Bitcoin Cash (BCH), Aset Crypto Incaran Para Investor

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Tahukah kamu kalau Bitcoin memiliki beberapa aset kripto turunan? Salah satunya adalah Bitcoin Cash (BCH).

Bitcoin Cash (BCH) adalah mata uang pembayaran elektronik peer to peer yang bertujuan untuk memungkinkan konsumen dan pedagang mengirim dan menerima pembayaran tanpa harus berurusan dengan penundaan yang lama dan biaya yang tinggi.

Untuk membantu kamu lebih memahami lebih dalam tentang Bitcoin Cash (BCH), yuk simak penjelasan dari Teknatekno dibawah ini.

Mengenal Bitcoin Cash (BCH)

BCH adalah aset kripto yang merupakan hasil hard forking di blockchain Bitcoin. Tujuan dari forking ini adalah untuk meningkatkan ukuran blok di blockchain Bitcoin dari 1 MB menjadi 8 MB, dan kemudian ditambah menjadi 32 MB. Hal ini dilakukan supaya skalabilitas transaksi yang dilakukan di blockchain Bitcoin bisa meningkat.

Kebanyakan peminat Bitcoin Cash menganggap aset kripto ini lebih efisien dan terjangkau dibanding Bitcoin (BTC). Namun, banyak pula pandangan yang menyanggah opini ini. Hal ini dikarenakan Bitcoin Cash sendiri masih dalam tahap pengembangan, dan solusi yang ditawarkan tidak hanya skalabilitas saja.

Sejarah Bitcoin Cash (BCH)

Sejarah Bitcoin Cash sendiri tidak terlepas dari Bitcoin. Seiring melesatnya popularitas Bitcoin, block dalam jaringan Bitcoin tak mampu mengakomodir kebutuhan pengguna. Sehingga, banyak orang yang mempertanyakan kemampuan skalabilitas Bitcoin.

Transaksi yang melibatkan aset digital Bitcoin diproses, diverifikasi, dan disimpan datanya di ledger digital yang biasa kita kenal sebagai blockchain. Teknologi blockchain dianggap sebagai terobosan karena ledger atau buku besar secara langsung mencatat semua transaksi yang terkait.

Catatan transaksi dalam blockchain dicatat secara digital dan tidak bisa dihapus atau diubah. Selain itu, blockchain Bitcoin juga menggunakan asas desentralisasi atau tidak terpusat. Seluruh data yang tercantum dalam blockchain bisa diakses oleh seluruh komputer yang ada di dunia.

Sayangnya, seiring adopsinya bertumbuh dan meluas, jaringan Bitcoin menjadi padat. Hal ini terjadi sekitar tahun 2017, ketika terjadi lonjakan minat masyarakat terhadap BTC. BTC mulai banyak digunakan untuk transaksi.

Transaksi yang menumpuk membuat biaya yang dikenakan pun besar. Bitcoin jadi dianggap tidak mumpuni untuk digunakan dalam transaksi sehari-hari. Saat itulah Bitcoin Cash muncul.

Mengenal Bitcoin Cash (BCH)

Hadir dengan Jaringan Blockchain Khusus

Penambang dan pengembang Bitcoin merasa bahwa di masa mendatang, BTC akan semakin besar dan populer. Adopsi BTC juga diperkirakan akan melesat. Tetapi, skalabilitas aset kripto nomor wahid itu belum benar-benar baik.

Kurangnya konsensus komunitas Bitcoin mengenai skalabilitas Bitcoin membuat terjadinya hard fork yang menghasilkan Bitcoin Cash. Penambang dan pengembang ini menginisiasi hard forking di Bitcoin yang kemudian menciptakan aset kripto turunan, yaitu Bitcoin Cash (BCH).

Diluncurkan pada Agustus 2017, BCH adalah asep kripto yang memiliki jaringan blockchain dan spesifikasinya sendiri. Masing-masing bloknya memiliki kapasitas yang lebih besar jika dibandingkan dengan BTC. Proses verifikasinya pun jadi lebih cepat.

Meski BTC dan BCH memiliki fungsi yang sama, keduanya tetap memiliki perbedaan. Bitcoin Cash mampu memproses transaksi dalam waktu lebih singkat dibanding jaringan BTC. Ini artinya, pengguna Bitcoin Cash tidak perlu menunggu lama saat melakukan transaksi.

Perbedaan lain BTC dan BCH adalah biaya transaksi yang dibebankan pada pengguna. Biaya transaksi Bitcoin Cash jadi lebih murah dibandingkan Bitcoin.

Cara Kerja Bitcoin Cash (BCH)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, BCH adalah turunan dari BTC. Oleh sebab itu, cara kerja BCH hampir sama dengan ‘induknya’, Bitcoin. Hanya saja, ukuran bloknya yang lebih besar membuat proses transaksi jadi lebih cepat.

Dari sisi harga, Bitcoin Cash (BCH) juga lebih murah ketimbang BTC karena tidak ada transaksi yang menumpuk. Walau begitu, jika dilihat dari sisi adopsi dan popularitas, Bitcoin Cash belum sepopuler BTC. Oleh sebab itu, jangan heran apabila adopsinya juga masih lebih sedikit ketimbang BTC.

BTC vs BCH

Secara umum, Bitcoin dan Bitcoin Cash memiliki banyak kesamaan. BTC dan BCH memiliki cara kerja, whitepaper dengan tujuan, algoritma penambangan, dan bahkan sistem bonus bagi penambang yang sama. Kedua aset kripto ini pun sama-sama memiliki visi menjadi mata uang digital yang diterima di seluruh dunia.

Meskipun begitu, apabila diperhatikan lebih jauh, BTC dan BCH rupanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Ada pandangan dan persepsi yang berbeda antara pengembang Bitcoin dan Bitcoin Cash mengenai visi Satoshi Nakamoto.

Komunitas BTC, baik pengguna, penambang, maupun pengembang lebih mengutamakan prinsip desentralisasi, tanpa sensor, tanpa izin, dan bahkan tanpa kepercayaan. Komunitas ini memegang teguh keunggulan BTC sebagai alat transaksi yang tidak membutuhkan pihak ketiga.

Sebaliknya, Bitcoin Cash menganggap bahwa untuk menjadi mata uang digital yang diterima secara mendunia, adopsi massal lebih penting ketimbang desentralisasi.

Selain itu, secara teknis juga BTC menggunakan SegWit dan Lightning Network sebagai solusi skalabilitas. Sedangkan Bitcoin Cash mengatasi skalabilitas Bitcoin dengan meningkatkan ukuran blok. Selain itu, kapistas blok Bitcoin hanya 1MB, sementara Bitcoin Cash hingga 32MB

Terakhir, perbedaan teknis antara BTC dan BCH adalah pencetusnya. Seperti yang kita ketahui, Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto. Sementara Bitcoin Cash penciptanya adalah Bitcoin Unlimited.

Harga BCH to IDR Terkini

Sebagai turunan BTC, BCH menjadi salah satu altcoin pilihan pegiat aset kripto dalam berinvestasi. Dari segi nilai, BCH kerap menunjukkan tren positif.

BCH juga lebih terjangkau bagi investor dengan modal terbatas, karena harga yang ditawarkan tidak setinggi BTC. Saat artikel ini ditulis, harga satu BCH dalam rupiah (BCH to IDR) adalah Rp 2.819.995,08.

Jika kamu ingin membeli dengan menggunakan USDT sebagai pair, kamu bisa meluangkan bujet 828,55 dolar AS per koinnya. Seperti aset kripto lainnya, harga BCH to IDR bisa berubah seiring waktu. Itu sebabnya, cerdas membaca market adalah kunci mutlak.

Kesimpulan

Sebagian besar penggemar Bitcoin Cash menganggap aset kripto ini lebih efisien dan terjangkau daripada Bitcoin. BCH adalah aset kripto yang merupakan hasil dari hard forking pada blockchain Bitcoin.

Tujuan dari forking ini adalah untuk meningkatkan ukuran blok dari 1 MB menjadi 8 MB, dan kemudian meningkatkannya menjadi 32 MB. Hal ini dilakukan agar skalabilitas transaksi yang dilakukan pada jaringan bitcoin dapat meningkat.

Pencarian Populer

Bitcoin Cash Abc - Bitcoin Cash Apk - Bitcoin Cash Indonesia - Bitcoin Cash Ke Rupiah - Bitcoin Cash Login - Bitcoin Cash Mining - Bitcoin Cash Wallet - Bitcoin Cash Wallet Address -

Related Articles

Back to top button