Uniswap (UNI), Platform Exchange Crypto Berbasis Etheruem

Teknatekno.com – Bicara mengenai aset kripto, selain Bitcoin di luar sana masih terdapat banyak pilihan mata uang digital lainnya, salah satunya adalah Uniswap (UNI). Teknozen ada yang sudah pernah mendengar tentang aset kripto Uniswap (UNI)? Jika belum pernah, yuk simak penjelasan dari Teknatekno berikut ini.

Mengenal Apa itu Uniswap (UNI)

Uniswap (UNI) adalah decentralized exchange (DEX) berbasis Ethereum yang membantu penggunanya untuk menukar token ERC-20 dengan mudah. Selain itu, Uniswap adalah sebuah automated market maker (AMM) yang diluncurkan pada November 2018.

Seiring dengan perkembangan yang dilakukan oleh Uniswap, kini aset kripto besutan Hayden Adams mulai mendapatkan popularitas di tahun 2021. Dampaknya, perdagangan token Uniswap juga menjadi kian meningkat. Pada saat artikel ini ditulis, harga UNI to IDR terkini telah mencapai Rp243,352.

Uniswap berfokus pada transaksi atau trading token otomatis dan sepenuhnya terbuka untuk siapa pun yang memegang token UNI. Terlebih lagi, Uniswap hadir untuk meningkatkan efisiensi dalam trading dibandingkan dengan bursa tradisional.

Lebih dari itu, Uniswap berupaya dalam meningkatkan efisiensi dengan memecahkan masalah likuiditas berupa solusi otomatis. Solusi ini diciptakan untuk menghindari masalah yang mengganggu pertukaran desentralisasi pertama.

Pada September 2020, Uniswap melangkah lebih jauh dengan mengembangkan dan memberikan penghargaan kepada pengguna protokol sebelumnya berupa governance tokennya sendiri, UNI. Selain itu, Uniswap juga menambah potensi profitabilitas dan kemampuan pengguna dalam membentuk masa depannya.

Mengenal Apa itu Uniswap (UNI)

Cara Kerja Uniswap (UNI)

Uniswap mengambil keuntungan dari partisipas penyedia likuiditas yang berupa biaya trading. Dengan ikut dalam kumpulan likuiditas melalui pemberian jumlah token ETH dan ERC20 yang sama dengan kontrak Uniswap. Imbalannya setiap ada transaksi swap maka swapper akan membayar biaya 0.3 % per swap.

Biaya ini nantinya akan ditambahkan pada kolam likuiditas. Lalu pihak penyedia likuiditas juga akan mendapatkan bagian dari biaya transaksi yang nilainya sama dengan bobot kontribusi dalam kumpulan likuiditas tersebut. Cara kerja Uniswap sendiri bila dikelompokkan terbagi atas dua hal yakni sebagai berikut:

1. Automated Liquidity Protocol

Uniswap dibuat sebagai solusi atas sistem centralized exchange yang digunakan dalam protokol likuiditas otomatis. Sistem ini biasanya bekerja dengan pemberian insentif kepada pihak – pihak yang melakukan trading lewat exchange crypto supaya bisa menjadi liquidity provider (LP).

Sistem dalam Uniswap sendiri menggunakan decentralized exchange dan cara kerjanya ialah setiap token terdaftar memiliki kumpulan tersendiri yang bisa digunakan oleh pengguna. Harga untuk token ini juga tidak asal karena menggunakan algoritma matematika yang dibuat oleh komputer.

Alhasil tidak ada masa tunggu baik dari pihak pembeli maupun penjual dalam menyelesaikan transaksi. Keduanya dapat menyelesaikan transaksi secara instan karena harga telah diketahui asal likuiditas dinilai cukup untuk memfasilitasinya.

Nantinya setiap LP yang mendapatkan token mewakili kontribusi untuk dipertaruhkan ke pool. Untuk dapat memahami mekanisme ini kamu bisa menyimak contoh berikut:

Apabila kamu menyumbang 20.000 dolar AS ke liquidity pool sementara daya tampungnya mencapai 100.000 dolar AS, maka kamu akan mendapatkan 10 persen dari pool itu. Akan muncul pula biaya tetap sebesar 0,30 persen yang dibebankan ke pengguna untuk setiap transaksi.

Dana ini nantinya akan dikirimkan ke liquidity reserve secara otomatis. Jika suatu saat LP memilih untuk keluar maka sebagian dari total biaya akan mereka terima. Lalu token yang menyimpan catatan mengenai aset akan dihancurkan setelahnya.

2. Penentuan Harga Token

Dalam menentukan harga Uniswap token memakai sistem automated market maker (AMM). Sistem ini bekerja dengan cara menyesuaikan harga aset didasarkan atas permintaan dan penawarannya dengan mengikutsertakan persamaan matematika.

Sistem AMM mampu menurunkan atau menaikan harga dengan dasar rasio koin yang ada dalam pool. Jika seseorang menambahkan token ERC-20 baru maka ia wajib menambahkan token ERC-20 untuk dapat memulai liquidity pool.

Dalam menghitung harga token kamu bisa memanfaatkan rumus di bawah ini:

  • x*y = k
  • X: Jumlah token A
  • Y: Jumlah token B
  • K: Nilai konstan yang tidak berubah nilainya

Dalam melakukan trading ada faktor ukuran liquidity pool yang berfungsi untuk menentukan berapa banyak harga token akan berubah. Jika banyak uang digunakan maka akan semakin mudah trading dalam jumlah besar dilakukan. Hal ini juga tidak menyebabkan harga turun terlalu banyak.

Apabila kamu punya banyak dana atau memiliki aset likuid maka menggunakan Uniswap bisa jadi pilihan dalam mendapatkan keuntungan.

Fitur Uniswap

Uniswap memiliki mekanisme unik dalam penetapan harganya yakni dengan “Constant Product Market Maker Model”. Mekanisme ini mampu membuat token ERC20 ditambahkan dalam protokol Uniswap. Nilainya akan setara dengan ETH serta dapat kamu perdagangkan di kemudian hari.

Fitur dalam Uniswap diantaranya dapat memberikan penyediaan likuiditas secara otomatis. Hal ini berdampak pada mekanisme pembeli dan penjual dalam perdagangannya tidak perlu menciptakan likuiditas sendiri.

Mengenal Uniswap (UNI)

Kelebihan dan Kekurangan Uniswap (UNI)

Adapun kelebihan dari platform pertukaran ini adalah adanya sifat desentralisasi yang mana memudahkan penggunanya untuk mengakses market kripto.

Hal ini memungkinkan semua orang dapat mengakses tanpa harus registrasi atau login ke market terlebih dahulu. Kamu cukup memanfaatkan wallet pribadi untuk transaksi jual beli kripto. Adapun kelebihan lainnya bisa pula kamu simak dibawah ini:

  • Keunggulan dari platform ini adalah mampu mencakup token baru yang langsung mengakses likuiditas dengan cara menambahkan token dalam pertukaran dengan Uniswap V2 router contract.
  • Bagi pihak penyedia likuiditas akan mendapatkan keuntungan bila memasukan dananya ke kolam likuiditas
  • Biaya perdagangan yang relatif rendah dibandingkan platform lainnya
  • Platform bersifat desentralisasi karena sepenuhnya open source yang artinya semua orang dapat menyalin kode untuk membuat decentralized exchange milik mereka sendiri. Alhasil pengguna bisa memiliki kendali penuh atas dana yang mereka miliki.

Hal ini berbeda bila sifat platform pertukaran tersebut centralized exchange yang mana melibatkan trader dan investor dalam menyerahkan kendali atas private key. Alhasil pesanan dapat dicatat melalui order book

Biarpun memiliki banyak keunggulan namun Uniswap juga memiliki kelemahan. Beberapa kelemahan yang dimilikinya diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Masih bergantung pada perdagangan arbitrase untuk menyeimbangkan marketnya
  • Memiliki biaya fee yang masih tergolong tinggi biarpun biaya perdagangannya cenderung rendah
  • Memiliki resiko yang tinggi sehingga perlu manajemen risiko yang baik untuk menghindari kerugian di masa depan
  • Terdapat daftar token palsu yang berlalu lalang karena masih bersifat permission less
  • Rentan terkena serangan terhadap fitur flash loan/swap

Kesimpulan

Uniswap adalah aplikasi decentralized exchange yang memfasilitasi transaksi pertukaran ETH dan token ERC-20, atau standar token yang paling sering digunakan di blockchain Ethereum. Salah satu kelebihan platform ini yaitu adanya sifat desentralisasi yang mana memudahkan penggunanya untuk mengakses market kripto.

Uniswap mengambil keuntungan dari partisipas penyedia likuiditas yang berupa biaya trading. Dengan ikut dalam kumpulan likuiditas melalui pemberian jumlah token ETH dan ERC20 yang sama dengan kontrak Uniswap.

Related Articles

Back to top button