Kripto Terra (LUNA) Anjlok, 8 Investor Bunuh Diri

Teknatekno.com – Nilai kripto Terra (LUNA) anjlok, bahkan hampir lebih dari 99% hanya dalam waktu 24 jam saja. Penurunan signifikan ini ternyata juga menimbulkan berita adanya 8 investor yang bunuh diri.

Hal itu disampaikan oleh akun Twitter @cryptocraziac yang mengutip informasi dari grup diskusi Luna/UST Discussion Megathread di Reddit.

“Rupanya sudah ada delapan kejadian bunuh diri yang terkonfirmasi karena kejatuhan harga LUNA. Tetap kuat dan jangkau mereka yang sedang berjuang,” tulis @cryptocraziac di akunnya, Rabu, 11 Mei 2022.

Pada awalnya, informasi itu viral di media yang berbasis di Pakistan dan diambil oleh akun terkait kripto di Twitter. Berikutnya informasi tersebut tersebar di sejumlah media massa.

Namun banyak investor yang mengancam bunuh diri dan tersebar di Reddit. Beberapa pengguna juga ada yang membagikan hotline bunuh diri di seluruh dunia.

“Saya kehilangan lebih dari US$ 450 ribu (Rp 6,5 miliar), saya tidak bisa membayar ke bank,” kata salah satu pengguna, dikutip dari The Independent. “Aku akan segera kehilangan rumahku, aku akan jadi tunawisma. Bunuh diri merupakan satu-satunya jalan keluar untukku”.

Meski informasi ini menjadi viral di Twitter, namun belum bisa dipastikan apakah kasus bunuh diri itu memang benar-benar terjadi atau hanya disuarakan oleh para investor kripto Terra (LUNA) agar pihak pengembang bisa terpacu untuk melakukan perbaikan pada aset kripto yang mereka besut.

Performa Kripto Terra (LUNA) Alami Penurunan

Performa Kripto Terra (LUNA) Alami Penurunan

Kripto Terra (LUNA) memang mengalami keanjlokan harga yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Bayangkan saja, LUNA sempat menyentuh rekor tertingginya pada 3 April 2022 senilai US$113,07 atau setara dengan Rp1,64 juta dalam asumsi kurs Rp14.585 per dolar Amerika Serikat.

Berbanding terbalik, harga LUNA yang terpantau di Coin Market Cap terjun bebas ke level US$0,00005566 (Rp0,8118) pada Jumat, 13 Mei 2022 pukul 14.18 WIB.

Penurunan performa kripto Terra (LUNA) yang signifikan terjadi setelah stablecoin Terra USD (UST) gagal untuk menjaga nilai tukarnya terhadap dolar AS seiring dengan harga Bitcoin (BTC) yang terus menurun. Saat ini pun UST berada di level harga US$0,1783 (Rp2.600).

Kegagalan UST dalam menjaga nilai tukarnya pun turut berdampak kepada aksi jual secara besar-besaran pada LUNA.

Saking besarnya volume transaksi penjualan LUNA, platform Binance bahkan sempat menanggunhkan sementara penarikan LUNA dan UST. Binance melakukan ini jaringan sampai mengalami gangguan karena tingginya jumlah penarikan.

Terraform Labs selaku perusahaan pengembang Terra pun mengosongkan treasury wallet yang berisi sekitar 42.530 BTC atau setara dengan US$1,3 miliar (Rp18,9 triliun) untuk menjaga nilai tukar UST terhadap dolar AS. Walau begitu, upaya itu belum memberikan dampak positif.

Walaupun harga-harga aset kripto, termasuk Bitcoin, sudah mengalami pemulihan, namun belum terlihat ada tanda-tanda bahwa LUNA akan mengalami perbaikan harga. Saat ini, Bitcoin telah tercatat mengalami peningkatan sebesar 13,15% dan berada di posisi harga US$30,369 (Rp442,9 juta).

Kesimpulan

Penurunan kinerja kripto Terra (LUNA) yang signifikan terjadi setelah stablecoin Terra USD gagal mempertahankan nilai tukarnya terhadap dolar AS.

Tidak terlihat tanda-tanda bahwa kripto Terra (LUNA) akan mengalami peningkatan harga. Saat ini, Bitcoin telah mencatat kenaikan 13,15% dan berada di posisi harga US$30.369 (R442,9 juta).

Pencarian Populer

Blockchain Luna - Blockchain Terra - Crypto Luna Terra - Luna Crypto Adalah-

Related Articles

Back to top button