Apa itu Neo? Platform Crypto Berbasis Blockchain

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Kali ini Teknatekno akan membahas seputar apa itu Neo, mulai dari pengertiannya sampai cara kerjanya. Yuk simak penjelasan dibawah ini untuk menambah wawasan kamu mengenai apa itu Neo.

Mengenal Apa itu Neo

Neo (NEO) adalah sebuah platform berbasis blockchain yang mendukung aset kripto sendiri serta membantu pengembangan aset kripto dan smart contract.

NEO diciptakan dengan tujuan untuk mengotomatisasi pengelolaan aset digital melalui penggunaan smart contract, dengan tujuan akhir yaitu membangun sistem ekonomi pintar berbasis jaringan terdistribusi.

Proyek ini pada awalnya dikenal dengan nama Antshares, yang kemudian diyakini sebagai blockchain publik pertama di Tiongkok pada saat pertama kali diluncurkan pada Februari 2014 oleh Da Hongfei dan Erik Zhang. Platform open-source ini kemudian berganti nama menjadi Neo tiga tahun kemudian.

Aset kripto ini sering kali dijuluki sebagai “Ethereumnya Tiongkok” karena memiliki banyak fitur yang serupa dengan aset kripto yang diciptakan oleh Vitalik Buterin. Seperti kemampuan dalam membuat decentralized applications (DApps) untuk decentralized exchange, prediksi pasar, media sosial, dan sebagainya.

Selain itu, jaringan NEO juga menawarkan sejumlah fitur lain kepada penggunanya. Seperti sistem penyimpanan file secara terdesentralisasi, sistem identitas, dan sistem oracle untuk memasukkan informasi eksternal ke dalam penyimpanan file tersebut.

Jaringan ini juga menggunakan governance system unik yang disebut Delegated Byzantine Fault Tolerant (dBFT) yang digunakan sebagai mekanisme konsensus untuk komputer yang menjalankan software.

Mengenal Apa itu Neo

Cara Kerja Neo

Serupa dengan Ethereum, platform ini diciptakan untuk memudahkan developer dalam menggunakan software yang mereka miliki untuk menjalankan smart contract. Berikut ini adalah cara kerja NEO berdasarkan fitur-fitur yang dimiliki.

1. NeoContract

Pada platform Neo, smart contract ini dikenal sebagai NeoContracts. Selain itu, platform ini juga memudahkan siapa pun untuk merancang program baru (DApps) dengan tujuan untuk mereplikasi produk dan layanan dunia nyata.

Berbeda dari protokol berbasis smart contract lainnya, pada NeoContracts developer dapat membangun aplikasi baru hanya dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman populer (seperti C# dan Java).

Dengan demikian, kemampuan NeoContract dalam bekerja di berbagai bahasa pemrograman dapat menarik bagi pada developer yang memiliki ketertarikan dalam membuat DApps, atau meningkatkan kemampuan DApps yang sudah ada.

2. Delegated Byzantine Fault Tolerant

Blockchain ini mengamankan blockchainnya dengan menggunakan metode mekanisme konsensus yang disebut Delegated byzantine Fault Tolerant (dBFT) untuk menjaga agar jaringan komputer terdistribusinya tetap sinkron.

Cara kerja dBFT hampir sama dengan Delegated Proof-of-Stake (DPoS) dengan memanfaatkan sistem pemungutan suara atau voting secara real-time untuk menentukan komputer mana yang ditunjuk untuk menjalankan software yang dapat memproduksi blok berikutnya pada blockchain Neo.

Artinya, siapa saja yang memiliki token NEO, berapa pun jumlah yang dimiliknya, maka dapat memiliki andil dalam mengoperasikan jaringan.

Setiap token NEO dapat dikunci atau di-staking untuk dapat memberikan voting. Semakin banyak token yang di-staking, semakin besar pula kekuatan suara yang diberikan. Pengguna yang memiliki atau melakukan staking token dapat memilih node konsensus, sehingga mereka juga bertanggung jawab dalam membuat blok.

Untuk dapat mengusulkan dan menambahkan blok baru ke blockchain Neo, node konsensus menerima biaya transaksi jaringan yang dibayar dengan menggunakan token GAS.

Apa Saja Keuntungan yang Dimiliki NEO

Adapun sejumlah keuntungan yang ditawarkan NEO di antaranya:

1. Smart Economy System

Smart economy adalah salah satu keuntungan utama yang dimiliki oleh NEO. Keuntungan ini sepenuhnya berbeda dari apa yang ditawarkan oleh aset kripto lainnya, terutama Ethereum. Smart economy system terdiri dari tiga komponen, yaitu aset digital, digital identity, dan smart contract.

Melalui smart economy, aset apapun dapat dengan mudah di digitalisasi melalui blockchain NEO secara terbuka, terdesentralisasi, dapat dipercaya, dapat dilacak, dan transparan. Serta bebas dari perantara dan biaya transaksi.

Pengguna dapat mencatat, membeli, menjual, menukar, atau mengedarkan berbagai macam aset melalui platform NEO. Tidak hanya itu saja, pengguna juga dapat menghubungkan aset fisik dengan aset digital yang setara dan unik pada jaringan ini.

Platform ini juga mendukung perlindungan aset. Aset-aset yang terdaftar melalui platform memiliki identitas digital yang tervalidasi dan dilindungi secara hukum.

2. Digital Identity

Digital identity adalah cara yang dapat dilakukan oleh pengguna untuk mendaftarkan organisasi, individu, atau entitas lain yang dapat memiliki aset. Care tersebut didukung oleh sistem yang dikenal sebagai Public Key Infrastructure (PKI).

Digital identity memungkinkan pengguna untuk memiliki kunci yang dapat diverifikasi mengenai individu, organisasi, dan pihak lainnya yang berpartisipasi dalam konteks digital.

Mengenal Apa itu Neo Coin

Neo Coin adalah salah satu mata uang loipto yang katanya punya masa depan cerah. Neo yang dulunya dikenal sebagai Antshares sama seperti cryptocurrency lainnya yang merupakan blockchain yang ersentralisasi sehingga penggunaannya bisa dilakukan tanpa perantara.

Saat ini harga Neo berkisar $39.28 sementara Neo termasuk dalam coin yang pop di minati. Menempati urutan ke 48 di coinmarketcaps dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar $2.770.760,417.

Volume penjualan Neo Coin sebesar $268.474.200 dengan jumlah peredaran suplainya sebanyak 70.538 831.00 NEO. Banyak orang yang percaya bahwa harga Neo Coin dalam beberapa tahun kedepan akan meningkat. Hal ini dikarenakan jumlah investor cryptocurrency di dunia juga semakin meningkat dari tahun) ke tahun.

Jumlah NEO yang Beredar di Pasar Crypto

Hingga saat ini, jumlah token NEO yang sudah beredar di pasar perdagangan kripto adalah 70,5 juta. Token ini memiliki total pasokan sebesar 100 juta NEO. Sementara harga satu token NEO to IDR saat artikel ini ditulis adalah Rp43.049.

Faktanya, token NEO tidak dapat di-mining. Seluruh token yang dipasarkan pada pasar perdagangan aset kripto ini dihasilkan saat blockchain ini diluncurkan.

Token ini didistribusikan berdasarkan 50/50. Artinya, setengahnya diberikan kepada peserta dalam penjualan token, dan setengahnya lagi dibagikan kepada developer dan jajaran direksi perusahaan.

Sementara itu, token GAS dihasilkan setiap 20 detik pada saat setiap kali blok baru dibuat. Jumlah token yang dibuat secara bertahap berkurang setiap tahunnya.

Kesimpulan

Neo (NEO) adalah sebuah platform berbasis blockchain yang mendukung aset kripto sendiri serta membantu pengembangan aset kripto dan smart contract. Selain itu, jaringan NEO juga menawarkan sejumlah fitur lain kepada penggunanya.

Seperti sistem penyimpanan file secara terdesentralisasi, sistem identitas, dan sistem oracle untuk memasukkan informasi eksternal ke dalam penyimpanan file tersebut.

Related Articles

Back to top button