dengan aset kripto seperti bitcoin.

Seperti yang kita ketahui, salah satu kelebihan cryptocurrency adalah kemampuannya untuk mentransfer aset lebih cepat, murah, dan aman dari satu pengguna ke pengguna lain.

Volatilitas aset kripto, di sisi lain, adalah salah satu faktor yang membuatnya saat ini belum umum dijadikan sebagai penyimpan nilai atau alat tukar untuk kebutuhan sehari-hari. Stablecoin seperti USDT merupakan solusi atas volatilitas nilai aset kripto.

Jadi, apa sebenarnya Tether (USDT) itu? Untuk apa stablecoin seperti USDT digunakan? Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

Mengenal Tether (USDT)

Tether (USDT) adalah salah satu jenis stablecoin yang nilainya tergantung kepada dolar AS. Secara harfiah, stablecoin dapat diartikan sebagai ‘koin stabil’.

Koin digital ini dipatok terhadap instrumen investasi konvensional seperti dolar AS (USD), emas, atau komoditas aset digital lain yang diperdagangkan. Sehingga nilainya cenderung stabil dan volatilitasnya tidak terlalu tinggi.

Sirkulasi USDT di pasar aset kripto didukung dengan situasi yang dihadapi oleh mata uang fiat rujukannya dalam hal ini adalah dolar AS. Ide utamanya adalah mempertahankan rasio satu banding satu dengan nilai dolar AS.

Bisa dibilang, Tether (USDT) sebagai stablecoin diciptakan untuk bisa mengatasi permasalahan utama aset kripto, yaitu tingginya volatilitas valuasi aset kripto populer. Seperti yang biasa terjadi pada Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan lain-lain.

Dengan begitu, USDT memiliki fungsi yang sedikit berbeda dari aset kripto lainnya. Biasanya USDT dimanfaatkan sebagai media pertukaran dan penyimpan nilai karena kestabilannya, bukannya sebagai saran investasi spekulatif. USDT secara spesifik berada di kategori stablecoin yang stabilitasnya dijamin oleh mata uang fiat.

Secara khusus, USDT dirancang untuk menjembatani mata uang fiat dengan aset kripto. Selain stabilitas, stablecoin ini menawarkan transparansi dan biaya transaksi yang lebih murah kepada investor dan penggunanya.

Mengenal Tether (USDT)

Fungsi Tether (USDT)

Karena volatilitas harga aset kripto yang tinggi, aset kripto dapat naik atau turun hingga 20% dalam satu hari, membuatnya sulit untuk diandalkan sebagai medium penyimpan nilai. USDT, di sisi lain, kebal terhadap volatilitas ini.

Faktor ini menjadikan USDT aset yang aman bagi investor kripto, sehingga mereka dapat menyimpan aset mereka di USDT tanpa harus menukarkan aset kripto mereka ke mata uang fiat dan kehilangan momentum untuk melakukan jual beli pada saat-saat volatilitas sedang tinggi.

1. Trading

Pasar kripto buka 24 jam sehari. Dengan mengkonversi nilai ke USDT, seorang trader dapat mengurangi risiko terkena penurunan harga mata uang kripto yang cepat. Mentransfer BTC ke USDT daripada ke dolar AS juga jauh lebih cepat dan lebih murah.

USDT menyediakan likuiditas yang konsisten yang dapat ditransfer dengan kecepatan yang sama dan dengan tingkat fleksibilitas yang sama dengan aset kripto lainnya, sehingga memudahkan trader untuk melakukan jual beli.

Contonhnya, seorang investor ingin mengamankan penghasilannya dari hasil trading bitcoin (BTC). Jika ia mengonversi BTC ke dolar AS atau mata uang fiat lainnya, konversi mungkin memerlukan waktu lebih dari satu hari untuk diselesaikan.

Sementara itu, ia melihat peluang untuk memperoleh aset kripto lain, mengingat sifat mata uang kripto yang dapat mengalami perubahan harga dalam hitungan menit.

Di saat seperti ini, investor tersebut tidak bisa langsung mengakses dananya yang sedang dikonversi ke mata uang fiat, sehingga dia bisa kehilangan momentum.

Inilah sebabnya mengapa trader menilai stablecoin seperti USDT sebagai medium yang lebih nyaman untuk menyimpan nilai karena dapat segera ditukarkan kembali ke aset kripto lain, namun dengan nilai yang stabil.

2. Pembayaran internasional

Salah satu kelebihan Tether (USDT) adalah kemampuannya membuat bertransaksi dengan dolar AS antar wilayah, negara, atau bahkan benua menjadi sederhana.

Teknologi blockchain pada kripto membuat transaksi internasional dapat dilakukan tanpa perlu perantara yang memakan waktu lama dan mahal. Tidak seperti jika menggunakan jasa bank atau penyedia layanan keuangan lainnya.

3. Menyimpan Aset Senilai Dolar

Masyarakat yang tinggal di negara-negara dengan nilai mata uang yang lemah atau fluktuatif cenderung menyimpan uang mereka dalam dolar AS.

Akan tetapi, hal ini tidak mudah dilakukan karena mereka harus menyimpan dalam bentuk uang kas atau mengandalkan bank lokal yang tidak selalu dapat memfasilitasi kebutuhan ini.

Salah satu solusinya adalah dengan menyimpan aset mereka dalam bentuk stablecoin seperti USDT yang mudah ditransaksikan dan memiliki nilai yang stabil.

4. Infrastruktur DeFi

DeFi atau decentralized finance merupakan salah satu perkembangan di dunia kripto yang semakin populer dan banyak digunakan. Banyak produk atau aplikasi-aplikasi DeFi yang memfasilitasi pinjaman, memberikan bunga, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, karena aplikasi DeFi hanya dapat berinteraksi dengan aset kripto, volatilitas yang tinggi dapat menempatkan pengguna produk De-Fi pada risiko keuangan yang besar. Hal ini karena volatilitas harga yang tinggi dapat menyebabkan likuidasi atau kerugian.

Tether menawarkan solusi dalam bentuk jaminan on-chain yang menjaga nilai tetap stabil. Token Tether dapat digunakan sebagai jaminan untuk berpartisipasi dalam jaringan DeFi tanpa harus mengkhawatirkan volatilitas.

Cara Mining USD Tether

Jika kamu berada di kategori investor aset kripto pemula dan ingin memulai dari stablecoin seperti USDT, kamu bisa membeli USDT di platform exchange Zipmex. Tidak perlu repot dengan mencari cara untuk mining USDT, karena USDT tidak dapat ditambang.

USDT tidak dapat ditambang. USDT bukanlah koin, tetapi masuk ke dalam kategori token. Token USDT dicetak oleh perusahaan bernama Tether Limited. Saat artikel ini ditulis, harga 1 USDT dalam rupiah adalah Rp 14.730. Harga ini memiliki selisih yang sangat kecil dengan nilai dolar AS saat ini, yaitu Rp 14.560.

Dari sisi volatilitas, USDT tentu saja tidak memiliki pergerakan nilai yang signifikan. Karena merujuk pada nilai dolar AS di dunia nyata, maka mekanisme pasar tidak terlalu berpengaruh pada USDT.

Naiknya jumlah permintaan USDT tidak akan membuat harga aset kripto yang satu ini melesat dalam rentang waktu singkat. Sebaliknya, ketika terjadi penjualan USDT dalam volume besar, nilainya pun tidak akan jatuh dengan mudah.

Sangat berbeda dengan harga Bitcoin yang bisa melesat tinggi hanya karena tingginya jumlah permintaan dan turun drastis ketika whale menjual asetnya.

Kesimpulan

Tether (USDT) adalah aset kripto yang nilainya dijamin 1:1 dengan dolar AS. USDT termasuk ke dalam stablecoin, atau aset kripto yang dirancang untuk memiliki nilai yang sama dengan mata uang fiat atau aset lain dengan nilai yang lebih stabil.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button