Stellar Lumens (XLM), Aset Crypto Bersertifikat Halal

Teknatekno.com – Hai Teknozen! Tahukah kamu apa itu Stellar Lumens (XLM)? Pada tahun 2021, Stellar Lumens (XLM) menarik perhatian investor karena harganya yang meroket 600% daripada tahun sebelumnya.

Stellar Lumens (XLM) adalah mata uang digital yang mirip dengan Ripple (RPX), yang mana keduanya dibuat oleh Jed McCaleb.

Meskipun didasarkan pada premis yang sama, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, di mana Lumens membantu individu untuk mentransfer uang, bukan institusi.

Dengan Lumens, McCaleb telah mengambil lebih banyak pendekatan Bottom-up, bukan pendekatan Top-down seperti mata uang pendahulunya.

Untuk memahami lebih jelas seputar Stellar Lumens (XLM), yuk simak penjelasan dari Teknatekno dibawah ini mengenai Stellar Lumens.

Mengenal Stellar Lumens (XLM)

Stellar adalah jaringan komputer terdesentralisasi yang beroperasi menggunakan teknologi blockchain. Jaringan ini mengeluarkan aset kripto dengan nama XLM dengan tujuan untuk menyelesaikan transaksi di jaringan Stellar.

Jaringan Stellar pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 oleh, Jed McCaleb, David Mazières dan Joyce Kim. McCaleb sebelumnya adalah salah satu dari pendiri Mt. Gox. Ia juga merupakan salah satu pendiri perusahaan kripto ternama, yaitu Ripple.

Sedangkan Stellar Development Foundation, yang merupakan organisasi non-profit, didirikan bersama Patrick Collison, CEO dan salah satu pendiri Stripe, yang juga kemudian mendapatkan investasi sebesar 3 juta dollar AS dari Stripe. Stellar memperoleh hampir 3 juta pengguna pada akhir tahun pertama.

Pada tahun 2019, Stellar membakar sekitar setengah dari token lumen yang tersedia. Pembakaran tersebut kemudian menyebabkan lonjakan harga.

Hal ini menyebabkan beberapa kontroversi, karena manipulasi aset kripto sering kali merupakan salah satu langkah yang berisiko. Namun, harga segera turun dan Stellar mengungkapkan bahwa ia tidak akan lagi menghasilkan lumen dalam upaya menstabilkan pasarnya.

Mengenal Stellar Lumens (XLM)

Stellar lumen adalah salah satu dari beberapa altcoin yang memiliki kinerja terbaik di pasar aset kripto saat ini. Lumen dapat ditukar di seluruh dunia dan tetap menjadi representasi salah satu aset kripto populer dibandingkan dengan yang lainnya.

Stellar adalah nama perusahaan. Lumen adalah nama aset kripto yang dibuat oleh perusahaan Stellar. Sedangkan XLM adalah ticker dari Lumen.

Ticker adalah singkatan dari tiap nama aset kripto yang digunakan untuk mengidentifikasi aset kripto dalam grafik perdagangan aset kripto.

Cara Kerja Stellar Lumens (XLM)

Pada saat peluncurannya, cara kerja XLM adalah dengan menyalin kode yang biasanya digunakan untuk memberi daya pada XRP Ledger, yang berarti Stellar cukup mewarisi banyak desain dan fitur yang dimiliki oleh XRP.

Namun, kini Stellar telah membuat perubahan teknis yang membedakan token ini dengan yang lainnya. Berikut uraian cara kerja XLM setelah mengalami perubahan teknis.

1. Protokol Konsensus yang Digunakan

Pembaruan cara kerja paling signifikan yang dilakukan oleh Stellar terjadi pada tahun 2015, ketika menggantikan mekanisme yang biasanya digunakan untuk menjaga agar komputer tetap menjalankan software tersebut sesuai keadaan ledger dengan alternatif yang dibuat khusus.

Berdasarkan konsep yang disebut perjanjian Federated Byzantine, sebuah metode konsensus pertama kali yang dirancang untuk Bitcoin (BTC), Stellar Consensus Protocol memudahkan node untuk memberikan suara (vote) pada transaksi hingga quorum tercapai.

2. Penggunaan Node

Software yang digunakan untuk memberi daya pada jaringan Stellar disebut dengan Stellar Core. Stellar Core ini dapat digunakan dengan berbagai cara tergantung pada kebutuhan pengguna. Secara khusus, node dapat diatur untuk berfungsi sebagai pengamat, menyimpan arsip, validator dasar, atau validator secara penuh.

Pengamat hanya dapat mengirimkan transaksi semata. Sedangkan validator penuh dapat berpartisipasi dalam Stellar Consensus Protocol, memberikan suara tentang transaksi mana yang dianggap sah dan memelihara arsip riwayat untuk node lain.

3. Penerbitan Aset Stellar

Fungsi jaringan penting lainnya dilakukan oleh Stellar Anchors (awalnya disebut Gateways). Stellar Anchors ini menerima setoran mata uang fiat dan aset kripto. Lalu kemudian menerbitkan representasi baru dari aset Stellar.

Setelah itu, baru ditetapkan persyaratan yang harus dipenuhi pengguna Stellar untuk memegang aset. Stellar Anchors juga dapat mencabut akses pengguna ke aset.

Keunggulan XLM

Keuntungan utama jika kamu berinvestasi XLM adalah:

  • Stellar Network menarik biaya transaksi yang sangat rendah, hanya sebesar 0,00001 Lumens (hampir senilai 0,01 sen USD), yang sangat bagus untuk pengguna koin, atau pemain yang bertransaksi dengannya secara teratur.
  • Selain itu, transaksi yang dilakukan sangat cepat. kamu tidak perlu menunggu lama untuk melakukan setoran atau penarikan pada XLM.
  • Manfaat lainnya dari koin ini adalah trading aset kripto yang lancar dan mulus, yang berarti kamu dapat dengan mudah menukar dan mengonversi Lumen ke mata uang fiat atau aset kripto lainnya.
  • Terakhir, XLM dan jaringan Stellar adalah open-source terdesentralisasi, serta mendukung transaksi yang dilakukan lintas platform.

Kesimpulan

Stellar merupakan sistem blockchain terdesentralisasi, sementara XLM adalah nama aset kripto yang dikeluarkannya. Cara kerja XLM adalah dengan menyalin kode yang biasanya digunakan untuk memberi daya pada XRP Ledger, yang berarti Stellar cukup mewarisi banyak desain dan fitur yang dimiliki oleh XRP.

Cek Berita dan Artikel Teknatekno.com Lainnya di Google News

Back to top button